Share

Rahasia CEO Dingin
Rahasia CEO Dingin
Author: nurulfitria_

Bab 1. Mommy!

Author: nurulfitria_
last update publish date: 2023-03-05 11:10:15

Hari ini merupakan hari pertama Kiran bekerja di perusahaan pusat, setelah sebelumnya dia bekerja hampir 3 tahun di perusahaan cabang yang ada di kota Y. Baju kerja berwarna biru gelap dan riasan tipis menambah kesan profesional Kiran dalam bekerja.

Kiran menenangkan detak jantungnya saat berada di depan pintu masuk utama perusahaan Bintara Grup. Dilihatnya gedung yang tingginya lebih dari 20 lantai dengan perasaan cemas sekaligus bahagia. Bekerja di perusahaan utama Bintara Grup merupakan salah satu impian dari Kiran.

Setelah mengambil napas beberapa kali dia melangkahkan kakinya masuk ke dalam gedung tersebut. Kiran berjalan dengan penuh percaya diri menuju meja resepsionis untuk bertanya letak ruangan HRD, tetapi sebelum dia sempat bertanya terdengar suara teriakan lembut dan mengemaskan di belakangnya.

"Mommy!"

Kiran terkejut mendengar suara itu, hatinya tiba-tiba berdebar tidak karuan seakan-akan ada palu yang menghantamnya. Sebelum dia sempat menenangkan hatinya sebuah pelukan di kaki membuatnya berdiri terdiam di tempat, dia melihat seorang anak kecil tampan dengan senyuman yang membuat hatinya semakin teriris.

"Zayyan, jangan memanggil orang lain dengan 'Mommy'!" terdengar suara mengemaskan lainnya dari belakang.

"Tapi Kak, ini Mommy," kata Zayyan sambil terus memeluk kaki Kiran.

"Dia bukan Mom ...." belum selesai kata-kata dari suara kedua tiba-tiba Kiran merasakan pelukan dikakinya yang lain.

"Mommy! Akhirnya kita bertemu dengan Mommy!"

"Zayyan nggak bohong kan Kak!"

Pembicaraan 2 anak itu membuat kepala Kiran menjadi sakit, bayangan kejadian 6 tahun lalu tiba-tiba terlintas dalam pikirannya. Suatu peristiwa yang membuat Kiran kehilangan segala hal yang dimilikinya, keluarga dan teman-teman meninggalkannya dalam keadaan yang sedang terpuruk. Saat sakit kepala Kiran semakin membuatnya pusing dan berputar-putar, terdengar suara dingin dan rendah milik seorang laki-laki yang mampu membuat suasana di sekitarnya seketika membeku.

"Zahran! Zayyan! Apa yang kalian lakukan? lepaskan wanita itu!" Kiran seperti kehilangan kesadaran saat mendengar suara itu, pikirannya menjadi kosong dan hanya bisa diam mematung di tempat. "Aldi, urus 2 anak itu. Jangan sampai mereka membuat ulah lagi!"

Setelah pemilik suara itu pergi menjauh, suasana lobby yang tadinya dingin perlahan-lahan mulai mencair. Suara bisik-bisik kembali terdengar memenuhi lobby gedung tersebut, semua orang kembali melanjutkan pekerjaannya tanpa membahas kembali apa yang baru saja terjadi.

"Maafkan saya Nona, sepertinya Si Kembar membuat ulah lagi. Kalau boleh tahu apa urusan anda datang kesini?" tanya Aldi sambil tersenyum sopan pada Kiran.

Perkataan Aldi membuat pikiran Kiran kembali fokus dengan keadaan sekitarnya, suara dingin yang tadi dia dengar hampir membuat Kiran kembali terjebak dalam pikirannya sendiri.

Kiran berusaha untuk menenangkan hati dan perasaannya yang saat ini sedang kacau dengan cara mengambil napas dalam-dalam seperti yang diajarkan oleh psikiaternya. Dia tidak ingin hari pertamanya bekerja berantakan karena pikirannya kembali terganggu.

"Saya Kiran pegawai yang baru dipindahkan dari anak perusahaan di kota Y, kalau boleh tahu ruang HRD di sebelah mana, Pak?" tanya Kiran dengan tersenyum sopan setelah pikirannya kembali tenang.

