Share

Chapter 176

Author: Atieckha
last update Petsa ng paglalathala: 2026-08-19 21:06:06

Salsa terpaku saat pelukan Nathan semakin erat mendekapnya dari belakang. Usakan bibir pria itu di lehernya menghantarkan sentuhan yang seketika membuat tubuh Salsa tegang, sebelum akhirnya perlahan melemas dalam dekapannya. Aroma parfum maskulin yang berpadu dengan kehangatan tubuh Nathan merayapi indra penciumannya, sebuah aroma yang sama persis seperti tahun-tahun lalu saat mereka masih saling menggenggam mimpi tanpa bayang-bayang ketakutan.

Kedua tangan Nathan yang kokoh melingkar erat di p
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (1)
goodnovel comment avatar
Tila
Lanjut thor,, akupun merasakan kebahagiaan mereka
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Chapter 180

    “Papa, hari ini Papa bacain dongeng ya?” rengek Kenzo yang tiba-tiba berlari menghampiri sang papa. Entah apa yang tadi diucapkan oleh Raka dan Alea, sampai-sampai si sulung ini mendadak nempel banget sama Nathan malam ini.“Iya, Sayang,” jawab Nathan lembut. Meskipun saat itu ia sedang bicara serius dengan Salsa, Nathan tetap mendahulukan buah hatinya. Tanpa ragu, ia merengkuh tubuh gembul Kenzo dan mengangkatnya ke atas pangkuan.Melihat Kakak kembarnya bermanja-manja, giliran si bungsu yang ikut berlari kencang mendekat. “Papa mau bacain dongeng apa?” tanya Kenzi penasaran, matanya berbinar-binar memandangi wajah papanya.Nathan yang seumur hidupnya hampir tidak pernah memegang buku dongeng seketika kebingungan. Otaknya berputar keras mencari jawaban yang pas supaya anak-anaknya tidak kecewa.Melihat papanya cuma diam mikir, suara Kenzo kembali terdengar menawari jalan keluar. “Gimana kalau Papa bacain dongeng si kancil saja?”Nathan tersenyum lega, diusapnya kepala Kenzo dengan pe

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Chapter 179

    “Aku bingung sama Nathan, apalagi yang dia tunggu? Aku takut ancaman Darmawan itu benar-benar dilakukan. Aku nggak mau kita jadi gelandangan. Meskipun aku masih ada hubungan keluarga dengan Darmawan, untuk urusan seperti ini dia sama sekali nggak bisa diajak kompromi.” wanita paruh baya itu tubuhnya sampai terus berat badannya berkurang hanya gara-gara memikirkan hal ini. Setiap saat ponselnya berdering pasti masuk pesan atau telepon dari Darmawan yang berisi ancaman dan tekanan. Jujur itu membuatnya tidak tenang lagi menjalani hidup.Suaminya menggenggam erat jemari sang istri, mencoba menyalurkan sedikit kehangatan yang tersisa di tubuhnya.“Ya, Sayang... Kamu jangan berpikir terlalu keras soal ini. Jangan sampai penyakit jantung kamu kambuh lagi. Pasti ada jalan keluar untuk membujuk Nathan sebelum dua bulan batas waktu yang diberikan oleh Darmawan dan keluarganya,” hibur pria paruh baya itu. Fokus utamanya saat ini sama sekali bukan harta, melainkan keselamatan wanita yang dicinta

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Chapter 178

    “Bukankah harusnya kamu yang bicara baik-baik dengan Nathan? Dan harusnya dia itu mendengarkanmu. Dia bukan tipe orang yang tidak tahu terima kasih. Kalau kamu datang ke sini untuk meminta kami mendesak dia, bahkan sebelum kamu datang pun kami sudah berulang kali melakukannya. Alasan dia tetap sama, dia masih sibuk dengan pekerjaannya dan takut membuatmu terlalu sering kesepian disaat kalian sudah menikah. Dia juga ingin setelah menikah nanti dia bisa menjadi sosok suami yang baik untuk kamu, Clara, dan waktunya sudah tidak fokus lagi untuk bekerja,” ucap pria paruh baya itu panjang lebar. Pria itu menatap calon menantunya, berharap agar kalimat yang sudah ia susun hati-hati itu bisa diterima dengan baik oleh gadis di depannya ini.Jujur saja hati Clara berbunga-bunga mendengarnya. Dan ia semakin yakin kalau Nathan sebenarnya juga mencintainya hanya saja pria itu terlalu gengsi untuk mengakuinya. Meski hatinya berjingkrak girang tapi ia tetap menjaga wajahnya agak tetap serius di hada

