Chapter: TamatHari demi hari berlalu, bahkan sekarang sudah bertahun-tahun Nayra hidup sendiri tanpa Cakra. Baginya sesuatu yang ia anggap sebagai takdir, cara terbaik untuk menerimanya meskipun suka atau tidak adalah dengan menjalaninya dan tidak berputus asa.Suatu hari Nayra sedang sibuk melakukan acara berbagi takjil gratis di pinggir jalan. Hari ini adalah bulan puasa, dia dan teman-teman komunitasnya sibuk melakukan banyak acara-acara berbagi di bulan yang penuh arti ini.Malam hari sehabis sholat tarawih di salah satu masjid yang besar di kotanya, perempuan itu hendak pulang ke rumah karena hari sudah malam.Saat ia hendak berjalan tiba-tiba seseorang memanggilnya dan membuat perempuan itu harus menoleh ke belakang.Netra perempuan itu langsung menatap laki-laki dengan sarung dan peci hitam dengan baju koko yang berdiri tepat di depannya. Hanya berjarak beberapa meter dari dirinya berdiri saat ini.Mata laki-laki itu tampak berbinar dan tidak percaya bisa melihat Nayra di masjid ini."Nayra,
Terakhir Diperbarui: 2023-12-30
Chapter: Kebenaran Ezhra Nayra sangat pusing dengan pekerjaannya. Beberapa hari kemarin dia harus lembur karena banyak sekali yang harus ia kerjakan. Malam ini, dia juga harus berada di ruangan dalam gedung tinggi yang menjadi kantornya itu.Untung saja masih ada beberapa teman yang masih di sana dan Nayra tidak perlu takut. "Iya Ma, Nayra akan pulang setelah semua selesai," ujarnya saat Maya menghubunginya. Perempuan itu sungguh pusing melihat Nayra yang hanya menghabiskan waktunya unjuk bekerja saja, padahal ia ingin Nayra bisa mencari pasangan lagi dan menikah."Kenapa kamu harus bekerja hingga larut seperti ini Nay? Orang tuamu tidak hidup kekurangan. Apapun yang kamu inginkan masih bisa dipenuhi oleh orang tuamu. Jadi tolonglah, pulang dan jaga kesehatanmu," omel Maya.Nayra sudah pusing dengan pekerjaannya, ditambah lagi harus mendapatkan omelan dari Maya, dia serasa tidak kuat lagi dengan semua itu."Maa, tolonglah, aku pasti akan pulang tapi tidak sekarang. Mama jangan khawatir."Nayra buru-buru un
Terakhir Diperbarui: 2023-12-29
Chapter: Rencana Maya"Paa, apa kita buat rencana baru aja biar Nayra sama Septian bisa saling kenal dan lebih dekat lagi?" tanya Maya sambil bersiap-siap di dalam kamarnya. Hari ini mereka akan menghadari pernikahan Savia, siapa yang menyangka jika gadis itu akan menikah dengan Reno? Teman baik Cakra. Hendrawan yang sudah putus asa, tidak memiliki ide apapun terhadap saran dari Maya. "Lebih baik jangan dipaksakan Ma, semua yang terjadi sama Nayra, papa juga merasa bersalah. Tapi kalau saja Ezhra tidak pergi saat itu...."Hendrawan tidak melanjutkan kata-katanya. Ia tidak tahu jika Ezhra sudah kembali dan beberapa kali menemui Nayra, karena perempuan itu tidak menceritakannya pada orang tuanya. Maya pun mendekati suaminya itu dan menarik nafas berat. "Tidak ada yang salah Pa, mungkin memang takdir cinta Nayra harus seperti ini. Tugas kita sekarang hanya mendoakan dia dan mencoba berusaha agar dia mendapatkan kebahagiaannya lagi," tutur Maya tidak ingin membuat suaminya merasa bersalah. "Tapi apa yang
Terakhir Diperbarui: 2023-12-29
