Share

Bab 212

Author: Prince Molina
last update publish date: 2026-04-30 07:51:43

"Hmpff—!"

Joko hanya sempat mengeluarkan suara tercekik sebelum tangan Tresna membekap mulutnya dengan sangat kuat dan mematikan.

Tresna menekan titik saraf di pangkal leher Joko, membuat pria gempal itu lemas seketika dan kehilangan kesadarannya tanpa perlawanan. Dia perlahan merebahkan tubuh Joko di atas lantai semen agar tidak menimbulkan suara debuman keras yan

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pusaka Idaman Gadis Desa   Bab 212

    "Hmpff—!"Joko hanya sempat mengeluarkan suara tercekik sebelum tangan Tresna membekap mulutnya dengan sangat kuat dan mematikan.Tresna menekan titik saraf di pangkal leher Joko, membuat pria gempal itu lemas seketika dan kehilangan kesadarannya tanpa perlawanan. Dia perlahan merebahkan tubuh Joko di atas lantai semen agar tidak menimbulkan suara debuman keras yang memicu kecurigaan."Jok? Kok diem aja? Ketiduran lo ya?" panggil suara di pintu lorong, kali ini terdengar langkah kaki yang mulai masuk.Tresna segera berdiri di balik pintu, jantungnya berpacu stabil namun matanya berkilat tajam menatap bayangan yang mendekat. Penjaga kedua itu muncul di ambang pintu, wajahnya tampak bingung saat melihat temannya terkapar di lantai dekat rak besi.

  • Pusaka Idaman Gadis Desa   Bab 211

    Kedua tangan Tresna mencengkeram pinggiran besi bergelombang peti kemas dengan urat-urat lengan yang menonjol tegang. Dia segera memanjat dinding logam itu, bergerak secepat kilat sebelum cahaya senter sempat menyinari tubuhnya. Lelaki itu menahan napas di ketinggian, membiarkan dadanya menempel pada permukaan besi dingin yang berbau karat.Di bawah sana, dua penjaga itu berjalan menjauh meninggalkan area tersebut dengan langkah kaki yang terdengar santai. Mereka tampak yakin tidak menemukan hal mencurigakan di sekitar tumpukan besi berkarat yang menjadi persembunyian sang mantri. Tresna tetap bergeming selama beberapa detik, memastikan suara langkah sepatu bot itu benar-benar menghilang.Setelah merasa aman, Tresna melompat turun tanpa menimbulkan suara sedikit pun. Dia merangkak cepat memanfaatkan bayangan mesin-mesin tua terbengkalai, mendekati sebuah lubang ventilasi udara di dinding samping gudang. Posisi ventilasi itu cukup tersembunyi di balik pipa-pipa uap raksasa yang sudah t

  • Pusaka Idaman Gadis Desa   Bab 210

    Deru mesin SUV hitam rampasan itu meraung keras, membelah kesunyian aspal perkotaan yang melompong di bawah temaram lampu jalan. Tresna menginjak pedal gas sedalam mungkin, memacu jarum speedometer hingga menyentuh angka yang nyaris membuat ban mobil kehilangan traksi sepenuhnya.Fokusnya terkunci pada jalanan yang membentang lurus menuju arah utara kota. Kawasan industri tua itu kini mulai ditinggalkan oleh para penghuninya, menyisakan reruntuhan beton yang membisu.Sesekali mata tajamnya melirik spion tengah dan samping dengan tingkat kewaspadaan yang sangat tinggi. Dia harus memastikan tidak ada sorot lampu kendaraan musuh yang membuntuti atau menyadari pergerakannya menuju jantung pertahanan sindikat.Amarah yang sedari tadi mendidih membuat genggamannya pada kemudi terasa begitu kencang. Seolah-olah dia ingin meremukkan kulit setir yang terasa dingin di bawah jemarinya yang menegang.Setiap tikungan tajam diterjangnya dengan teknik mengemudi yang kasar namun penuh perhitungan. Ra

  • Pusaka Idaman Gadis Desa   Bab 209

    "Mas... aku pikir kamu... makasih sudah selamat!" isak Clara di dada bidang Tresna."Udah, nggak usah nangis. Kita belum benar-benar aman. Sekarang kamu turun, ajak Silvi, Linda, sama Tante Arum!" perintah Tresna dengan tegas.Tresna menggandeng tangan Clara, membimbingnya menuruni tangga menuju lantai bawah dengan sangat waspada. Di sana, Silvi dan Linda sudah menunggu dengan wajah yang sama pucatnya, sementara Tante Arum tampak sangat lemas di kursi ruang makan. Tanpa banyak penjelasan, Tresna mengarahkan mereka menuju ke sebuah pintu tersembunyi di balik rak buku ruang perpustakaan."Mas... kita mau ke mana? Ini pintu apa?" tanya Linda dengan suara gemetar."Ini ruang bawah tanah rahasia, Mbak. Mas Tresna benar, kalian harus masuk ke sana," sela Clara sambil membuka p

  • Pusaka Idaman Gadis Desa   Bab 208

    Lantai dapur yang dingin kini menjadi saksi bisu betapa hinanya seorang tentara bayaran di hadapan amarah sang mantri desa. Tresna menarik napas panjang, mencoba menstabilkan detak jantungnya yang masih memompa kencang akibat sisa pertarungan di ruang tengah.Dia tidak butuh waktu lama untuk memikirkan cara paling efisien guna memeras informasi dari mulut pria bermasker yang kini sudah gemetar hebat di bawah kakinya itu. Kemarahan yang sempat terdistraksi oleh gairah bersama Clara tadi, kini telah sepenuhnya berubah menjadi insting predator yang haus akan jawaban.Tresna melangkah cepat menuju kulkas dua pintu yang berdiri angkuh di sudut dapur, lalu menyambar sebuah gelas besar berisi air dingin. Tanpa banyak bicara, dia menyiramkan air tersebut langsung ke wajah pasukan elit mafia itu untuk mengembalikan kesadarannya secara paksa.BYAARRRR!"Uhuk! Uhuk! Aduh... dingin!" raung pria itu sambil tersedak. Matanya yang merah karena uap panas kini terbelalak lebar, mencoba menangkap bayan

  • Pusaka Idaman Gadis Desa   Bab 207

    Dengan gerakan seperti hantu di tengah kabut, dia melesat maju dengan sisa tenaga yang dipicu oleh adrenalin murni. Dia tidak butuh mata untuk melihat, karena instingnya sebagai petarung sudah mengunci target-targetnya dengan sangat akurat.BUGH! BUGH!Tresna meninju perut dua pasukan mafia tersebut secara bergantian dengan kekuatan yang sanggup mematahkan tulang rusuk manusia biasa. Pukulan itu mendarat tepat di hulu hati mereka, membuat keduanya langsung tumbang ke lantai keramik sambil memegangi perut dengan wajah yang membiru.Mereka bahkan nggak sempat menarik pelatuk senjata masing-masing karena rasa sakit yang jauh lebih mendominasi daripada tugas mereka sebagai pembunuh. Di dalam kepulan uap yang menyesakkan itu, sang mantri kampung kembali mengambil alih kendali atas nyawanya sendiri.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status