Share

Bab 99

Author: Prince Molina
last update publish date: 2026-03-19 12:12:21

Bu Wati terus menggerakkan handuk hangatnya dengan perlahan di atas permukaan kulit sawo matang milik sang mantri. Ia merasakan tekstur otot dada Tresna yang sangat keras dan kokoh di bawah telapak tangannya yang kasar namun terasa hangat.

"Gusti… dada Mas Tresna keras banget... pantesan aja Mas masih bisa berdiri setelah dihajar kayu jati berkali-kali," gumam Bu Wati.

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pusaka Idaman Gadis Desa   Bab 121

    "Linda, apa di belakang masih ada sumur yang berfungsi? Kita butuh air untuk membersihkan lantai ini!" tanya Tresna dengan suara berat. Suaranya memantul di langit-langit joglo yang tinggi, menciptakan gema yang memenuhi ruangan sunyi tersebut.Ia melongok ke arah dapur sementara Linda masih terpaku menatap luasnya ruang tamu yang kini mulai terang benderang. Cahaya matahari siang tersapu masuk, menyingkap detail ukiran kuno yang selama ini tertutup kegelapan dan debu.Linda mengangguk pelan, seolah baru tersadar dari lamunannya tentang masa lalu keluarganya yang terkubur di rumah ini. "Ada, Mas... di belakang dapur itu ada sumur tua peninggalan kakek saya," jawab Linda dengan suara sedikit bergetar."Seharusnya airnya masih jernih karena mata airnya langsung dari akar pohon jati yang besar di sana," lanjut Linda me

  • Pusaka Idaman Gadis Desa   Bab 120

    Tresna masih berdiri mematung di halaman depan dengan mata terbelalak lebar menatap satu titik di tengah semak belukar yang nampak sangat janggal. Ia melihat sebuah patung singa penjaga yang terbuat dari batu hitam pekat di antara tanaman liar tersebut.Kondisi patung itu bersih tanpa lumut sedikit pun, seolah baru saja ada tangan gaib yang merawat permukaannya di tengah hutan jati yang angkuh. Hal ini sangat kontras dengan bangunan utama yang nampak terbengkalai dan dimakan usia.Rumah joglo tua berukuran besar itu hampir seluruh bagiannya tertutup tanaman rambat liar yang menjalar laksana tentakel raksasa. Bangunan megah itu seolah sedang ditelan oleh sejarah keluarga Linda yang sudah lama terkubur di ujung desa.Ilalang tumbuh setinggi dada orang dewasa di sekeliling pondasi, bergoyang-goyang ditiup angin pegunun

  • Pusaka Idaman Gadis Desa   Bab 119

    Linda tersenyum tipis, sebuah senyuman yang menyiratkan bahwa ia memiliki rencana lain di balik bantuan tempat tinggal tersebut. "Anggap aja ini tempat perlindungan sementara. Di sana kalian akan aman dari gangguan preman Juragan maupun cemoohan warga yang nggak tahu balas budi itu," jawab Linda dengan penuh wibawa."Rumah itu masih cukup layak untuk ditinggali kalian bertiga sementara waktu, Mas. Memang kondisinya sudah tua, tapi kayu-kayunya masih sangat kuat untuk melindungi Tante Arum dari angin malam," tambah Linda meyakinkan sang mantri yang masih ragu.Tresna mengangguk setuju menerima tawaran baik itu karena ia sama sekali tidak memiliki pilihan tempat tinggal lain untuk Tante Arum dan Silvi saat ini. Ia melirik ke arah Tante Arum yang masih meraba-raba lengan Silvi dengan wajah yang sangat letih dan dipenuhi air mata yang sudah mengering.