"Ruang HRD ada di lantai 5," jawab Aldi sambil berusaha menarik Si Kembar dari kaki Kiran. "Cepat lepaskan sebelum Daddy kalian marah lagi. Om capek dimarahi Daddy kalian terus-terusan!"

Setelah sedikit drama memisahkan dirinya dari Si kembar, Kiran segera naik lift menuju lantai 5. Di dalam lift Kiran kembali teringat saat dirinya pulang dari acara makan-makan merayakan hari kelulusannya. Di tengah perjalanan pulang saat berjalan sendirian tiba-tiba dia ditarik seseorang kesebuah mobil dan kejadian yang tidak diharapkan pun terjadi.

Teriakan dan tangisannya tidak membuat pria brengsek itu menghentikan perbuatannya malah membuat pria itu semakin bersemangat. Kiran berhasil melarikan diri saat pria itu sudah tertidur di dalam mobil, kelelahan setelah melakukan aktivitas malamnya.

Satu bulan setelah kejadian itu, Kiran menyadari bahwa ada makhluk yang hidup dalam perutnya. Perasaan Kiran begitu hancur saat mengetahui bahwa dirinya hamil. Rasa takut dan kecewa membuat dirinya mengalami depresi sampai harus tinggal di tempat rehabilitasi selama hampir 3 tahun.

Setelah Kiran keluar dari tempat itu, dia baru sadar bahwa keluarganya telah meninggalkannyakarena begitu malu saat mengetahui bahwa dirinya hamil dan menggalami gangguan jiwa. Teman-temannya yang selama ini menemaninya juga meninggalkannya tanpa ingin memberi bantuan untuk kehidupannya barunya.

Dalam 3 tahun ini Kiran bekerja keras untuk hidupnya sampai akhirnya dia bisa diangkat menjadi karyawan tetap di salah satu perusahaan erkenal. Dia sangat bersyukur atas apa yang telah diperolehnya dengan usahanya sendiri tanpa bantuan dari orang-orang yang telah meninggalkannya.

Selama ini dia mencoba untuk mejadi perempuan yang kuat, tetapi kejadian dengan anak kembar tadi mengingatkannya pada bayi yang dikandungnya. Pihak tempat dia direhabilitasi tidak memberitahukan tentang anak yang dikandungnya, apakah bayi itu selamat atau sudah tidak ada di dunia ini. Mereka mengatakan untuk tidak memikirkannya karena bisa mengganggu kesehatan mentalnya kembali.

Kiran menenangkan kembali pikirannya saat sampai di lantai 5, dia tidak ingin kehidupan buruk masa lalunya mempengaruhi kehidupannya saat ini. Dia memutuskan akan menjalani kehidupannya yang baru tanpa ingin terbebani dengan masa lalunya.

"Maaf permisi. Saya Kiran pegawai pindahan dari cabang di kota Y. Saya diminta untuk menemui Bu Citra hari ini," kata Kiran ramah pada salah satu pegawai di lantai 5.

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Abdius Tiawan
mantaf lanjut
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Rahasia CEO Dingin   Bab 29. Berbicara Dari Hati

    "Mommy, aku ingin mendengar lagu 'Bintang-bintang' lagi!" kata Zayyan sambil naik ke atas tempat tidur Kiran."Zayyan, kamu seharusnya minta ijin terlebih dahulu sebelum naik ke tempat tidur Mommy!" tegur Zahran untuk kesekian kalinya. Selama ini Zahran selalu bersikap lebih dewasa dari Zayyan, namun hal itu membuat hubungan mereka terlihat semakin menggemaskan."Zahran Sayyang, sini!" panggil Kiran sambil menepuk-nepuk bagian kosong di sebalahnya, "Malam ini Mommy tidak hanya akan bernyanyi tapi juga cerita sesuatu yang pasti kalian suka!""Benarkah?" kali ini bukan Zayyan melainkan Zahran yang terdengar begitu bersemangat sambil naik ke tempat yang ditunjukkan Kiran.Mereka terlihat begitu bersemangat dengan apa saja yang dilakukan oleh Kiran. Bersama Kiran mereka merasakan pengalaman baru yang tidak pernah mereka lakukan. Meskipun merasa asing mereka tetap melakukannya karena hal itu bisa membuat Kiran bahagia."Mommy ingin kalian berkata jujur," kata Kiran terlihat serius sambil m

