Share

Chapter 52

Penulis: Atieckha
last update Tanggal publikasi: 2026-06-24 17:29:24
“Ya, Tuhan. Gimana caraku ngomong soal kehamilan ini pada Om Nathan? Apa dia akan mau menerima anak ini? Atau justru dia akan menyuruhku untuk menggugurkan anak ini?” Pikiran Salsa terus bergerak liar menerka-nerka apa yang bisa terjadi pada dirinya jika Nathan mengetahui kalau ia telah mengandung.

“Aku baru telat dua Minggu rasanya mustahil aku hamil,” gumamnya lagi menolak hasil tes kehamilan yang baru saja ia lakukan. Tapi pikirannya benar-benar buntu. Dia ingat betul seperti apa kerasnya N
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Najwa Alhuda
MANTAPPP euyy ...
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Chapter 230

    “Loh kok ada-ada” ucapan Kenzo terpotong.“Itu pelayan yang dikirim Papa untuk bekerja di sini,” ujar Tuan Abimanyu. Tuan Abimanyu lantas meminta Indah dan Anggun untuk menyambut mereka. Ada juga yang berpakaian suster membuat si kembar kembali bertanya karena penasaran, “itu susternya siapa, Grandpa?” tanyanya polos saat melihat suster ikut turun dari mobil.“Itu suster buat jagain Mama,” jawab Tuan Abimanyu.Di luar dugaan si kembar malah tertawa terbahak-bahak, “memangnya Mama anak kecil harus dijagain?” ejek mereka kompak.Tuan Abimanyu tersenyum sambil mengusap Puncak kepala kedua cucunya dengan lembut, “bukan hanya anak kecil yang butuh suster buat jagain, nak. Tapi orang dewasa yang sedang sakit atau sedang hamil seperti Mama Salsa juga butuh dijagain,” ujarnya menjelaskan. “Tapi kan ada Grandma,” sahut Kenzi.“Grandma dan Grandpa mau pulang dulu ke luar negeri, nak. Tapi gak lama kok,” jawabnya.Si kembar hanya mengangguk karena fokus mereka teralihkan pada tiga pelayan yang

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Chapter 229

    Nyonya Abimanyu melepaskan pelukannya pada Salsa lalu menatap ke arah pintu. Si kembar masuk lagi ke dalam, tapi kali ini Kenzo sambil memegang ponsel milik Tuan Abimanyu. Sepertinya bocah itu sedang melakukan panggilan video atau menelepon seseorang di sana.“Pelan-pelan dong, Sayang. Grandma sama Mama sampai kaget,” tegur Nyonya Abimanyu dengan suara lembut setelah kedua cucunya mendorong pintu kamar Salsa hingga terbuka lebar.Si kembar malah tertawa tanpa dosa. Mereka berjalan masuk lebih jauh lalu merangkak naik ke atas ranjang yang empuk itu. Namun, dari posisinya, Salsa belum mendengar suara dari seberang telepon.“Sorry udah bikin kaget,” ujar Kenzi sambil terkekeh, menirukan gaya bicara orang dewasa.Setelah duduk di samping sang Mama suara si sulung terdengar, “Ma, kata Papa Mama mau makan apa? Kita mau dibeliin makanan enak sama buah anaknya Papa. Boleh pizza ya, Ma? Kayaknya burger king juga enak sih.” “Huh?” Nyonya Abimanyu butuh beberapa detik untuk mengerti apa maksud

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Chapter 228

    Di sisi lain, Tuan dan Nyonya Abimanyu langsung meluncur ke rumah Salsa. Mereka berdua bergegas setelah mendapat kabar langsung dari Nathan kalau Salsa sedang hamil. Nathan sengaja meminta orang tuanya datang untuk menemani Salsa sekaligus menjaga si kembar.“Mama di mana, Sayang?” tanya Nyonya Abimanyu begitu langkah kakinya terhenti di ruang tengah. Beliau melihat kedua cucu kembarnya berdiri gelisah tepat di depan pintu kamar Salsa yang terbuka sedikit.“Mama lagi muntah, Grandma,” jawab salah satu dari mereka.Sejak tadi, dua anak kecil itu tidak mau menjauh. Mereka telaten memijat kaki dan tangan mamanya yang lemas. Baru saat mendengar suara Nyonya dan Tuan Abimanyu sampai di rumah, mereka mengintip sebentar dari atas tangga.Mendengar ucapan si kembar, raut wajah Nyonya Abimanyu berubah cemas. Beliau langsung buru-buru melangkah naik ke lantai atas, sementara Tuan Abimanyu memilih menunggu di ruang tamu.“Sini, Sayang, sama Grandpa dulu di bawah,” panggil Tuan Abimanyu dari bawa

