Share

Bab 7

last update Petsa ng paglalathala: 2026-05-13 04:50:59

Liora tahu, mereka sedang menyindir dirinya. Namun, dia tidak bereaksi apa-apa.

Liora berdiri, mengambil beberapa buku latihan soal matematika sambil memasang headset bluetooth.

“Vita, ayo,” ajaknya.

Lenno belum puas. Dia menyindir lagi, “Sekeras apapun berusaha, itik buruk rupa tetaplah itik. Jangan berkhayal bisa berubah jadi angsa putih yang cantik.”

Kavita gregetan. Ketika dia ingin membalas, Liora menahannya.

“Vit, jangan buang-buang energi buat meladeni sekumpulan anak manja kayak mereka.”

Maudy tidak terima. Namun, Erlita menggeleng cepat.

“Biarin aja. Mendingan kita ke kelas Bahasa Mandarin sekarang,” saran Erlita.

Erlita sendiri ketakutan kalau aibnya sampai tersebar di sekolah. Demi menjaga reputasi, kali ini dia membiarkan Liora pergi.

“Bener, tuh. Gue udah nggak sabar pingin ketemu sama Edward,” celetuk Alesha.

Siswa yang Alesha maksud adalah Edward Kivandra. Dia salah satu murid IB Diploma Programme yang populer.

Ada dua murid populer lainnya. Yaitu Genzio Mogilevichーsi Pangeran Sekolah dan Oka Khadafiーsi Kutu Buku.

Edward adalah penguasa sekolah. Karena posisi dia berada di kasta teratas, sejajar dengan Genzio.

Liora menatap Kavita. “Ayo.”

Malas mendengar ocehan mereka lagi, Liora dan Kavita langsung keluar kelas. Mereka berjalan menuju lift.

Setiap pergantian kelas, siswa memiliki waktu 30 menit. Kelas Akuisisi Bahasa Inggris berada di gedung B. Jadi, mereka memiliki cukup waktu untuk pergi dari gedung A ke gedung B.

Kavita masih kesal karena perbuatan geng Celestial Heirs. Sambil berjalan, dia mengutarakan isi hatinya pada Liora.

“Lio, kenapa sih, lo nggak bales perlakuan mereka? Apa kerennya masuk kelas Mandarin bareng Edward? Jelas-jelas lo jago bahasa Mandarin dari dulu. Apa mereka buta?”

The Global Academy High School menggunakan kurikulum yang diakui secara internasional, yaitu International Baccalaureate atau IB.

Liora memiliki enam mata pelajaran di IB Diploma Programme. Yaitu Bahasa dan Sastra, Akuisisi Bahasa Inggris, Bisnis Manajemen, Desain Teknologi, Mathematics Analysis and Approaches. Dan mata pelajaran terakhir, kelas musik.

Liora telah belajar bahasa Mandarin sejak usia 5 tahun. Itu karena dia sering menonton video-video animasi berbahasa Mandarin.

Tapi, bahasa Inggris?

Liora justru merasa kesulitan!

“Huhh, Vita. Gue nggak ada waktu buat urus mereka. Gue cuma mau fokus belajar aja. Lo tau kan? Bahasa Inggris jadi satu-satunya kelemahan gue.”

…….

Gedung B.

Mereka berjalan di koridor lantai dua gedung B. Saat melewati studio bahasa, mereka mendengar suara-suara di belakang.

Liora dan Kavita segera menoleh ke belakang. Muncul, Lenno dan Ms. Evelyn bersamaan dari dalam studio. Pakaian mereka sedikit berantakan.

Liora dan Kavita terkejut bukan main. Mereka buru-buru bersembunyi.

Kavita menganga. “Astaga!”

Liora buru-buru menutup mulut sahabatnya.

“Santai, Vit. Jangan sampai kita kelewatan adegan hot ini,” ujarnya sambil tersenyum sinis.

Kavita mengangguk setuju. Lalu, mereka mengintip.

“Lenno, lain kali jangan begini ah! Kalo kita ketahuan, gimana? Aku masih cinta sama kerjaanku yang sekarang.”

Ms. Evelyn adalah guru mata pelajaran bahasa Inggris. Suara manjanya membuat Liora muak.

Tidak ingin kehilangan momen terbaik ini, Kavita langsung mengeluarkan ponselnya.

Ini sangat menarik!

Ms. Evelyn merapikan rambut Lenno dengan malu-malu. Lenno menarik tangan mungilnya.

Lenno mencium punggung tangan gurunya. “Tenang aja, Ms. Eve. Semuanya aman, orangku yang atur semuanya.”

“Aku udah kepalang basah kangen sama punyamu. Salahmu sendiri, liburan musim panas nggak mau ikut aku pesta bikini. Hehehe…”

Ms. Evelyn tersenyum nakal. “Lain kali, datang ke apartemenku aja.”

Pandangan Lenno jatuh pada cincin berlian di jari manisnya Ms. Evelyn. “Cincinnya cantik, nggak?”

Ms. Evelyn mengangguk. “Iya. Aku selalu suka semua hadiah darimu.”

