共有

69. MENDRAMATISIR

作者: Ryanty_tian
last update 公開日: 2025-10-26 22:30:46

“Aku tidak peduli, kita bicara setelah aku bertemu Athena.”

Tanpa berkata apa pun lagi, Max meninggalkan nenek Daisy yang geram atas sikap kurang ajar cucunya itu. Pria itu bergegas menuju ruang bawah tanah, penjaga langsung membuka pintu begitu perintah Max keluar.

Max masuk, dan berseru, “Athena ... kau di mana?” matanya mencari di sepanjang sudut ruangan.

“Max ...” ucap Athena lirih, bahkan bisikan pun masih lebih baik dibandingkan suaranya kini.

Max berbalik, melihat wajah pucat Athena
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Racun Pernikahan: Ciumanku membuat SANG CEO Tunduk   106. SADAR

    Max mengangguk lega. “Syukurlah.”“Aku ingin menjenguknya.”“Norah akan mengantarmu.”Athena mengangguk, tetapi kemudian memperhatikan Max yang masih berada di villa. “Kau sibuk?”“Ada beberapa hal yang harus aku selesaikan.” Jawaban Max terdengar biasa.Athena mengangguk kecil. “Baiklah. Kalau begitu aku pergi.”Max hanya menatapnya beberapa detik sebelum berkata. “Hati-hati.”Athena tersenyum tipis. “Kau juga.”Athena kemudian pergi bersama Norah. Namun baru beberapa langkah keluar dari villa, mereka tidak sengaja berpapasan dengan Elio yang baru tiba.Athena berhenti. “Elio.”“Selamat pagi, Nyonya.”“Max hari ini ada pekerjaan apa?”Elio tampak sedikit bingung. “Setahu saya, Tuan belum mulai bekerja hingga saat ini.”Athena terdiam.Elio melanjutkan dengan nada hati-hati. “Saya juga tidak ingin mendesak beliau. Tuan masih membutuhkan waktu setelah semua yang terjadi.”Athena tidak langsung menjawab. Tatapannya perlahan berubah. “Begitu.”“Apakah ada sesuatu, Nyonya?

  • Racun Pernikahan: Ciumanku membuat SANG CEO Tunduk   105. BERLALU

    Malam semakin larut ketika Athena menemukan Max berada di kolam belakang villa.Pria itu duduk sendirian di tepi kolam, kedua kakinya direndam ke dalam air yang tenang. Tatapannya kosong mengarah ke permukaan air yang sesekali beriak karena gerakan kakinya.Entah mengapa, pemandangan itu membuat Athena terdiam. Mungkin Max sedang mengingat Peony. Athena berjalan mendekat sambil membawa dua gelas minuman.“Aku bawakan minuman untukmu,” ucapnya pelan.Max menoleh sebentar, lalu mengangguk. Athena duduk di sampingnya dan menyerahkan salah satu gelas.“Terima kasih.”Beberapa saat mereka hanya diam. Athena memandangi permukaan kolam, sementara Max kembali menatap air.“Kakimu direndam sejak tadi?” tanya Athena akhirnya.Max mengangguk kecil. “Entah kenapa aku merasa lebih tenang di sini.”Athena tidak bertanya lebih jauh. Dia tahu tempat itu mungkin mengingatkan Max pada Peony.Setelah beberapa saat, Max bertanya tanpa menoleh. “Bagaimana hasil pemeriksaan kandunganmu?”Athena

  • Racun Pernikahan: Ciumanku membuat SANG CEO Tunduk   104. FAKTA RUMIT

    Di villa pribadi Max, suasana terasa jauh lebih sunyi dibanding biasanya. Setelah pemakaman Peony, Max memilih membawa seluruh dokumen yang selama ini dikumpulkan dirinya dan Peony ke tempat tersebut.Elio berdiri di depan meja panjang dengan beberapa map tebal yang terbuka. Foto, laporan lama, bukti transaksi, rekaman komunikasi, hingga dokumen perusahaan tersebar di atas permukaannya.Athena duduk di sofa dengan wajah muram. “Mulai dari awal,” perintahnya singkat.Elio mengangguk. “Baik, Nyonya.”Dia mengambil satu berkas paling lama. “Semua bermula dari insiden penculikan serta kebakaran yang Nyonya alami dulu.”Athena menatap dokumen itu. “Selama ini keluarga Anda menganggap keluarga Gregory berada di balik insiden tersebut karena mereka memang terlibat. Tetapi setelah kami mencocokkan seluruh bukti...” Elio berhenti sejenak. “Ada pihak ketiga yang sengaja membuat keluarga Harrington percaya bahwa keluarga Gregory adalah dalangnya.”“Rosetta,” tebak Athena.“Benar.” Elio me

