Share

BAB 47

Author: Rosela2505
last update Petsa ng paglalathala: 2026-08-20 12:50:24

Kerumunan penduduk masih mengikuti kami ketika pria berjubah putih membawa kami menuju pusat desa. Semakin jauh aku berjalan, semakin sulit mempercayai bahwa tempat ini benar-benar berada di dalam Benteng Waktu yang selama ini hanya muncul dalam legenda dan catatan kuno.

Bangunan-bangunan yang berdiri di sepanjang jalan sama sekali tidak menyerupai rumah-rumah yang biasa ditemukan di Bonua Toru. Sebagian besar tersusun dari logam berwarna perak kehitaman dan kristal-kristal bercahaya yang salin
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • REINKARNASI PENGENDALI WAKTU TERAKHIR   BAB 54

    Aku melangkah lebih dekat dan memperhatikan lengan mekanis yang terpasang pada tubuh pemuda itu. Sambungan logamnya terlihat rumit, dipenuhi ukiran jalur energi yang berdenyut samar setiap kali ia menggerakkan jarinya."Bagaimana itu bisa terjadi?" tanyaku.Pemuda tersebut mengikuti arah pandanganku, lalu mengangkat lengan mekanisnya seolah benda itu merupakan hal yang paling biasa di dunia."Yang ini?"Aku mengangguk."Karena tubuh manusia terlalu lemah."Jawaban itu membuatku mengernyit. Melihat reaksiku, pemuda itu segera menunjuk ke arah dinding bengkel yang dipenuhi berbagai gambar dan rancangan. Hampir seluruh permukaannya tertutup sketsa tubuh manusia yang dimodifikasi dengan komponen mekanis, mulai dari lengan dan kaki buatan hingga rancangan yang tampak seperti kerangka tempur lengkap."Aku ingin keluar dari Benteng Waktu."Aku menatapnya beberapa saat sebelum bertanya, "Lalu apa hubungannya dengan semua ini?"Senyum lebar muncul di wajahnya."Karena tidak ada yang tahu apa y

  • REINKARNASI PENGENDALI WAKTU TERAKHIR   BAB 53

    Bahkan beberapa catatan menggambarkan hewan-hewan purba yang belum pernah kulihat selama berada di Bonua Toru.Aku akhirnya menutup salah satu buku dan menatap tetua desa."Informasi ini sangat tua."Pria tua itu mengangguk."Karena memang itu yang kami miliki.""Lalu bagaimana dengan informasi yang lebih baru?"Untuk pertama kalinya, senyum tipis di wajahnya berubah menjadi ekspresi yang agak pahit."Itulah masalahnya."Aku langsung memahami maksudnya.Selama bertahun-tahun, satu-satunya orang yang membawa kabar dari dunia luar adalah Jacob.Ketika Jacob datang, mereka memperoleh cerita baru.Ketika Jacob pergi, hubungan mereka dengan dunia luar ikut terputus.Sejak saat itu, mereka hanya bisa menebak-nebak bagaimana keadaan Bonua Toru berkembang tanpa pernah benar-benar melihatnya.Kesadaran itu membuatku perlahan menutup buku yang berada di tanganku.Karena jika penduduk Benteng Waktu hidup dalam ketidakpastian, sebenarnya aku juga tidak jauh berbeda.Aku memang berasal dari dunia

  • REINKARNASI PENGENDALI WAKTU TERAKHIR   BAB 52

    Angin malam berembus perlahan melewati wajahku, tetapi pikiranku sudah berada jauh di tempat lain. Jika Jacob benar-benar hidup selama ratusan tahun di dunia luar, maka seharusnya ia memiliki lebih banyak waktu daripada siapa pun. Namun, justru dirinya yang terus mengatakan bahwa waktunya semakin sedikit. Artinya, ancaman yang dihadapinya pasti jauh lebih besar daripada yang pernah kubayangkan. "Ada satu kejadian yang masih kuingat dengan jelas." Aku kembali menatap sang tetua. "Apa itu?" "Suatu hari Jacob kembali dalam keadaan terluka." Jantungku berdetak lebih cepat karena selama ini aku selalu menganggap Jacob sebagai sosok yang hampir tidak terkalahkan. "Seberapa parah?" "Cukup parah hingga para tabib desa harus merawatnya selama beberapa hari." Aku terdiam. Sulit membayangkan seseorang dengan kekuatan sebesar itu dipaksa mundur hingga kembali ke Benteng Waktu dalam keadaan terluka. Tetua melanjutkan ceritanya. "Dia tidak pernah menjelaskan siapa yang menyer

