Share

Chapter 5.

Author: Alana Karin
last update publish date: 2024-03-22 16:32:57

"Tidak usah!" Tapi Gerardo menolak, dia sudah tidak memedulikannya, "karena jika aku pergi maka mereka akan puas dan berpikir jika aku cemburu," ucap Gerardo.

 "Kau benar!" Marcel ikut menyetujui perkataan Gerardo.

 "Baiklah." Hector pun mengangguk. Dia tahu pentingnya menjaga harga diri bosnya di hadapan sang mantan istri.

 "Aku sungguh tidak menyangka jika wanita itu akan berkhianat dengan Vincent sahabat mu sendiri," ucap Marcel. Sudah bukan rahasia lagi pengkhianatan yang di alami Gerardo, di kalangan pebisnis keluarga Gerardo dan keluarga Sarah adalah dua keluarga yang sangat tersohor.

 Gerardo juga tidak tahu bagaimana bisa sahabat yang dia percayai itu akan mengkhianatinya seperti ini.

 Padahal satu tahun yang lalu ketika dia memeriksakan diri -Vincent adalah salah satu temannya yang menemaninya di rumah sakit.

 Tapi tidak ia sangka Vincent akan berkhianat seperti ini.

 Saat ini hubungannya dengan Vincent sangat dingin sejak satu tahun terakhir. Tapi dia masih belum melakukan apapun, ini karena Vincent sudah mengetahui rahasianya jika ia mandul. Karena jika ia mengusik Vincent dan Vincent murka lalu menyebar berita itu-maka karir Gerardo bisa goyah.

 Sekarang ia hanya membuat rencana pembalasan itu diam-diam. Ia ingin membalas perbuatan Vincent tanpa di curigai.

 "Keluarga wanita itu sangat problematik, jika Vincent bangkrut aku percaya jika orang tuanya akan menyuruh menceraikan Vincent, dan dia akan mencarikan suami baru lagi," Hector ikut menimpali.

 "Hahaha," Marcel tertawa sampai wajahnya menangadah ke langit.

 Di saat yang sama Sarah dan Vincent berjalan mendekat ke arah meja bar, dan berdiri di depan mereka.

 Keduanya tak mendengar jelas apa yang sedang Gerardo perbincangkan, tapi ketika mendengar tawa yang renyah dari rombongan Gerardo, mereka mulai merasa jika keduanya sedang menjadi bahan obrolan.

 Sarah menunduk ketika melewati Gerardo. Sementara Vincent memesan dua minuman bersoda pada bartender, "antarkan ke meja itu!" ucap Vincent sambil menunjuk ke suatu bangku pada Bartender.

 Kemudian dia merangkul pinggang ramping Sarah dan melewati Gerardo tanpa berniat menyapa Gerardo menuju meja yang hanya berjarak dua baris saja dari meja Gerardo.

 "Em." Marcel kepikiran sesuatu. "Bagaimana jika aku pesankan wanita untuk menemanimu minum malam ini?" Marcel menawarkan sebuah ide.

 Gerardo berpikir sejenak, itu lumayan bagus, dia tahu temannya hanya sedang membantunya menghadapi situasi di hadapan mantan istrinya itu.

 Tapi, Gerardo tetap tak merasa puas, ia sudah melewati fase di mana ia bosan dengan kehidupannya, jadi rasanya dia sudah bosan bermain-main dengan perempuan bayaran.

 Tapi, untuk sekali ini saja ia tak berniat menolak. Akhirnya Gerardo mengangguk.

 "Baik, kau mau wanita yang seperti apa? Aku bisa menghubungi Madame Charlotte, dia pasti memiliki banyak koleksi wanita cantik dan seksi melebihi Sarah dan sudah terjamin kesehatannya," ujar Marcel.

 Gerardo langsung menatap Marcel dengan tajam, "Maksudmu kau ingin memesankanku wanita penghibur untuk menemaniku minum di depan Sarah?"

 Marcel tertegun mendengar nada tak suka Gerardo.

 Hector yang melihat Marcel tak paham itu langsung memberi penjelasan pada Marcel. "Ya, kau ini bagaimana? Jika Tuan Gerardo memesan wanita penghibur untuk menemaninya di depan Sarah. Lalu jika suatu saat Sarah tahu jika wanita ini hanya wanita malam, maka dia akan puas dan makin meremehkan Tuan Gerardo, karena dia berpikir Tuan Gerardo sedang cemburu dengannya, dan sedang membalasnya dengan memesan wanita penghibur."

 Gerardo meneguk minumannya, kemudian menatap Marcel dan bicara, "kau dengar? Apa yang dia katakan itu benar."

 Marcel terdiam canggung. "Baik, jadi kau mau yang virgin, yang belum pernah melayani pria manapun? Madame Charlotte juga pasti punya."

 Marcel tak menyerah untuk membantu Gerardo membalaskan dendamnya terhadap sang mantan istri.