Lenno mencium singkat bibir Ms. Evelyn. “Matamu memang jeli. Ini cincin berlian premium seharga Rp 165 juta, koleksi terbatas dari Tiffany's Jewelry.”

Ms. Evelyn tercengang hingga nyaris pingsan ketika mengetahui harga cincinnya. Liora dan Kavita diam-diam saling pandang dan ikut tercengang.

Untuk menghilangkan rasa gugup, Ms. Evelyn langsung berkata, “Buruan ke kelas sekarang.”

"Oke."

Lenno berbalik dan pergi. Sementara Ms. Evelyn mengusap-usap cincinnya sambil tersenyum sumringah.

Dia benar-benar bahagia memiliki banyak barang mewah pemberian Lenno.

Setelah pasangan mesum itu pergi, Liora dan Kavita menggeleng berbarengan.

“Gila! Ini sih gila, Lio!”

Liora masih tidak mengatakan apa-apa. Dia hanya tersenyum sinis. Sorot matanya menunjukkan ketertarikan.

Liora berujar, “Simpen video dan foto-foto mereka. Suatu saat pasti akan berguna.”

Setelah mengalami dua kali kegagalan stimulasi ujian bahasa Inggris, Liora selalu merasa ada yang tidak beres. Sebab, dia telah belajar mati-matian bersama Kavita. Akan tetapi, mereka memiliki nilai yang sangat jauh berbeda.

Stimulasi pertama dan kedua, Kavita mendapatkan nilai 90. Sementara Liora stimulasi dua-duanya mendapatkan nilai 0.

Ini sangat janggal!

Liora merasa, kertas jawabannya telah diganti oleh seseorang yang tidak bertanggung jawab.

Kavita menepuk pundak Liora. “Tenang, Lio. Gue bakalan bantu usut tuntas kasus kecurangan stimulasi ujian bahasa Inggris.”

Sambil berjalan, Liora terus memikirkan berbagai kemungkinan.

“Gue ngerasa, ini ada hubungannya sama Ms. Evelyn dan Lita. Lo tau, kan? Lita nggak bisa bahasa Inggris. Semua tugas dia, gue yang ngerjain. Tapi apa? Tugas dan ujian dia selalu dapat nilai sempurna.”

“Bener banget. Lita aja ngomong bahasa Inggris belepotan,” timpal Kavita.

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App

Pinakabagong kabanata

  • Putri Palsu Jadi Pewaris    Bab 11

    Genzio mendengus dingin. “Tapi gue juga nggak suka diatur.”Sambil menunggu respon gadis di depannya, Genzio melepas hoodie. Semua teman dekatnya tahu. Mengganggu tidur siang Genzio, sama dengan mengundang bencana! Urat kesal langsung muncul di kepala Liora. Dia mengepalkan tangan, berusaha menekan emosinya.Berurusan dengan Genzio memang hal yang Liora dihindari sejak dulu. Dia pernah mendengar pembicaraan orang tua angkatnya, bahwa orang-orang yang berurusan dengan keluarga Mogilevich selalu berakhir tidak baik. Mereka akan menghilang dalam semalam!Liora menarik dasi Genzio sampai tubuh cowok itu membungkuk. “Lo sengaja nyari ribut, ya?” Genzio tidak marah ataupun dendam. Dia justru menikmati amarah Liora.“Ada api, ada asap. Lo duluan yang ganggu tidur siang gue,” balas Genzio, nyengir.Bola mata Liora melotot. “Ini rooftop sekolah, bukan kamar lo.”Liora tidak tahu. Di mata Genzio, dia adalah gadis yang menarik. Genzio diam-diam telah menyelidikinya. Genzio menepis tangan Lio

  • Putri Palsu Jadi Pewaris    Bab 10

    Genzio kembali menyandarkan kepala ke kursi. Dia sudah terbiasa mendapatkan ekspresi terkejut dari para wanita saat melihatnya. “Iya, Sayang. Ini gue, Genzio Mogilevich yang ganteng,” ucap Genzio, setengah menggoda. Liora membelalak, tidak percaya. Kenapa dia harus bertemu dengan Genzio di sini?Siapa yang tidak mengenal Genzio Mogilevich? Dia, siswa paling populer di The Global Academy High School. “Ke depannya, hidup gue bakalan sial ketemu makhluk anomali kayak dia,” gerutu Liora.“Maksud lo? Seharusnya lo bersyukur bisa lihat gue dari dekat,” sahut Genzio.Genzio anak tunggal keluarga Mogilevich, keluarga konglomerat lama yang memiliki pengaruh besar di Kota Poseidon. Kekayaan keluarga Mogilevich setara dengan Keluarga Kivandra. Sebagian besar bisnis mereka berada di luar negeri. Wajah tampan Genzio hampir selalu muncul di majalah pelajar elit, acara sosial keluarga konglomerat, bahkan media bisnis Valoria.