  • Rahasia CEO Dingin   Bab 28. Tidur Bersama Si Kembar

    “Mommy!” Suara Zayyan terdengar begitu Kiran keluar dari gedung perusahaan Bintara. Tangannya melambai dengan semangat berharap Kiran menyadari kehadirannya.Senyuman lebar menghiasi wajah cantik Kiran saat melihat Si Kembar menjemputnya. Meskipun dia merasa sedikit takut namun tetap saja ada perasaan bahagian yang tak dapat dia ungkapkan. Baru kali ini ada yang menunggunya pulang bekerja."Sssssttt... jangan panggil Mommy!" seru Zahran memperingatkan adik kembarannya, "Kita tidak ingin Mommy mendapat masalah gara-gara kamu kan?""Maafkan aku, aku lupa," balas Zayyan terdengar begitu menyesal."Nggak masalah, banyak rekan-rekan Mommy yang sudah pulang," kata Kiran sambil mencium Zahran dan Zayyan bergantian, "Apa kalian bersenang-senang di sekolah?""Membosankan," kata Zayyan dengan raut muka cemberut, "Anak-anak itu terlalu cengeng dan tak bisa apapun,""Mereka hanya bisa merengek dan menangis," tambah Zahtan mendukung perkataan Zayyan.Kiran menghela napas pelan sambil tersenyum mend

  • Rahasia CEO Dingin   Bab 27. Hubungan Rumit

    "Rayh...," Erina menutup mulutnya kembali sambil menundukkan kepala.Di sisi lain Denna hanya diam sambil menatap tajam ke arah Rayhan seolah ingin mengerti apa yang terjadi dengan laki-laki itu. Selama ini Rayhan selalu berhasil mengendalikan emosinya seperti apa yang diharapkan seorang penerus keluarga kalangan atas.Namun kali ini Rayhan benar-benar kehilangan kendali sampai membuatnya berteriak di depan umum. Hal itu tentu membuat dahi Denna berkerut curiga. Tangannya terlepas dari rambut Erina dan langsung berjalan ke arah Rayhan.Mata dingin Rayhan menatapnya dengan emosi yang masih terlihat jelas. Kali ini Denna benar-benar menatap Rayhan tanpa senyuman nakal yang biasanya menghiasi wajah cantiknya. Dia tahu jika keadaannya sedang tidak baik-baik saja."Tuan, sebaiknya Tuan Muda kembali ke ruang kerja," kata Aldi perlahan takut jika Rayhan semakin emosi, "Saya yang akan menyelesaikan semua ini,"Kali ini, pandangan Rayhan beralih kepada Aldi. Namun, tatapan dingin itu masih sam

  • Rahasia CEO Dingin   Bab 26. Duel Calon Ratu

    Tanpa membuang waktu Denna langsung maju mendekat ke arah Erina dan langsung menjambak rambut Erina dengan kuat. Rayhan sama sekali tak menduga hal itu, dia tersadar saat Erina berteriak kencang. Suasana di ruang kantor Rayhan begitu kacau sampai membuat beberapa sekretaris Rayhan berpura-pura tak tahu."Aldi!" teriak Rayhan saat tak bisa memisahkan Denna dan Erina. Selama ini Aldi yang selalu menyelesaikan masalah pertengkaran kedua perempuan itu, Rayhan hanya perlu duduk dengan wajah bosan melihat drama mereka bertiga."Aldi masuk sekarang juga!" ulang Rahyan sambil mencoba untuk menarik Denna agar tidak menjawambak Erina.Keadaan menjadi semakin panas saat Erina membalas Denna. Tangannya terangkat keatas dan menampar pipi Denna dengan begitu kuat.Plaaak!Suara begitu keras sampai membuat seorang OB terjatuh saat mencoba untuk mengintip. Tidak ada yang berani bergerak maupun membuat suara sedikit pun. Beberapa orang menahan napas menanti apa yang akan terjadi selanjutnya."Aaaakkkhh

