เข้าสู่ระบบKisah percintaan antara Azizah dan Radit yang masih duduk dibangku sekolah menengah atas, harus diuji dengan datangnya seseorang dari masa lalu. Akankah mereka dapat mempertahankan hubungan percintaan mereka? Disaat yang berada dimasa lalu datang kembali, merenggangkan hubungan mereka yang semula baik-baik saja. Yang dahulu sedekat urat nadi sekarang sejauh mentari, beberapa ujian datang silih berganti dalam hubungan mereka. Namun karna mereka saling percaya satu sama lainnya ujian yang dating itupun selalu mereka hadapi bersama. Karena makna cinta yang mereka yakini ialah semua masalah yang datang itu harus diselesaikan bersama, harus dihadapi bersama. Karena semua yang dilakukan bersama akan menghasilkan kepuasan dan melatih kebersamaan.
ดูเพิ่มเติมDiperjalan Azizah mencoba untuk membujuk Radit agar mau berbicara namun tak direspon, hingga akhirnya Azizah memilih untuk pura-pura sakit perut. "Aduuuhhh, Dit perut aku sakit banget nih." Rintih Azizah yang sontak membuat Radit harus rem mendadak."Kamu kenapa.? Apanya yang saki.? Jangan diem aja donk ayo dijawab." Ucap Radit dengan nada khawatir. Melihat Radit sangat khawatir seperti itu, seolah hiburan untuk Azizah hingga Azizah tak bisa mengontrol dirinya dan tertawa lepas. "Hahaahhaaa, kamu gemeshin banget sih." Ucap Azizah mencubit kedua pipi Radit gemash."Kamu boongin aku ya.?" Tanya Radit kesal. "Maaf ya, sekarang jangan ngambek lagi. Aku minta maaf ya, dimaafin kan.?" Tanya Azizah memelas. "Iya deh aku maafin." Singkat Radit. Azizah yang telah dimaafkan langsung memeluk erat Radit dan dibalas hangat oleh Radit. "Yaudah, kita pulang sekarang yuk.?" Ajak Radit seraya melepaskan pelukannya. "Ayo, udah mau maghrib juga." Jawab Azizah.Sesampai
Azizah menyuapi Radit layaknya seorang Ibu menyuapi anaknya, Radit pun senang karena memiliki Azizah yang begitu mengerti dan perhatian padanya. "Ini masakan kamu kan.?" tanya Radit menatap Azizah. "Kok kamu tau, nggk enak ya? aduuh maaf ya." jawab Azizah dengan nada sedih."Kata siapa nggk enak, ini mah enak banget. Masakan restaurant termahal pun kalah sama masakan kamu." ucap Radit mengelus pipi Azizah. Mendengar ucapan Radit akhirnya Azizah tersenyum lebar. "Kamu mah bisa aja." ucap Azizah.Radit pun hanya tersenyum melihat wanita yang ia sayangi tersrnyum bahagia. Dan tak terasa bel masuk berbunyi. "Untung makannya udah selesai, sekarang bel bunyi. Kita masuk kelas yuk, terus pulang sekolah ke rumahku." ajak Radit yang diangguki oleh Azizah. Mereka pun masuk kelas dan mengikuti pelajaran dengan tenang sampai bel pulang berbunyi.Skip>>Sampai di parkiran akhirnya mereka langsung pergi meninggalkan parkiran agar segera sampai dirumah Radit. Sesa
Matahari pun muncul, sinarnya mulai memasuki jendela kamar Azizah yang lupa tak tertutup tirai tadi malam. "Euugghh, silau banget udah pagi apa ya?" monolog Azizah sambil mengucek kedua matanya yang masih ngantuk. "Ouh baru jam 5.30." ucapnya santai. "Hah...jam 5.30.? aku telah subuh lagi donk, iihhh ini pasti karena aku mikirin hari ini tadi malam." monolognya.Azizah pun langsung masuk kekamar mandinya untuk melakukan ritual mandinya, setelah selesai dengan ritual mandinya akhirnya Azizah keluar dari kamar mandinya.Ia masih menggunakan baju santainya karena ini masih pagi untuk ia bersiap-siap kesekolah, lalu ia memutuskan untuk merapikan tempat tidurnya dan pergi ke dapur untuk memasak."Pasti Ibu belum masak, aku aja deh yang masak. Lagi pula masih pagi buat aku untuk siap-siap sekolah." monolognya. Azizah pun mulai mengupas bawang merah dan putih, lalu membersihkan kangkung dan juga tak lupa untuk mengiris semua bumbu untuk membuat tumis kangkung.S
Sedangkan dirumah Radit, Radit dengan semangat 45 nya bercerita tentang Azizah pada Ibunya. "Bunda mau tau nggk Radit lagi deket sama siapa.??" Tanya Radit dengan bersemangat pada sang Bunda. "Emmt, siapa ya yang mau deket sama anak Bunda yang nyebelin ini." Goda sang Bunda. Radit yang mendengar Bundanya seperti itupun langsung merubah ekspresinya menjadi cemberut."Emang siapa sayank? Yang lagi deket sama kamu?" tanya sang Bunda. "Namanya Azizah Khafidz Sakura Bun, dia itu baik, lembut, pinter, ceria juga. Pokoknya mendekati kriteria sempurna." Jelas Radit."Kayaknya kamu suka banget ya sama dia nak, kamu sampek berubah drastic. Yang dulunya cueg, dingin bahkan nggk kesentuh." Jelas sang Bunda."Aku suka banget sama dia Bun, selain baik dia juga udah buat hari aku lebih berwarna. Dia satu-satunya wanita yang bikin aku takut kehilangan, sering bikin aku senyum-senyum sendiri gegara bayangin senyum dia yang maaniiisss banget." Senyum Radit tak luntur sediki
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.