Share

Bab 2

Author: Viraadee
last update publish date: 2023-09-12 10:23:21

Hari ini weekend dan Mishka anak perempuan Aditya sangat bersemangat untuk menghabiskan waktunya bersama orang tuanya.

Sejak sarapan pagi Aditya mendapatkan telepon dari Tarina, laki-laki itu mengangkatnya dan menjauh dari Mishka dan Irani.

"Sebentar ya sayang, kamu main dulu nanti kita jalan-jalan," ujar Irani sambil bergegas mengikuti Aditya keluar rumah.

Laki-laki itu tampak seperti sedang berdebat di telpon. "Ya aku ga bisa, kamu kan tahu ini weekend," ujar Aditya.

Irani tersenyum simpul dan menghampirinya. "Sayaaaang ayo dong kok belum siap juga sih? Mishka udah nungguin loh," kata Irani sengaja meninggikan suaranya supaya Tarina mendengarnya.

Aditya pun menatap Irani dan hanya bisa menghela nafas pelan. "Kamu ngapain sih?" tanyanya.

"Ngapain? Harus ya aku jawab?"

Aditya tidak mempedulikan Irani dan berpindah tempat supaya menjauh darinya.

Irani pun tetap mengikutinya. Dia ingin Aditya kesal padanya, namun tidak ingin Aditya pergi dengan wanita itu karena ini adalah hari libur yang seharusnya mereka habiskan bersama Mishka.

"Sayaaaang ayo dong kita udah siap nih," panggil Irani lagi dan akhirnya Aditya mematikan panggilannya dengan Tarina.

Aditya pun menghampiri Irani dengan geram. "Kamu tuh bisa ga sih sabar sebentar? Aku tahu bukan Mishka yang minta, tapi kamu yang cemburu," tuduh Aditya.

"Cemburu? Apa itu cemburu? Kamu pikir aku terlalu sangat mencintaimu mas setelah aku tahu kamu selingkuh?" tanya Irani karena perempuan itu tidak merasakan apa yang Aditya tuduhkan.

Bagi Irani setelah ia tahu perselingkuhan Aditya dan Tarina, cinta di hatinya sudah tidak ada lagi. Apapun yang ia lakukan saat ini hanya untuk Mishka.

"Kamu sudah berjanji akan menghabiskan waktu untuk keluarga di hari weekend, jadi aku hanya sedang menuntut hak yang seharusnya jadi milik Mishka. Kalau kamu mau pergi dengan wanita itu silahkan, jangan menyesal kalau Mishka kecewa sama kamu."

"KAMU EMANG SUKA YA CARI GARA-GARA?"

Irani yang hendak masuk ke dalam rumah pun menghentikan langkahnya mendengar kata-kata dengan nada tinggi itu dari Aditya.

Irani lalu mundur dua langkah untuk berdiri tepat di hadapan Aditya, kemudian dia menatap Aditya dengan tenang.

"Yang suka mencari gara-gara siapa mas? Yang selingkuh itu siapa? Apapun yang kita ributin itu cuma karena kamu selingkuh aja, lainnya ga pernah kok kita ribut kaya gini. Kalau kamu ga menyalakan api, ga mungkin ada asap."

Setelah mengatakan itu Irani pun masuk ke rumah dan meminta Mishka siap-siap.

Hari ini Mishka harus mendapatkan kebahagiaannya dengan main dan jalan-jalan.

'Setelah ini kamu harus terbiasa tanpa ayah kamu Mishka, ibu harap kamu akan mengerti kalau orang tuamu tidak bisa saling sama-sama lagi,' batin Irani.

Sore hari Aditya mengatakan pada Irani bahwa perempuan itu tidak akan mendapatkan uang belanja seperti biasanya.

Aditya sengaja melakukan itu karena dia pikir untuk memberi pelajaran pada Irani yang sudah membuat Aditya kesal.

Mengetahui uang belanjanya dipotong Irani tidak bereaksi apapun. Dia tetap tenang dan tidak protes pada Aditya.

"Kok kamu ga protes?" tanya Aditya penasaran.

Irani pun tersenyum "protes apa mas? Uang belanjanya kurang? Kamu mau aku protes gimana? Marah-marah nuntut kamu gitu?" tanya Irani.

Aditya semakin tidak mengerti dengan sikap istrinya ini, rencana yang ia pikir bisa membuat Irani kesal pun gagal.

"Mas, istri yang baik kan harus bisa menerima berapapun uang yang suaminya kasih. Kalau kamu mampunya kasih segini ya udah, apa yang mau aku proteskan? Selama uang ini masih cukup buat biaya Mishka ga masalah buat aku."

