Beranda / Romansa / RAHASIA WASIAT PUTRI YANG TERTUKAR / Bab 155 Serahkan Bukti Rekaman Itu

Share

Bab 155 Serahkan Bukti Rekaman Itu

last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-12 00:00:10

Kesadaran Danastri datang secara perlahan seperti ditarik paksa dari dasar laut yang gelap. Kepalanya terasa berat, pelipisnya berdenyut dan indera penciumannya merasakan bau yang pahit menusuk.

Saat matanya terbuka sepenuhnya dia segera menyadari kedua pergelangan tangannya terikat dan dia berada di kasur yang tak dia kenal. Baginya ruangan ini asing.

"Aku di mana ini?"

"Ini bukan kamarku."

Danastri menarik napas dalam-dalam mencoba mencerna kejadian yang menimpanya. Kepanikan sempat menyentuh dadanya, tetapi dia sadar jika dirinya harus tetap tenang.

Seketika Danastri teringat dia didatangi oleh seorang pria yang mengaku karyawan kantor dan mau mengambil barang. Danastri percaya saja, tapi dia tak waspada saat menyadari jika pria itu mengeluarkan sapu tangan lalu dengan gerakan cepat membekap wajahnya hingga pingsan.

"Akhirnya kau sudah sadar dari pingsanmu."

"Maaf kalau dua anak buahku menyakitimu, Nak."

Danastri kenal dengan suara itu. Pria tersebut berdiri di depan Danastri denga
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • RAHASIA WASIAT PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 158 Rencana Lain Bagas

    ["Bu, aku takut ayah akan berbuat keji. Ayah menculik Danastri demi meminta bukti cctv rekaman saat ayah membunuh ayah kandung Danastri."]["Ayah sudah tak mau mendengarkanku lagi, Bu."]Kabar itu datang seperti hantaman keras yang membuat Vero hampir menjatuhkan ponselnya pagi ini. Suara Dinara di seberang terdengar gemetar, terputus-putus dan cukup jelas untuk menghancurkan seluruh pertahanan Vero yang selama ini dia bangun dengan dingin."Kau ada di mana sekarang, Nak?" tanya Vero dengan tenang.["Sekarang aku dan Widipa ada di kantor polisi. Bu, aku takut jika ayah---"]"Ibu akan ke sana sekarang. Tunggu ibu."Vero tidak menunggu penjelasan lebih lanjut. Tangannya gemetar saat meraih tas dan kunci mobil. Kepalanya penuh, dadanya terasa sesak, tetapi kakinya bergerak otomatis begitu saja.Selama perjalanan pikirannya terus membayangkan keadaan dua putrinya. Keadaan Dinara yang sedang hamil dan keberadaan Danastri diculik Bagas.Begitu sampai di kantor polisi, Vero berlari masuk tan

  • RAHASIA WASIAT PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 157 Widipa Kehilangan Danastri

    Pagi ini memberi warna yang berbeda dari biasanya. Mereka berpindah dari gedung perkantoran ke kantor polisi untuk menyusun strategi.Pihak kepolisian merencanakan sesuatu agar segera menangkap Bagas. Sagara dan lima petugas polisi mendatangi rumah Bagas yang ditunjuk Dinara secara diam-diam.Kini mereka sudah sampai di rumah besar Bagas yang berdiri sunyi di pinggiran kota. Sagara berdiri di depan rumah berpagar tinggi dengan halaman yang bersih seolah tak ada jejak aktifitas.Bersama beberapa polisi berpakaian sipil. Sagara mengikuti langkah seorang polisi sambil mengamati suasana rumah Bagas tersebut."Dokter, tetap waspada. Kita tidak akan pernah tahu jebakan apa yang direncanakan Bagas.""Apa kalian tidak merasakan keanehan di tempat ini, Pak?" tanya Sagara mengedarkan pandangan, ada hal yang ganjal.Mereka bergerak cepat dan senyap.Pintu belakang dibuka paksa tanpa suara keras. Sagara masuk paling depan, jantungnya berdegup kencang. Naluri seorang dokter dan rasa bersalah sebag

  • RAHASIA WASIAT PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 156 Jadikan Aku Sandera