  • Pusaka Idaman Gadis Desa   Bab 118

    Debu sisa reruntuhan klinik masih menggantung di udara pagi yang mulai terasa panas menyengat kulit. Tresna berdiri mematung di tengah puing-puing yang kini rata dengan tanah, merasakan kehampaan luar biasa di dalam dadanya.Di tengah keputusasaan itu, Tresna membuka telapak tangannya secara perlahan. Ia melihat sebuah kunci besi berkarat dengan gantungan kayu ukiran kuno peninggalan Bapaknya yang baru saja ia temukan.Ukuran kunci itu cukup besar dengan gerigi yang rumit dan tidak lazim untuk pintu rumah modern di desa Sukamaju. "Kunci ini... Bapak nggak mungkin meninggalkannya tanpa alasan yang sangat kuat," gumam Tresna parau.Ia mengusap permukaan kunci yang kasar mencoba mencari jawaban dari balik karat yang menutupi logam dingin tersebut. Aroma asap dari kayu yang terbakar semalam masih tercium tajam menusuk h

  • Pusaka Idaman Gadis Desa   Bab 117

    "Sekarang kamu paham kan, Linda? Surat polisi yang kamu bawa itu hanyalah sampah di depan sertifikat hak milik yang sah ini!" bentak Juragan dengan suara sombong.Dokumen penundaan eksekusi milik Linda langsung kehilangan kekuatan hukumnya berhadapan dengan sertifikat kepemilikan tanah asli dari negara. Linda terdiam dengan bibir bergetar karena secara administratif posisi Tresna memang sudah kalah telak."Bapakmu menandatangani ini dengan sadar, Tresna! Dia menyerahkan tanah ini sebagai pelunasan utang karena tahu tidak akan sanggup membayarnya!" seru Juragan lagi.Sang juragan kaya kembali memerintahkan operator ekskavator untuk menyalakan mesin diesel raksasa tersebut tanpa memberikan kesempatan bagi Tresna membela diri. Ia ingin memastikan seluruh warga desa mendengar aib keluarga sang mantri pujaan mereka pagi

  • Pusaka Idaman Gadis Desa   Bab 116

    Juragan memamerkan dokumen itu di hadapan Tresna, Linda, dan seluruh warga desa yang kini mulai kembali diliputi rasa cemas. Ia memegang ujung kertas dengan erat agar setiap orang bisa melihat keaslian hologram tersebut di bawah terang cahaya fajar."Ini adalah sertifikat hak milik sah atas lahan klinik ini! Aku sudah membelinya secara resmi dari ahli waris sebelumnya!" klaim Juragan dengan lantang. Tresna mengepalkan tinjunya hingga gemetar karena ia tahu Bapaknya tidak pernah menjual tanah itu kepada siapa pun.Warga desa mulai saling berbisik dengan wajah pucat karena posisi Tresna kini benar-benar terpojok secara hukum agraria yang sah. Linda terdiam kaku sambil menatap dokumen itu dengan saksama, mencoba mencari celah atau tanda pemalsuan pada kertas sertifikat tersebut."Lihat ini semuanya! Lihat baik-baik!" s

  • Pusaka Idaman Gadis Desa   Bab 16

    Tresna bisa merasakan betapa jari-jarinya telah berhasil membuka sedikit demi sedikit pertahanan Rini. Dinding vagina bidan muda itu kini terasa lebih hangat, berdenyut-denyut di sela-sela jarinya, dan mulai mengeluarkan pelumas alami yang licin dan berbau khas. Rini masih bersandar pada kedua tang

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Pusaka Idaman Gadis Desa   Bab 23

    Linda berjalan dengan susah payah membelah keramaian pasar tradisional yang permukaannya sangat becek dan penuh lubang. Penampilannya nampak sangat mencolok dengan dress mahal selutut dan sepatu hak tinggi yang kini sudah ternoda lumpur hitam pasar.Di belakangnya, Tresna berjalan menenteng keranja

    last updateLast Updated : 2026-03-20
  • Pusaka Idaman Gadis Desa   Bab 20

    Pintu gudang terbuka dengan suara derit engsel yang nyaring dan memecah kesunyian. Cahaya dari koridor luar masuk menyinari bagian depan gudang yang semula remang-remang.Didin masuk ke dalam ruangan sambil mengomel pan

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Pusaka Idaman Gadis Desa   Bab 17

    Tresna mulai menarik batangnya keluar dari liang sempit itu secara perlahan sampai hampir terlepas seutuhnya. Ia hanya menyisakan bagian helm gatotnya yang lebar tetap tertanam di pintu masuk kenikmatan Rini yang nampak merah dan bengkak."Jangan dilepas dulu, Mas," gumam Rini dengan suara yang san

    last updateLast Updated : 2026-03-19
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status