  • Racun Pernikahan: Ciumanku membuat SANG CEO Tunduk   103. KESAKITAN YANG HAMPA

    Langit mendung seolah ikut berduka. Hujan turun tipis sejak pagi, membasahi tanah pemakaman yang masih baru. Udara terasa dingin, tetapi tidak ada seorang pun yang mengeluh. Semua orang berdiri dalam diam, mengenakan pakaian hitam dengan wajah yang dipenuhi kesedihan.Di hadapan mereka, sebuah peti telah diturunkan perlahan ke dalam liang lahat. Nama Peony Gregory terukir di atasnya.Max berdiri paling depan, sejak tadi dia tidak bergerak. Tatapannya hanya tertuju pada peti yang perlahan menghilang dari pandangannya. Wajahnya tampak tenang, tetapi kedua matanya menyimpan luka yang begitu dalam.Dia tidak menangis. Setidaknya tidak di depan orang lain. Namun jemarinya yang terkepal kuat menunjukkan bahwa pria itu sedang berusaha sekuat tenaga menahan kehancuran di dalam dirinya.Peony adalah adiknya. Satu-satunya keluarga yang selama ini masih dia miliki. Dan sekarang, dia harus menyaksikan sendiri kepergian wanita itu.Max menundukkan kepala, rahangnya mengeras. Peony bahkan masi

  • Racun Pernikahan: Ciumanku membuat SANG CEO Tunduk   102. SEMUA ADALAH KORBAN

    Max masih berdiri tanpa senjata, sementara Rosetta mengarahkan pistol kepadanya. Athena berada di dekat Rosetta, tubuhnya masih menegang karena ancaman yang diarahkan kepadanya dan Hans.Namun tiba-tiba, gerakan Peony begitu cepat. Dia menarik tangan Athena dan membawa tubuh wanita itu menjauh dari Rosetta. Athena sempat terkejut, tetapi Peony tidak memberinya kesempatan untuk bertanya.“Ayo!” Peony kian menarik tangannya.Max yang melihat kesempatan itu langsung bergerak. Dalam sepersekian detik, dia mengambil senjata di saku belakang dan mengarahkannya kepada Rosetta.Dor!Tembakan terdengar, Rosetta terhuyung dan jatuh ke lantai tapi tembakan tidak mengenainya. Namun keadaan tidak serta-merta menjadi tenang, dari berbagai sisi ruangan, anak buah Rosetta bermunculan.“Lindungi Nyonya!”Beberapa pria mengangkat senjata dan langsung menyerang Max.Max bergerak cepat menghindari tembakan pertama, kemudian membalas. Suara tembakan bertubi-tubi menggema di seluruh ruangan. Elio datang me

  • Racun Pernikahan: Ciumanku membuat SANG CEO Tunduk   101. KRISIS KEPERCAYAAN

    Semua orang seketika terdiam. Max yang baru saja hendak melangkah maju langsung berhenti. Tatapannya jatuh pada pistol yang diarahkan tepat ke perut Athena, lalu berpindah kepada wanita yang berdiri kaku di hadapan Rosetta.Athena.Dan di balik perut itu ada anak mereka. Max mengepalkan tangan. Dia tidak berani mengambil risiko sedikit pun. Satu gerakan yang salah bisa membuat Rosetta menarik pelatuk.Rosetta tersenyum melihat Max akhirnya berhenti. “Kenapa diam saja?” serunya mengejek. “Tembak saja, bukankah kau benci pengkhianat?”Max menatap Rosetta dengan sorot mata dingin, tetapi tidak bergerak.Athena justru menatap Rosetta dengan kemarahan yang sulit disembunyikan. “Kau melanggar perjanjian kita!” serunya.Rosetta tertawa. “Dan kau pikir aku bodoh melepaskanmu begitu saja?”Dia menggelengkan kepala. “Tidak.”Athena mengepalkan tangannya. Rosetta tidak pernah benar-benar berniat menepati janjinya.Dia memang sudah menduga kemungkinan itu, tetapi tetap saja kenyataan ter

  • Racun Pernikahan: Ciumanku membuat SANG CEO Tunduk   70. JANGAN BESAR KEPALA

    “Kau di didik untuk menjadi penerus keluarga Gregory, harus kuat dan tangguh. Jangan lemah hanya karena satu wanita saja.”Max hanya menaikkan sudut bibirnya saja, “Nenek meremehkanku ternyata!”“Tentu saja, karena Nenek melihat kau terlalu memanjakan musuhmu,” sahut nenek Daisy lantang.“Nenek

  • Racun Pernikahan: Ciumanku membuat SANG CEO Tunduk   60. TUGAS TAMBAHAN

    “Kau dapat dari mana ini?” tanya Max tetap curiga, pasalnya ini proyek yang sedang dikerjakan oleh Hudson dan tentu saja ia memantau langsung.“Aku tidak tahu, ada di ruanganku setelah Hudson pergi,” jawab Athena sedikit mengarang cerita saja.Sejujurnya Athena mendapatkan ini dari Athala, ia men

  • Racun Pernikahan: Ciumanku membuat SANG CEO Tunduk   59. PENGANGGURAN

    “Coba kau selidiki langsung siapa dalangnya! Aku ingin tahu siapa orang yang berani mengusikku!” perintah Hudson geram, selama ini tak pernah ada yang berani menyinggungnya.“Baik, Tuan,” jawab Betrand menunduk, ia kemudian memberikan sebuah kotak di atas meja Hudson.“Ini dari siapa?” Hudson men

  • Racun Pernikahan: Ciumanku membuat SANG CEO Tunduk   58. SIAPA DIA?

    Celine mulai gelisah, Max biasanya tak pernah menanyakan apa pun tentang apa yang ia lakukan. Tapi entah kenapa kali ini terasa berbeda saja, seolah Max tengah curiga padanya.“Tentu saja aku di Kamar, Sayang. Memang mau ke mana lagi coba? Lihatlah wajahku seperti ini, mana mungkin aku berani berk

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status