Chapter: Bertemu Ezhra LagiBerbulan bulan lamanya Nayra belum juga menandatangani surat cerai nya. Ia pikir tidak akan ada bedanya saat ini dia bercerai atau tidak. Semuanya akan tetap sama, dia tidak akan bertemu dengan Cakra dan tetap sendiri.Perempuan itu menjalani hari-harinya dengan mulai bekerja di sebuah perusahaan impiannya.Maya dan Hendrawan hendak menjodohkannya dengan Septian sekarang angkat tangan karena Nayra benar-benar tidak bisa menerimanya."Bagaimana jika dia trauma karena pernikahannya Pa?" tanya Maya saat sedang menikmati kopi bersama di ruang keluarga.Hendrawan menyeruput kopinya dengan santai. Dia tidak bisa berkomentar atas kalimat istrinya itu."Mama jadi khawatir sama dia. Jangan sampai Nayra tidak mau menerima siapapun hingga tua nanti." Maya menjadi sangat sedih saat memikirkan itu. Berbagai cara sudah ia lakukan supaya bisa membuat Nayra melupakan hubungan pernikahannya yang pernah terjadi dengan Cakra.Tapi apa yang Nayra katakan? Bagaimanapun sesuatu yang pernah terjadi padanya
Terakhir Diperbarui: 2023-12-28
Chapter: Aku Tidak Bersalah MaBerhari-hari Nayra terdiam murung di dalam kamar miliknya. Rasa kecewanya pada Cakra masih saja memenuhi pikiran dan hatinya. Namun kejadian yang menimpa Cakra hingga membuatnya masuk penjara juga menjadi pertanyaan di hati dan pikirannya. Dulu ia menahan kesedihan karena ingin ikut bersama laki-laki itu menjalani hukumannya di desa. Ia rela menemani Cakra dan tidak tinggal di rumah orang tuanya.Sekarang ia menangis karena orang yang dulu ia bela dan ia temani sekarang tega mengkhianati. "Kamu tanda tangani saja surat cerai itu Nay. Mau tidak mau kamu harus melakukannya tanpa memikirkan apapun. Mama sudah tidak bisa lagi mentoleransi kesalahan yang laki-laki itu lakukan," ujar Maya dengan kecewa. Perempuan itu mungkin merasa lebih kecewa dari Nayra. Hati seorang ibu yang telah membesarkan anaknya hingga dewasa dengan penuh cinta, namun setelah dewasa anaknya menikah dengan laki-laki yang salah dan tidak membuatnya bahagia sungguh merupakan hal tersedih bagi Maya.Perempuan itu ber
Terakhir Diperbarui: 2023-12-28
Chapter: Verlisa Meninggal"Jadi kamu lebih memilih laki-laki itu dan menjebaknya daripada menikah denganku?" tanya Axzo yang merupakan kekasih Verlisa.Malam hari selesai dari sebuah club, Verlisa menceritakan bahwa dia tidak bisa dan tidak mau bersama Axzo lagi. Laki-laki itu tentu tidak terima dengan apa yang Verlisa katakan dan pengakuan dari wanita itu membuatnya sakit hati."Dia pacar aku, yang sampai saat ini masih aku cintai—""Lalu kamu jadikan aku ini apa? Selama ini apakah kamu hanya pura-pura mencintaiku?" tanya Axzo dengan sesak.Laki-laki itu memarkirkan mobilnya di sebuah jalanan yang sangat sepi, bahkan mungkin hanya ada kendaraan mereka saja di jalan itu. Verlisa protes kenapa Axzo menghentikan mobilnya. Axzo keluar dari mobil dan berteriak dengan begitu kencang untuk menyalurkan emosi dirinya.Axzo sangat mencintai Verlisa, tapi wanita itu mematahkan hatinya. Baru kali ini Axzo merasa benar-benar tertekan dan sakit hati."Maafkan aku, tapi aku pikir aku bisa mencintaimu dan berusaha mencoba
