Partager

Chapter 09

Auteur: Atieckha
last update Date de publication: 2026-06-03 18:12:08
“Ja–jadi beneran Pak Nathan yang melunasi tunggakan saya, Bu?” tanya Salsa sekali lagi. Matanya tak berkedip memandangi lembar kertas di genggaman tangan petugas wanita di balik meja loket. Lidahnya terasa kelu, bahkan detak jantungnya berdetak lebih cepat hanya karena mendengar nama pria itu disebut di tempat ini.

“Iya, beliau yang bayar. Ini bukti pelunasannya yang dibayarkan oleh asisten pribadi beliau,” ucap petugas administrasi itu. Dia menyerahkan kwitansi pelunasan pada Salsa.

Salsa m
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé
Commentaires (3)
goodnovel comment avatar
Nelly
Jos si Nathan gak tertarik ma perempuan gatal ya.soale dah punya mainan gadis perawanan yg sudah gak ora wan
goodnovel comment avatar
Eva Maria
menarik dan seru
goodnovel comment avatar
ninieq datuan
cerita sangat menarik
VOIR TOUS LES COMMENTAIRES

Dernier chapitre

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Putusan

    Hari yang ditunggu oleh Nathan dan Salsa pun tiba. Hari ini adalah hari putusan hukuman untuk Aditya. Sejak melihat Nathan hadir di sidang dengan memakai kursi, Aditya terus menarik sudut bibirnya seolah puas melihat Nathan seperti itu. Tapi Salsa berhasil menenangkan sang suami, mereka datang hanya untuk mendengar putusan pengadilan atas kasus yang melibatkan Aditya. Ternyata dana yang dulu disimpan oleh Clara dan Mamanya lalu dibawa kabur oleh Aditya, juga dituntut oleh pengadilan dan dianggap membawa kabur barang bukti. Hukumannya benar-benar berlapis. Selain menjadi buronan dia juga menculik Salsa dan menyakiti wanita hamil itu dan sikapnya ternilai sangat kejam tanpa berperasaan. Belum lagi tuntutan dari Nathan sehingga membuat Aditya terkena pasal berlapis. Salsa dan Nathan juga sudah pernah datang ke pengadilan untuk menjadi saksi atas kebejatan Aditya. Dan hari ini dia mendengar dengan jelas keputusan pengadilan.Semua orang yang ada di pengadilan itu terdiam mendengar putus

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Hadiah Kecil untuk Salsa

    David menyambut kedatangan mereka secara langsung. Dengan ramah, ia membantu mengarahkan Nathan menuju meja yang telah disiapkan khusus. Sebuah meja cantik dengan rangkaian bunga segar dan dekorasi romantis menghiasi sudut ruangan.“Selamat menikmati momen lamaran yang indah ini,” goda David membuat kedua sahabatnya tertawa. “Kamu tuh yang harusnya mikirin kapan melamar calon istrimu? Kerja aja dipikirin emang nggak bosen tiap malam meluk bantal guling terus?” Nathan mengejek David.“Sialan, kena lagi kan aku!” Umpat David, “Dahlah, silakan dinikmati. Aku nggak mau jadi obat nyamuk di sini,” tambahnya lagi langsung berbalik meninggalkan Nathan dari Salsa di meja itu.“Thanks, Bro. Ditunggu undangannya,” teriak Nathan.“Berisik! Bisa diam nggak!” Balas David lagi. Tak pernah ada yang menyangka hubungan mereka kini menjadi sangat baik. Dari awalnya menjadi musuh sekarang justru seperti keluarga sahabat. “Happy nggak aku ajak makan siang di sini, sayang?” tanya Nathan.Salsa mengangguk

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Kabar Baik

    Malam harinya setelah makan malam keluarga berakhir, Nathan mengajak keluarganya menuju ke ruang keluarga. Raka juga hadir di sana karena Nathan memintanya datang sepulang dari bekerja. Tapi pria itu sudah datang dalam keadaan rapi, bukan datang dengan memakai pakaian kantor. Seperti biasa si kembar kalau tidak merepotkan Raka harinya pasti terasa kurang. Alhasil ada saja yang mereka lakukan untuk membuat calon kakak iparnya itu sibuk bukan main.“Ka, sini,” panggil Nathan. Si kembar menatap ke arah sang papa, “anak gemoynya ini gak dipanggil, Pa? Kok Om Raka aja?” tanya Kenzi. Mata bulatnya menatap ke arah sang papa. “Anak kecil gak boleh ikut campur urusan orang gede. Nanti giginya makin ompong,” balas Alea. “Kak Al aja yang ompong,” omel kedua adiknya. Lalu Nathan meminta kedua pengasuh si kembar untuk menemani anak-anaknya bermain di ruang bermain. Mereka pun pamit pada keluarganya lalu menuju ruang bermain, mereka sudah selesai belajar. Nathan meminta anak-anaknya belajar se

