Share

53 Berburu Genta

last update Last Updated: 2025-10-14 20:01:22

Di gudang tua yang terletak di pinggiran kota terlihat sosok Widipa yang berdiri tegak di depan jendela besar dengan penerangan cukup temaram. Angin malam di kota Milan berhembus dingin, mengibaskan mantel hitam panjang yang Widipa kenakan. Wajahnya tak memperlihatkan emosi hanya tatapan dingin yang menusuk seperti pisau.

Di belakangnya, sang sahabat Arif berdiri dengan tangan terlipat di dada sementara dua anak buah Widipa menahan seorang pria dengan wajah lebam--- Genta. Bajunya kusut, bibirnya pecah dan sorot matanya campuran antara takut dan menyesal.

“Jadi ini caramu membalas orang yang sudah menolongmu?” Suara Widipa rendah terdengar dalam dan nyaris tanpa emosi.

“Kau ambil uangku lalu kabur seperti pengecut?” Widipa berdecih.

"Widipa, aku … aku bisa jelaskan semuanya,” ucap Genta dengan suara bergetar seolah meminta pengampunan. “Aku hanya butuh waktu. Aku tidak bermaksud untuk kabur. Aku—”

Genta menunduk dengan napasnya tersengal. Dia mencoba bangkit, tapi segera ditahan lagi
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • RAHASIA WASIAT PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 154 Penculikan Danastri dan Tebusannya

    "Mau sampai kapan kau menahannya di sini, Dipa? Dia tidak akan tahu di mana Bagas membawa Danastri.""Aku tidak akan membiarkannya perempuan itu pergi sebelum Danastri ditemukan, Sagara."Beberapa jam lalu Dinara menerima pesan tertulis di ponsel dan seorang polisi menghubunginya agar datang ke gedung Wirajaya Group.Setiba di sana bersama Sagara yang mengantarkannya, Widipa langsung menanyai dirinya mengenai Bagas / Andreas sang ayah. Pihak kepolisian menanyakan keberadaan ayahnya, tetapi Dinara tidak tahu meski sudah berusaha dia hubungi.Dinara tak menduga sang ayah melakukan penculikan Danastri dan tak menyangka tindakan sang ayah sama seperti dulu saat dia mengetahui Bagas menculik rekan bisnisnya. Waktu itu dia tidak peduli, tetapi kini berbeda."Dia tidak tahu apapun, Dipa. Dia sedang sakit," ucap Sagara melihat Dinara duduk di sofa ruang kerja yang dulu ditempati sang ayah."Kau masih membelanya setelah apa yang dia lakukan padamu, Sagara?" Widipa mendecih saat melihat Dinara

  • RAHASIA WASIAT PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 153 Danastri Diculik

    Berulang kali Widipa mencoba menghubungi Danastri. Sayangnya tak ada jawaban. Dia hanya ingin memberitahu jika dirinya sudah sampai di lobby untuk menjemput.Tanpa menunggu lama, Widipa turun dari mobil dan menemui sang tunangan di kantornya. Widipa tahu betapa keras kepalanya Danastri dalam hal pekerjaan.Meski sudah dilarang karena selesai menjalani operasi, tetapi sang wanita tetap bersikukuh untuk hadir dalam rapat tadi pagi dan kemungkinan saat ini Danastri masih berkutat di depan komputer."Kemana dia? Sesibuk apa dia sampai tak mengangkat teleponku." Widipa melangkah cepat memasuki gedung, jam di pergelangan tangannya menunjukkan waktu yang sudah lewat dari biasanya."Permisi, Pak. Apa ibu Danastri sudah pulang?" Widipa menanyai satpam di depan pintu lobby sebelum naik."Masih belum, Pak. Setengah jam lalu kami telepon, ibu Danastri menjawab akan pulang sebentar lagi," jawab satpam seraya menekan tombol telepon memastikan keadaan Danastri di ruangan atas."Tidak diangkat, Pak.