Terakhir Diperbarui: 2023-12-27
Chapter: Bab 39Malam hari Irani merasa sangat lelah setelah bekerja keras seharian. Belum lagi bosnya yang menyebalkan itu benar benar menghancurkan kehidupannya saat ini.Bagaimana tidak? Pekerjaan yang harusnya selesai di kantor masih harus ia bawa pulang juga karena ia harus membantu mengurus bayi yang merupakan keponakan Aryan itu. Meskipun sekarang sudah ada baby sitter sendiri tapi Aryan tetap menyuruhnya ke rumah itu untuk memastikan bayi kakaknya itu baik baik saja. Sekarang memang impas sudah, satu masalah selesai tapi masalah lain tetap mengikutinya. Orang mungkin berpikir Irani sudah bahagia dengan kehidupan barunya setelah bercerai dari Aditya, namun nyatanya tidak seperti itu. Irani malah harus terjebak perjanjian kontrak dengan laki laki semena mena seperti Aryan. Jika bukan karena ia ingin Mishka tetap baik baik saja. Irani tidak akan sudi bekerja di perusahaan Aryan.Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam. Setelah menidurkan Mishka, Irani bersiap siap untuk membuka laptopnya dan menger
Terakhir Diperbarui: 2026-10-05
Chapter: Bab 38Pagi ini Irani harus memasak dan menyiapkan sarapan untuknya dan MishkaIa harus berangkat bekerja dan terjebak di dalam perusahaan yang awalnya menjadi tempat impiannya namun sekarang justru harus menjadi tempat yang paling ia benci karena pemiliknya adalah Aryan.Irani tidak menyangka kalau Aryan bisa melakukan hal itu padanya, menculik Mishka dan membuatnya terikat penuh padanya. Memalukan, begitulah pikiran Irani yang sedang kacau namun ia harus tetap waras kalau hidupnya harus tetap berjalan.Saat sedang sarapan ternyata Aditya datang untuk bertemu dengan Mishka. Irani tau laki laki itu mungkin khawatir pada putrinya karena bagaimanapun dia tetaplah ayahnya."Sayang kamu ga boleh bolos sekolah lagi ya, apalagi ikut orang lain tanpa ijin itu ga baik, kalau kamu mau pergi kemaanapun itu kamu harus izin dulu sama bu guru di sekolah ya," ujar Aditya menasehati Mishka.Laki laki itu menatap Mishka dengan khawatir, ia mensejajarkan diri dengan Mishka dan bicara pada anak perempuannya i
Terakhir Diperbarui: 2026-10-04
Chapter: Bab 37"Gimana dengan urusan kamu Aryan? Apa kamu sudah membereskan semuanya?" tanya Bu Naya pada putranya itu, Aryan.Laki laki itu hanya mengangguk dan tersenyum, bu Naya merasa lega akhirnya Aryan tidak lagi diberitakan buruk oleh orang orang tidak dikenal itu. Hanya Irani yang mengenal mereka, tapi karena Aryan sudah membuat wanita itu bekerja dengannya maka ia malah menjadi harus terseret juga kedalam berita murahan itu.Aryan sudah membereskan semuanya, ia sudah berhasil menjebloskan Aditya ke penjara atas tuntutan pencemaran nama baik. Aditya mungkin memang kaya karena laki laki itu juga memiliki pekerjaan dan gaji yang tinggi, tapi jika dibandingkan dengan Aryan, jelas Aryan pemenangnya."Dia tidak berpikir dulu sebelum bertindak, biarkan hari ini laki laki itu merasakan dinginnya penjara, lain kali kalau dia masih berani mencari gara gara denganku, tidak akan aku ampuni seperti saat ini," tutur Aryan dengan penuh percaya diri.Laki laki itu ternyata sudah berubah sejak kabar buruk y
