Share

Bab 45

Author: Sangkarachan
last update publish date: 2026-01-29 13:00:40

Moza dan Farhan tiba di rumah sakit dimana Sheza juga Zello di rawat. Mereka berbagi tugas untuk menjaga anak dan menantunya.

Operasi Zello berjalan lancar tapi Zello belum melewati masa kritisnya. Dia masih di tempatkan di ruangan ICU.

Moza yang baru saja masuk ke ruangan Sheza tertegun saat melihat menantunya itu duduk dengan tatapan kosong. Wajah pucat nya tak bisa di ketahui dia sedang memikirkan apa saat ini.

"Sayang ... ini mama...."

Sheza masih bergeming di tempatnya. Moza se
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • RAYUAN PANAS MODEL ANTAGONIS   Bab 56

    Sheza yang mendengar perkataan Aruna terkekeh, bisa bisanya Aruna semakin tak tahu malu seperti itu. "Zello, sepertinya dia mulai gila." ujar Sheza santai. Aruna yang mendengar Sheza mengatakan jika dia gila kembali marah. Dia maju ke depan Sheza ingin meraih gaun milik Sheza, tapi tangan Zello lebih dahulu menahan nya lalu mencengkeram nya erat. Setelah itu, Zello menghempaskan tangan Aruna sampai Aruna terjengkang ke belakang "Argh...... Aw....." Aruna berteriak kesakitan tapi Zello tak peduli. Zello beralih pada Sheza, memeriksa tubuh Sheza takut jika ada yang terluka dari istrinya itu. Zello memutar tubuh Sheza berkali kali yang membuat kepala Sheza berputar. "Zello, stop!" "Aku pusing!" Zello yang tersadar langsung berhenti. Dia mencium seluruh wajah Sheza di depan banyak orang. Tak peduli jika mereka semua melihat. Sedangkan Raka menepuk pelan keningnya karena ulah Zello. "Sayang, maaf. Tadi aku panik, takut dia nyakitin kamu." ucap Zello penuh sesal..

  • RAYUAN PANAS MODEL ANTAGONIS   Bab 55

    "Kenapa diam? Kamu nggak bisa jawab?" Aruna gelagapan, dia tak menyangka jika Sheza akan mengatakan hal seperti itu. "Kalau kamu yang nolong aku, tentu saja kamu akan jadi saudara ku!" jawab Aruna yakin. Tapi terlihat sekali jika bola matanya bergerak liar, Sheza tahu jika Aruna mulai gelisah dan tak tenang. "Dia pikir dia siapa mau mempermalukan ku?" batin Sheza. "Jadi kamu masih kekeuh dengan pemikiran konyolmu itu? Ingin sekali aku tertawa. Terlebih Zello dan Raka nggak kenal sama kamu tapi kamu masih ngeyel jika kamu di tolong mereka. Terutama Zello." Sheza lalu berbalik ke arah Raka dan mengangguk sekilas. Aruna bingung kenapa Sheza tak lagi menyerangnya. Ternyata dari arah pintu masuk datang seorang laki laki lagi yang perawakannya mirip dengan Zello. "Aruna, sebenarnya aku nggak mau kayak gini. Tapi kamu usik seseorang yang emang seharusnya nggak kamu usik." Raka menunjuk laki laki itu, lalu dia berhadapan dengan Aruna. "Ingat dia? Laki laki yang sebenarn

  • RAYUAN PANAS MODEL ANTAGONIS   Bab 54

    Zello benar benar melindungi Sheza dalam hal apapun. Terlebih saat Zello tahu jika Aruna berniat mempermalukan Sheza dengan pakaian yang tak layak. "Zello, ini bukan seperti yang kamu pikirkan. Aku hanya memberinya gaun seperti itu karena cocok dengan image nya." Zello menatap tajam kepada Aruna. Bisa bisanya merendahkan istrinya sampai seperti itu. "Jadi kamu berpikir jika istri yang selalu aku manjakan dengan semua barang mewah bahkan tak pernah ada cacatnya layak mendapatkan pakaian yang tak pantas di pakai? Kamu berniat membuat Sheza malu?" bentak Zello keras. Aruna sampai berjingkat karena kaget dengan nada keras dari Zello. Aruna pucat pasi, pasalnya Aruna tak menyangka jika Zello akan semarah ini. Aruna berpikir jika Zello tak pernah mencintai Sheza dan hanya menjadikannya pelarian dan pengganti. "Ze-zello bukan seperti itu." cicit Aruna takut. "Lalu seperti apa?" Kali ini bukan Zello yang bicara, melainkan Sheza. Sejak tadi dia membiarkan Zello bicara ka