  • Rahasia CEO Dingin   Bab 25. Perasaan Ragu

    "Mommy, apa sikap Daddy tadi membuatmu takut?" tanya Zahran hati-hati saat melihat wajah muram Kiran.Kiran tersadar dari lamunannya saat mendengar suara Zahran, senyuman tipis menghiasi wajah Kiran sambil mengusap pelan kepala Zahran dan Zayyan, "Tentu saja tidak, Mommy hanya lapar dan lelah,""Kalau Mommy lapar, aku dan Kak Zahran bisa berangkat ke sekolah sendiri," sahut Zayyan sambil memeluk lengan Kiran."Tidak, Mommy harus memastikan dengan mata Mommy sendiri kalian berjalan masuk ke gerbang sekolah," kata Kiran tak ingin Si Kembar memanfaatkan keadaan."Kami bukan anak nakal yang suka bolos sekolah!" elak Zahran tak setuju dengan perkataan Kiran."Benar! Kalau Mommy tidak percaya, Mommy bisa tanya Bu Angel," tambah Zayyan mendukung perkataan kakak kembarnya."Mommy percaya, sangat percaya," balas Kiran santai sambil mengangguk-anggukkan kepalanya beberapa kali, "Mommy selalu percaya dengan Zahran dan Zayyan,""Mommy hanya ingin jalan-jalan sebentar, Mommy bosan di kantor," lanj

  • Rahasia CEO Dingin   Bab 24. Teguran

    "Momm... eh Tante Kiran bangun!" kata Zayyan sambil menguncang tubuh Kiran perlahan."Tante Kiran kenapa tidur di sini? Aku dan Zayyan sudah menunggu Mom... Tante Kiran di rumah," bisik Zahran pelan.Suara Si Kembar membuat Kiran sedikit mengernyit sebelum membuka mata perlahan. Nyawanya perlahan terkumpul membuat Kiran mengeliat merenggangkan otot-otot di tubuhnya."Pagi Zahran, pagi Zayyan...," sapa Kiran sambil menguap beberapa kali masih belum sepenuhnya menyadari sekitarnya."Bangun!" suara dingin Rayhan membuat Kiran langsung membuka matanya lebar.Bukan hanya Kiran namun juga Dina dan Rara yang langsung terbangun dengan wajah terkejut dan bingung. Keduanya langsung berdiri dengan tatapan tak percaya jika Rayhan berdiri di depan mereka. Mereka ingin mengatakan sesuatu namun tidak ada suara yang keluar dari mulut mereka."Se-selamat pagi Tuan Rayhan!" kata Rara setelah memperoleh kesadaran sepenuhnya."Apa kalian bertiga tidur di sini semalam?" tanya Rayhan dingin tak mempedulika

  • Rahasia CEO Dingin   Bab 5. Pertemuan Kedua

    Setelah menunggu sekian lama, Si Kembar akhirnya melihat Kiran berjalan bersama pegawai lainnya menuju kantin tempat mereka duduk saat ini. Senyuman lebar menghisai bibir Si Kembar, mereka berdua segera bangkit dari tempat duduknya dan bermaksud berlari menuju Kiran."Kalo kalian berlari seperti it

  • Rahasia CEO Dingin   Bab 4. Gosip Kantor

    Setelah rapat selesai, Rara segera mengajak Kiran kembali ke lantai tempat mereka bekerja, dan mengarahkan Kiran untuk duduk di meja kosong di sampingnya. "Mulai saat ini kita satu tim dan ini tempat duduk kamu," kata Rara sambil menunjukkan meja kosong sebelah mejanya. "Makasih," balas Kiran sing

  • Rahasia CEO Dingin   Bab 3. Suasana Baru, Aturan Baru

    Kiran melangkah penuh percaya diri diiringin dengan senyuman ramah masuk ke dalam perusahaan Bintara. Tak lupa Kiran menyapa satpam dan resepsionis yang berjaga di lobby perusahaan Bintara dengan sopan. Dia juga antri di depan lift bersama karyawan lainnya dengan hati yang berdebar-debar. Saat Lift

  • Rahasia CEO Dingin   Bab 2. Zahran dan Zayyan

    "Kita nggak akan pernah memaafkan Om Aldi karena menjauhkan kita dari Mommy!" teriak Zayyan sambil menatap Aldi dengan kesal."Kalian jangan menambah wanita di sekitar Daddy kalian!" kata Aldi sambil memijat kepalanya yang terasa pusing memikirkan ulah Si Kembar."Kita nggak nambah wanita di sekita

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status