"Kamu mau ngerendahin aku kalau aku cuma mampu kasih kamu segitu iya?" tanya Aditya tidak terima atas kata-kata yang keluar dari mulut Irani.

Perempuan itu heran pada Aditya. "Kenapa? Ada yang salah dari kata-kataku tadi?"

"Aku itu kasih uang cuma segitu ke kamu supaya kamu itu sadar supaya jangan bersikap berani sama suami. Itu hukuman kamu atas perlakuan tidak menyenangkan yang kamu lakukan."

Irani tidak habis pikir suaminya berniat menghukumnya dengan mengurangi uang belanjanya. Sudah jelas-jelas dia yang selingkuh dan melukai hatinya malah dia yang berucap seperti itu pada Irani.

"Ooh jadi ini hukuman? Yakin kamu mas? Kamu kasih aku segini karena ingin menghukumku atau karena yang sebagian lagi udah kamu kasih ke perempuan itu?"

"Jangan bawa-bawa Tarina dalam masalah ini ya!" peringat Aditya. "Ini hanya tentang kita berdua," lanjutnya.

"Sejak kamu jadiin dia orang ketiga ya berarti dia harus selalu ada dalam masalah kita dong mas. Semua masalah dalam rumah tangga kita ini kan karena dia, karena kamu yang udah membawanya, aku hanya mengikuti apa maumu saja mas."

Irani sudah malas selalu membahas Tarina dalam setiap perdebatannya dengan Aditya.

Dirinya juga tidak akan memprotes uang yang diberikan Aditya, lagipula tanpa diketahui oleh suaminya itu, Irani memiliki uang sendiri yang sebanding dengan uang milik Aditya.

Sayangnya Aditya tidak tahu itu dan Irani juga tidak akan memberitahunya. Mungkin suatu saat jika sudah waktunya, Aditya akan tahu kalau Irani tidak seperti yang ia kira.

"Kamu pikir aku akan mengeluh dan meminta uang lagi kan mas? Tenang saja, tanpa kamu beri aku uang belanja pun aku juga tidak akan mati kelaparan apalagi sampai mengemis sama kamu," ujar Irani dengan tenang.

Ia menyimpan uang belanjanya yang sudah Aditya potong itu untuk tabungan Mishka dan biaya pendidikan Mishka kedepannya.

'Harusnya aku bisa meminta uang belanja lebih karena kamu sudah menyakiti hatiku dan setidaknya kamu harus membayar dengan uang itu mas, tapi tidak masalah, tunggu saja, sampai kapan kamu akan melajukan permainanmu ini,' pikir Irani.

Aditya juga merasa penasaran kenapa Irani bisa setenang itu setelah uang belanjanya ia potong setengahnya.

Dia bahkan berpikir jika Irani akan mencuri uangnya, laki-laki itu lalu sengaja meletakkan setengah uang belanjanya lagi di meja kamar mereka dan ingin melihat reaksi Irani apakah dia akan mengambilnya atau tidak.

"Istri kamu itu cuma pura-pura sok aja mas, paling juga dia akan mengambilnya," kata Tarina saat bertemu dengan Aditya.

"Mungkin," jawab Aditya ragu.

"Jadi kapan kamu mau cerain dia mas?" tanya Tarina dengan manja.

Aditya memijit kepalanya dan tersenyum pada Tarina. "Kamu ga usah khawatir Tarina, aku pasti cerain dia kok. Lagipula semakin kesini dia semakin berani sama aku dan bikin aku kesal sama dia," curhatnya.

"Makanya cerain aja secepatnya mas, jangan takut kalau dia bawa Mishka. Lagian nanti kamu juga bisa punya anak sama aku kan?"

Tarina semakin mendesak Aditya supaya cepat-cepat menceraikan Irani dan dia bisa segera masuk ke rumah Aditya. Menjadi nyonya di rumah itu.

"Mishka itu anak aku Rin, aku sayang sama dia."

"Iya aku tahu kok, aku kan cuma suruh kamu tinggalin Irani bukannya Mishka mas. Kalau setelah cerai nanti kamu mau Mishka tetap sama kamu dan hak asuh dia jatuh ke tangan kamu kan bisa. Memangnya Irani bisa apa kalau dia ga punya uang?" tanya Tarina meremehkan Irani.

Tanpa mereka sadari sebenarnya Irani mendengar percakapan mereka berdua di kafe itu. Irani hanya tersenyum mendengar perempuan yang menjadi selingkuhan suaminya itu.

"Aku bisa apa?" tanya Irani dengan senang, direndahkan seperti itu tidak membuat Irani sakit hati, justru dia merasa senang karena Tarina tidak mengenal dirinya yang sesungguhnya.

"Terkadang kita memang harus pura-pura bodoh dan tidak tahu apa-apa supaya orang-orang tidak tahu sebesar apa kekuatan yang kita punya."