    Dua jam sudah Widipa menunggu telepon lagi dari penculik Danastri, tetapi dering itu tak kunjung dia terima. Widipa diliputi kecemasan menentukan nasib sang kekasih.Hujan tipis mulai turun di gedung kantor. Mereka tidak berpindah tempat agar tidak dicurigai oleh anak buah Bagas jika di dalam gedung ada polisi.Lampu yang menggantung memantulkan bayangan wajah-wajah tegang. Para polisi yang sibuk, Widipa yang berdiri kaku dengan rahang mengeras dan Dinara yang berdiri di tengah ruangan."Saya tidak bisa menunggu lama. Biarkan dia menunjukkan jalan ke tempat penyekapannya," ujar Widipa sembari melihat ke arah Dinara."Tenanglah, Dipa. Kita tidak bisa tergesa-gesa. Jika dia tahu kedatangan kita ke tempat yang dituju, Bagas akan bertindak lebih," kata Arif yang menyusul Widipa ke kantor Wirajaya."Benar yang dikatakan sahabat anda, Tuan. Kita tidak bisa terburu-buru mengambil keputusan. Keselamatan nona Danastri lebih diutamakan," timpal seorang perwira polisi."Bagas orang yang licik. D

  • RAHASIA WASIAT PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 155 Serahkan Bukti Rekaman Itu

    Kesadaran Danastri datang secara perlahan seperti ditarik paksa dari dasar laut yang gelap. Kepalanya terasa berat, pelipisnya berdenyut dan indera penciumannya merasakan bau yang pahit menusuk.Saat matanya terbuka sepenuhnya dia segera menyadari kedua pergelangan tangannya terikat dan dia berada di kasur yang tak dia kenal. Baginya ruangan ini asing."Aku di mana ini?""Ini bukan kamarku."Danastri menarik napas dalam-dalam mencoba mencerna kejadian yang menimpanya. Kepanikan sempat menyentuh dadanya, tetapi dia sadar jika dirinya harus tetap tenang.Seketika Danastri teringat dia didatangi oleh seorang pria yang mengaku karyawan kantor dan mau mengambil barang. Danastri percaya saja, tapi dia tak waspada saat menyadari jika pria itu mengeluarkan sapu tangan lalu dengan gerakan cepat membekap wajahnya hingga pingsan."Akhirnya kau sudah sadar dari pingsanmu.""Maaf kalau dua anak buahku menyakitimu, Nak."Danastri kenal dengan suara itu. Pria tersebut berdiri di depan Danastri denga

  • RAHASIA WASIAT PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 154 Penculikan Danastri dan Tebusannya

    "Mau sampai kapan kau menahannya di sini, Dipa? Dia tidak akan tahu di mana Bagas membawa Danastri.""Aku tidak akan membiarkannya perempuan itu pergi sebelum Danastri ditemukan, Sagara."Beberapa jam lalu Dinara menerima pesan tertulis di ponsel dan seorang polisi menghubunginya agar datang ke gedung Wirajaya Group.Setiba di sana bersama Sagara yang mengantarkannya, Widipa langsung menanyai dirinya mengenai Bagas / Andreas sang ayah. Pihak kepolisian menanyakan keberadaan ayahnya, tetapi Dinara tidak tahu meski sudah berusaha dia hubungi.Dinara tak menduga sang ayah melakukan penculikan Danastri dan tak menyangka tindakan sang ayah sama seperti dulu saat dia mengetahui Bagas menculik rekan bisnisnya. Waktu itu dia tidak peduli, tetapi kini berbeda."Dia tidak tahu apapun, Dipa. Dia sedang sakit," ucap Sagara melihat Dinara duduk di sofa ruang kerja yang dulu ditempati sang ayah."Kau masih membelanya setelah apa yang dia lakukan padamu, Sagara?" Widipa mendecih saat melihat Dinara

  • RAHASIA WASIAT PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 153 Danastri Diculik

    Berulang kali Widipa mencoba menghubungi Danastri. Sayangnya tak ada jawaban. Dia hanya ingin memberitahu jika dirinya sudah sampai di lobby untuk menjemput.Tanpa menunggu lama, Widipa turun dari mobil dan menemui sang tunangan di kantornya. Widipa tahu betapa keras kepalanya Danastri dalam hal pekerjaan.Meski sudah dilarang karena selesai menjalani operasi, tetapi sang wanita tetap bersikukuh untuk hadir dalam rapat tadi pagi dan kemungkinan saat ini Danastri masih berkutat di depan komputer."Kemana dia? Sesibuk apa dia sampai tak mengangkat teleponku." Widipa melangkah cepat memasuki gedung, jam di pergelangan tangannya menunjukkan waktu yang sudah lewat dari biasanya."Permisi, Pak. Apa ibu Danastri sudah pulang?" Widipa menanyai satpam di depan pintu lobby sebelum naik."Masih belum, Pak. Setengah jam lalu kami telepon, ibu Danastri menjawab akan pulang sebentar lagi," jawab satpam seraya menekan tombol telepon memastikan keadaan Danastri di ruangan atas."Tidak diangkat, Pak.

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status