Share

Bab 8

Author: Allina
last update publish date: 2026-04-07 16:39:34

Dua bodyguard bule raksasa itu sontak maju selangkah memasang badan tegap menghalangi jalur jalannya.

"Minggir!" Arya mendesis tajam memberikan peringatan mematikan untuk kedua pria asing tersebut.

"Kalian berdua pejantan bule kelebihan lemak mending minggir dari hadapanku sekarang juga sebelum terlambat! Jangan sampai aku mematahkan leher besar kalian persis seperti matahin ranting kering di dalam hutan sana!"

Tentu saja kedua bule sombong itu tidak paham bahasa Arya dan malah balik mendorong dada bidang sang kepala suku. Hanya bermodalkan satu sapuan punggung tangan kosongnya, Arya membalas dorongan pelan itu. Kedua bodyguard berbadan terlatih tersebut seketika terpental jauh mundur belasan langkah ke arah belakang.

Punggung raksasa kedua bule itu menabrak tembok ruangan marmer sampai berbunyi retakan luar biasa kencang.

Karina langsung membelalakkan matanya lebar-lebar saking shock berat melihat pemandangan ajaib barusan. Jarak antara sang ratu es dan sang kepala suku kini tersisa sejengkal tangan saja. Arya sengaja menundukkan kepalanya dalam-dalam ke area celah leher Karina yang terbuka bebas.

Pria liar kelaparan itu mengendus rakus aroma memabukkan dari pori-pori kulit sang produser wanita.

"Wangi." Suara serak Arya terdengar berbisik pelan tepat di sebelah daun telinga Karina.

"Ternyata bau keringat dari tubuhmu ini jauh lebih menantang dibandingkan ocehan dari mulut kasarmu itu, betina sombong. Kertas tipis apa yang barusan berani kamu pamerkan ke depan wajahku demi menyuruhku menjadi budakmu? Asal kamu tahu, di wilayahku sana, betina yang berani menantang otoritas kepala suku harus siap menerima hukuman cambuk di atas ranjang sampai besok pagi!"

Jantung Karina seketika berdegup secepat kilat kehilangan ritme kendali normalnya. Telapak tangan besar nan kasar milik Arya tiba-tiba melingkar sangat kuat merengkuh pinggang rampingnya dengan paksa.

"Lepasin!" Karina meronta panik berusaha mendorong dada sekeras batu milik pria liar itu.

"Kamu ini benar-benar nggak tahu sopan santun sama sekali terhadap wanita kelas atas! Beraninya kamu menyentuh tubuhku dengan tangan kotormu itu tanpa izin! Aku bisa membuat karir dan hidupmu hancur berantakan malam ini juga kalau kamu nggak segera menjauh dariku!”

Arya hanya tertawa terbahak-bahak mendengar ancaman beruntun dari betina mungil dalam dekapannya.

Merasa nyonya besar mereka sedang diancam, dua bodyguard bule raksasa yang sempat terpental tadi akhirnya bangkit berdiri.

Bermodalkan otot hasil suntikan steroid, kedua pria asing itu merangsek maju dengan kepalan tangan raksasa. Mereka berniat mengunci pergerakan Arya dari sisi kiri dan kanan secara bersamaan.

"Lepasin bos kami sekarang juga, dasar monyet jalanan gila! Kami bakal patahin semua tulang rusukmu malam ini juga sampai kamu mati membusuk di klab ini!" teriak salah satu bule itu dengan bahasa Indonesia yang terbata-bata penuh emosi.

Lantaran acara mengendus leher betinanya diganggu lagi, Arya mendengus kasar memancarkan kekesalan luar biasa.

Sedetik kemudian, kepala suku itu melepaskan pinggang Karina dan merendahkan postur tubuhnya hingga nyaris menempel ke lantai. Kuda-kuda pria purba itu terpasang sangat kokoh layaknya harimau purba yang bersiap mencabik leher mangsanya.

Seketika aura membunuh yang kelewat pekat menguar deras dari sekujur tubuh Arya. Suhu di dalam ruangan mewah itu mendadak turun drastis seolah-olah ada monster mematikan yang baru saja bangkit dari kuburan es.

"Kalian berdua maju selangkah lagi, aku jamin kepala kalian putus dari leher detik ini juga!" ancam Arya lewat desisan rendah yang menggetarkan isi perut siapa pun yang mendengarnya.

Akibat tatapan maut ala pemburu Mammoth itu, langkah kedua pengawal Karina terhenti total seperti patung. Udara seakan tersedot habis dari paru-paru mereka berdua saking ngerinya melihat sorot mata pembunuh milik Arya.

Lutut kedua pria berotot itu mendadak gemetaran hebat tak karuan kehilangan semua tenaga primatanya.

