MasukMalam hari Irani merasa sangat lelah setelah bekerja keras seharian. Belum lagi bosnya yang menyebalkan itu benar benar menghancurkan kehidupannya saat ini.Bagaimana tidak? Pekerjaan yang harusnya selesai di kantor masih harus ia bawa pulang juga karena ia harus membantu mengurus bayi yang merupakan keponakan Aryan itu. Meskipun sekarang sudah ada baby sitter sendiri tapi Aryan tetap menyuruhnya ke rumah itu untuk memastikan bayi kakaknya itu baik baik saja. Sekarang memang impas sudah, satu masalah selesai tapi masalah lain tetap mengikutinya. Orang mungkin berpikir Irani sudah bahagia dengan kehidupan barunya setelah bercerai dari Aditya, namun nyatanya tidak seperti itu. Irani malah harus terjebak perjanjian kontrak dengan laki laki semena mena seperti Aryan. Jika bukan karena ia ingin Mishka tetap baik baik saja. Irani tidak akan sudi bekerja di perusahaan Aryan.Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam. Setelah menidurkan Mishka, Irani bersiap siap untuk membuka laptopnya dan menger
Pagi ini Irani harus memasak dan menyiapkan sarapan untuknya dan MishkaIa harus berangkat bekerja dan terjebak di dalam perusahaan yang awalnya menjadi tempat impiannya namun sekarang justru harus menjadi tempat yang paling ia benci karena pemiliknya adalah Aryan.Irani tidak menyangka kalau Aryan bisa melakukan hal itu padanya, menculik Mishka dan membuatnya terikat penuh padanya. Memalukan, begitulah pikiran Irani yang sedang kacau namun ia harus tetap waras kalau hidupnya harus tetap berjalan.Saat sedang sarapan ternyata Aditya datang untuk bertemu dengan Mishka. Irani tau laki laki itu mungkin khawatir pada putrinya karena bagaimanapun dia tetaplah ayahnya."Sayang kamu ga boleh bolos sekolah lagi ya, apalagi ikut orang lain tanpa ijin itu ga baik, kalau kamu mau pergi kemaanapun itu kamu harus izin dulu sama bu guru di sekolah ya," ujar Aditya menasehati Mishka.Laki laki itu menatap Mishka dengan khawatir, ia mensejajarkan diri dengan Mishka dan bicara pada anak perempuannya i
"Gimana dengan urusan kamu Aryan? Apa kamu sudah membereskan semuanya?" tanya Bu Naya pada putranya itu, Aryan.Laki laki itu hanya mengangguk dan tersenyum, bu Naya merasa lega akhirnya Aryan tidak lagi diberitakan buruk oleh orang orang tidak dikenal itu. Hanya Irani yang mengenal mereka, tapi karena Aryan sudah membuat wanita itu bekerja dengannya maka ia malah menjadi harus terseret juga kedalam berita murahan itu.Aryan sudah membereskan semuanya, ia sudah berhasil menjebloskan Aditya ke penjara atas tuntutan pencemaran nama baik. Aditya mungkin memang kaya karena laki laki itu juga memiliki pekerjaan dan gaji yang tinggi, tapi jika dibandingkan dengan Aryan, jelas Aryan pemenangnya."Dia tidak berpikir dulu sebelum bertindak, biarkan hari ini laki laki itu merasakan dinginnya penjara, lain kali kalau dia masih berani mencari gara gara denganku, tidak akan aku ampuni seperti saat ini," tutur Aryan dengan penuh percaya diri.Laki laki itu ternyata sudah berubah sejak kabar buruk y
Hari sudah malam, Irani masih berusaha mencari Mishka di rumah teman temannya dan bertanya satu satu namun tidak ada yang tahu bocah itu ada di mana sekarang.Perempuan itu sudah tidak berdaya lagi, ia datang ke rumah Zana dan sudah putus asa. Satu satunya orang yang Irani sayangi saat ini hanyalah Mishka. Tentu saja ia tidak akan bisa menerima semua ini."Ini minum dulu," ujar Zana sambil memberikan sebotol minuman pada Irani. Kali ini Zana menemani perempuan itu mencari Mishka, Zana mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang, ia tidak tega melihat Irani dalam keadaan seperti ini."Tenang dulu, kita pasti bisa nemuin Mishka kok, sabar yah," ujarnya lagi melihat Irani sudah berkali-kali mengusap air matanya.Saat mereka sedang fokus mengemudi tiba tiba sebuah pesan masuk muncul di handphone milik Irani. Sebuah pesan yang menunjukkan nama Aryan di sana."Kamu sedang mencari Mishka anakmu kan? Kali ini karena keras kepalamu untuk tetap resign dari perusahaanku dan karena kamu juga su