  • RAYUAN PANAS MODEL ANTAGONIS   Bab 53

    Sheza masih berada di ruang ganti bersama asisten managernya. "Wah, nggak nyangka banget kalau baju jelek tadi bisa jadi cantik dan indah begini." "Nggak ada yang jelek, jika memang seorang designer, dia nggak akan bikin pakaian yang akan merusak citra dan pelanggannya." tegur Sheza pada asisten managernya. Asistennya mengangguk sembari meminta maaf, dia tahu jika Sheza bukan orang yang sembarangan menghina orang lain dan karyanya. Setelah semua selesai, Sheza keluar dari ruang ganti. Ternyata saat ingin masuk ke dalam ruang pemotretan dia melihat Zello ada disana bersama Aruna sang designer yang memberikannya baju tak layak untuk pengambilan gambar. Sheza dan asistennya langsung berhenti, memilih mendengar apa percakapan Aruna juga Zello di dalam sana. "Nona nggak mau kesana? Seperti nya designer baru itu ingin mendekati tuan Zello." Asisten manager itu melihat tak suka pada Aruna. Sementara Sheza hanya diam memperhatikan dari tempatnya. Dia tersenyum samar ket

  • RAYUAN PANAS MODEL ANTAGONIS   Bab 52

    Waktu berlalu setelah semua kejadian buruk menimpa Sheza dan Zello. Mereka semakin lengket dan semakin bahagia meskipun mereka kehilangan anak yang masih belum di ketahui jenis kelaminnya. Zello dan keluarganya berhasil meyakinkan Sheza jika perjalanannya masih panjang. Moza tak pernah menyalahkan Sheza dan menuntut Sheza untuk segera hamil anak Zello. Saat ini Sheza tengah menunggu gilirannya untuk pemotretan brand fashion baru dimana designer nya dari awal tak pernah senang dengan keberadaannya. Moza sudah memberi pesan jika ada masalah di perusahaan Sheza harus segera memberitahu. Tapi Sheza masih bisa mengatasinya. Jangan lupakan anak buah Zello yang selalu siaga di dekatnya. Meskipun tak terlihat tapi Sheza tahu jika mereka ada di dekat Sheza. Para kru perusahaan juga mengenal Sheza sebagai menantu kesayangan Moza. Meskipun tanpa Moza sekalipun Sheza tetap bisa terkenal dengan kemampuannya. "Sheza, ini pakaian mu yang akan di kenakan untuk pemotretan." Sheza mengerutka

  • RAYUAN PANAS MODEL ANTAGONIS   Bab 51

    Berita penangkapan Salsa dan Nana tersebar luas di media sosial. Sheza melihatnya di ruangannya. Sejak dia siuman, Sheza hanya diam saja meskipun Zello mengajaknya bicara. Moza juga baru saja kesana untuk mengantar beberapa makanan yang diminta oleh Zello. "Sayang ... kamu mau makan lagi?" Sheza hanya menjawab dengan gelengan kepala. Dia tak bernafsu untuk sekedar makan. Jika bukan karena Moza yang menyuapinya langsung mungkin sampai sekarang Sheza tak akan menyentuh makanan sama sekali. Zello menghela napasnya panjang, dia tak ingin memaksa Sheza untuk sekarang. Beruntung Moza tadi kesana dan itu sedikit membantu. Sheza meraba perutnya yang datar. Zello yang melihat itu ikut merasakan sakit. Mereka bahkan tak tahu jika disana sudah ada malaikat kecil mereka. Tanpa sadar air mata Sheza kembali menetes. "Zello, aku bodoh sekali. Aku tak bisa menjaganya." Zello merengkuh tubuh Sheza yang terlihat kurus saat ini. Dia mengusap punggung Sheza. Tak hanya Sheza yang merasakan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status