ログイン*Kembalinya Setelan Pabrik Madun*"Waduh, Juragan Madun! Video kamu pakai celana dalam motif semut rangrang merah udah ditonton sepuluh juta orang di medsos, viral bikin malu se-kecamatan!" pekik Budi si pemilik toko kelontong sambil menyodorkan ponsel ke hidung Madun yang cemberut.Madun, wajah tampan rahang tegas, buru-buru pakai kaos oblong dan mengikat sarung kuat di pinggang berotnya. Tubuh tinggi kekar dengan perut kotak-kotak bergetar menahan malu. "Astagfirullah! Ini gara-gara taktik bencong kemarin malah apes kuadrat! Mulai hari ini, Madun tobat ke setelan pabrik sebagai kuli pasar jantan, gak ada lagi mami Madonata!"Tiba-tiba, pintu ruko digedor rombongan bidadari pasar bawa koran. BRAAKKK!Mbak Yanti janda kembang masuk memimpin. Tank top rajut putih ketatnya menahan dada besar montok yang naik turun. Paha mulusnya kuning langsat terekspos karena celana pendek satin tersingkap tinggi, berkilau kena matahari pagi."Heh, Madun setelan pabrik! Sini!" teriak Mbak Yanti berka
"Waduh, Mami Susi! Jangan dekat-dekat ekeuuu sambil buka baju gitu dong, cyiiinnn! Sumpah, bulu dada kamu yang lebat kayak ijuk sapu itu bener-bener bikin jimat semut rangrang ekeuuu mendadak mati rasa ketakutan!" jerit Madun melengking panik sambil melompat mundur menabrak cermin rias salon malam yang remang-remang.Madun yang memiliki wajah tampan dengan rahang tegas dan hidung mancung malam itu benar-benar merasa harga diri jantannya sedang berada di ujung tanduk jahanam. Tubuh sawo matangnya yang tinggi kekar nampak sangat kontras berbalut gaun payet pink ketat yang mulai robek di bagian paha kekarnya akibat melompat panik menghindari terkaman maut mami Susi. Otot lengan beruratnya menegang kaku menahan pintu darurat belakang salon yang ternyata sudah digembok rantai besi. "Aduh, Gusti! Ini namanya keluar dari lubang buaya, malah masuk ke dalam jebakan batman berbulu dada lebat!"Tiba-tiba, kaca depan salon malam itu digedor sangat kencang dari luar oleh Mbak Yanti janda kemban
"Aduuuh, cyiiinnn! Jangan kencang-kencang dong narik korsetnya, ntar buah dada mami Madonata yang KW ini bisa meletus sebelah loh yaaa booo!" jerit Madun melengking genit menahan napas di dalam salon malam jembatan merah yang berbau minyak wangi melati menyengat.Madun yang memiliki wajah tampan dengan rahang tegas dan hidung mancung malam itu nampak sangat gokil bercampur menawan. Tubuh sawo matangnya yang tinggi kekar dengan otot perut kotak-kotak penuh urat jantan kini dipaksa masuk ke dalam gaun payet ketat warna pink menyala yang super melar. Otot lengannya yang penuh urat menonjol kokoh saat dia berkaca sambil memakai wig rambut panjang gelombang. "Tapi beneran deh jeng, dandan begini emang paling mantap buat bikin tobat Mas Madun aman seratus persen dari serbuan lobang rahim cewek gatel pasar!"Tiba-tiba, pintu salon malam itu ditendang keras dari luar. BLAAMMM! Mbak Yanti janda kembang bersama Maya dan Sari langsung merangsek masuk membawa obor bambu seolah mau membakar sar
"Aduh, Juragan Madun! Kamu beneran makin gila ya sejak jadi miliarder?! Kenapa sekarang malah dandan pakai gaun payet ketat begini dan ikutan nongkrong sama geng waria salon malam?!" teriak Mbak Yanti janda kembang sambil berkicau nyaring, menghadang Madun di lorong ruko pasar yang mulai temaram.Visual Mbak Yanti malam itu bener-bener kembali menggetarkan iman para pria pasar. Dia sengaja memakai tank top rajut merah ketat yang melar maksimal menahan gundukan sepasang buah dadanya yang luar biasa besar, padat, dan sangat montok hingga nampak membusung naik turun memburu sisa napas gusar. Paha mulusnya yang kuning langsat, sangat semok, dan padat berisi nampak basah berkilau seksi di balik celana pendek ketatnya yang tersingkap tinggi, memancarkan pesona matang yang luar biasa sensual dan menggoda gairah pria normal.Di sebelahnya, Maya si gadis ayam potong ikut melotot beringas memegangi pinggangnya yang ramping seksi. Visual Maya malam itu juga gak kalah merusak pertahanan pikira
Sukses Tapi Bikin Malu"Aduh, Juragan Madun! Itu tadi akting jadi bencong salon beneran sukses bikin cewek-cewek gatel kabur, tapi sumpah ya, bikin malu harga diri kuli pasar se-kecamatan tahu!" ledak Budi si pemilik toko kelontong sambil tertawa terpingkal-pingkal sampai memegangi perutnya di depan ruko baru Madun siang itu.Madun yang memiliki wajah tampan dengan rahang tegas dan hidung mancung langsung cemberut, wajahnya memerah padam menahan malu yang luar biasa besar. Tubuh sawo matangnya yang tinggi kekar dengan otot perut kotak-kotak penuh urat jantan nampak bersandar lemas di tiang ruko. Sarungnya yang diikat simpul mati super kencang nampak agak melorot akibat gerakan gemulai akting waria tadi. "Aduh, Budi! Jangan kencang-kencang ketawanya! Mas Madun juga tahu ini trik bikin malu tujuh turunan! Tapi mau gimana lagi? Demi menjaga sumpah tobat dari lubang rahim maksiat, harga diri terpaksa Mas gadaikan jadi mami Madonata!"Tiba-tiba, dari arah koridor pasar, muncul Mbak Yant
"Aduh, Juragan Madun! Selamat ya sekarang udah jadi bos besar pemilik ruko pasar! Sini dong mendekat, neng Maya mau ngasih ucapan selamat yang paling anget khusus buat rahim juragan kaya baru!" panggil Maya si gadis penjual ayam potong dengan suara mendesah manja dari balik tirai toko yang baru direnovasi siang itu.Visual Maya siang hari itu bener-bener makin maut setelah tahu Madun dapet harta karun warisan. Dia memakai tank top rajut warna ketat yang melar maksimal menahan sepasang buah dadanya yang luar biasa besar, padat, dan sangat montok hingga nampak menyembul membusung naik turun menantang maut. Celana gemes denim super mini yang dipakainya mengekspos jelas paha mulusnya yang putih bersih, mulus bening tanpa selulit sedikit pun, berkilau seksi diguyur cahaya matahari siang yang gerah menggoda gairah jantan pria se-pasar.Di sebelahnya, muncul Mbak Yanti janda kembang yang kali ini sengaja memakai daster mini corak macan tanpa lengan yang sangat tipis. Visual Mbak Yanti ben







