Share

49. ASAP HITAM

Author: Ryanty_tian
last update publish date: 2025-10-05 23:41:43

Mobil hitam Max berhenti di depan gedung perusahaan Gregory bagian kanan. Bangunan berlantai empat itu sudah penuh dengan api yang melahap sebagian besar bangunan, kobaran api menyala memantul di kaca mobil Max.

Suara sirine meraung, orang-orang berlarian, petugas pemadam sibuk memadamkan api. Bau asap begitu pekat hingga menyesakkan dada.

Max keluar dari mobil tanpa menghiraukan teriakan petugas keamanan yang mencoba menahannya.

“Jangan masuk, Tuan! Itu sangat berbahaya!”

“Bangunan ini ber
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Racun Pernikahan: Ciumanku membuat SANG CEO Tunduk   102. SEMUA ADALAH KORBAN

    Max masih berdiri tanpa senjata, sementara Rosetta mengarahkan pistol kepadanya. Athena berada di dekat Rosetta, tubuhnya masih menegang karena ancaman yang diarahkan kepadanya dan Hans.Namun tiba-tiba, gerakan Peony begitu cepat. Dia menarik tangan Athena dan membawa tubuh wanita itu menjauh dari Rosetta. Athena sempat terkejut, tetapi Peony tidak memberinya kesempatan untuk bertanya.“Ayo!” Peony kian menarik tangannya.Max yang melihat kesempatan itu langsung bergerak. Dalam sepersekian detik, dia mengambil senjata di saku belakang dan mengarahkannya kepada Rosetta.Dor!Tembakan terdengar, Rosetta terhuyung dan jatuh ke lantai tapi tembakan tidak mengenainya. Namun keadaan tidak serta-merta menjadi tenang, dari berbagai sisi ruangan, anak buah Rosetta bermunculan.“Lindungi Nyonya!”Beberapa pria mengangkat senjata dan langsung menyerang Max.Max bergerak cepat menghindari tembakan pertama, kemudian membalas. Suara tembakan bertubi-tubi menggema di seluruh ruangan. Elio datang me

  • Racun Pernikahan: Ciumanku membuat SANG CEO Tunduk   101. KRISIS KEPERCAYAAN

    Semua orang seketika terdiam. Max yang baru saja hendak melangkah maju langsung berhenti. Tatapannya jatuh pada pistol yang diarahkan tepat ke perut Athena, lalu berpindah kepada wanita yang berdiri kaku di hadapan Rosetta.Athena.Dan di balik perut itu ada anak mereka. Max mengepalkan tangan. Dia tidak berani mengambil risiko sedikit pun. Satu gerakan yang salah bisa membuat Rosetta menarik pelatuk.Rosetta tersenyum melihat Max akhirnya berhenti. “Kenapa diam saja?” serunya mengejek. “Tembak saja, bukankah kau benci pengkhianat?”Max menatap Rosetta dengan sorot mata dingin, tetapi tidak bergerak.Athena justru menatap Rosetta dengan kemarahan yang sulit disembunyikan. “Kau melanggar perjanjian kita!” serunya.Rosetta tertawa. “Dan kau pikir aku bodoh melepaskanmu begitu saja?”Dia menggelengkan kepala. “Tidak.”Athena mengepalkan tangannya. Rosetta tidak pernah benar-benar berniat menepati janjinya.Dia memang sudah menduga kemungkinan itu, tetapi tetap saja kenyataan ter

  • Racun Pernikahan: Ciumanku membuat SANG CEO Tunduk   100. TANPA AMPUN

    Max tidak menjawab. Rosetta berjalan perlahan mendekat, seolah ingin memastikan setiap perkataannya benar-benar sampai kepada Max.“Wanita yang selama ini kau lindungi ternyata memilihku.”Tatapan Rosetta penuh kemenangan. “Dia memberikan apa yang kubutuhkan. Dia membawa informasi tentang keluargamu. Dia bahkan mengambil sesuatu yang sangat penting dari Gregory untukku.”Rosetta terkekeh. “Dan sekarang dia ada di sini.”Max tetap diam, namun tangannya semakin mengepal. Rosetta memperhatikan itu dan tersenyum puas.“Dia memang pantas ditinggalkan.”Kalimat itu membuat sorot mata Max berubah.Perlahan, Max mengangkat wajahnya. “Apa katamu?”Rosetta tidak gentar. “Athena,” ulangnya. “Kau memang pantas ditinggalkan.”Rosetta tertawa kecil.“Bukankah itu kenyataannya? Dia mengkhianatimu. Dia memilih pergi bersamaku. Bahkan ketika kau masih berusaha mempertahankannya, dia sudah merencanakan untuk meninggalkanmu.”Max menatap Rosetta tanpa berkedip. Untuk beberapa saat, tidak ada