Akibat kelewat panik dan ketakutan setengah mati, dua bodyguard profesional bertarif mahal itu tanpa sadar kencing di celana!

"Kabur!" Salah satu pengawal menjerit histeris ketakutan.

Tanpa mempedulikan nasib majikannya lagi, kedua bule itu lari terbirit-birit keluar dari ruangan sambil berdesakan di ambang pintu. Mereka saling dorong menyelematkan nyawa masing-masing dari jangkauan sang monster jalanan.

Melihat pengawal bayarannya lari kocar-kacir cuma gara-gara sebuah tatapan, rahang Karina menganga tak percaya. Belum sempat wanita itu mencerna situasi gila ini, Arya sudah kembali bergerak secepat kilat menyergap tubuhnya. Pria bertelanjang dada itu langsung memojokkan Karina hingga punggungnya menabrak keras dinding klab.

"Nah, sekarang pejantan pengganggunya sudah kabur semua. Tinggal kita berdua saja yang belum selesai urusan malam ini, betina sombong."

"Kamu mau ngapain lagi, Arya? Jangan macam-macam ya, aku ini produser terkenal yang bisa bikin kamu miskin seumur hidup! Kalau kamu berani sentuh aku lebih dari ini, aku pastiin besok pagi polisi udah ngepung tempat ini. Kamu bakal diseret ke penjara paling kumuh sampai mati membusuk di sana!"

Bukannya merasa ciut, Arya malah sengaja menempelkan tubuh kekarnya makin rapat menindih Karina. Hidung mancungnya kembali menyapu area leher dan telinga sang ratu es dengan ritme sangat lambat. 

Hembusan napas panas pria itu langsung membuat bulu kuduk Karina meremang hebat tak terkendali.

"Kepala suku udah selayaknya paling pintar baca tanda-tanda betina yang minta dikawinin, ya kayak kamu gini. Apalagi, bau-mu ini, ahh, lebih enak dari milik Sisca sama Sonya. Pasti bengkuangmu lebih yahut, terus njepit sama kedut-kedut gitu!"

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Purba Sang Pemuas   Bab 8

    Dua bodyguard bule raksasa itu sontak maju selangkah memasang badan tegap menghalangi jalur jalannya."Minggir!" Arya mendesis tajam memberikan peringatan mematikan untuk kedua pria asing tersebut."Kalian berdua pejantan bule kelebihan lemak mending minggir dari hadapanku sekarang juga sebelum terlambat! Jangan sampai aku mematahkan leher besar kalian persis seperti matahin ranting kering di dalam hutan sana!"Tentu saja kedua bule sombong itu tidak paham bahasa Arya dan malah balik mendorong dada bidang sang kepala suku. Hanya bermodalkan satu sapuan punggung tangan kosongnya, Arya membalas dorongan pelan itu. Kedua bodyguard berbadan terlatih tersebut seketika terpental jauh mundur belasan langkah ke arah belakang.Punggung raksasa kedua bule itu menabrak tembok ruangan marmer sampai berbunyi retakan luar biasa kencang.Karina langsung membelalakkan matanya lebar-lebar saking shock berat melihat pemandangan ajaib barusan. Jarak antara sang ratu es dan sang kepala suku kini tersisa

  • Purba Sang Pemuas   Bab 7

    Sisca sontak mendongakkan kepalanya ke atas dan tertawa terbahak-bahak tanpa canggung. Wanita bergaun merah marun itu menggeser posisi duduknya menempel sangat rapat ke paha berotot Arya."Ya ampun, Arya! Kita ini lagi asyik baca komentar netijen-netijen di internet tentang kamu. Coba deh kamu lihat medsos sekarang juga, biar kamu liat sendiri. Video pas kamu berantem sama preman-preman tadi udah ditonton dua juta orang se-Indonesia, kamu viral banget loh!"Bola mata Arya terbelalak hingga nyaris keluar tepat ketika dia melihat layar ponsel tersebut. Jantung sang kepala suku berdegup super kencang berdebar-debar merasakan ketakutan luar biasa."Sihir!" Arya refleks melompat jauh ke belakang menabrak dinding marmer dengan bantingan keras."Gila, kalian semua, betina kota emang suka main ilmu hitam, ya! Benda sihir mematikan apa yang kalian pegang? Kenapa wajah dan seluruh tubuhku bisa ditarik masuk ke dalam kotak kecil bercahaya itu dengan gampang? Cepetan hancurin batunya! Keluarin ji