Bersambung.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Rahasia Istri yang Diselingkuhi    Bab 39

    Malam hari Irani merasa sangat lelah setelah bekerja keras seharian. Belum lagi bosnya yang menyebalkan itu benar benar menghancurkan kehidupannya saat ini.Bagaimana tidak? Pekerjaan yang harusnya selesai di kantor masih harus ia bawa pulang juga karena ia harus membantu mengurus bayi yang merupakan keponakan Aryan itu. Meskipun sekarang sudah ada baby sitter sendiri tapi Aryan tetap menyuruhnya ke rumah itu untuk memastikan bayi kakaknya itu baik baik saja. Sekarang memang impas sudah, satu masalah selesai tapi masalah lain tetap mengikutinya. Orang mungkin berpikir Irani sudah bahagia dengan kehidupan barunya setelah bercerai dari Aditya, namun nyatanya tidak seperti itu. Irani malah harus terjebak perjanjian kontrak dengan laki laki semena mena seperti Aryan. Jika bukan karena ia ingin Mishka tetap baik baik saja. Irani tidak akan sudi bekerja di perusahaan Aryan.Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam. Setelah menidurkan Mishka, Irani bersiap siap untuk membuka laptopnya dan menger

  • Rahasia Istri yang Diselingkuhi    Bab 38

    Pagi ini Irani harus memasak dan menyiapkan sarapan untuknya dan MishkaIa harus berangkat bekerja dan terjebak di dalam perusahaan yang awalnya menjadi tempat impiannya namun sekarang justru harus menjadi tempat yang paling ia benci karena pemiliknya adalah Aryan.Irani tidak menyangka kalau Aryan bisa melakukan hal itu padanya, menculik Mishka dan membuatnya terikat penuh padanya. Memalukan, begitulah pikiran Irani yang sedang kacau namun ia harus tetap waras kalau hidupnya harus tetap berjalan.Saat sedang sarapan ternyata Aditya datang untuk bertemu dengan Mishka. Irani tau laki laki itu mungkin khawatir pada putrinya karena bagaimanapun dia tetaplah ayahnya."Sayang kamu ga boleh bolos sekolah lagi ya, apalagi ikut orang lain tanpa ijin itu ga baik, kalau kamu mau pergi kemaanapun itu kamu harus izin dulu sama bu guru di sekolah ya," ujar Aditya menasehati Mishka.Laki laki itu menatap Mishka dengan khawatir, ia mensejajarkan diri dengan Mishka dan bicara pada anak perempuannya i

  • Rahasia Istri yang Diselingkuhi    Bab 37

    "Gimana dengan urusan kamu Aryan? Apa kamu sudah membereskan semuanya?" tanya Bu Naya pada putranya itu, Aryan.Laki laki itu hanya mengangguk dan tersenyum, bu Naya merasa lega akhirnya Aryan tidak lagi diberitakan buruk oleh orang orang tidak dikenal itu. Hanya Irani yang mengenal mereka, tapi karena Aryan sudah membuat wanita itu bekerja dengannya maka ia malah menjadi harus terseret juga kedalam berita murahan itu.Aryan sudah membereskan semuanya, ia sudah berhasil menjebloskan Aditya ke penjara atas tuntutan pencemaran nama baik. Aditya mungkin memang kaya karena laki laki itu juga memiliki pekerjaan dan gaji yang tinggi, tapi jika dibandingkan dengan Aryan, jelas Aryan pemenangnya."Dia tidak berpikir dulu sebelum bertindak, biarkan hari ini laki laki itu merasakan dinginnya penjara, lain kali kalau dia masih berani mencari gara gara denganku, tidak akan aku ampuni seperti saat ini," tutur Aryan dengan penuh percaya diri.Laki laki itu ternyata sudah berubah sejak kabar buruk y

  • Rahasia Istri yang Diselingkuhi    Bab 36

    Hari sudah malam, Irani masih berusaha mencari Mishka di rumah teman temannya dan bertanya satu satu namun tidak ada yang tahu bocah itu ada di mana sekarang.Perempuan itu sudah tidak berdaya lagi, ia datang ke rumah Zana dan sudah putus asa. Satu satunya orang yang Irani sayangi saat ini hanyalah Mishka. Tentu saja ia tidak akan bisa menerima semua ini."Ini minum dulu," ujar Zana sambil memberikan sebotol minuman pada Irani. Kali ini Zana menemani perempuan itu mencari Mishka, Zana mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang, ia tidak tega melihat Irani dalam keadaan seperti ini."Tenang dulu, kita pasti bisa nemuin Mishka kok, sabar yah," ujarnya lagi melihat Irani sudah berkali-kali mengusap air matanya.Saat mereka sedang fokus mengemudi tiba tiba sebuah pesan masuk muncul di handphone milik Irani. Sebuah pesan yang menunjukkan nama Aryan di sana."Kamu sedang mencari Mishka anakmu kan? Kali ini karena keras kepalamu untuk tetap resign dari perusahaanku dan karena kamu juga su