Terakhir Diperbarui: 2026-09-26
Chapter: Bab 36Hari sudah malam, Irani masih berusaha mencari Mishka di rumah teman temannya dan bertanya satu satu namun tidak ada yang tahu bocah itu ada di mana sekarang.Perempuan itu sudah tidak berdaya lagi, ia datang ke rumah Zana dan sudah putus asa. Satu satunya orang yang Irani sayangi saat ini hanyalah Mishka. Tentu saja ia tidak akan bisa menerima semua ini."Ini minum dulu," ujar Zana sambil memberikan sebotol minuman pada Irani. Kali ini Zana menemani perempuan itu mencari Mishka, Zana mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang, ia tidak tega melihat Irani dalam keadaan seperti ini."Tenang dulu, kita pasti bisa nemuin Mishka kok, sabar yah," ujarnya lagi melihat Irani sudah berkali-kali mengusap air matanya.Saat mereka sedang fokus mengemudi tiba tiba sebuah pesan masuk muncul di handphone milik Irani. Sebuah pesan yang menunjukkan nama Aryan di sana."Kamu sedang mencari Mishka anakmu kan? Kali ini karena keras kepalamu untuk tetap resign dari perusahaanku dan karena kamu juga su
Terakhir Diperbarui: 2026-09-24
Chapter: Bab 35"Mishka ga ada di sekolah?" tanya Irani tidak percaya. Pagi tadi dia sendiri yang mengantar anak itu ke sekolah, sekarang ga mungkin kalau dia ga ada, batin Irani dengan cemas.Perempuan itu berpikir pasti Aditya dan Tarina mulai membuat rencana licik untuk bisa mengusik hidupnya. Setelah apa yang mereka perbuat kemarin, sekarang pun masih belum puas lagi mengganggu hidupnya.Kali ini Irani tidak jadi bertemu dengan Aryan dan membahas masalah resign yang sudah ia bicarakan kemarin namun masih belum mendapatkan persetujuan juga darinya.Perempuan itu buru buru ke sekolah Mishka karena Aditya mengatakan hal yang tidak bisa ia terima."Ga mungkin Mishka ga ada, tadi pagi saya anter dia Bu, di sekolah ini, di depan gerbang sekolah. Coba ibu cek cctv deh saya yakin pasti ada," pinta Irani sudah sangat khawatir dengan anaknya. Mishka ga mungkin tiba tiba menghilang seperti ini apalagi di sekolahnya. Ga mungkin ada yang menculiknya di sekolah kan? tanya Irani pada dirinya sendiri dan sudah
Terakhir Diperbarui: 2026-09-21
Chapter: Bab 34Niat hati ingin menjatuhkan Irani karena Tarina merasa dirinya memiliki kesempatan untuk menuduh Irani tapi ternyata malah masih belum berhasil juga.Padahal Irani sudah tidak peduli lagi dengan Tarina dan mantan suaminya itu, ia sampai heran kenapa Tarina tidak pernah mau lepas untuk terus mengusik hidupnya dan mencari gara gara dengannya? Ternyata setelah mendapatkan Mas Aditya pun Tarina masih belum puas juga."Maaf Pak, hari ini saya mau mengajukan resign," jelas Irani pada Aryan, atasannya yang akhir akhir ini membuatnya pusing juga karena Irani ternyata malah harus melakukan double job atas perintah Aditya. Perempuan itu memberikan surat resign padanya setelah mempertimbangkan semuanya.Laki laki itu tentu saja tidak terima dan menolaknya. "Tidak bisa, pengajuan yang kamu inginkan saya tolak," jawab Aryan dengan mudahnya."Tapi pak, saya sudah tidak bisa bekerja lagi di sini, saya mau resign!" Sama seperti Aryan yang tidak terima, Irani juga sama. Aryan menatap Irani yang sudah