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Chapter 177

    Di saat Nathan sedang berjuang mati-matian—membujuk Salsa agar mau menerima lamarannya dan berusaha meyakinkan wanita itu bahwa menikah tanpa restu orang tua bukanlah sebuah kutukan tapi keadaan yang memaksa itu harus terjadi—situasi yang sangat bertolak belakang justru sedang terjadi di kota London.Clara telah menjejakkan kakinya di sana. Sebetulnya ia sudah tiba sejak kemarin. Berhubung kedua orang tua Nathan sedang berada di rumah mereka di Prancis—sebuah rumah yang sangat jarang mereka kunjungi selama beberapa tahun terakhir—mereka terpaksa setengah mati memburu waktu untuk kembali ke London. Mereka sangat paham tabiat Clara, wanita itu memiliki temperamen yang buruk dan mereka tidak ingin membuat Clara mengamuk hanya karena dibiarkan menunggu terlalu lama.Sekitar jam delapan malam, suasana di ruang keluarga rumah megah kawasan elit London itu terasa begitu berbeda. Kedua orang tua Nathan duduk berhadapan dengan Clara. Sejak awal, pria paruh baya itu beserta istrinya sudah memil

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Chapter 176

    Salsa terpaku saat pelukan Nathan semakin erat mendekapnya dari belakang. Usakan bibir pria itu di lehernya menghantarkan sentuhan yang seketika membuat tubuh Salsa tegang, sebelum akhirnya perlahan melemas dalam dekapannya. Aroma parfum maskulin yang berpadu dengan kehangatan tubuh Nathan merayapi indra penciumannya, sebuah aroma yang sama persis seperti tahun-tahun lalu saat mereka masih saling menggenggam mimpi tanpa bayang-bayang ketakutan.Kedua tangan Nathan yang kokoh melingkar erat di pinggang Salsa, menautkan jemarinya tepat di atas perut wanita itu. Lingkaran lengan itu terasa begitu kokoh, namun menyimpan kelembutan yang selalu berhasil membuat Salsa merasa menjadi wanita paling aman di dunia. Tidak ada yang berubah dari cara Nathan mendekapnya. Kehangatan yang menyalur dari dadanya yang menempel di punggung Salsa masih sama besarnya, seolah waktu tak pernah benar-benar mampu mengikis kedalaman rasa yang pria itu miliki.Di sudut halaman samping rumah yang tenang, dekat gem

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Chapter 175

    “Mamaaaaa huaaaa huaaaaaaa,” tangisan Kenzo makin keras dan terus berlari masuk ke dalam rumah untuk segera mencari sang mama. Nathan sambil menggendong Kenzi ikut berlari ke dalam disusul oleh Raka. Mereka benar-benar terkejut melihat Kenzo menangis histeris seperti itu.Dari dalam rumah, Salsa juga berhamburan keluar disusul oleh Alea yang juga ikut panik melihat Kenzo tiba-tiba menangis. Pikiran Salsa langsung kacau takut sang anak digigit ular walau kecil kemungkinan ada ular di tempat ini.Kenzo langsung menubruk tubuh sang mama dan memeluknya dengan sangat erat. Sambil ersengal dia pun berkata, “Mama, kaki Kenzo obesitas karena digigit semut. Huaaaaa huaaaaaa huaaaaa,” dia menangis makin histeris, tapi yang membuat kaget Salsa malah tergelak melihat anaknya menangis. “Obesitas?” yang lain membeo mendengarnya. Nathan berjongkok guna melihat kekacauan itu. Otak belum bisa mendengar terkait kata obesitas yang dimaksud oleh si sulung. Kenzi ikut mencari tahu terkait kaki sang kak

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Tubuhku jadi Jaminan Utang

    Di dalam taksi online, air matanya menetes membasahi layar ponselnya yang menunjukkan jam digital. Sepuluh menit perjalanan rasanya seperti berabad-abad. Begitu mobil berhenti di depan sebuah gerbang rumah mewah di pusat kota, Salsa langsung turun.Rumah mewah itu berdiri megah, seolah tak tersentu

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Satu Miliar

    Salsa berjalan mondar-mandir di depan ruang ICU, lalu bersandar lemas ke dinding ruang tunggu. Tatapan matanya terus-terusan tertuju pada pintu kaca buram di depannya. Pikiran Salsa sudah kacau sejak mendapat kabar kalau ayahnya kritis dan mengalami pendarahan hebat di otak akibat kecelakaan maut ya

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Ternyata Masih Perawan

    Nathan menatap tubuh Salsa dari atas hingga bawah, sementara gadis itu hanya bisa meneteskan air mata sampai akhirnya suara Nathan membuatnya buru-buru mengusap air mata yang membasahi kedua sudut matanya.“Jangan buat nafsuku hilang. Kau disini wajib melayani nafsuku dan membuatku puas,” ujar pria

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Ternyata Besar

    “Ta–tapi saya gak mau pakai baju ini, Om,” cicit Salsa, mencoba mengumpulkan sisa keberaniannya yang sudah hampir habis ditelan ketakutan setiap kali bertemu dengan Nathan.Nathan yang sejak tadi sibuk di depan MacBook seketika berhenti mengetik. Dia menoleh ke sumber suara, menatap Salsa dengan r

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status