  • Purba Sang Pemuas   Bab 6

    Tanpa menunggu balasan Arya, Sonya segera menarik kencang tangan pria yang masih menjilati sisa saus di jarinya itu. Mereka berdua bergegas lari kabur menuju mobil dan meninggalkan restoran sebelum polisi datang.Sesampainya di area depan klab milik Sisca, suasana mendadak riuh menyambut kedatangan mereka.Rumor tentang keperkasaan Arya melempar pengusaha dan staminanya di kamar VVIP sudah menyebar luas. Banyak LC elit dan tamu kaya raya sengaja berkumpul padat di depan pintu masuk."Wah, itu dia si Arya yang lagi viral diomongin! Katanya tenaganya brutal banget dan staminanya nggak ada matinya, ya?" goda seorang LC muda sambil mengedipkan matanya genit ke arah Arya."Minggir kalian semua, kalian ini LC murha, beda sama kita. Minggir, cepat, dasar pelayan klab! Arya, mending temenin tante malam ini di hotel paling mewah. Tante bakal langsung beliin kamu mobil sport baru asalkan kamu bisa bikin tante puas sampai pagi!" sahut wanita paruh baya berdandan menor dari barisan depan.Mendapa

  • Purba Sang Pemuas   Bab 5

    Melihat kelakuan barbar itu, Sonya langsung menjerit histeris. Aktris itu buru-buru merentangkan kedua tangannya untuk menghalangi laju tubuh besar Arya."Berhenti, Arya! Ini tuh mobil buat jalan-jalan di kota, benda ini aman dan nggak bakal gigit kamu sama sekali!" omel Sonya sambil memelototi wajah Arya kesal. "Kalau kamu pukul mobil ini, kepalamu yang ganti aku pukul pakai hak sepatu!""Mobil itu fungsinya mirip kuda raksasa yang bisa lari cepat. Emang ya, dasar orang Purba! Kamu duduk tenang aja di kursi, nanti monster ini bakal bawa kita ke tempat makanan. Udah, jangan banyak tingkah, atau kamu ga jadi makan daging!"Setelah mendengar omelan panjang itu, perlahan Arya menurunkan kepalan tangannya dengan ragu-ragu. Pria itu masih menyempatkan diri mengendus-endus bagian pintu mobil untuk mencari tahu apakah ada bahaya."Kuda raksasa apaan ini? Badannya keras banget dan dingin pas aku pegang," ucap Arya sambil duduk pelan-pelan di kursi penumpang. "Oke, aku naik ke perut monster in

  • Purba Sang Pemuas   Bab 4

    Tanpa menunggu persetujuan, tangan kekar Arya langsung melingkar kuat di pinggang ramping Sisca. Wanita pemilik klab itu menjerit kaget saat tubuhnya ditarik paksa. Tubuh Sisca langsung menempel rapat pada dada bidang Arya yang penuh keringat."Lepaskan aku, Arya! Kamu benar-benar sudah kehilangan akal sehatmu ya! Berani-beraninya kamu menyentuh bosmu sendiri di depan semua orang!" ronta Sisca sambil berusaha memukul pundak raksasa pria itu sekuat tenaga."Lepaskan tangan kotor ini dari tubuhku sekarang juga! Aku janji akan memecatmu dan membuat hidupmu menderita selamanya!"Arya mengabaikan pukulan lemah Sisca sama sekali. Pria purba itu langsung membopong tubuh montok wanita itu di atas bahu kanannya dengan sangat mudah."Tunjukkan di mana sarangmu, Betina! Kita selesaikan urusan aroma gairah ini di ruang kerjamu saja. Sebagai kepala suku yang baik, aku harus memastikan betinaku mendapat kepuasan batin, bahkan kalau perlu, sampai kamu pingsan!!""Turunkan aku, dasar cowok gila! Kali

  • Purba Sang Pemuas   Bab 3

    Seketika suasana lorong VVIP itu berubah menjadi sangat kacau balau. Beberapa wanita berpakaian ketat langsung menjerit keras sambil menutup mata mereka rapat-rapat."Mau pamer kalau punya dia gede kali ya, mentang-mentang lorong VVIP isi cewek cakep semua!" teriak seorang wanita gemuk dengan riasan menor sambil menutup mulutnya, tak percaya.Tentu saja mereka kaget melihat Arya berjalan sangat percaya diri, tanpa pakaian, dengan cacing besar alaska miliknya yang menyapa para pengunjung.Meskipun begitu, ada juga wanita hidung belang yang justru sengaja membuka celah jarinya lebar-lebar. Mereka malah mengintip Arya sambil menelan ludah berkali-kali, melihat betapa bagusnya bentukan traktor Arya.Padahal, selama ini Arya dirumorkan traktornya ga bisa nyala. Atau ya, kalau nyala, palingan cepat lowbet karena dua menit saja sudah keluar.Berbeda dengan si pria Purba dalam diri Arya, dia sama sekali tidak peduli traktornya yang sangat besar dan menyita perhatian. Purba satu ini malah teru

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status