  • RAHASIA WASIAT PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 152 Bertemu Sagara di Apotek

    Rasa pusing kian mendera di kepala Dinara. Mual dan punggung terasa sakit, tetapi dia tetap paksakan untuk bekerja meski dilakukan secara online. Hanya bubur yang dibuatkan Julius pagi tadi dan itupun hanya dimakan separuh saja. Mual tapi tidak bisa memuntahkan membuat Dinara sengsara."Sepertinya aku harus ke apotik di seberang."Dia bisa menunggu Julius pulang dari bekerja, tapi dia tak mau membuat Julius kerepotan karenanya. Sudah cukup pria itu banyak membantunya.Dinara segera mengambil jaket tipisnya lalu memakai dengan cepat lalu keluar dari apartemen. Kakinya melangkah pelan menuju apotik yang tidak pernah tutup di seberang.Untung saja jalanan relatif sepi hingga dia bisa menyeberang tanpa harus menunggu lampu merah. Setibanya di apotik pendingin ruangan langsung menyergap tubuhnya."Selamat malam ..." sapa petugas apoteker.Dinara mengerjap berusaha menyesuaikan diri. Dia gegas melangkah ke rak obat lalu menuju meja apoteker, tetapi belum sempat membalas sapaan apoteker di

  • RAHASIA WASIAT PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 151 Danastri Menjadi CEO

    Danastri tak bisa menunggu lama lagi. Sudah cukup baginya waktu seminggu untuk pemulihan dirinya. Sekarang perusahaan itu sedang menanti pemiliknya datang untuk membenahi kekacauan yang dibuat Bagas palsu.Meski kondisi tubuhnya tak memungkinkan dan Sagara tak memberi ijin, keras kepala Danastri tetap berjalan hingga membuat Widipa mencemaskannya.“Jangan memaksakan diri untuk ke sana, Nas." Suara Widipa terdengar dari balik pintu penuh kekhawatiran. “Mereka yang ada di sana bisa menunggu sampai kau benar-benar pulih."Danastri menoleh pelan. “Kalau aku tidak datang hari ini, perusahaan kakekku bisa---" Danastri tak bisa meneruskan, dia menengadahkan kepala agar air mata tak keluar."Aku tak mau sesuatu yang buruk terjadi, Dipa," ucapnya disertai suara yang serak.Widipa menghela napas berat. Dia mendekat sambil menahan lengan Danastri dengan lembut. “Biarkan pengacara dan direksi yang mengurusnya.”"Maaf, Dipa. Aku harus pergi sekarang. Ratusan karyawan bergantung hidupnya di tang

  • RAHASIA WASIAT PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 150 Perusahaan Bagas Diambang Kehancuran

    ["Perusahaan Citra Group membatalkan kerjasama."]["Maaf, tuan Bagas. Saya dan semua dewan direksi tidak bisa menyepakati kerjasama tersebut."]Pagi hari saat Bagas membuka mata seperti ada perasaan ganjil dan sesuatu yang membuatnya ingin membuka ponselnya.Dia meraih ponselnya di meja samping ranjang dan seketika segalanya satu per satu pesan membuatnya tertampar kenyataan pahit. Puluhan notifikasi memenuhi layar.Bagas bangkit dari tempat tidur dengan napasnya memburu. Jarinya gemetar saat membuka satu per satu pesan itu. Vendor bahan baku utama memutus kontrak secara sepihak. Rekanan distribusi menolak mengirim barang. Investor kecil yang selama ini dia yakinkan dengan janji keuntungan mendadak menarik dana."Apa-apaan ini?" tanyanya dengan tangan yang gemetar."Kenapa mereka mendadak memutuskan hubungan dengan perusahaanku?"Bagas langsung menelepon salah satu vendor lama, orang yang dulu menjilatnya dan memanggilnya dengan penuh hormat. Sayangnya sambungan telepon diputus secara

  • RAHASIA WASIAT PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 149 Dayu dan Vero Melawan Bagas

    Sore kian beranjak menjadi malam ketika Vero memasuki pagar rumah Dayu. Akhirnya dengan hati berat, Vero pun kemari.Vero berniat bicara baik-baik tentang Dinara dan kegelisahan yang sejak tadi menggerogoti dadanya. Namun baru beberapa langkah memasuki halaman, suara dari dalam rumah membuat langkahnya terhenti.Vero geram mendengar Bagas palsu telah memperdayai putrinya sendiri demi kepuasaan dan egoisme. Tangannya terkepal penuh amarah."Hentikan pertengkaran kalian!" Dayu dan Bagas menoleh cepat saat ada suara di depan pintu masuk.Suaranya tajam, menggema di ruang tamu. Bagas dan Dayu serentak menoleh.Wajah Vero pucat, tapi matanya menyala oleh amarah yang tak pernah dia lepaskan sebelumnya."Mbak Vero ...""Vero, apa yang kau lakukan di sini?" “Jangan pernah panggil namaku!” teriak Vero. Dadanya naik turun cepat. “Kau sudah menghancurkan hidupku, membohongiku puluhan tahun. Sekarang kau ingin membunuh Danastri? Dan memanfaatkan Dinara—anak yang aku besarkan dengan tanganku sen

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status