Share

Pulang

Author: Rcancer
last update publish date: 2026-03-10 02:17:16

"Cairan aneh?" Tanya Oji lagi.

Dari raut wajahnya, anak itu terlihat semakin penasaran dengan info terbaru dari kasus yang lagi ramai di kampung Pamannya.

Sang Paman mengangguk. "Cairan aneh dalam botol," jawab sang paman santai, namun sukses membuat Oji terperangah.

"Cairan aneh dalam botol? Jangan-jangan..." gumam Oji lirih.

Seketika itu juga, anak muda tersebut, langsung teringat dengan botol parfum yang kini berada di dalam kamarnya.

"Jangan-jangan apa?" Mendengar pertanyaan dari sang Pam
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ramuan Pemikat Hasrat   Ketika Pulang

    "Ikut aku sekarang!""Kemana?" "Pokoknya ikut!""Maaf, aku nggak bisa."Wanita yang bertamu ke rumah Oji sontak menatap anak muda itu dengan tatapan tajam. Oji sendiri, berusaha menanggapi wanita itu dengan santai. Bahkan anak muda yang saat tengah bertelanjang dada, memilih duduk pada kursi kayu, yang ada di depan teras rumahnya."Kita nggak sedekat itu, Mbak. Jadi kalau mau ada yang dibicarakan, bicara di sini saja," ucap Oji tegas."Kamu berani melawan?" Wanita yang biasa dipanggil Karin terlihat geram."Loh, siapa yang melawan?" Oji lantas menaruh kedua telapak tangannya di belakang kepala.Apa yang dilakukan Oji sontak mengalihkan pandangan serta fokus tamunya. Mata Karin terpaku pada area ketiak anak muda itu untuk kedua kalinya."Kalau ada masalah, ngomong aja langsung, apa masalahnya?" Ucap Oji lagi. Anak muda itu belum menyadari kalau ketiak yang dia pamerkan tanpa sengaja, telah membuat resah wanita yang menjadi tamunya.Karin tidak langsung menjawab dan dia masih saja te

  • Ramuan Pemikat Hasrat   Masalah Lagi

    "Arinda? Siapa Arinda?" Mira langsung melempar pertanyaan begitu Oji selesai melakukan panggilan telfon dari Neneknya. "Apa yang terjadi? Apa ada masalah?""Arinda tuh cewek yang kemarin ngobrol sama aku di depan kios bakso," jawab Oji. "Aku mau cuci tangan dulu, Mbak."Mira melepaskan pelukannya dan membiarkan Oji melangkah menuju tempat cuci piring. Wanita itu lantas merapikan sisa makanan menjadi dua bagian antara sampah dan yang masih bisa dimakan seperti sate.Setelah cuci tangan, Oji kembali ke ruang tamu dan duduk di sofa dengan perasaan yang cukup kacau akibat kabar tak enak dari rumahnya."Eh, aku baru sadar, ternyata kamu nggak merokok ya?" Ucap Mira sambil berpindah duduk di sisi Oji.Sebenarnya sih ngerokok, Mbak," jawab Oji. "Cuma kalau lagi benar-benar pengin banget. Nggak terlalu ketergantungan."Mira sontak tersenyum. "Bagus, biar jadi cowok sehat." Wanita itu kembali memainkan isi kolor Oji. "Barusan ada masalah apa di rumah? Kok bisa, keluarga Arinda mencari kamu?""

  • Ramuan Pemikat Hasrat   Melepas Lelah

    "Sepertinya, Arinda sangat marah?" Gumam Oji yang kini terduduk di bangku kayu depan kios bakso. "Tapi nggak apa-apalah, daripada nanti aku yang dapat masalah."Karena gerah, Oji melepas kaos yang dia kenakan dan mengibas kaos tersebut ke tubuhnya agar terasa segar."Mau hujan lagi apa yah?" Oji kembali bergumam sambil menatap langit yang sudah gelap. "Sepertinya iya, nggak ada bintang satu pun yang kelihatan."Lantas anak muda itu melempar pandangan ke arah lain. "Sepertinya Mbak Mira juga belum pulang. Rumahnya masi gelap."Oji lantas menghela nafas pelan-pelan. "Kayanya, malam ini aku libur berhubungan badan dulu, deh."Oji baru menyadari, sejak menemukan parfum misterius dan menggunakannya, hampir tiap malam, anak itu melakukan hubungan ranjang dengan beberapa wanita.Anak muda itu juga heran sendiri, kenapa isi celananya bisa kuat banget? Apa mungkin, ini ada hubungannya dengan parfum misterius itu?Bahkan setiap kali mencapai klimaks, Oji merasa mampu menyeburkan benih dalam jum

