Share

69. MENDRAMATISIR

Author: Ryanty_tian
last update Petsa ng paglalathala: 2025-10-26 22:30:46

“Aku tidak peduli, kita bicara setelah aku bertemu Athena.”

Tanpa berkata apa pun lagi, Max meninggalkan nenek Daisy yang geram atas sikap kurang ajar cucunya itu. Pria itu bergegas menuju ruang bawah tanah, penjaga langsung membuka pintu begitu perintah Max keluar.

Max masuk, dan berseru, “Athena ... kau di mana?” matanya mencari di sepanjang sudut ruangan.

“Max ...” ucap Athena lirih, bahkan bisikan pun masih lebih baik dibandingkan suaranya kini.

Max berbalik, melihat wajah pucat Athena
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Racun Pernikahan: Ciumanku membuat SANG CEO Tunduk   112. BAHAGIA BERSAMA (TAMAT)

    Max menghampirinya, menggenggam tangannya, lalu mengecup keningnya dengan penuh kelegaan. “Kau sudah melakukannya dengan baik, Sayang.” Athena tersenyum lemah. “Mereka baik-baik saja?” “Ya. Dokter bilang mereka baik.” Barulah Max menoleh kepada Hans, yang berdiri beberapa langkah dari ranjang, memandang putrinya dengan mata berkaca-kaca. “Papa,” panggil Athena lirih. Hans segera mendekat. “Bagaimana keadaanmu, Nak?” “Aku baik-baik saja, Pa.” Hans mengusap kepala Athena dengan penuh kasih sayang, lalu menatap kedua bayi yang baru saja lahir. Wajahnya melunak, dan untuk beberapa saat, dia benar-benar lupa bahwa Max berdiri di sisi lain ranjang. Namun, ketika Athena memperkenalkan kedua bayi mereka dan Hans mengangkat wajah, tatapannya kembali bertemu dengan Max. Keduanya terdiam. Hans ingin mengucapkan sesuatu kepada menantunya. Mungkin ucapan terima kasih karena telah menjaga Athena, atau sekadar mengakui bahwa Max juga telah melalui masa menunggu yang mene

  • Racun Pernikahan: Ciumanku membuat SANG CEO Tunduk   111. CANGGUNG

    Athena akhirnya dibawa ke rumah sakit ketika kontraksi yang dirasakannya semakin kuat. Max terus berada di sisinya sepanjang perjalanan, menggenggam tangannya erat-erat dan berusaha menenangkan istrinya meskipun kecemasan mulai menguasai dirinya sendiri.“Max, sakit sekali,” keluh Athena, wajahnya menegang menahan nyeri.Max mengusap rambutnya dengan lembut. “Bertahanlah, Sayang. Sebentar lagi kita sampai.”“Aku takut.”Max menunduk, mengecup keningnya. “Aku di sini. Aku tidak akan meninggalkanmu.”Namun, begitu Athena dibawa masuk ke ruang persalinan, Max terpaksa menunggu di luar. Dia masih sempat menggenggam tangan Athena sebelum pintu tertutup, seolah enggan melepaskannya meski hanya untuk sementara.Setelah pintu itu tertutup, Max berdiri diam di tempatnya. Tatapannya terpaku pada pintu ruang persalinan, sementara jemarinya mengepal di sisi tubuh. Dia sudah menghadapi banyak hal dalam hidupnya, tetapi menunggu tanpa mengetahui apa yang terjadi pada Athena membuatnya merasa

  • Racun Pernikahan: Ciumanku membuat SANG CEO Tunduk   110. KEHIDUPAN BARU

    Waktu berlalu, membawa Max dan Athena perlahan meninggalkan masa lalu yang selama bertahun-tahun membelenggu kehidupan mereka.Tidak mudah bagi keduanya untuk melupakan semua yang telah terjadi. Ada terlalu banyak luka, kehilangan, dan penyesalan yang tidak mungkin dihapus hanya dengan beberapa kata maaf. Namun, mereka akhirnya memahami bahwa terus hidup dalam kebencian hanya akan membuat mereka kehilangan lebih banyak hal berharga. Masa lalu tidak dapat diubah, tetapi mereka masih memiliki kesempatan untuk menentukan bagaimana masa depan keluarga mereka akan berjalan.Dan kali ini, Max serta Athena memilih untuk tidak lagi menoleh ke belakang.Kehidupan mereka berangsur-angsur membaik.Max kembali menjalankan perusahaan Gregory dengan kesibukan yang sama seperti dahulu. Setelah melewati masa berkabung dan memberi dirinya waktu untuk menerima kepergian Peony, dia mulai kembali mengambil alih berbagai urusan perusahaan yang sempat terbengkalai. Dia juga menangani perusahaan Harring

  • Racun Pernikahan: Ciumanku membuat SANG CEO Tunduk   109. MELEPAS MASA LALU

    “Terima kasih sudah mencintaiku.”Max menggenggam tangan Athena. “Aku pun sangat mencintaimu, Athena.”Sampai di restoran, mereka memesan tempat dekat jendela sembari menikmati lampu kota yang menyala terang.Sampai di rumah.Keduanya sudah berbaring di atas ranjang. Lampu kamar dibuat redup, menyisakan cahaya lembut yang jatuh di wajah Max. Athena yang sejak tadi memeriksa ponselnya tiba-tiba teringat pesan dari Hans.Athena menoleh kepada Max.“Papa ingin bertemu denganmu,” ucap Athena pelan.Max tidak langsung menjawab. Wajahnya tetap menghadap ke depan, tetapi Athena tahu pria itu mendengarnya. Beberapa detik berlalu sebelum akhirnya Max bertanya dengan suara rendah.“Apa keadaannya sudah membaik?”“Untuk saat ini baik,” jawab Athena. “Hanya saja masih dalam pemantauan dan terapi untuk melemaskan otot-ototnya karena terlalu lama kaku.”Max terdiam sejenak. Tidak ada perubahan besar pada ekspresinya. Dia hanya menarik napas perlahan, lalu mengangguk kecil.“Oh, baiklah.

