๋ก๊ทธ์ธMasa lalu apa yang Siska takutkan?
๐ต๏ธ๐ต๏ธ๐ต๏ธ Tasya pun pasrah dengan apa yang Kenzo lakukan. Dia juga sadar bahwa sudah sepantasnya dirinya sebagai istri memenuhi hak suami. Tasya bangga melakukan kewajibannya, tidak ada beban atau rasa bersalah sama sekali. Sekarang Tasya menyadari bahwa Kenzo suaminya seorang. Dia tidak perlu merasakan sesak seperti dulu karena harus berbagi suami dengan wanita lain. โSayang, kamu masih ingat, nggak, waktu awal kita menikah?โ Kenzo bertanya setelah selesai memadu kasih dengan sang istri. โKenapa, Mas?โ โKamu nggak ikhlas melayani suamimu, bahkan kamu nangis.โ โDulu dan sekarang itu beda, Mas.โ โAku tahu, Sayang. Kamu pasti merasa tertekan karena harus menyerahkan segalanya kepada laki-laki yang tidak kamu cintai saat itu. Kamu pasti tidak menikmatinya seperti malam ini.โ โApaan, sih, Mas.โ Tasya merasa malu mendengar penuturan Kenzo, dia pun menutup wajahnya menggunakan telapak tangan. โKenapa, Sayang?โ Kenzo meraih tangan Tasya dari wajahnya. โNggak usah ungkit masa lalu l
๐ต๏ธ๐ต๏ธ๐ต๏ธ Hari ini, Kevin memasuki usia empat bulan. Kenzo dan Tasya sudah kembali ke istana cinta mereka. Sementara Siska telah dijemput laki-laki yang setia mencintai dirinya kurang lebih empat bulan yang lalu. Siska telah mengikat hubungan dengan cinta pertamanya tersebut dalam pernikahan. Walaupun awalnya Siska sangat kesal dan tidak terima dengan cinta Kenzo kepada Tasya, tetapi dia sadar kalau sang mantan suami tidak mungkin menghapus perasaannya terhadap sahabatnya itu. Hanya Tasya yang mampu memberikan kebahagiaan untuk Kenzo. Tasya merasa beruntung memiliki suami seperti Kenzo. Walaupun awalnya dia berpikir bahwa dirinya telah merusak kehidupan Siska, tetapi seiring berjalannya waktu dan penjelasan yang diberikan Kenzo dan Siska, dia pun mengerti. โAnak Papa udah mandi, belum?โ Setelah pulang kantor, Kenzo menghampiri Tasya dan Kevin yang sedang duduk di taman belakang rumah mereka. โUdah, dong, Pah.โ Tasya memberikan jawaban mewakili Kevin yang masih balita. Kenzo menci
๐ต๏ธ๐ต๏ธ๐ต๏ธ Kenzo sama sekali tidak terkejut mendengar permintaan Siska. Dia menghampiri wanita itu sambil tersenyum. Kenzo merasa bahagia karena dirinya telanjur kecewa dengan kebohongan besar yang Siska sembunyikan selama ini. Kenzo sudah lama menginginkan perpisahan dengan Siska, tetapi wanita itu selalu memohon agar tetap mempertahankan dirinya. Namun, apa yang terjadi? Saat Kenzo berusaha untuk tetap menganggapnya sebagai istri, justru pengkhianatan yang dilakukan di belakangnya. Siska saling berkirim pesan mesra dengan laki-laki lain. Kenzo yang mengetahui hal itu merasa makin yakin untuk berpisah dengan sang istri. Ditambah lagi dengan kebohongan menyeramkan yang baru dia ketahui. Kenzo juga tidak terima dengan apa yang telah Siska lakukan terhadap Tasya. โCerai? Kenapa baru sekarang kamu minta pisah? Bukankah dari dulu, aku menginginkan hal itu, tapi kamu selalu menolak? Apa karena sekarang kamu sudah menemukan pujaan hatimu?โ Kenzo dengan santai mengatakan sesuatu yang sanga
๐ต๏ธ๐ต๏ธ๐ต๏ธ Pagi ini, Kenzo tampak bahagia. Dia sangat bersyukur karena akhirnya Tasya bersedia menerimanya kembali. Kenzo tidak menyadari kalau sang ibu memperhatikan tingkahnya yang saat ini sedang sarapan di meja makan. โSepertinya lagi bahagia banget, Ken.โ Bu Marisa pun ingin tahu apa yang membuat wajah putranya berseri-seri. โIni berkat wanita yang melahirkan anakku, Mih.โ Kenzo pun memberikan balasan kepada ibunya. โMami sudah menebak. Tasya itu memang istri idaman. Dia tidak hanya cantik di luar, tapi dalamnya lebih luar biasa.โ โIya, Mih. Aku sangat bersyukur memilikinya.โ โSemoga hubungan kalian tetap langgeng selamanya. Mami juga sayang sama dia. Dia sudah melahirkan penerus keluarga kita.โ โIya, Mih. Akhirnya kita sekarang dapat menimang cucu.โ Pak Rio turut membuka suara. Keluarga bahagia tersebut menikmati sarapan dengan perasaan senang. Mereka selalu bersyukur bahwa apa yang diharapkan selama ini telah terwujud. Tasya telah memenuhi keingin terbesar keluarga Kenzo,