  • Ramuan Pemikat Hasrat   Kejutan Dari Arinda

    "Heh! Kamu mau ngapain!" Oji langsung bersuara keras kala matanya menangkap sosok wanita yang tadi ngobrol dengannya, berjalan cepat dan masuk ke dalam kios bakso.Oji segera bangkit dan menyusul wanita yang akhir-akhir ini sikapnya sangat aneh. "Kamu mau ngapain sih?" Sungut anak muda itu begitu dekat dengan Arinda."Pengin lihat-lihat doang," jawab Arinda dengan sikap santai tapi berhasil membuat Oji kesal. "Tempatnya enak ya, Ji, nyaman."Oji hanya mendengus. Dari raut wajahnya saja, sudah cukup membuktikan kalau anak muda itu ingin memaksa Arinda keluar."Kalau kamu nginap di sini, berarti kamu tidurnya dimana, Ji?" tanya wanita dengan rambut ikal dan panjang hampir sebahu. "Di lantai atas apa?""Emangnya kenapa?" Oji malah melempar pertanyaan dengan sikap tak suka."Tanya doang, Ji, ya elah, galak amat," balas Arinda malah meledek. "Kamu di sini sendirian? Emang kamu berani?" Oji kembali mendengus dan dia memilih duduk pada salah satu kursi tanpa ada niat menjawab pertanyaan yan

  • Ramuan Pemikat Hasrat   Di Depan Kios Bakso

    Rasa penasaran Oji semakin besar. Apa lagi setelah dia mendengar ucapan lawan bicaranya tentang keistimewaan isi kotak kayu, membuat anak muda itu, ingin mengetahui informasi lebih banyak lagi."Ji! Oji!" Sang Paman tiba-tiba memanggil dan mau tidak mau obrolan itu harus berakhir. "Iya, Paman!" Seru Oji sambil bergegas menghampiri Pamannya.Sedangkan pria berkaos hitam hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum, memandang kepergian Oji. Tak lama setelahnya, dia juga keluar menghampir rekannya yang tengah bermain ponsel.Oji kembali menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab. Hingga menjelang pukul enam sore, stok bakso benar-benar habis.Oji dan Paman Rafid nampak sangat senang. Mereka segera menutup kios bakso, agar tak ada pengunjung yang datang."Kamu mau nginep lagi apa?" tanya sang Paman sambil beres-beres tempat dagangannya."Nggak tahu, Paman, bingung," balas Oji. "Tapi aku sudah bawa ganti baju sih.""Ya udah nginep di sini lagi aja," balas sang Paman. "Di rumah la

  • Ramuan Pemikat Hasrat   Tentang Parfum Itu

    Disaat Oji sedang merapikan meja, anak itu mendengar suara seseorang memanggil. Ketika anak muda itu menoleh, matanya menangkap dua pria dewasa menatap dirinya dan salah satu dari mereka, meminta Oji untuk mendekat."Iya, Mas, ada yang bisa saya bantu?" Tanya Oji setelah yakin kalau pria itu memanggil dirinya dan dia langsung mendekat.Pria yang saat ini mengenakan kaos berwarna hitam tidak langsung menjawabnya. Namun, pria itu merogoh tas yang dibawanya lalu mengeluarka sesuatu dan menunjukkannya kepada Oji.Seketika Oji terperanjat, barang yang ditunjukan pria berkaos hitam, adalah sebuah kotak kayu yang bentuk dan warna serta motifnya, sama persis dengan yang Oji temukan."Kamu pernah lihat benda seperti ini nggak?" Tanya pria berkaos hitam.Oji tidak langsung menjawab. Dia justru terdiam dengan memperhatikan kotak kayu itu serta dua pria yang menunggu jawaban darinya."Enggak, Mas," tak lama kemudian Oji pun terpaksa berbohong meski rasa penasaran turut menguat dalam benaknya."Oh

  • Ramuan Pemikat Hasrat   Jadi Pendusta

    Oji pulang dengan perasaan bahagia. Sampai detik ini, dia masih takjub dan hampir tak percaya dengan perubahan jalan hidup yang dia alami dua hari terakhir ini.Di dalam kamarnya, Oji kembali mengenang setiap kejadian yang dia lalui. Terutama kebersamaannya dengan tiga wanita yang membuat dirinya m

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Ramuan Pemikat Hasrat   Pemaksaan

    Oji saat ini tengah duduk santai sambil beristirahat melepas lelah sambil memperhatikan orang-orang yang ada di lapangan.Namun, secara tiba-tiba, dia terperanjat kala anak muda itu merasakan sesuatu pada pinggangnya.Dengan cepat Oji menunduk. Mata anak itu langsung melebar kala menyaksikan dua ta

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Ramuan Pemikat Hasrat   Barang Yang Sama

    "Loh, itu kan..." Oji tercenung beberapa saat kala matanya tak sengaja menangkap sesuatu yang tergeletak di atas meja.Rasa penasaran seketika menyeruak dalam benaknya dan Oji sempat memperhatikan dua pria yang memesan bakso di sana.Ingin rasanya Oji bertanya. Namun, entah kenapa dia merasa berat

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Ramuan Pemikat Hasrat   Wah.... Dapat Bonus

    Langkah Oji seketika terhenti kala matanya menangkap sosok yang dia kenal, sedang bercanda bersama teman-teman barunya.Ada rasa iri dan kesal kala Oji melihat kebersamaan mantan sahabatnya yang nampak bahagia, berteman dengan orang-orang yang membenci Oji. Namun, dia segera menyadari kekuranganny

    last updateLast Updated : 2026-03-17
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status