Share

Bab 100

Author: Prince Molina
last update publish date: 2026-03-19 12:13:51

Tresna bisa merasakan degup jantung Bu Wati yang berdetak sangat kencang dan tidak beraturan di bawah telapak tangannya. Ia mulai memberikan remasan pelan pada bagian yang tersembunyi di balik kain daster katun tipis milik istri musuhnya tersebut.

Bu Wati memejamkan matanya sambil melepaskan desahan panjang yang terdengar sangat halus di telinga Tresna. Ia merasakan cengkeraman tangan Tresna yang kasar namun sangat

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pusaka Idaman Gadis Desa   Bab 141 

    Di saat maut sudah mencium keningnya, insting jantan Tresna meledak melampaui batas kewajaran manusia. Ia melakukan satu sentakan tangan kiri yang luar biasa cepat dan akurat.Tresna melemparkan genggaman pasir dan kerikil tajam itu dengan kekuatan penuh. Serangan mendadak itu melesat langsung ke arah kedua mata sang juragan kaya."Makan ini, bajingan!" teriak Tresna dengan suara menggelegar yang memecah keheningan malam.SRAKKK!Butiran pasir kasar dan kerikil tajam menghantam kornea mata Juragan secara telak. Sang juragan langsung menjerit kesakitan karena rasa perih yang amat sangat.Ia refleks melepaskan cengkeramannya dari buku catatan kulit rusa tersebut untuk menutupi wajahnya. Senapan angin di tangan kanannya pun ikut terlepas dan jatuh berdentang di atas rumput.Juragan itu mundur beberapa langkah sambil mengucek matanya yang merah padam. Ia berusaha keras mengeluarkan butiran pasir yang menusuk-nusuk penglihatannya."Mataku! Mataku perih banget! Hajar dia! Bunuh dia sekarang

  • Pusaka Idaman Gadis Desa   Bab 140 

    Suara letusan senapan angin laras panjang itu terdengar sangat nyaring memekakkan telinga. Bunyi itu membelah kesunyian malam dan memenuhi area halaman rumah joglo tua dengan gema kematian.Sebuah peluru timah kecil melesat membelah udara dengan kecepatan sangat tinggi ke arah dada. Beruntung, pergeseran posisi dalam sepersekian detik membuat peluru itu tidak mengenai jantung Tresna.Namun, peluru itu tetap menembus langsung daging di area bahu kanan sang mantri. Suara proyektil yang menghujam daging itu terdengar sangat nyata.Tresna merasakan sensasi panas yang menghantam tulang belikatnya secara mendadak. Rasa nyeri yang menjalar hebat ke seluruh saraf lengannya menyusul kemudian.Tubuhnya terhuyung ke belakang karena keseimbangannya hancur seketika akibat hantaman tersebut. Ia jatuh berlutut di atas tanah rerumputan yang basah dan dingin.Tangan kirinya refleks memegangi bahu kanannya yang kini mengeluarkan banyak darah segar. Darah itu merembes cepat di sela-sela jemarinya yang k

  • Pusaka Idaman Gadis Desa   Bab 139

    Tresna akhirnya tiba di halaman depan rumah joglo dengan napas yang memburu. Pemandangan di depan matanya seketika membuat darahnya mendidih hingga ke ubun-ubun.Ia melihat empat orang preman anak buah juragan kaya sedang beraksi brutal. Mereka menghancurkan kaca jendela bagian depan menggunakan bongkahan batu besar.Pecahan kaca berserakan di atas lantai teras yang gelap dan lembap. Kepingan itu berkilauan di bawah cahaya rembulan, mempertegas suasana mencekam di rumah tersebut."Tolong! Siapa saja, tolong!" suara Tante Arum dan Linda terdengar berteriak histeris. Suara itu muncul dari dalam ruangan rumah yang kondisinya sangat gelap gulita.Jeritan Linda yang melengking tinggi menandakan ketakutan yang amat sangat. Sementara itu, suara Tante Arum terdengar parau dan penuh kecemasan yang mendalam."Keluar kalian! Kasih kuncinya sekarang atau rumah ini kami bakar sama kalian di dalem!" teriak salah satu preman yang memegang balok kayu besar.Preman itu terus menghantam daun pintu jati

  • Pusaka Idaman Gadis Desa   Bab 138

    Keringat kembali membasahi seluruh tubuh tegap Tresna, mengalir dari pelipis hingga ke dada bidangnya. Gairah fisik yang memuncak tinggi seolah menenggelamkan rasa sakit di betis kanannya.Setiap kali pusaka Tresna menghujam masuk, Silvi merasakan rahimnya seolah diaduk kekuatan dahsyat. Kenikmatan yang terlalu intens itu membuatnya berkali-kali nyaris kehilangan kesadaran.Dinding rahim Silvi yang hangat terus memberikan jepitan ketat pada "Si Gatot". Irama mereka semakin liar mengikuti derit lantai bambu yang seolah ikut bersorak di kegelapan."Mas... aku sudah mau... hhh... jangan berhenti," desis Silvi sambil mencengkeram lengan kekar Tresna. Kuku-kukunya yang tajam menancap di kulit Tresna karena menahan puncak kenikmatan.Tresna merespons dengan dorongan pinggul yang lebih dalam dan bertenaga. Ia ingin memastikan Silvi mendapatkan kepuasan penuh sebelum mereka harus menghadapi kenyataan pahit di luar."Mas... aku mau... ahhh... aku sudah di ujung, Mas!" bisik Silvi dengan tubuh

