Share

BAB, 10

Author: Upik abu
last update Last Updated: 2025-12-31 08:32:58

MENANGKAP CAPUNG

☘️☘️☘️

Pertemuan itu jatuh dengan canggung- seperti dua orang yang sama-sama tidak siap dengan kenyataan bahwa dunia kembali mempertemukan mereka di luar dinding rumah sakit.

Rai menghentikan langkah sepenuhnya. Tatapannya sempat turun pada sosok kecil yang berdiri di sisi Anasera, topi kuningnya miring, mata bocah itu berbinar menatap sungai dan rerumputan. Ada jeda sepersekian detik di wajah Rai, jeda yang terlalu jujur untuk disembunyikan. Ia jelas tidak menyangka.

Anasera menangkap perubahan ekspresi itu.

"Ini… anak saya," ucapnya singkat, nyaris refleks, seolah sudah terlalu sering menjelaskan hal yang sama pada orang-orang yang baru mengenalnya. "Namanya Naveen."

Rai mengangguk pelan, senyumnya tetap ada meski kali ini terasa lebih hati-hati. "Halo, Naveen," sapanya, menundukkan badan sedikit agar sejajar dengan mata bocah itu.

Naveen menatap Rai dengan rasa ingin tahu, lalu membalas dengan anggukan kecil sebelum kembali sibuk menoleh ke segala ar
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • RESEP CINTA UNTUK HATI YANG RETAK    BAB, 31

    INGATAN YANG SEMPAT BERLALU ☘️☘️☘️ Altar pernikahan berdiri sunyi di tengah ruangan, seolah menjadi pusat dari segala harap yang pernah disematkan padanya. Kain putih menjuntai lembut, dihiasi bunga-bunga yang dipilih dengan hati berdebar, masing-masing kelopaknya menyimpan doa yang tak terucap. Lilin-lilin kecil menyala tenang, cahayanya bergetar seperti perasaan dua insan yang sebentar lagi akan mengikat janji. Di hadapan altar itu, waktu terasa melambat. Masa lalu dengan segala keraguan dan luka seakan ditinggalkan di belakang, sementara masa depan berdiri samar, menunggu untuk disapa. Altar bukan sekadar tempat berdiri dan berucap, melainkan ruang di mana dua kehidupan dipertemukan-membawa cerita masing-masing, lalu menyerahkannya untuk dirajut menjadi satu. Langkah kaki yang mendekat terdengar pelan, namun setiap dentingnya sarat makna. Di sana, di bawah lengkung bunga dan cahaya yang lembut, janji diucapkan dengan suara bergetar namun teguh. Altar pernikahan menjadi saksi b

  • RESEP CINTA UNTUK HATI YANG RETAK    BAB, 30

    HELENA PULANG ☘️☘️☘️ Tepat pukul delapan pagi, lorong bangsal sudah dipenuhi langkah kaki yang teratur. Anasera dan suster Freya baru saja menyelesaikan visit pagi, mencatat perkembangan pasien satu per satu dengan wajah profesional namun tetap ramah. Cahaya matahari menyusup lewat jendela-jendela tinggi rumah sakit, memantul di lantai putih yang bersih. Anasera berhenti di depan salah satu ranjang. Helena. Gadis kecil itu tampak duduk bersandar dengan santai, jemarinya sibuk memainkan ponsel. Wajahnya terlihat jauh lebih segar dibandingkan hari-hari sebelumnya. Anasera tersenyum hangat lalu mendekat. "Selamat pagi, Helena," sapa Anasera lembut. Helena mendongak, matanya berbinar. "Pagi, Dok." Anasera memeriksa catatan di tangannya sebentar, lalu menatap Helena lagi. “Ada kabar baik. Kondisimu sudah stabil, jadi hari ini kamu sudah boleh pulang.” Helena tertegun sesaat, lalu senyumnya merekah lebar. "Serius, Dok?" "Serius," jawab Anasera sambil terkekeh kecil. "Nanti tolong

  • RESEP CINTA UNTUK HATI YANG RETAK    BAB, 29

    LAMPU-LAMPU KOTA DI MALAM HARI ☘️☘️☘️ Lampu-lampu kota menyala satu per satu ketika malam turun perlahan, seperti bintang yang memilih tinggal di bumi. Jalanan yang siang tadi riuh kini berubah menjadi sungai cahaya-kuning, putih, dan merah- mengalir di antara gedung-gedung tinggi yang berdiri angkuh namun lelah. Di balik setiap jendela yang bercahaya, ada cerita yang belum selesai: tentang pulang yang ditunda, tentang rindu yang disimpan, tentang harapan yang masih dipeluk diam-diam. Lampu-lampu itu tidak hanya menerangi aspal dan trotoar, tetapi juga wajah-wajah yang berlalu. Ada mata yang berbinar oleh mimpi, ada pula yang redup oleh kenyataan. Kota seolah bernapas lewat cahaya: berkedip di persimpangan, berpendar di kafe-kafe kecil, dan berkilau di kaca-kaca gedung yang memantulkan kesibukan tanpa henti. Di bawah lampu jalan, bayangan manusia memanjang dan menyatu dengan malam. Suara klakson terdengar jauh, menjadi irama pengantar bagi mereka yang masih bertahan. Lampu kota