Terakhir Diperbarui: 2026-09-20
Chapter: Bab 52Hari ini Tia dan Zafar menghadiri pernikahan saudara tirinya. Perempuan itu menggunakan gaun berwarna pink berpadukan warna biru muda yang sangat cantik.Tia tau bahwa ayahnya tidak akan mau bicara padanya atau sekedar menatapnya. Di tengah tengah pesta, Tia masih merasa tidak rela jika Fazwan menikah dengan perempuan lain. Tapi Tia tetap berusaha untuk mengikhlaskan semuanya. Saat ia sedang memperhatikan prosesi pernikahan saudara tirinya dengan mantan kekasihnya itu tiba tiba seseorang menepuk bahunya dari belakang.Tia lalu menoleh dan melihat perempuan cantik setengah tua sedang menatap wajahnya tanpa mengucapkan sepatah katapun. "Maaf, bibi kau–"Tia tidak meneruskan kata katanya. Perempuan di depannya ini menatapnya haru, Tia tidak mengerti ada apa dengannya?"Tia," ujar perempuan itu sekarang matanya sudah berlinang cairan bening, yah penuh dengan air mata yang membuat Tia semakin tidak mengerti. Perempuan itu lalu memeluk Tia dan menangis. Sedangkan Tia terdiam membeku di
Terakhir Diperbarui: 2026-05-12
Chapter: Bab 51“DIAM.”Fazwan yang lebih percaya pada Izora pun ingin menampar Tia. Laki-laki itu sudah mengangkat tangannya dan Tia sangat terkejut.“Kau ingin menamparku Fazwan?” tanya Tia.Laki-laki itu mengurungkan niatnya dan tidak jadi menampar Tia. Dia berusaha untuk mengendalikan emosinya.“Tampar saja aku Fazwan, kau juga memiliki kesempatan untuk menjadi seperti Izora dan ibunya, sekarang kau lebih mempercayainya kan? Kalau begitu lakukanlah hal yang sama seperti mereka agar kau puas. TAMPAR AKU DAN SAKITI AKU!” suruh Tia.Perempuan itu tidak ingin mennagis di depan Izora dan Fazwan, dia buru-buru menghapus air matanya dengan kasar saat air mata itu hendak jatuh.“Sakit sekali Fazwan, dia menamparku dengan sangat kencang. Aku tidak tahu kenapa dia setega itu padaku.” Lagi lagi Izora mencari perhatian lebih pada Fazwan dan ingin memanas manasi Tia.“Kau baik-baik saja Izora? Harusnya kau tidak pergi ke sini. Ayo kita pergi ke tempat lain saja, aku akan mengobatimu.”Mendengar itu hati Tia b
Terakhir Diperbarui: 2026-05-05
Chapter: Bab 50“Jangan khawatir Tia, aku bahkan sudah menemukannya.”Zafar tidak pernah merasa sakit hati atas apa yang Tia katakan padanya. Walaupun Tia mengatakan dirinya tidak mencintainya dan menyuruhnya untuk berhenti mencintai wanita itu, Zafar tidak peduli.“Tidak ada yang kau dapatkan dari mencintaiku Zafar, kau mencintai orang yang sama sekali tidak memiliki cinta untukmu. Orang yang kau cintai hanya memiliki rasa sakit, kalau kau meneruskannya maka kau juga akan mendapatkan rasa sakit itu,” jelas Tia sambil menatap Zafar meyakinkan laki-laki di hadapannya ini.Zafar hanya tersenyum pada Tia.“Kenapa tidak Tia? Kalau aku bisa mengambil semua rasa sakitmu, aku akan sangat bahagia karena itu.”“Aku tidak memiliki cinta atau apapun itu Zafar, aku sudah membuang jauh-jauh rasa cinta yang aku miliki dan saat ini, aku hanya memiliki satu tujuan hidup yaitu bertemu dengan ibuku.”Setelah Tia menegaskan itu pada Zafar dia pun pergi meninggalkan kamarnya dan bersiap-siap untuk menyiapkan sarapan.Me
Terakhir Diperbarui: 2026-05-04