๐ต๏ธ๐ต๏ธ๐ต๏ธ โKamu nggak pulang, Mas?โ Tasya melihat suaminya masih berbaring. Sementara di luar sudah makin gelap, hampir tengah malam. โKamu mau ngusir aku, Sayang?โ โKok, kamu ngomongnya gitu, Mas?โ โJadi, aku harus ngomong apa? Bukannya kamu tidak ingin dekat denganku?โ โItu nggak benar, Mas.โ โTapi itu kenyataan.โ โKamu benar-benar nggak bisa memahami posisiku, Mas.โ โAku sakit di-PHP-in, Sayang.โ Kenzo meraih tangan Tasya lalu meminta wanita itu berbaring disampingnya. โKamu mau ngapain, Mas?โ Tasya curiga dengan tatapan sendu Kenzo. โApa aku tidak memiliki hak berada di samping istriku?โ Kenzo mengusap pipi Tasya. Tasya tidak kuasa menolak suaminya. Dia ingin mengatakan bahwa dirinya sangat bahagia berada di dekat Kenzo, tetapi dia tidak dapat mengeluarkan kalimat itu. Tasya tetap masih ingat dengan perasaan Siska. ๐ต๏ธ๐ต๏ธ๐ต๏ธ Siska tidak merasa heran walaupun suaminya tidak pulang. Dia sangat tahu kalau Kenzo pasti kecewa setelah membaca pesan dari Irfan di ponselnya.
๐ต๏ธ๐ต๏ธ๐ต๏ธ โAku mohon, Mas, mengertilah dengan posisiku. Aku harus melakukan ini.โ Kenzo mengusap pipi Tasya sambil menatapnya dengan sendu. โInikah cinta yang kamu ucapkan dalam suratmu. Cinta apa ini, Sayang? Cinta itu tidak akan sesakit ini.โ Kenzo menempelkan tangan kanan Tasya ke dadanya. โHanya pengertian yang aku butuhkan dari kamu, Mas. Cinta itu harus saling mengerti dan memahami.โ Tasya tetap berusaha meyakinkan suaminya. โTapi kenyataannya sekarang, kamu tidak mengerti dengan perasaanku.โ Tasya terdiam mendengar apa yang Kenzo katakan. Tasya juga sangat sedih karena meminta sang suami menjauh dari dirinya dan putra mereka. Dia terpaksa melakukan itu untuk menjaga perasaan Siska. Lagi pun, Tasya sudah berjanji kepada sahabatnya untuk meninggalkan Kenzo. ๐ต๏ธ๐ต๏ธ๐ต๏ธ Siska tidak merasa sedih walaupun Kenzo pergi dari rumah, tetapi dia sedikit heran dengan sikap suaminya tersebut, padahal sebelumnya, laki-laki itu selalu menghabiskan waktu di istana cinta mereka, bukan di ru
โNggak tahu. Cepetan sana, aku mau tidur.โ Tasya mendorong pelan tubuh suaminya.โ โTapi kamu juga harus sarapan, Sayang.โ โNanti aja, aku masih ngantuk.โ Tasya menutup tubuhnya dengan selimut. Kenzo menyibakkan kain tebal yang menutupi tubuh Tasya. Laki-laki itu mendaratkan ciuman di kening, lalu t
๐ต๏ธ๐ต๏ธ๐ต๏ธ Hati Tasya sangat perih, seakan-akan disayat sembilu yang sangat tajam. โTega banget kamu, Sis, nuduh aku seperti itu.โ โTapi itu kenyataan.โ โTerserah kamu menuduhku seperti apa. Aku udah nggak peduli.โ Tasya pun berdiri lalu meninggalkan Siska. Dia memasuki kamar. Tasya menghempaskan tu
๐ต๏ธ๐ต๏ธ๐ต๏ธ Kenzo mencoba mengetuk pintu kamar Tasya. Dia berharap agar istri keduanya tersebut bersedia menerima keberadaannya. Kenzo ingin memeluk Tasya karena membayangkan seperti apa perasaan wanita itu kalau mengetahui apa yang Siska katakan tentang dirinya. โSayang, buka pintunya, dong.โ Kenzo m
๐ต๏ธ๐ต๏ธ๐ต๏ธ Hari ini, usia kehamilan Tasya memasuki empat bulan. Perhatian yang Kenzo tunjukkan makin membuat wanita itu merasa bersalah. Tasya tidak sanggup membayangkan apa yang akan Kenzo pikirkan kalau dirinya akan pergi setelah melahirkan anak mereka. Tasya saat ini merasakan sesuatu yang berbe