  • Putri Palsu Jadi Pewaris    Bab 9

    “Hah? Sejak kapan Okka care banget sama Lio?”“Ini… aneh.”Semua murid, termasuk Ms. Evelyn ikut terkejut melihat perubahan sikap Okka pada Liora. Sebab, Okka Khadafi terkenal sebagai Kutu Buku di sekolah yang tidak pernah tertarik dengan apapun di sekitarnya. Sejarah mencatat, keluarga Khadafi merupakan keluarga cendekiawan Kota Poseidon yang dipelihara negara. Setelah 75 menit, kelas Akuisisi Bahasa selesai. Liora dan Kavita pergi bersama. “Lio, gue mau ke studio musik dulu. Lo ke kantin duluan aja, nggak apa-apa ya?”Liora menatap Kavita sambil menghela napas. “Kalo udah selesai, telepon gue,” balas Liora. Kavita mengangguk. Wajahnya yang semula berseri-seri, sekarang malah meredup. Jelas, dia menyembunyikan sesuatu.Liora menatap Kavita dari atas lantai dua. Setelah memastikan Kavita pergi ke Gedung A, dia masuk ke lift. Liora menekan tombol 6. Dia tidak pergi ke kantin, melainkan rooftop.Setelah pintu lift terbuka, Liora berjalan menuju tangga besi darurat yang mengarah ke

  • Putri Palsu Jadi Pewaris    Bab 8

    Sesampainya di kelas Akuisisi Bahasa Inggris, Liora membuka pintu dan masuk begitu saja bersama Kavita. Ms. Evelyn yang baru mulai mengajar tiba-tiba berhenti. Ms. Evelyn jengah. “Lio, Kavita. Kenapa kalian terlambat?”Semua mata tertuju pada mereka. Murid di kelas ini hanya berjumlah 15 orang. Itu karena lebih dari 50% murid di sekolah ini sudah mahir berbahasa Inggris. Kedatangan Liora dan Kavita memancing bisik-bisik semua murid. Seorang siswi menegur Liora dengan berani. “Liora, lo masih sekolah di sini?”Dia, Putri Nabila yang terkenal biang gosip di sekolah. Sebagai salah satu penjilat ulung Erlita, tentu saja dia tidak akan membiarkan Liora belajar dengan tenang di kelas ini.Alasannya, karena Erlita sering memberikan barang mewah untuk Putri agar gosip tentang Liora tersebar di sekolah. Liora membuang muka, malas menanggapi. Dia menyadari, semua kursi sudah ditempati. Jelas, ini adalah konspirasi Putri. Kavita cemas. “Lio, kita duduk di mana?” Liora menggeleng pelan. Dia

  • Putri Palsu Jadi Pewaris    Bab 7

    Liora tahu, mereka sedang menyindir dirinya. Namun, dia tidak bereaksi apa-apa. Liora berdiri, mengambil beberapa buku latihan soal matematika sambil memasang headset bluetooth. “Vita, ayo,” ajaknya. Lenno belum puas. Dia menyindir lagi, “Sekeras apapun berusaha, itik buruk rupa tetaplah itik. Jangan berkhayal bisa berubah jadi angsa putih yang cantik.”Kavita gregetan. Ketika dia ingin membalas, Liora menahannya. “Vit, jangan buang-buang energi buat meladeni sekumpulan anak manja kayak mereka.”Maudy tidak terima. Namun, Erlita menggeleng cepat. “Biarin aja. Mendingan kita ke kelas Bahasa Mandarin sekarang,” saran Erlita. Erlita sendiri ketakutan kalau aibnya sampai tersebar di sekolah. Demi menjaga reputasi, kali ini dia membiarkan Liora pergi. “Bener, tuh. Gue udah nggak sabar pingin ketemu sama Edward,” celetuk Alesha. Siswa yang Alesha maksud adalah Edward Kivandra. Dia salah satu murid IB Diploma Programme yang populer. Ada dua murid populer lainnya. Yaitu Genzio Mogile

  • Putri Palsu Jadi Pewaris    Bab 6

    Erlita dan gengnya melotot, tidak menyangka Liora berani melontarkan kata-kata pedas.Belum lagi, tatapan jengah Liora yang menyepelekan Erlita. Lagaknya seolah Liora bisa menginjak Erlita kapanpun.Ini bukanlah situasi yang dibayangkan Erlita!Sambil menunjuk Liora, Erlita berkata, “Lo… sejak kapan lo punya nyali sebesar ini? Lo lupa, identitas lo siapa?”Alesha mencibir, “Lio, jadi orang harus tau diri. Lo sekarang udah nggak punya pendukung. Bukannya bersikap baik sama Lita, eh malah nggak tau balas budi.”Namun Kavita dan murid lain menatap Liora dengan wajah terkejut, sekaligus kagum. Kavita menepuk-nepuk pundak Liora. Lalu, menunjuk Erlita dengan dagu. “Good job, Lio. Kadang lo perlu bersikap tegas saat berhadapan sama makhluk sombong kayak dia.”“Tau, nih. Sama-sama tercipta dari tanah aja belagu banget,” celetuk siswi lain. Liora menambahkan, “Lah, kalo Lita tercipta dari api… berarti dia setan dong?”Saat itu juga, terdengar gema tawa murid-murid di ruangan Home Room Ms. Do

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status