Share

Bab 14

Suara bel terdengar kembali tak lama kemudian setelah ia menutup pintu untuk Yudha yang berangkat bekerja. Sekarang, entah tamu siapa lagi yang datang di pagi seperti ini.

Maura meletakkan piring kotor di wastafel terlebih dahulu. Kemudian baru bergegas melangkah ke arah pintu untuk membuka pintu. Senyum yang di ulas untuk menyambut sang tamu luntur seketika ketika pintu terbuka.

Hatinya kembali gundah melihat tamunya yang bertandang di pagi ini.

"Selamat pagi, Maura," ucap sang mertua yang nampak manis itu. Namun di balik sikapnya yang manis, wanita itu mengandung racun yang mematikan. Dia sadar jika mertuanya saat ini mempunyai tujuan tertentu. Namun Maura belum tau pasti itu apa.

"Selamat pagi juga, Bu." Maura berusaha ramah pada ibu mertuanya. Kemudian meraih tangan Monika dan mengecup punggung tangannya.

"Mari. Silahkan masuk, Bu." Maura kemudian membuka pintunya dengan lebar. Agar sang mertua bisa leluasa masuk ke dalam rumahnya.

Ia baru tersadar ji
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status