 Tawaran yang di berikan Marcel terdengar begitu menarik, tadinya Gerardo hampir menyerah tapi setelah mendengar perkataan Marcel semangatnya mulai kembali.

 "Tunjukan jika ada! Tapi jika wanita itu ketahuan tidak seperti yang aku minta, kau akan ku bunuh!" ucapnya dengan ancaman juga tatapan yang dingin.

 Mendengar itu Marcel bergidik. "Kau tenang saja." Marcel menenangkannya. Dan segera meraih ponselnya kemudian menjauh dari ruangan itu, dan menghubungi seseorang.

 "Halo Madame Charlotte, aku sedang mencari wanita yang belum pernah melayani pria manapun untuk menemani teman ku minum. Temanku akan membayar mahal," ucap Marcel dalam sambungan itu.

 Madame Charlotte yang sudah mendengar permintaan itu mengerutkan keningnya.

 "Temanku butuh wanita yang belum pernah memiliki riwayat melayani pria lain, dengan kata lain dia adalah gadis virgin," imbuh Marcel menjelaskan lebih lanjut pada Madame Charlotte dengan suara tegas.

 "Mencari gadis perawan! Hahaha ... lelucon apa itu? Kau tahu kan, ini sangat tidak mudah, jadi aku mau ..."

 "Aku tahu, Madame tenang saja aku akan memberi DP nya."

 Madame Charlotte yang akan mengucapkan perkiraan harga itu segera di potong oleh Marcel.

 Wanita dengan lipstik merah tebal itu segera menyunggingkan senyum puasnya.

 Setelah itu Madame Charlotte mengirim nomor rekeningnya kepada Marcel. Dan Marcel menghubungi Hector sebagai asisten Gerardo untuk segera mengirim sejumlah nominal fantastis untuk wanita itu.

 Mata dengan lensa biru milik Madame Charlotte segera menajam melihat nominal yang sangat besar di ponselnya.

 "Kalau begitu tunggu sebentar, aku akan mencarikannya lebih dahulu." ucap wanita itu.

 "Ya."

 Tidak lama kemudian Marcel menutup panggilan itu setelah mendapat kesepakatan, dia pun kembali dan duduk di posisi semula. Sambil menunggu kabar darinya.

 "Bagaimana?" tanya Hector.

 "Sudah aku katakan pada Madame Charlotte, kita hanya tinggal menunggu saja," ucap Marcel pada Gerardo.

 Gerardo mengangguk dengan seringai yang terbentuk di bibirnya.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Ranjang Hangat Sang Mafia   Chapter 125

    Sejak hari itu peran baru yang Gerardo dapatkan sebagai seorang ayah memberi ia tanggung jawab baru. Saat ini bayi-bayi yang kecil itu telah tumbuh menjadi bayi yang menggemaskan, di sayangi semua orang, tubuhnya gemuk dan suara tangisnya menjadi pengiring rumah yang dulu sunyi. Sekarang nuansa rumah terasa lebih hidup. Nyonya Kalista, tuan Damian, tuan James semuanya menjadi kakek dan nenek siaga, bahkan Daniel juga menyayangi keponakannya itu. Shena kini tampak semakin matang sebagai seorang ibu. Setiap pagi ia akan bangun lebih awal untuk menyusui dan menenangkan kedua bayinya. Ada kelembutan baru dalam dirinya, semacam naluri keibuan yang muncul secara alami. Sementara Gerardo, yang dulunya tak pernah menyentuh dunia anak-anak, kini menjadi ayah yang teramat melindungi. Ia belajar mengganti popok, menggendong bayinya dengan posisi benar, hingga mengenali perbedaan tangis lapar dan tangis mengantuk. Setiap malam, ia akan duduk di dekat ranjang bayi, membacakan cerita pendek

  • Ranjang Hangat Sang Mafia   Chapter 124

    Beberapa bulan kemudian setelah kondisi Shena pulih, begitu juga Gerardo yang sudah bisa beraktifitas seperti sedia kala. Mereka berdua memutuskan untuk kembali dari rumah Tuan James. Dengan Shena menggendong putri kecilnya dan Gerardo yang menggendong putra kecilnya mereka berpamitan pada Tuan James. Seharian itu lalu putra dan putri mereka menjadi rebutan orang-orang di rumahnya ketika semua orang ingin berkenalan dengannya. Sesaat setelah malam hari tiba, mereka baru bisa mengistirahatkan badan. Dan kebetulan sekali, sebelum mereka memutuskan kembali ke rumah ini, Gerardo sudah sempat membuatkan kamar untuk anak-anaknya, sehingga mereka bisa memulai semuanya dengan nyaman. "Kamu pasti lelah, tidurlah," ucap Shena memandangi Gerardo yang terlelap di sampingnya, tangannya sambil mengusap rambut pria itu. Hari ini ia memandangnya dan mengingat lagi momen bagaimana mereka bertemu untuk pertama kali. Semua kenangan itu muncul seperti klip film yang membuat ia menahan senyum. Gerardo