  • REINKARNASI PENGENDALI WAKTU TERAKHIR   BAB 51

    Namun, ketika diucapkan dalam konteks ini, rasanya menjadi jauh lebih besar.Karena selama ini aku menerima keberadaan Bonua Toru sebagaimana adanya.Sebuah dunia yang berbeda dari Bumi.Sebuah tempat yang dipenuhi Batu Kekuatan, naga, dan berbagai ras yang tidak pernah kulihat sebelumnya.Namun Jacob ternyata tidak berpikir seperti itu.Ia mempertanyakan semuanya.Termasuk dunia tempat ia tinggal."Semakin lama Jacob melakukan penelitian, semakin banyak kejanggalan yang ia temukan."Tetua menunjuk salah satu menara kristal yang menjulang di kejauhan."Teknologi kami terlalu maju.""Lalu?""Dan tidak ada yang tahu dari mana asalnya."Aku menatap menara tersebut.Jika dipikir-pikir, memang tidak masuk akal.Bahkan sebagian teknologi yang kulihat di desa ini terasa lebih maju daripada yang pernah kulihat ketika masih hidup di Bumi.Namun tidak ada penj

  • REINKARNASI PENGENDALI WAKTU TERAKHIR   BAB 50

    Maka kekuatan yang dimilikinya pasti berada jauh di atas apa pun yang mampu kubayangkan saat ini.Namun, pada akhirnya ia tetap mati Tetap tidak kembali Dan tetap gagal menepati janjinya.Pertanyaan itu terus berputar di dalam kepalaku hingga sebuah suara tiba-tiba memecah keheningan."Lihat ini."Lira berdiri di dekat salah satu rak logam yang berada di sudut ruangan.Di tangannya terdapat sebuah benda berbentuk silinder kecil yang sebelumnya tidak kami sadari keberadaannya.Permukaannya dipenuhi ukiran simbol waktu yang hampir sama dengan lambang pada Batu Waktu milikku."Apa itu?" tanyaku."Aku tidak tahu."Lira melangkah mendekat lalu menyerahkannya kepadaku.Begitu benda tersebut menyentuh telapak tanganku, Batu Waktu yang berada di dadaku langsung berdenyut keras.Cahaya kebiruan menjalar di sepanjang permukaan silinder itu seperti aliran energi yang baru saja terbangun dari tidur panjang.Sebelum aku sempat bereaksi, cahaya tersebut melonjak ke udara dan membentuk lingkaran bes

  • REINKARNASI PENGENDALI WAKTU TERAKHIR   BAB 49

    Keheningan memenuhi ruangan setelah penjelasan sang tetua berakhir.Tak seorang pun langsung berbicara. Bukan karena penjelasannya sulit dipahami, melainkan karena kenyataan yang tersembunyi di balik penjelasan itu terasa jauh lebih berat daripada yang sebelumnya kami bayangkan.Jika Jacob memang meninggalkan Benteng Waktu tiga tahun yang lalu menurut hitungan penduduk desa, lalu menjalani hidup selama tiga ratus tahun di dunia luar sebelum akhirnya meninggal, maka ada satu pertanyaan yang terus mengusik pikiranku dan menolak pergi.Apa yang sebenarnya ia lakukan selama rentang waktu sepanjang itu?Aku menyandarkan tubuh ke kursi sambil memandangi cahaya lampu kristal yang bergoyang pelan di atas meja. Cahaya kebiruan itu memantul pada permukaan kayu dan menciptakan bayangan-bayangan samar yang bergerak perlahan di sepanjang dinding ruangan."Tiga ratus tahun bukan waktu yang singkat," ucapku akhirnya.Tetua desa mengangguk pelan

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status