  • Pusaka Idaman Gadis Desa   Bab 137 

    Di dalam kegelapan gubuk pupuk yang pengap, waktu seolah berhenti berputar. Silvi menatap wajah Tresna melalui sisa cahaya bulan yang masuk dari celah atap rumbia.Ia melihat gurat kelelahan sekaligus gairah jantan yang membara di mata sang mantri. Janda desa itu menuruti isyarat Tresna yang menarik tangannya tanpa ragu sedikit pun.Silvi mulai mengusap tonjolan keras itu menggunakan telapak tangannya. Ritme naik turun ia mainkan secara perlahan di balik kain celana Tresna yang kotor."Mas... apa ini nggak terlalu berbahaya? Kaki kamu masih berdarah," bisik Silvi dengan suara sangat rendah. Suaranya hampir menyerupai desiran angin di sela ilalang.Namun, tangannya justru semakin erat menggenggam pusat kekuatan Tresna. Ia bisa merasakan denyutan hebat yang menjalar dari balik kain tersebut."Luka ini nggak ada apa-apanya dibanding rasa hausku padamu, Sil," jawab Tresna dengan suara berat yang serak. Ia menatap Silvi dengan tatapan yang sangat dalam."Anggap saja ini obat bius alami sup

  • Pusaka Idaman Gadis Desa   Bab 136

    "Mas... ini aku, Silvi," bisik suara lembut yang bergetar hebat di tengah kegelapan.Silvi segera berjongkok di samping tubuh Tresna yang masih terkapar lemas. Ia memberikan isyarat dengan meletakkan jari telunjuknya yang halus di depan bibir. Ia meminta pria itu tetap diam seribu bahasa agar posisi mereka tidak terbongkar.Silvi rupanya merasa sangat khawatir melihat Tresna pergi terlalu lama ke arah Sendang Telu. Apalagi setelah kejadian pengeroyokan brutal yang menimpa pria itu sebelumnya.Tanpa memedulikan larangan Tresna, ia nekat menyusul menyusuri jalan setapak pinggir sawah. Ia hanya berbekal lampu senter kecil milik Tante Arum untuk menembus hutan jati.Napas Silvi nampak memburu dengan dada yang naik-turun dengan cepat akibat rasa takut. Daster katun tipis yang ia kenakan nampak lembap oleh keringat setelah berlari di kegelapan."Kamu gila, Sil... kenapa nekat ke sini? Kalau mereka menangkapmu gimana?" bisik Tresna parau. Ia mencoba duduk, namun rasa nyeri di betisnya membua

  • Pusaka Idaman Gadis Desa   Bab 10 

    Lingerie merah marun yang dikenakan Arum akhirnya melorot sepenuhnya. Kain tipis itu jatuh, bertumpuk di batas pinggang rampingnya yang putih bersih. Pemandangan itu seketika memamerkan seluruh tubuh bagian atas Arum yang polos.Di bawah cahaya lampu dapur yang temaram, kulitnya nampak sangat ranum.

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Pusaka Idaman Gadis Desa   Bab 8

    Arum mendadak menghentikan kalimatnya yang menggantung. Seolah tersadar bahwa udara di dapur malam itu sudah terlalu panas untuk mereka berdua.Ia melepaskan elusannya pada Si Gatot, lalu menarik napas panjang untuk menenangkan detak jantungnya sendiri yang mulai tidak beraturan nadanya. Senyum tipi

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Pusaka Idaman Gadis Desa   Bab 7

    Wajah Pak Karyo langsung berubah merah padam seperti kepiting rebus yang baru saja diangkat dari air mendidih. Ia merasa harga dirinya sebagai lelaki terhormat di desa Sukamaju hancur berkeping-keping karena dipermalukan soal ukuran pusakanya di depan warga.Bapak-bapak yang tadi tertawa mengejek Tr

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Pusaka Idaman Gadis Desa   Bab 9

    Tresna merasa jantungnya seolah berhenti berdetak saat tangan halus Arum mencengkeram erat pusaka kebanggaannya melalui kain celana yang tipis. Keringat dingin mulai bercucuran dari pelipisnya, membasahi wajahnya yang sudah memerah padam karena menahan malu sekaligus gairah yang meledak-ledak.Ia me

    last updateLast Updated : 2026-03-17
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status