Home / Urban / Pusaka Warisan Semut Rangrang / Bab 90: Serbuan Damkar dan Bidadari

Share

Bab 90: Serbuan Damkar dan Bidadari

Author: Ibrahiman
last update publish date: 2026-05-25 17:55:31

​"Waduh, Pak Petugas Damkar! Itu di dalam gudang kelontong, sarang tawon Vespanya gede banget segede gundukan buah dada saya! Tolong cepetan dimusnahkan pakai api, rahim pasar kita semua terancam bahaya nih!" teriak Mbak Yanti janda kembang sambil menunjuk-nunjuk pintu gudang belakang menggunakan jari lentiknya yang lentik.

​Visual Mbak Yanti siang bolong itu bener-bener langsung bikin mata rombongan petugas Damkar dan kuli pasar melotot seger. Dia sengaja memakai tank top olahraga warna ketat
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pusaka Warisan Semut Rangrang    Bab 92: Berkah Tobat Madun

    ​"Hahaha! Kena kamu sekarang, Mas Madun! Mau lari ke mana lagi?! Hari ini kamu gak bakal bisa lolos dari jebakan maut paha mulus kita se-pasar kelontong!" pekik Mbak Yanti janda kembang yang tiba-tiba melompat dari balik tumpukan kain bersama Lala dan Maya, langsung mengunci pintu gudang dari dalam.​Visual Mbak Yanti siang bolong ini bener-bener gila dan sengaja disiapkan untuk meruntuhkan iman kuli pasar. Dia hanya memakai kemeja putih tipis pria yang sengaja kancing atasnya dibuka sampai perut rata seksi, memperlihatkan cetakan buah dadanya yang luar biasa besar, bulat, dan sangat padat ranum menonjol tanpa bra. Paha mulusnya yang kuning langsat, sangat semok, dan kencang padat berisi nampak terekspos total karena kemejanya menggantung seksi di atas pinggulnya yang lebar menggoda iman.​Lala juga ikut merangsek maju dengan visual yang gak kalah merusak saraf mata pria normal. Tank top rajut hitam ketatnya sengaja ditarik melorot hingga payudaranya yang bundar kencang nampak menyemb

  • Pusaka Warisan Semut Rangrang    Bab 91: Bidadari Pasar Ngambek

    ​"Aduh! Sumpah ya, Mas Madun bener-bener bikin kesel setengah mati! Masa badan seksi kita yang mulus begini disiram busa deterjen pemadam kebakaran sampai belepotan sabun semua?!" omel Mbak Yanti janda kembang sambil menghentakkan kaki indahnya di koridor pasar kelontong siang itu.​Visual Mbak Yanti yang sedang marah bener-bener bikin mata kuli panggul se-pasar gak berkedip. Tank top olahraga ketatnya yang basah oleh sisa busa sabun nampak menempel transparan, memperlihatkan cetakan sepasang buah dadanya yang luar biasa besar, padat, dan montok nampak menyembul membusung naik turun menantang langit. Paha mulusnya yang kuning langsat dan sangat semok padat berisi nampak basah berkilau seksi, dengan sisa-sisa busa putih yang mengalir lambat di sela paha dalamnya yang sensual membuat gairah pria yang melihatnya langsung meroket.​Maya si gadis ayam potong juga ikut bersungut-sungut sambil memeras kemben rajut pink ketatnya yang melar maksimal. Visual Maya siang itu bener-bener merusak s

  • Pusaka Warisan Semut Rangrang    Bab 90: Serbuan Damkar dan Bidadari

    ​"Waduh, Pak Petugas Damkar! Itu di dalam gudang kelontong, sarang tawon Vespanya gede banget segede gundukan buah dada saya! Tolong cepetan dimusnahkan pakai api, rahim pasar kita semua terancam bahaya nih!" teriak Mbak Yanti janda kembang sambil menunjuk-nunjuk pintu gudang belakang menggunakan jari lentiknya yang lentik.​Visual Mbak Yanti siang bolong itu bener-bener langsung bikin mata rombongan petugas Damkar dan kuli pasar melotot seger. Dia sengaja memakai tank top olahraga warna ketat yang melar maksimal menahan sepasang buah dadanya yang luar biasa besar, padat, dan sangat montok hingga nampak membusung naik turun memburu napas panik. Celana ketat legging tipisnya mengekspos paha mulusnya yang kuning langsat, sangat semok, dan padat berisi tanpa cacat berkilau indah diterpa terik matahari siang yang gerah menggoda gairah.​Di sebelahnya, Maya si gadis penjual ayam potong ikut memanasi suasana sambil memegangi pinggangnya yang ramping seksi. Visual Maya siang itu juga gak kal