  • Racun Pernikahan: Ciumanku membuat SANG CEO Tunduk   99. RAUT WAJAH

    Ledakan keras terdengar dari luar. Tubuh Athena tersentak, tangannya refleks berpegangan pada sisi pintu. Getaran kecil menjalar melalui lantai, disusul suara kepanikan dari kejauhan.Athena menatap pintu dengan wajah tegang. “Rosetta...”Ia mulai menyadari ada sesuatu yang salah.Seharusnya ia sudah berada dalam perjalanan bersama Hans. Seharusnya mereka sedang bersiap meninggalkan kota dan memulai kehidupan baru. Namun kini ia justru berada di tempat yang menjadi pusat konflik keluarga Gregory.“Aku harus keluar dari sini.”Athena kembali mencoba membuka pintu. Ia tidak tahu siapa yang membawanya kemari, tetapi satu hal yang pasti... ia tidak boleh terus berada di gedung ini.Di sisi lain, Peony masih belum menemukan keberadaan Athena.Ia telah mencari ke berbagai tempat, menghubungi orang-orang yang mungkin mengetahui keberadaannya, bahkan memeriksa beberapa lokasi yang menurutnya masuk akal. Namun semuanya berakhir buntu.Peony berhenti sejenak di depan layar monitor perus

  • Racun Pernikahan: Ciumanku membuat SANG CEO Tunduk   98. TAK SESUAI HARAPAN

    Di tengah kepanikan yang disebabkan oleh ledakan di gedung Gregory, keduanya masih berdiri berhadapan. Tidak ada yang benar-benar mundur. Rosetta masih mempertahankan keyakinannya bahwa kali ini dialah yang memegang kendali, sementara Max justru terlihat terlalu tenang untuk seseorang yang baru saja mengetahui bahwa orang-orang di sekitarnya telah berbalik melawannya.Rosetta menyipitkan mata ketika Max tiba-tiba tersenyum tipis. “Bukankah lucu?” ujar Max.Rosetta tidak menjawab. Max justru melangkah sedikit ke depan. Tatapannya tajam, tetapi senyum di wajahnya seolah menunjukkan bahwa dia sama sekali tidak terpengaruh oleh keadaan.“Kau yang bersalah,” lanjut Max tenang. “Tapi kau malah melampiaskan semuanya kepada orang lain.”Tawa Max terdengar di tengah suasana tegang itu. Bukan tawa bahagia, melainkan tawa yang seolah sengaja mengulur waktu. “Lucu sekali.”Wajah Rosetta langsung mengeras. “Kau akan menyesal karena itu!” serunya tegas.Max hanya mengangkat alis.Rosetta kem

  • Racun Pernikahan: Ciumanku membuat SANG CEO Tunduk   97. MENCEKAM

    Max masih berdiri tegak di tengah aula, posturnya sama sekali tidak menunjukkan tanda terdesak. Tatapannya justru tenang, dingin, dan penuh perhitungan. Sorot mata itu membuat beberapa pemegang saham tanpa sadar menelan ludah.“Apa kau yakin stempel dan berkas itu asli?” tanya Max santai, seolah mereka sedang membicarakan kontrak kecil, bukan kepemilikan seluruh keluarga Gregory.Rosetta mendengus, dagunya terangkat penuh percaya diri. “Tentu saja. Aku tidak sebodoh itu membawa barang palsu ke hadapan semua orang.”Max terkekeh pelan. Suara tawanya pendek, namun sarat ejekan.“Kau memang licik,” ucapnya, lalu menatap Rosetta lurus-lurus, “tapi rupanya licik tidak selalu sejalan dengan cerdas.”Suasana aula langsung menegang. Beberapa orang saling berpandangan, bingung dengan perubahan arah percakapan ini.“Bermain dengan orang sepertimu,” lanjut Max dengan senyum miring, “tentu aku harus lebih licik lagi. Kau benar-benar berpikir aku akan menyimpan barang sepenting itu di rumah,

  • Racun Pernikahan: Ciumanku membuat SANG CEO Tunduk   50. BURUK RUPA

    Athena tertawa pelan, “kau akan tahu setelah ini, Athala.”“Sepertinya akan ada sedikit drama malam ini,” tambahnya pelan.“Sepertinya drama yang cukup menarik,” sahut Athala menebak, dan Athena tersenyum tipis untuk itu.“Apa yang aku minta sudah kau lakukan?” tanya Athena pelan.“Sudah, saya

  • Racun Pernikahan: Ciumanku membuat SANG CEO Tunduk   48. JANGAN SETENGAH-SETENGAH

    Athena dan tuam Zam tampak berbicara dengan santai, mereka seolah seperti kenalan lama yang baru saja bertemu. Apalagi sikap tuan Zam membuat sebagian orang terkejut, padahal biasanya pria itu jarang ingin berinteraksi dengan orang lain terutama wanita.Tak jauh dari mereka, Max dengan wajah dingi

  • Racun Pernikahan: Ciumanku membuat SANG CEO Tunduk   47. TEGAS DAN INDAH

    Athena tersenyum samar di tengah permainan. Kata siapa ia hanya nona kaya yang manja, sejak kecil Patty mendidiknya dengan keras. Mulai dari berlatih mandiri, menguasai berbagai bahasa, dan tentu saja menguasai berbagai permainan musik.Dan saat tuan Zam memintanya memainkan satu lagu dengan piano

  • Racun Pernikahan: Ciumanku membuat SANG CEO Tunduk   44. SIKAP ELEGAN

    Athena melangkah tenang, menunduk sopan. “Perkenalkan, saya Athena Harrington, Tuan Zam. Akhirnya bisa bertemu langsung dengan Anda, saya merasa sangat beruntung.”Tuan Besar Zam menatap Athena dengan sorot penuh minat, tapi sebelum Athena bisa melanjutkan kata-katanya, Celine melangkah ke depan d

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status