  • Rahasia Istri yang Diselingkuhi    Bab 35

    "Mishka ga ada di sekolah?" tanya Irani tidak percaya. Pagi tadi dia sendiri yang mengantar anak itu ke sekolah, sekarang ga mungkin kalau dia ga ada, batin Irani dengan cemas.Perempuan itu berpikir pasti Aditya dan Tarina mulai membuat rencana licik untuk bisa mengusik hidupnya. Setelah apa yang mereka perbuat kemarin, sekarang pun masih belum puas lagi mengganggu hidupnya.Kali ini Irani tidak jadi bertemu dengan Aryan dan membahas masalah resign yang sudah ia bicarakan kemarin namun masih belum mendapatkan persetujuan juga darinya.Perempuan itu buru buru ke sekolah Mishka karena Aditya mengatakan hal yang tidak bisa ia terima."Ga mungkin Mishka ga ada, tadi pagi saya anter dia Bu, di sekolah ini, di depan gerbang sekolah. Coba ibu cek cctv deh saya yakin pasti ada," pinta Irani sudah sangat khawatir dengan anaknya. Mishka ga mungkin tiba tiba menghilang seperti ini apalagi di sekolahnya. Ga mungkin ada yang menculiknya di sekolah kan? tanya Irani pada dirinya sendiri dan sudah

  • Rahasia Istri yang Diselingkuhi    Bab 34

    Niat hati ingin menjatuhkan Irani karena Tarina merasa dirinya memiliki kesempatan untuk menuduh Irani tapi ternyata malah masih belum berhasil juga.Padahal Irani sudah tidak peduli lagi dengan Tarina dan mantan suaminya itu, ia sampai heran kenapa Tarina tidak pernah mau lepas untuk terus mengusik hidupnya dan mencari gara gara dengannya? Ternyata setelah mendapatkan Mas Aditya pun Tarina masih belum puas juga."Maaf Pak, hari ini saya mau mengajukan resign," jelas Irani pada Aryan, atasannya yang akhir akhir ini membuatnya pusing juga karena Irani ternyata malah harus melakukan double job atas perintah Aditya. Perempuan itu memberikan surat resign padanya setelah mempertimbangkan semuanya.Laki laki itu tentu saja tidak terima dan menolaknya. "Tidak bisa, pengajuan yang kamu inginkan saya tolak," jawab Aryan dengan mudahnya."Tapi pak, saya sudah tidak bisa bekerja lagi di sini, saya mau resign!" Sama seperti Aryan yang tidak terima, Irani juga sama. Aryan menatap Irani yang sudah

  • Rahasia Istri yang Diselingkuhi    Bab 6

    "Selama aku masih hidup, dia lebih aman bersamaku," ujar Irani dengan tegas.Aditya boleh menganggapnya tidak memiliki apa-apa karena memang itu yang ingin Irani tampakkan di depan Aditya.Irani pikir lebih baik Aditya tidak mengetahui bahwa dirinya bisa hidup berkecukupan dan memiliki ekonomi yang

  • Rahasia Istri yang Diselingkuhi    Bab 5

    Rasa penasaran Tarina masih ia pendam sampai di rumahnya. Dia pikir Irani tidak mungkin memiliki banyak uang untuk belanja sebanyak itu. Aditya bilang kemarin dia sudah mengurangi uang belanjanya menjadi setengahnya, darimana Irani mendapatkan uang untuk membeli barang-barang mahal? "Mas, tadi ak

  • Rahasia Istri yang Diselingkuhi    Bab 4

    "Aku talak kamu Irani Mayangsari."Hancur sudah rumah tangga yang selama ini Irani bangun bersama Aditya. Ibarat sebuah kaca yang dilempar dengan batu besar dan kaca itu hancur berkeping-keping seperti itulah bahtera rumah tangga Irani saat ini.'Tenang, sabar, kuasai dan jangan berdebat lagi Irani

  • Rahasia Istri yang Diselingkuhi    Bab 3

    Sehari setelah pertemuan Tarina dan Aditya, perempuan itu harus mendapatkan masalah karena sebagian teman kerjanya tahu hubungan pernikahan sirinya dengan Aditya. Semua itu karena Irani. Tarina pun mencoba menghubungi Aditya untuk bicara padanya. Sayangnya Irani yang justru mengangkatnya. "Hallo

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status