Chapter: Bab 49“Aaaaaaa.” Tia berteriak dan membalikkan badannya dari Zafar.“Ada apa Tia? Apa yang kau lihat? Apa ada kecoa di kamar ini?” tanya Zafar tidak mengerti dan khawatir dengan teriakan Tia.Sedangkan wanita itu baru menyadari bahwa dirinya berteriak dan takut jika ayah mertuanya sampai mendengarnya. Tia berharap Kamal tidak mendengar teriakannya.“Ada apa Tia?” “Emm Zafar, kau ... kenapa kau tidak membenarkan kancing bajumu? Maksudku kenapa kau tidak merapikan bajumu di kamar mandi saja?” tanya Tia dan tentu saja itu membuat Zafar terheran.Jadi hanya karena hal itu, Tia hingga berteriak terkejut melihatnya yang baru akan membenarkan kancing bajunya. Zafar baru selesai mandi dan mengenakan bajunya di kamar, dia tidak tahu jika Tia akan masuk.Laki-laki itu hanya diam dan membenarkan kancing bajunya yang belum selesai ia benarkan.“Sudah Tia, jangan berteriak lagi.”“Aku tidak akan berteriak jika kau memakai bajumu dengan benar,” omel perempuan itu dengan kesal.Tia masih belum membalikka
Terakhir Diperbarui: 2026-05-03
Chapter: Bab 48“Ibu cepatlah pulang, kenapa kau lama sekali di rumah bibi? Aku tidak bisa mengurus rumah sendiri tanpamu,” ujar Zanira saat pagi hari menghubungi ibunya yang belum pulang. Tia yang hendak ke dapur untuk membuat teh pun mendengarnya.“Iya iya, aku sudah melakukannya, ayah baik-baik saja jangan khawatir bu.”Setelah menghubungi Jahama, Zanira pun bergegas untuk membuat teh dan menyiapkan sarapan.Tia yang melihat adik iparnya hendak melakukan itu pun mencegahnya dan ingin supaya dirinya saja yang membuatnya.“Biar aku saja, kau harus pergi ke kampus kan?” tanya perempuan itu.“Hmm mm.” Zanira masih terlihat dingin dengan Tia setelah kejadian itu.“Emmm, tidak apa-apa biar aku saja yang membuatnya Zanira.”“Satu sendok gula untuk ayah mertua dan setengah sendok teh untuk Zafar?” tanya Tia lagi saat Zanira hendak pergi meninggalkannya.“Iya.”“Dan ... untukmu?” tanya Tia dengan sedikit ragu ingin membuat teh juga untuk Zanira.“Kau tidak perlu melayaniku, aku tidak minum teh di pagi har
Terakhir Diperbarui: 2026-05-02
Chapter: Bab 47Tia membulatkan matanya, jantungnya berdetak kencang karena ketakutan yang wanita itu rasakan saat ini."Tia, apa yang kau lakukan di sini?" Suara yang terdengar tidak asing bagi Tia, dia pun menoleh pada suara dan Zafar lah yang berada di depannya."Zafar, laki-laki itu ... dia mengejarku, aku ... Aku tidak tahu darimana dia datang, tapi memaksaku untuk ikut dengannya, aku ... Aku mencoba melarikan diri darinya dan bersembunyi di sini."Tua menjelaskan semuanya pada Zafar masih dalam keadaan ketakutan. Dia takut orang jahat itu masih berada di sekitar sini dan akan menemukan dirinya. Zafar tidak mengerti apa yang Tia katakan, tapi dia merasa khawatir saat melihat Tia ketakutan seperti ini.Zafar mengajak Tia duduk di sebuah kursi dibawah pohon. "Ada apa Tia? Siapa laki-laki yang kau maksud? Apa dia melukaimu?" tanyanya."Aku tidak tahu Zafar, tapi dia menarik tanganku dan memaksaku untuk ikut dengannya.""Tenang Tua, kau bersamaku, dia tidak akan melukaimu."Zafar mencoba untuk m
Terakhir Diperbarui: 2026-05-01