  • RESEP CINTA UNTUK HATI YANG RETAK    BAB, 28

    DOKUMENTER ☘️☘️☘️ Perceraian tidak pernah datang sebagai ledakan besar. Ia hadir pelan, seperti retakan halus di dinding rumah yang dulu dibangun dengan keyakinan. Awalnya nyaris tak terlihat-hanya diam yang terlalu panjang, tatapan yang tak lagi pulang, dan percakapan yang berubah menjadi kewajiban. Hingga suatu hari, dua orang yang pernah saling memilih sadar bahwa cinta tak lagi menemukan tempat untuk beristirahat. Di meja makan, kursi berhadapan menjadi saksi. Bukan pertengkaran yang paling menyakitkan, melainkan kesepakatan yang dingin. Kata cukup diucapkan tanpa air mata, seolah perasaan telah lebih dulu habis. Janji-janji lama terlipat rapi, dimasukkan ke dalam ingatan, disimpan sebagai sesuatu yang pernah indah, namun tak lagi bisa dipakai. Perceraian adalah belajar melepaskan tanpa tahu cara melupakan. Ia mengajarkan bahwa tidak semua yang diperjuangkan akan bertahan, dan tidak semua kebersamaan ditakdirkan untuk selesai bersama. Ada cinta yang gagal bukan karena kurang,

  • RESEP CINTA UNTUK HATI YANG RETAK    BAB, 27

    MACAROON, INFUS, DAN SUARA YANG TERLALU TINGGI ☘️☘️☘️ Keesokan harinya selepas visit bangsal anak, Anasera baru saja menutup map pasien terakhir ketika suster Freya berjalan di sampingnya dengan ekspresi yang- anehnya- terlalu cerah. "Dokter Anasera," panggil Freya pelan, tapi nadanya jelas menyimpan sesuatu. Anasera menoleh. "Iya, Frey. Ada yang kurang dari catatan visit?" "Catatan sih nggak," jawab Freya sambil tersenyum lebar. "Tapi perhatian dokter itu… konsisten sekali." Anasera berhenti melangkah. "Perhatian yang mana?" Freya pura-pura berpikir, lalu menghitung dengan jari. "Mulai dari nanya suhu ruangan, cek selimut pasien kecil, sampai-" ia mendekat sedikit, "-tadi pagi ngingetin kalau ada anak dokter Rai yang alergi makanan tertentu." Anasera berkedip. "Itu kan memang perlu." "Oh tentu," sahut Freya cepat. "Sangat perlu. Terutama kalau perhatiannya sedetail itu. Saya saja sampai hafal jadwal makannya putri dokter Rai tanpa pernah ketemu langsung." Anasera

  • RESEP CINTA UNTUK HATI YANG RETAK    BAB, 26

    HELENA MASUK IGD! ☘️☘️☘️ Pagi itu koridor bangsal bedah masih lengang ketika Rai Adhinatha melangkah dengan map pasien di tangan. Ekspresinya datar, profesional- hingga sebuah suara menyapa dengan nada yang terlalu ceria untuk jam kerja. "Pagi, Dokter Rai-" Rai berhenti melangkah. Ia bahkan tak perlu menoleh untuk tahu siapa pemilik suara itu. Nathan, perawat anestesi kebanggaan bangsal bedah, berdiri menyandar santai di dekat nurse station, lengkap dengan senyum menyebalkan yang terlalu lebar. "Ada apa?" tanya Rai singkat. Nathan mendekat setengah langkah, menurunkan suara seolah membicarakan rahasia besar. "Cuma mau memastikan, Dok… semalam makannya enak?" Rai langsung menatapnya tajam. "Kamu kurang kerjaan?" "Justru sebaliknya," sahut Nathan santai. "Kerjaan saya banyak. Tapi kejadian langka kayak Dokter Rai makan malam bareng dokter Anasera itu… sayang kalau dilewatkan." Rai mendecak. "Itu kebetulan." "Ah, iya," Nathan mengangguk sok paham. "Kebetulan yang kebetulan ket

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status