  • Racun Pernikahan: Ciumanku membuat SANG CEO Tunduk   108. MENGGENGGAM MASA DEPAN

    Athena tahu penjelasannya belum tentu mampu membuat Hans menerima semuanya dalam satu hari. Luka yang sudah bertahun-tahun tentu tidak akan hilang hanya karena sebuah kebenaran akhirnya terungkap.Namun setidaknya, sekarang Hans tahu apa yang sebenarnya terjadi.Dia tidak ingin ayahnya terus membenci Max karena sesuatu yang ternyata jauh lebih rumit dari yang mereka kira. Begitu pula Athena tidak ingin Max terus membawa kebencian kepada keluarga Harrington.Setidaknya, kebenaran itu harus diketahui lebih dulu.Athena mengusap tangan Hans perlahan. “Papa tidak harus menerima semuanya sekarang.”Hans menatap putrinya dalam diam.“Aku hanya ingin Papa tahu kenyataannya.”“Athena...”“Kalau setelah ini Papa masih marah, aku mengerti. Kalau Papa belum bisa menerima Max, aku juga mengerti.”Athena tersenyum tipis. “Tapi jangan membencinya karena sesuatu yang sebenarnya bukan sepenuhnya kesalahannya.”Hans menghela napas panjang. “Aku akan memikirkannya.”Athena mengangguk. “Itu s

  • Racun Pernikahan: Ciumanku membuat SANG CEO Tunduk   107. PEMAHAMAN

    “Papa, dengarkan aku dulu.” Athena sudah bisa menebak reaksi Hans.“Tidak!” Hans menggenggam tangannya semakin erat.“Papa tahu siapa Maxwell Gregory. Papa tahu apa yang terjadi pada keluarga kita.”Athena menatap ayahnya dengan mata berkaca-kaca. “Aku juga sudah mengetahui semuanya, Pa.”Hans terdiam. Athena mengusap punggung tangan ayahnya. “Tidak ada satu pun dari kita yang benar-benar tidak bersalah.”“Jangan membela dia.”“Aku tidak sedang membelanya.” Suara Athena terdengar lembut, tetapi tegas.“Aku hanya ingin Papa mendengar semuanya dariku.”Hans menatap putrinya. Athena menelan kesedihannya. “Karena sekarang aku sudah tidak ingin hidup dalam kebencian lagi.”Athena menarik napas panjang sebelum mulai menjelaskan semuanya. Dia tahu kebenaran ini akan sulit diterima Hans, tetapi tidak ada lagi alasan baginya untuk menyembunyikannya.“Pa, semua yang terjadi selama ini... ternyata tidak sesederhana yang kita kira.”Hans masih menggenggam tangannya. “Apa maksudmu?”“S

  • Racun Pernikahan: Ciumanku membuat SANG CEO Tunduk   41. BERBINAR PUAS

    “Ingatlah tujuanmu apa?! Dan jauhi Peony, dia jauh lebih berbahaya dibandingkan Max.”Setelah membaca pesan tersebut, Athena segera membakar kertas tersebut. Dia kemudian berbaring, menatap langit-langit kamar yang tak berubah sama sekali. Dia berembus pelan, dia harus lebih kuat dan fokus pada tu

  • Racun Pernikahan: Ciumanku membuat SANG CEO Tunduk   40. TAK BERKUTIK

    Athena menahan tawa getir ketika Max menuduhnya. “Kenapa kau jadi menyalahkanku? Sejak tadi aku hanya diam, hanya menuruti adik manjamu,” serunya membela diri.Max mendengus, lalu tertawa dingin. “Kau kira bisa menipuku? Ha. Aku tahu, kau pasti sengaja ingin merusak hubunganku dengan Peony, kan?”

  • Racun Pernikahan: Ciumanku membuat SANG CEO Tunduk   39. BURUNG BEO

    Sementara itu, Athena sudah lebih dulu selesai makan. Ia duduk bersandar ringan, matanya memperhatikan Peony yang masih sibuk dengan mangkuk mie-nya. Adik iparnya itu memesan banyak makanan sekaligus, namun satu mangkuk terlihat tidak tersentuh.“Kenapa yang itu tidak kau makan?” tanya Athena, dag

  • Racun Pernikahan: Ciumanku membuat SANG CEO Tunduk   36. KAMI BERBEDA

    Peony duduk di samping Athena di ruang tengah, Athala kembali dengan membawa kotak obat dan diberikan padanya. Tangan Peony meraih lembut tangan Athena. Ia melihat bekas luka berdarah di punggung tangan Athena, jejak kejam dari sepatu hak milik Celine. Dengan wajah yang jarang terlihat serius, Pe

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status