Short
Jebakan Di Atas Ranjang Pemanas

Jebakan Di Atas Ranjang Pemanas

By:  RichyCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
7Chapters
9views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

“Kakak ipar, jangan didorong pakai tongkat dong, geli lho.” Di atas ranjang pemanas, aku dan keluarga istriku tidur berdesakan di satu ranjang yang sama. Adik istriku tidur persis di sebelahku, posisi tidurnya menungging dan menempel tepat di tubuhku. Tubuhnya yang baru tumbuh dewasa, bokongnya yang kencang terasa sangat montok, sampai-sampai membuat emosiku membumbung tinggi. Yang lebih parahnya lagi, sepertinya dia mulai bereaksi karena terdesak olehku. Saat ini, istriku sedang tidur tepat di belakangku dan aku sudah hampir tak tahan lagi….

View More

Chapter 1

Bab 1

Namaku Johan, aku orang Kota Selat asli, tapi punya istri orang Kampung Doben.

Tahun baru kali ini, istriku mengusulkan untuk merayakannya di rumah keluarganya.

Bagaimanapun, kami sudah menikah beberapa tahun dan setiap tahunnya selalu merayakan tahun baru di rumah keluargaku.

Kali ini, istriku bilang ingin pulang ke rumah orang tuanya.

Musim dingin di daerah Doben luar biasa dingin. Di luar salju turun lebat, sementara ranjang pemanas dibakar hingga terasa sangat hangat.

Yang membuatku terkejut, rumah istriku hanya punya satu ranjang pemanas. Biasanya seluruh anggota keluarga berdesakan di satu ranjang pemanas ini untuk makan dan tidur.

Orang-orang di Kampung Doben sangat ramah. Melihat kedatanganku, mereka langsung menyembelih seekor ayam betina tua dan meja di atas ranjang pemanas sudah dipenuhi sajian makanan yang masih mengepul hangat.

Adik istriku dengan perhatian mengambilkan semangkuk sup ayam untukku. Jarinya tak sengaja menggores punggung tanganku, terasa begitu halus.

Aku mendongak menatapnya. Sudah beberapa tahun tak bertemu, tak disangka gadis kecil ini sudah tumbuh dewasa.

Parasnya tampak sangat manis.

Bentuk tubuhnya berkembang sangat sempurna. Meski memakai jaket yang tebal, siluet dadanya yang montok masih terlihat jelas.

Menyadari sentuhan tangan kami, dia menundukkan kepala karena malu.

Wajahnya yang putih langsung merona.

Penampilannya sekarang sangat mirip dengan istriku saat kami baru berkenalan dulu.

Hanya saja, sekarang aku dan istriku sudah lama bersama, jadi tak ada lagi gairah seperti masa muda.

Aku bertanya pada ayah dan ibu mertua, “Selina sudah berusia 18 tahun, ‘kan? Tahun ini sudah mau masuk kuliah, ‘kan?”

Melihat aku memedulikannya, senyuman terukir di sudut bibir Selina.

Ibu mertua meletakkan sendoknya dan menjawab,

“Selina sudah 19 tahun. Tahun lalu nggak berhasil ujian masuk perguruan tinggi, jadi menganggur di rumah setahun. Rencananya mau dikirim ke kota untuk bekerja saja.”

“Dia nggak punya nasib baik seperti kakaknya yang bisa menikah dengan pria sebaik kamu.”

Mendengarnya memujiku seperti itu, aku merasa agak tidak nyaman.

“Nggak juga, hidup kami juga hanya berkecukupan, kok.”

Seketika, ayah dan ibu mertua menatapku dengan raut wajah serius.

“Johan, sebenarnya kami berniat memintamu membawa Selina ke kota untuk bekerja.”

“Selina belum pernah ke kota sejak kecil, pasti akan lebih aman kalau bersama kalian.”

Mendengar maksud ayah mertua, Selina bakal tinggal di rumahku.

Menikahi kakaknya dan mendapat bonus si adik, hatiku berbunga-bunga, tentu saja aku pun langsung menyetujuinya.

“Tenang saja, masalah ini serahkan padaku.”

Namun, istriku yang berada di samping tampak tak senang. Dia melirikku dan bergumam,

“Orang yang makan di rumah bertambah, kamu mau bantu cuci piring nanti?”

Sebenarnya aku tahu, istriku tak ingin adiknya ikut tinggal bersama kami. Jarak usia mereka cukup jauh dan hubungan mereka juga tak begitu harmonis biasanya.

Dengan polosnya, Selina menjawab, “Nggak apa-apa, kak, aku bisa cuci piring sendiri.”

Kepolosannya itu membuat kami semua tertawa.

Malam harinya, karena cuaca di luar sangat dingin, ayah dan ibu mertua menyuruh kami semua berdesakan tidur di ranjang pemanasan yang sama.

Batu bara dibakar di bawah ranjang pemanas, jadi terasa hangat.

Aku dan istriku memakai satu selimut, sedangkan kedua mertuaku dan Selina memakai selimut yang lain.

Selina tidur tepat di sebelahku.

Gawatnya, ranjang pemanas ini agak sempit dan tak muat untuk kita semua. Sehingga aku dan Selina hampir menempel satu sama lain.

Sejak kecil, gadis polos ini memang tidak tekun belajar, tak ada juga yang mengajarinya tentang batasan antara pria dan wanita.

Dia sepertinya tak paham sama sekali soal hal-hal sensitif seperti ini, tangannya bahkan diletakkan di pangkal pahaku.

Hanya bergeser sedikit lagi ke samping, dia bisa menyentuh bagian vitalku.

Aku menarik tubuhku ke belakang untuk sengaja menghindari tangannya.

Tangan kecil yang hangat menempel di pangkal paha seperti ini sangat mudah membuatku kehilangan kendali.

Namun siapa sangka, saat aku bergerak mundur, tangan Selina malah menjangkau semakin maju!

Aku pun terkejut, Selina pasti sengaja!

Meski merasa dia cantik dan sangat feminim, itu hanyalah pemikiran normal seorang pria.

Aku tak punya niat lain sama sekali!

Apalagi istriku sedang tidur tepat di belakangku. Biarpun punya niat jahat, aku tak berani melakukannya!

Selina sedang tidur, jadi aku tak berani menggeser tangannya karena takut membangunkan dirinya.

Tubuhku pun semakin menyusut ke belakang.

Ranjang yang memang sudah sempit ini, membuat gerakan mundurku langsung menghimpit istriku ke arah dinding.

Istriku mendorongku dengan kuat.

“Sudah nggak ada ruang di sini, jangan menghimpitku terus.”

Dorongan itu malah membuatku terdorong tepat ke samping Selina, hingga tubuh kami menempel erat.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
7 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status