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Chapter 227

    “Jangan panggil aku Aditya kalau kamu bisa menemukan bukti dari ruang kerja Nathan maupun di dalam mobilnya. Aku yakin seribu persen bukti itu tidak akan pernah kamu dapatkan dari sana. Dia itu bukan orang bodoh, Clara. Perumahannya saja super canggih, apalagi ruang kerjanya atau mobilnya. Pasti sudah dipasangi alat pendeteksi penyadap atau kamera tersembunyi. Kamu sama papamu benar-benar nggak mikir sampai sejauh itu, ya?” ucap Aditya lagi, menyindir secara terang-terangan hingga membuat Clara langsung bungkam.Tatapan Aditya begitu sinis. Dia menikmati perubahan wajah Clara yang seketika itu juga langsung pucat dan linglung.“Buktikan saja dalam seminggu ke depan. Kalau sampai ada bukti yang berhasil kamu dapatkan dari kamera tersembunyi dan alat penyadap konyol itu, aku bakal sembah kaki kamu sama papamu setiap hari,” tambah Aditya penuh keyakinan.Clara masih terdiam tapi telinganya terus mendengarkan ucapan Aditya. Setiap patah kata yang keluar dari mulut Aditya sepertinya sangat

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Chapter 226

    “Tutup mulutmu, jangan sampai ada yang dengar,” ucap Clara marah, suaranya terdengar sedang menahan emosi. Dia melangkah makin dekat lalu mendudukkan dirinya tepat di samping pria itu. Dia tak ingin sama sekali ada siapapun yang mengetahui hubungan mereka. Jangan sampai Nathan tahu karena Clara tidak mau kehilangan pria itu.Tak lama, seorang pelayan melangkah masuk membawakan beberapa piring makanan hangat yang sudah dipesan lebih dulu sebelum Clara menginjakkan kaki di restoran ini.“Tidak akan ada yang tahu selagi kamu gak buka mulut,” jawab pria itu dengan senyum menyeringai di bibirnya.Nekat sekali dirinya berani menyentuh dan tidur dengan putri seorang bos mafia besar. Tapi lagipula, bukan dia yang mengejar atau memohon-mohon. Wanita di sampingnya inilah yang selalu datang sendiri, meminta tubuhnya dipuaskan setiap kali rasa haus akan sentuhan laki-laki tak bisa ditahan oleh Clara. Dan yang paling menyenangkan dari semua ini adalah bayarannya. Setiap kali dia berhasil membuat C

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Chapter 225

    Clara melangkah keluar dari gedung Abimanyu Group dengan hati yang tidak tenang. Pikiran dan perasaannya benar-benar berantakan. Di satu sisi, ada bagian dalam dirinya yang masih berusaha membela Nathan—berusaha meyakinkan hati kalau sikap dingin dan acuh tak acuh pria itu memang murni karena wataknya, bukan karena ada perempuan lain yang disembunyikan. Namun di sisi lain, bayangan kecurigaan papanya terus terngiang-ngiang di benaknya, membuatnya cemas.Dia merasa puas karena berhasil meletakkan kamera dan alat penyadap itu tepat di tempat yang strategis di ruang kerja Nathan tanpa ketahuan sedikit pun oleh sang calon suami. Tapi rasa puas itu langsung menguap, berganti ketakutan yang terlihat sangat nyata. Bagaimana kalau dugaan papanya benar? Bagaimana kalau kamera itu nanti justru merekam hal yang paling tidak ingin dia lihat? Clara tahu betul tabiatnya sendiri, dia gila, dia obsesif, dan dia tidak akan pernah sudi—juga tidak akan pernah sanggup—berbagi Nathan dengan perempuan mana

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Tubuhku jadi Jaminan Utang

    Di dalam taksi online, air matanya menetes membasahi layar ponselnya yang menunjukkan jam digital. Sepuluh menit perjalanan rasanya seperti berabad-abad. Begitu mobil berhenti di depan sebuah gerbang rumah mewah di pusat kota, Salsa langsung turun.Rumah mewah itu berdiri megah, seolah tak tersentu

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Satu Miliar

    Salsa berjalan mondar-mandir di depan ruang ICU, lalu bersandar lemas ke dinding ruang tunggu. Tatapan matanya terus-terusan tertuju pada pintu kaca buram di depannya. Pikiran Salsa sudah kacau sejak mendapat kabar kalau ayahnya kritis dan mengalami pendarahan hebat di otak akibat kecelakaan maut ya

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Ternyata Masih Perawan

    Nathan menatap tubuh Salsa dari atas hingga bawah, sementara gadis itu hanya bisa meneteskan air mata sampai akhirnya suara Nathan membuatnya buru-buru mengusap air mata yang membasahi kedua sudut matanya.“Jangan buat nafsuku hilang. Kau disini wajib melayani nafsuku dan membuatku puas,” ujar pria

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Tubuhmu Milikku

    “Tapi, Om…” “Kalau kamu punya barang berharga sebagai jaminan, boleh pakai itu. Asal nilai jualnya lebih besar dari uang satu miliar yang kamu butuhkan sekarang,” ucap Nathan cepat, memotong kalimat Salsa sebelum gadis itu sempat menyelesaikannya. Salsa tampak semakin frustasi. Detik jam dinding

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status