"Mishka ga ada di sekolah?" tanya Irani tidak percaya. Pagi tadi dia sendiri yang mengantar anak itu ke sekolah, sekarang ga mungkin kalau dia ga ada, batin Irani dengan cemas.Perempuan itu berpikir pasti Aditya dan Tarina mulai membuat rencana licik untuk bisa mengusik hidupnya. Setelah apa yang mereka perbuat kemarin, sekarang pun masih belum puas lagi mengganggu hidupnya.Kali ini Irani tidak jadi bertemu dengan Aryan dan membahas masalah resign yang sudah ia bicarakan kemarin namun masih belum mendapatkan persetujuan juga darinya.Perempuan itu buru buru ke sekolah Mishka karena Aditya mengatakan hal yang tidak bisa ia terima."Ga mungkin Mishka ga ada, tadi pagi saya anter dia Bu, di sekolah ini, di depan gerbang sekolah. Coba ibu cek cctv deh saya yakin pasti ada," pinta Irani sudah sangat khawatir dengan anaknya. Mishka ga mungkin tiba tiba menghilang seperti ini apalagi di sekolahnya. Ga mungkin ada yang menculiknya di sekolah kan? tanya Irani pada dirinya sendiri dan sudah
Niat hati ingin menjatuhkan Irani karena Tarina merasa dirinya memiliki kesempatan untuk menuduh Irani tapi ternyata malah masih belum berhasil juga.Padahal Irani sudah tidak peduli lagi dengan Tarina dan mantan suaminya itu, ia sampai heran kenapa Tarina tidak pernah mau lepas untuk terus mengusik hidupnya dan mencari gara gara dengannya? Ternyata setelah mendapatkan Mas Aditya pun Tarina masih belum puas juga."Maaf Pak, hari ini saya mau mengajukan resign," jelas Irani pada Aryan, atasannya yang akhir akhir ini membuatnya pusing juga karena Irani ternyata malah harus melakukan double job atas perintah Aditya. Perempuan itu memberikan surat resign padanya setelah mempertimbangkan semuanya.Laki laki itu tentu saja tidak terima dan menolaknya. "Tidak bisa, pengajuan yang kamu inginkan saya tolak," jawab Aryan dengan mudahnya."Tapi pak, saya sudah tidak bisa bekerja lagi di sini, saya mau resign!" Sama seperti Aryan yang tidak terima, Irani juga sama. Aryan menatap Irani yang sudah
"Tarina Febriyana, akhirnya ketemu juga," kata Irani Mayangkari dengan senyuman puas, namun juga kecewa dan penuh sesak di hati. Irani akhirnya menemukan akun media sosial milik perempuan yang sudah menjadi selingkuhan suaminya. "Huh, perempuan seperti dia saja kamu jadikan selingkuhan mas, harus
"Selama aku masih hidup, dia lebih aman bersamaku," ujar Irani dengan tegas.Aditya boleh menganggapnya tidak memiliki apa-apa karena memang itu yang ingin Irani tampakkan di depan Aditya.Irani pikir lebih baik Aditya tidak mengetahui bahwa dirinya bisa hidup berkecukupan dan memiliki ekonomi yang
Sehari setelah pertemuan Tarina dan Aditya, perempuan itu harus mendapatkan masalah karena sebagian teman kerjanya tahu hubungan pernikahan sirinya dengan Aditya. Semua itu karena Irani. Tarina pun mencoba menghubungi Aditya untuk bicara padanya. Sayangnya Irani yang justru mengangkatnya. "Hallo
Hari ini weekend dan Mishka anak perempuan Aditya sangat bersemangat untuk menghabiskan waktunya bersama orang tuanya.Sejak sarapan pagi Aditya mendapatkan telepon dari Tarina, laki-laki itu mengangkatnya dan menjauh dari Mishka dan Irani."Sebentar ya sayang, kamu main dulu nanti kita jalan-jalan