Chapter: Jangan Sampai TahuGia dan Arka bersusah payah mencari jalan di hutan yang bahkan mereka tidak pernah menyangka akan berada di tempat ini. Entah sudah berapa pengalaman yang mereka berdua lalui selama bersama dalam hubungan yang pura pura ini.Mereka berdua sudah hampir menyerah sebelum akhirnya menemukan jalan utama dan meminta bantuan pada orang sampai akhirnya mereka bisa kembali pulang.Gia merasa seperti dejavu, perjalanannya dengan Arka kali ini seperti pernah ia rasakan sebelumnya. Namun bedanya ia merasa aman dan nyaman dengan laki laki itu walau sempat ketakutan. "Masih sakit ga?" tanya Gia pada laki laki itu setelah sampai di rumah. Ia memperhatikan kaki Arka dengan khawatir. "Ini ga bisa kalau dibiarin gini nanti malah tambah parah, kita ke dokter aja ya," suruhnya sambil memasang penuh iba pada Arka yang terlihat santai santai saja.Laki laki itu tersenyum senang merasa diperhatikan oleh Gia. "Kamu, udah kaya istri beneran aja panik kaya gitu liat aku sakit?" tanyanya dengan tengil.Gia mel
Terakhir Diperbarui: 2026-09-19
Chapter: Arka TerlukaCahaya matahari perlahan menyusup di antara rimbunnya pepohonan. Sinar keemasan terlihat jatuh di atas dedaunan yang masih basah oleh embun. Pagi ini Gia dan Arka mulai melanjutkan perjalanannya untuk bisa segera keluar dari hutan ini dan kembali ke rumah.Mereka berjalan beriringan berdua dengan hati hati, namun yang namanya sebuah musibah tidak ada yang tau kapan ia datang. Saat Arka hendak mencari jalan turun, justru laki laki itu malah terpeleset karena jalan yang agak licin. Gia langsung terkejut dan berteriak "Arkaaa."Laki laki itu terperosok ke bawah rerimbunan rumput, dan Gia pun buru buru menolongnya. Jantung perempuan itu berdegup lebih cepat khawatir pada Arka.Perempuan itu bersusah payah turun ke tempat laki laki itu berada dan mendapati Arka perlahan berdiri dengan wajah kesakitan. Arka lalu membungkuk memegangi salah satu kakinya. "Aduh,” keluhnya pelan.Tubuh Arka sedikit kehilangan keseimbangan sehingga Gia reflek memegang lengannya agar laki-laki itu tidak jatuh.
Terakhir Diperbarui: 2026-09-18
Chapter: Curiga"Lo Bu, wis nikah kok kamare pisah?" (Loh bu, sudah nikah kok kamarnya pisah?) tanya Bu Pon yang pagi pagi sudah berada di rumah yang ditempati Arka dan Gia.Bu Minem dan Bu Pon pagi ini berniat menghampiri Gia untuk mengajaknya bantu bantu di rumah tetangga yang mengadakan hajatan untuk besok. Namun ternyata tidak ada orang di rumah itu dan Bu Minem mencoba lewat pintu belakang yang tidak dikunci.Akhirnya mereka berdua bisa masuk ke rumah yang ditempati Gia dan Arka. Meskipun sempat ragu, namun Bu Pon khawatir tentang Gia dan Arka yang tidak berada di rumah sejak kemarin hingga mereka terpaksa masuk."Nem, awakdewe ora salah to mlebu omahe wong koyo ngene?" (Nem, kita ga salah kan masuk ke rumah orang kaya gini?) tanya Bu Pon yang berada di belakang Bu Minem sambil mencari cari Gia dan Arka di rumah itu."Ya salah sih, rumah ini memang rumah anakku, tapi statusnya masih disewa oleh mereka, jadi ya kita ini masuk rumah orang tanpa izin," jelas Bu Minem yang ikut duduk di sofa bersama
Terakhir Diperbarui: 2026-09-17