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Pasangan Bucin

    "Papa harus janji kalau Papa akan tetap menjalani hari-hari Papa dengan penuh semangat, ya?" ucap Salsa kembali bersuara menirukan suara anak kecil, berbicara sambil mengusap perutnya yang besar."Iya, Sayang. Papa janji akan menjadi Papa yang hebat untukmu dan kakak Twins. Papa juga janji akan menjadi suami terbaik untuk Mama," jawab Nathan.Ia meminta istrinya berdiri agar bisa mencium perutnya. Berkali-kali Nathan merasakan pergerakan di dalam perut istrinya, membuat hatinya membuncah bahagia. Meskipun tidak bisa menemani istrinya jalan-jalan pagi seperti yang dulu selalu mereka rencanakan, setidaknya ia masih bisa merasakan perkembangan anak dalam kandungan istrinya yang sangat sehat.Setiap kali datang ke rumah sakit untuk melakukan USG, Nathan selalu dibuat takjub karena wajah anaknya sudah tampak sangat menggemaskan di dalam kandungan. Baik Nathan maupun Salsa sepakat untuk tidak mencari tahu jenis kelamin anak tersebut—biarlah nanti menjadi kejutan terindah untuk mereka di har

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Kebesaran Cinta

    Beberapa bulan telah berlalu sejak Salsa ditemukan. Alea dan Raka sepakat untuk mengundur tanggal pernikahan mereka. Pipi Salsa juga sudah dioperasi plastik sehingga tidak meninggalkan bekas apapun dan wajahnya kembali mulus seperti biasa. Minggu ini adalah minggu kelahiran anak ketiganya dan Nathan, minggu di mana paling berat untuk Salsa. Selama berbulan-bulan ke belakang dia setia mendampingi sang suami yang mengalami kelumpuhan sementara. Ya…. Nathan duduk di kursi roda. Dia mengalami gangguan saraf hingga menyebabkan kelumpuhan itu tak bisa dihindari. Tapi dokter menyampaikan ini hanya sementara. Dengan rajin terapi Dokter bilang Nathan pasti akan bisa berjalan kembali seperti biasa. Tapi pria itu menganggap ucapan dokter hanya hiburan belaka. Pria itu menganggap dokter hanya tidak ingin membuatnya semakin terpuruk. Bahkan keluarganya sudah membawa Nathan berobat ke rumah sakit terbaik di dunia yang ada di Amerika, tapi hasilnya masih sama. Jawaban dokter sama. Dan nyatanya hing

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Chapter 308

    Raka berdiri terpaku di depan ruang tindakan. Ia tahu kondisi atasannya sedang tidak baik-baik saja dan pasti membutuhkan waktu yang lama, apalagi rumah sakit ini peralatannya tidak selengkap dan secanggih rumah sakit yang ada di pusat kota. Tapi mereka tidak punya pilihan lain selain mampir di tempat ini. Tiba-tiba saja Raka teringat akan uang dua triliun yang sudah menuju ke salah satu bank dengan pengawasan yang sangat ketat. Ia tidak bisa mengawal uang itu karena harus menjaga Nathan di sini, sementara orang kepercayaannya khusus mengawal uang tersebut.Raka segera meraih ponselnya di dalam saku celana, lalu menghubungi direktur bank swasta dan direktur Bank BUMN tempat Nathan memiliki rekening pribadi di sana."Halo, selamat malam," sapa orang di seberang telepon yang dihubungi Raka."Halo, Pak. Saya Raka, asisten pribadi Pak Nathan Abimanyu. Maaf mengganggu malam-malam begini. Saya butuh eksekusi darurat malam ini untuk pemindahan dana tunai senilai dua triliun rupiah yang baru

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Tubuhku jadi Jaminan Utang

    Di dalam taksi online, air matanya menetes membasahi layar ponselnya yang menunjukkan jam digital. Sepuluh menit perjalanan rasanya seperti berabad-abad. Begitu mobil berhenti di depan sebuah gerbang rumah mewah di pusat kota, Salsa langsung turun.Rumah mewah itu berdiri megah, seolah tak tersentu

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Satu Miliar

    Salsa berjalan mondar-mandir di depan ruang ICU, lalu bersandar lemas ke dinding ruang tunggu. Tatapan matanya terus-terusan tertuju pada pintu kaca buram di depannya. Pikiran Salsa sudah kacau sejak mendapat kabar kalau ayahnya kritis dan mengalami pendarahan hebat di otak akibat kecelakaan maut ya

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Ternyata Masih Perawan

    Nathan menatap tubuh Salsa dari atas hingga bawah, sementara gadis itu hanya bisa meneteskan air mata sampai akhirnya suara Nathan membuatnya buru-buru mengusap air mata yang membasahi kedua sudut matanya.“Jangan buat nafsuku hilang. Kau disini wajib melayani nafsuku dan membuatku puas,” ujar pria

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Ternyata Besar

    “Ta–tapi saya gak mau pakai baju ini, Om,” cicit Salsa, mencoba mengumpulkan sisa keberaniannya yang sudah hampir habis ditelan ketakutan setiap kali bertemu dengan Nathan.Nathan yang sejak tadi sibuk di depan MacBook seketika berhenti mengetik. Dia menoleh ke sumber suara, menatap Salsa dengan r

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status