  • Pusaka Warisan Semut Rangrang    Bab 89: Tawon Vespa dan Herder Penjaga Iman

    ​"Aduh, Mas Madun... kok di depan gudang sekarang dipasang kandang besi gede banget sih? Jangan-jangan di dalemnya ada kasur baru buat kita berdua ya?" goda Maya si gadis penjual ayam potong sambil meliukkan pinggulnya yang ramping di depan pintu gudang kelontong siang itu.​Visual Maya siang hari itu bener-bener masih sangat mematikan bagi mata lelaki normal. Tank top pink ketat yang dipakainya nampak melar maksimal menahan sepasang buah dadanya yang besar, bulat, dan padat nampak membusung naik turun memburu sisa napas gerah pasar. Celana gemes denim super mini yang dipakainya mengekspos jelas paha mulusnya yang putih bersih, mulus bening tanpa noda berkilau indah diterpa terik matahari siang yang panas menggoda gairah.​Di sebelah Maya, muncul Mbak Yanti janda kembang yang kali ini memakai dress terusan ketat warna kuning tanpa lengan. Visual Mbak Yanti bener-bener merusak saraf pikiran pria sejati; potongan dada rendah dress-nya memperlihatkan belahan dadanya yang luar biasa besar

  • Pusaka Warisan Semut Rangrang    Bab 88:Trik Balasan Para Bidadari yang Gagal

    ​"Hahaha! Sukses besar! Rombongan cewek gatel langsung ambyar gara-gara kostum badut bau busuk ini!" tawa Madun bergemuruh puas sambil mengelap sisa keringat di wajah tampannya yang memiliki rahang tegas dan hidung mancung. Tubuh sawo matangnya yang tinggi kekar nampak bugar di balik sarung yang diikat simpul mati kencang-kencang.​Tapi kesenangan Madun gak bertahan lama. Baru saja dia mau selonjoran di atas karung beras, tiba-tiba pintu gudang belakang diketok pelan dari luar. TOK... TOK... TOK...​"Mas Madun... ini Lala... tolongin Lala, Mas... kaki Lala keseleo pas lari tadi, sakit banget sampai gak bisa jalan," rintih Lala dari balik pintu dengan suara yang sengaja dibuat mendesah manja bercampur tangis buatan.​Madun mengernyitkan alis jantannya, mulai curiga. "Wah, jangan-jangan ini trik baru nih! Neng Lala, Mas Madun udah tobat total! Gak mempan digoda lagi! Mending Neng Lala pulang, urut pakai minyak urut depan toko aja sana!"​KREEEKKK... Pintu yang ternyata lupa dikunci Madu

  • Pusaka Warisan Semut Rangrang    Bab 87: Siasat Badut Busuk Madun

    ​"Waduh, Mas Madun... kok pusaka semut rangrang kamu yang raksasa penuh urat ini tiba-tiba mendadak mengkeret pas Mbak Yanti mau nempel sih?!" keluh Mbak Yanti janda kembang sambil cemberut, membuat dadanya yang besar, padat, dan montok berguncang gemas karena batal mendapat gempuran fajar.​Visual Mbak Siska yang ikut mengintip dari balik pintu bener-bener merusak iman pria normal siang itu. Gaun satin merah marunnya yang super ketat nampak melorot sebelah, memperlihatkan gundukan buah dadanya yang bundar, kencang, dan padat nampak naik turun memburu sisa gairah. Paha mulusnya yang kuning langsat dan berisi nampak terbuka lebar di atas tumpukan kardus mi instan, berkilau seksi oleh sisa keringat gerah hawa gudang kelontong yang panas menggoda.​Lala yang berdiri di sebelah Siska juga nampak sangat berantakan namun luar biasa seksi dengan tank top putih rajut melar yang mengekspos belahan dadanya yang ranum menggantung bebas tanpa bra. Paha mulusnya yang putih bersih dan bening tanpa

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status