Short
Kehancuran Karir Seorang Pijat Laktasi

Kehancuran Karir Seorang Pijat Laktasi

โดย:  Roseจบแล้ว
ภาษา: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
8บท
1.1Kviews
อ่าน
เพิ่มลงในห้องสมุด

แชร์:  

รายงาน
ภาพรวม
แค็ตตาล็อก
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป

“Di sini… agak kuat sedikit tekanannya… hm….” “Sekarang sudah lebih nyaman?” Suara manja Melly terdengar di telingaku, membuat seluruh tubuhku terasa geli dan lemas. Tanganku yang besar meremas payudaranya dari balik pakaian. Suaminya, Kevin menyeka keringatku sambil berkata, “Bro, untung ada kamu. Kalau nggak, istriku pasti masih menderita kesakitan.” Aku merobek stoking Melly dan berkata, “Penyebab payudara bengkak karena ASI itu ada banyak, menurutku kakak ipar juga butuh pijatan di bagian sini….”

ดูเพิ่มเติม

บทที่ 1

Bab 1

Namaku Hasan, seorang terapis pijat laktasi yang cukup terkenal. Meskipun aku seorang pria, pesanan jasaku terus mengalir tanpa henti karena ulasan yang sangat bagus dan teknikku yang profesional.

Karena sudah lama menggeluti profesi ini, aku sudah melihat berbagai macam bentuk tubuh wanita. Waktu masih muda, fisikku agak kewalahan menghadapi semua ini, tapi sekarang, melihat tumpukan daging putih mulus seperti ini pun sudah tidak ada rasanya lagi.

Hingga pada suatu hari di tengah malam, aku menerima telepon dari sahabatku, si Kevin. Dia berkata, “Kakak iparmu baru saja melahirkan, payudaranya bengkak dan sakit sekali. Kami semua tahu teknikmu paling profesional, kamu bisa tolong datang ke rumah?”

“Aku segera ke sana.”

Aku langsung segera memakai baju. Sepanjang jalan menyetir mobil, pikiranku sudah melayang ke mana-mana.

Istri Kevin, Melly berasal dari kampung. Dia memang tak berpendidikan, tapi bentuk tubuhnya sangat luar biasa.

Pertama kali Kevin memperkenalkannya pada teman-teman, Melly memakai gaun ketat berwarna netral. Aku duduk di sebelahnya dan mataku otomatis melirik ke arah dadanya. Dua gundukan besar itu rasanya bahkan tak akan muat bahkan jika ditutupi dengan tiga mulut sekaligus.

Malam itu juga aku langsung mimpi basah. Dalam mimpiku, suara Melly terus terngiang-ngiang dan menggoda, sampai-sampai spreiku basah oleh cairannya. Suaranya benar-benar membuatku hilang akal.

Setelah menikah, Kevin sering memuji masakan Melly yang enak dan sering mengajak kami untuk minum-minum di rumahnya.

Melihat Melly berjalan berlalu lalang di depanku dengan gaun tipis yang nyaris transparan membuat dadaku terasa panas. Beberapa kali setelah minum, aku terpaksa harus berdiam lama di dalam kamar mandi, barulah berani keluar.

Pernah suatu kali aku lupa mengunci pintu dan Melly tak sengaja masuk. Kami berdua saling pandang, wajahnya langsung merona.

Aku tak tahu malu dan malah bertanya padanya, punyaku atau punya Kevin yang lebih besar? Dia langsung menutup wajahnya dan berlari keluar, sementara bagian bawahku malah menegang hebat karenanya.

Oleh karena itu, saat Kevin memintaku datang ke rumahnya untuk memijat istrinya kali ini, tentu saja aku langsung menerima tawaran itu dengan senang hati.

Begitu masuk ke rumahnya, Melly berpakaian sangat minim. Karena baru saja melahirkan, tubuhnya mengeluarkan aroma ASI yang khas. Gaunnya yang tipis menerawang melekat di tubuhnya, memperlihatkan lekuk tubuhnya yang terlihat jauh lebih memikat.

Telapak tanganku mulai terasa panas. Aku sangat takut kalau menatapnya, Kevin akan menyadari isi hatiku.

“Apa yang terjadi?”

“Payudara istriku bengkak sekali beberapa hari ini, sekarang bahkan sudah meradang. Lihat, ukuran keduanya sampai nggak sama. Bayi kami sudah kelaparan selama dua hari. Benar-benar sudah nggak ada cara lain lagi, makanya aku menghubungimu.”

Mataku langsung tertuju pada dua gundukan besar milik Melly. Wajahnya kembali merona dan dia buru-buru menutupinya, sambil berkata, “Aku belum pernah melihat terapis laktasi pria, ini….”

Kevin memegang tangan istrinya yang sedang menutupi dada dan menenangkan, “Tenang saja, Kak Hasan ini profesional. Sudah banyak sekali orang yang dia pijat dan ulasannya seratus persen bagus.”

Melly menundukkan kepalanya dengan malu-malu. Aku menunjuk ke arah ranjang dan berkata, “Baringlah, biar kuperiksa.”

Gerakan Melly sangat lambat. Wajahnya yang memerah menjalar hingga ke seluruh tubuhnya, membuat siapapun yang melihatnya semakin gemas.

Saat dia berbaring di ranjang, gelombang di dadanya berguncang sedikit, lalu bergulir ke kedua sisi seperti krim.

“Dia hanya pakai baju atasan yang tipis, nggak pakai apa-apa di dalamnya. Kak Hasan, tolong pijat dia baik-baik, ya.”

Melly menggigit bibirnya dengan wajah merona. Sementara itu, Kevin duduk di samping kami berdua dengan mata yang terus mengawasi.

“Aku punya aturan nggak boleh pakai baju saat dipijat.”

Usai bicara, aku melirik ke arah Kevin. Kupikir dia akan marah, tapi tak disangka dia malah menjawab dengan santai dan berkata, “Ikuti saja perintah Kak Hasan, nggak apa-apa. Lagipula, aku juga sudah menyuruhmu melepasnya sejak awal.”

“Aku….”

Kevin menyodorkan sekotak rokok padaku, sambil berkata, “Istriku ini dari kampung, jadi pemikirannya masih sangat tertutup, mohon dimaklumi, ya.”

แสดง
บทถัดไป
ดาวน์โหลด

บทล่าสุด

บทอื่นๆ

ถึงผู้อ่าน

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

ไม่มีความคิดเห็น
8
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status