Chapter: Dinginnya MalamGia memperhatikan rambut Arka yang sedikit berantakan. Ia melihat ada goresan kecil di dahinya, kemeja laki laki itu juga kotor akibat menerobos semak-semak tadi, tetapi ia masih sempat memperhatikan luka di kaki Gia seolah tidak ada hal lain yang lebih penting."Arka," panggil perempuan itu pelan."Hm?" Laki laki itu menatap Gia, seolah sigap jika perempuan itu meminta tolong atau mengeluh sakit padanya. Namun Gia hanya menunjuk dahi Arka dengan wajah cemas."Itu, dahi kamu sendiri terluka," jelasnya karena laki laki itu tidak mengerti.Arka tersenyum kecil mendengarnya, bahkan dirinya sendiri tidak merasakan ada luka yang Gia lihat. "Nggak apa-apa, ini ga terasa buat aku," jawabnya santai."Ya tapi itu di dahi kamu ada darah loh," Gia tetap panik dan merasa kasihan pada Arka. Untuk pertama kalinya, hati wanita itu tidak tega melihat Arka terluka, meskipun hanya luka kecil."Gapapa, anggap aja ini tuh cuma bonus dari jalan-jalan ke hutan ini," kata Arka mencoba membuat Gia tenang dan
Terakhir Diperbarui: 2026-09-16
Chapter: Kalau Sakit Bilang"Bu Minem, pie iki keponakanmu kok moro moro ilang? Wong ga ono ning omahe ngene lo Bu," (Bu Minem, gimana ini keponakanmu kok tiba tiba ilang? Orang ga ga di rumahnya gini kok) tutur Bu Pon, saat mereka berdua hendak mengundang Gia dan Arka untuk ikut acara rapat karang taruna desa. Sudah berkali-kali Bu Minem dan Bu Pon mengetuk pintu rumah mereka namun tidak ada orang yang menjawabnya. Bahkan lampu rumah mereka juga tidak menyala, padahal hari sudah malam."Moso iyo wis bali ning kota eh Bu?" La jare isih teko bulan ngarep to?" (Masa iya udah pulang ke kota sih Bu? Katanya masih sampai bulan depan to?) tanya Bu Pon lagi sangat penasaran dimana Arka dan Gia pergi. Ia pun mencoba mengedarkan pandangannya ke sekitar rumah itu namun tidak ada tanda tanda apapun.Bu Pon meminta Bu Minem untuk membuka pintu rumah mereka jika memiliki kunci duplikat. Namun ternyata ia tidak punya, jadi mereka mengurungkan diri untuk masuk ke rumah Gia dan Arka. "Ya wis lah Bu, mungkin mereka lagi keluar
Terakhir Diperbarui: 2026-09-15
Chapter: Bikin Warga Baru"Your hero is here your hero is here, apa sih? Masalahnya sekarang bukan hanya ktp aku yang hilang, kita juga ikut ikutan hilang ke hutan belantara gini Arkaa," keluh Gia sudah tidak tau lagi bagaimana nasibnya sekarang ini.Sementara Arka tidak seperti wanita itu, dia lebih tenang dan membuat Gia tenang dengan terus mengajaknya bercanda."Udah udah jangan panik, yang penting tuh sekarang kita udah bebas dari penjahat itu. Yang penting sekarang kamu udah sama aku. Masalah ktp itu bisa diurus nanti Gia. Yang penting kamu selamat," ceramah Arka panjang lebar sambil memikirkan jalan keluarnya."Yang penting yang penting, yang penting tuh ktp aku harus ketemu," omel Gia kesal karena perkataan Arka.Mereka terus berjalan mencari jalan untuk bisa keluar dari hutan ini. Gia sudah sangat kelelahan namun masih berusaha kuat."Gimana rekomended ga bonusnya?" tanya Arka mencoba membuat suasana tetap terasa ringan meskipun ia juga tidak tahu apakah bisa segera keluar dari hutan ini atau tidak."B
Terakhir Diperbarui: 2026-09-14