LOGIN“Kakak ipar, jangan didorong pakai tongkat dong, geli lho.” Di atas ranjang pemanas, aku dan keluarga istriku tidur berdesakan di satu ranjang yang sama. Adik istriku tidur persis di sebelahku, posisi tidurnya menungging dan menempel tepat di tubuhku. Tubuhnya yang baru tumbuh dewasa, bokongnya yang kencang terasa sangat montok, sampai-sampai membuat emosiku membumbung tinggi. Yang lebih parahnya lagi, sepertinya dia mulai bereaksi karena terdesak olehku. Saat ini, istriku sedang tidur tepat di belakangku dan aku sudah hampir tak tahan lagi….
View MorePada hari perceraian, senyuman yang terlihat aneh terukir di sudut bibir istriku.Senyuman itu membuat hatiku getir. Masalah ini jelas tak sesederhana yang kubayangkan.Pada hari saat aku kembali ke rumah untuk membereskan barang-barang, Selina sedang duduk di dalam rumahku.Sambil memegang lembaran keterangan aborsi, dia berkata, “Kak, jasaku paling besar dalam masalah ini, jadi rumah ini milikku.”Senyumannya itu membuatku merasa sangat menjijikkan.Apa maksudnya?Sepertinya memang ada konspirasi tersembunyi di balik ini semua. Ucapannya terdengar ambigu dan senyumannya sangat dingin. Seketika, aku sadar bahwa ini adalah sebuah jebakan yang sudah direncanakan sejak awal.Setelah membereskan barang-barang dan meninggalkan rumah itu, aku kembali dan tinggal di rumah orang tuaku.Melihatku pulang dalam keadaan terpuruk, orang tuaku tak bertanya sepatah kata pun. Mereka hanya diam-diam mengosongkan satu kamar untukku.Aku mengurung diri seharian tanpa keluar kamar, berulang kali mengin
Tadi malam, aku sempat mengira dia hanyalah seorang gadis polos yang belum paham masalah duniawi.Namun, kalau dilihat-lihat sekarang, gadis ini memang sengaja ingin hamil.Sebenarnya, apa yang dia cari?!Setelah selesai makan, aku membawa istriku dan Selina pulang ke rumah.Malam harinya, saat berbaring di atas ranjang, aku terus berguling dan tak bisa tertidur.Aku menatap langit-langit kamar, sementara di telingaku terdengar deru napas istriku yang teratur.Keesokan harinya, Selina berinisiatif mendatangiku.“Kakak ipar, bantu aku cari pekerjaan, dong. Aku nggak mau menumpang gratis di rumah kalian. Nanti kalau sudah punya uang, aku bakal bayar sewa padamu.”Setelah berpikir sejenak, aku pun berkata, “Kebetulan ada restoran di lantai bawah komplek. Kamu bisa kerja jadi pelayan di sana dulu. Sebulan bisa dapat gaji 8 juta, hanya saja akan sedikit capek.”Selina mengangguk dan menjawab, “Nggak apa-apa, aku nggak takut capek.”Usai bicara, aku langsung membawanya ke restoran itu untuk
“Kalau kamu masih galak padaku, bakal kuceritakan semua kejadian tadi malam ke kakak!”Perkataannya itu benar-benar mengejutkanku. Tak disangka, gadis yang terlihat polos ini, ternyata punya hati yang begitu licik.Aku merendahkan suaraku, “Kejadian tadi malam itu murni nggak sengaja, kamu cepat minum obat ini.”Sambil bicara, aku mengeluarkan obat kontrasepsi darurat yang baru kubeli dari dalam saku, lalu menyodorkannya ke hadapannya.Selina melihatnya sekilas, lalu bertanya, “Ini obat apa?”Khawatir dia tak paham, aku menjelaskan dengan sangat jelas, “Ini obat pencegah kehamilan. Kejadian tadi malam bisa membuatmu hamil, cepat makan ini sekarang, biar masalahnya nggak semakin membesar.”Selina menatap obat itu sekilas, lalu malah langsung menepisnya hingga jatuh ke lantai.Dia bergumam, “Aku nggak mau minum obat seperti ini!”Aku bergegas membungkuk untuk memungut obat itu, mengusap debu yang menempel menggunakan lengan baju, lalu menyodorkannya lagi ke depannya dengan suara yang s
Istriku menghentikanku, “Apain kamu begitu buru-buru mau keluar? Baru saja sampai rumah, istirahat dulu sebelum pergi lagi. Lihat, kamu sampai berkeringat.”Aku berusaha keras menekan rasa panik dan tersenyum paksa, “Ada urusan dadakan di kantor, harus tanda tangan kontrak dan wajib selesai hari ini juga. Kalau terlambat nanti bakal nggak keburu.”Dia mengerutkan kening dan masih ingin bertanya lagi, tapi aku bergegas mengambil jaket dan langsung keluar tanpa berani menoleh ke belakang lagi.Aku naik mobil dan langsung melaju menuju apotek.Hari pertama di tahun yang baru memang macet parah. Mobilku melaju merayap seperti kura-kura, membuatku panik sampai memukul-mukul setir.“Sialan, bisa lebih cepat nggak, sih?! Kalau sampai kelewatan batas waktu terbaik untuk minum obat, nggak ada cara lain selain pergi aborsi di rumah sakit!”Untungnya, aku sangat hafal jalanan di sini, jadi langsung menerobos jalan kecil dan melalui jalan pintas.Akhirnya, aku berhasil menemukan sebuah apotek.Beg






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.