  • Ranjang Hangat Sang Mafia   Chapter 123

    Saat para perawat membawa bayi-bayi itu keluar, keheningan kembali menyelimuti ruangan. Kali ini sunyi yang penuh harapan. Gerardo kembali memeluk Shena, membiarkan wanita itu bersandar sepenuhnya padanya. “Nama,” ucap Gerardo pelan. “Kita belum bicara soal nama.” Shena tersenyum lelah. “Aku menyimpan itu untukmu. Aku ingin kau yang memilih.” Gerardo menatap jendela, cahaya sore menembus tirai tipis. “Kalau begitu… kita pilih bersama. Seperti keluarga.” Shena menutup mata. Untuk pertama kalinya sejak semua tragedi itu terjadi, ia merasa aman. Tuan James memasuki ruangan Shena setelah mengetahui proses persalinan baru saja selesai, begitu dia masuk dia di kejutkan dengan keberadaan seorang pria yang tengah memeluk cucunya. Pandangannya penuh dengan tanya, begitu juga Gerardo yang terkejut. Dia langsung melepaskan pelukan itu, dan menatap wajah tuan James. Sebelumnya ia tak tahu dimana Shena berada. Tadi ia mendapat informasi dari Hector yang sudah di hubungi Daniel karena

  • Ranjang Hangat Sang Mafia   Chapter 122

    Shena tercekat. Matanya membelalak, bibirnya terbuka tanpa suara. Gerardo tersenyum samar, lalu melangkah masuk perlahan. Lalu melihat dua bayi kembar di sampingnya. Shena tak berkata-kata. Air matanya langsung mengalir, begitu juga dengan perasaannya yang selama ini terpendam. "Gerardo..." ucapnya lirih. Gerardo menghampiri ranjang dan menunduk perlahan, menatap bayi mungil mereka. Jemarinya menyentuh lembut tangan si bayi. Perasaannya membuncah dia benar-benar tidak mempercayai hari ini, menerima keajaiban setelah empat bulan tertidur dan melihat anaknya dengan sehat dan selamat. Shena menahan tangisnya, tidak ingin terisak terlalu keras. Namun matanya membenarkan segalanya betapa ia merindukan pria ini, betapa ia takut kehilangan. "Maaf aku tidak ada saat kau melahirkan," kata Gerardo serak, menatapnya. Shena menggeleng sambil menghapus air matanya. "Kau datang tepat waktu... karena aku hampir percaya kau tak akan datang..." Gerardo menyentuh pipinya lembut, l

  • Ranjang Hangat Sang Mafia   Chapter 121

    Teriakan Shena menggema di ruang bersalin. Tubuhnya sudah dibaringkan, wajahnya penuh keringat dan air mata. Para perawat dan dokter dengan sigap membantu proses kelahiran yang berlangsung lebih cepat dari perkiraan. Tuan James berdiri di luar ruangan dengan gelisah. Sesekali ia berdoa dalam hati, wajahnya tegang penuh kecemasan. Di tempat lain, di sebuah ruangan dengan penjagaan ketat, Gerardo terbaring lemah dalam kondisi koma. Tubuhnya dipenuhi selang dan alat bantu. Mesin monitor detak jantung terus berdetik dengan irama lambat dan stabil. "Sedikit lagi, Nyonya Shena! Tolong dorong lagi!" Shena menangis dalam lirih. Teriaknya bercampur dengan suara isak dan rasa sakit yang luar biasa. Mesin monitor di ruang ICU tempat Gerardo terbaring mendadak menunjukkan sedikit perubahan. Bip.Bip. Detak jantungnya naik perlahan. Jemarinya yang selama ini tak bergerak, sedikit menegang. "Dorong, Nyonya! Ayo... bayinya hampir keluar!" Shena memejamkan mata, menyalurkan seluruh

  • Ranjang Hangat Sang Mafia   Chapter 120

    Paman dan bini Shena mengangguk. "Ya, sama-sama tuan." Setelah berbincang sebentar keduanya pun pergi. Shena merasa sedikit canggung di rumah ini. Namun Tuan James terus berusaha membuat Shena nyaman. Sepanjang waktu mereka bercerita banyak hal, termasuk pekerjaan yang di miliki keluarganya. Kakeknya bukan seorang pebisnis besar, tetapi dia punya cukup aset untuk bertahan hidup. Shena terus bercerita termasuk kondisi pernikahan dan juga kehamilannya, serta beberapa hal yang membuat ia terancam dengan suaminya itu. "Ayo, Shena. Rumah ini kini milikmu juga," ucap Tuan James kemudian mengarahkan Shena untuk berusaha nyaman di rumah ini. "Selamat datang, Nona," katanya. "Saya Maria, kepala pelayan rumah ini. Kami sudah menyiapkan kamar untuk Anda, dan dokter pribadi keluarga juga sudah diberitahu mengenai kondisi Anda." "Terima kasih," jawab Shena, masih terkesan dengan suasana rumah itu. Kakeknya memegang lembut bahunya. "Kau bisa istirahat setelah dokter datang memeriksa

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status