ホーム / Male Adult / Rayuan Desa Wanita / Perintah Membakar Gudang

共有

Perintah Membakar Gudang

作者: Falisha Ashia
last update 公開日: 2026-05-01 12:40:06

Prang!

Pecahan vas bunga keramik berserakan di lantai ruang tamu. Kepala Desa Tirto membanting apa saja yang bisa diraihnya begitu ia tiba di rumah sore itu.

"Brengsek! Pendatang sombong itu benar-benar menginjak harga diriku di depan seluruh warga!" bentak Tirto dengan urat leher menonjol, napasnya memburu menahan amarah yang meledak-ledak.

Ratih berdiri di ambang pintu kamar. Ia menyilangkan lengan di depan dada, menatap suaminya yang sedang mengamuk itu dengan sorot mata yang penuh kejijikan
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Rayuan Desa Wanita   Reruntuhan Masa Depan

    Debu kering berterbangan di atas lapangan tanah SD Inpres yang atapnya ambruk dua minggu lalu.Tiga tenda terpal berwarna biru didirikan seadanya sebagai ruang kelas darurat. Suhu udara di dalam tenda itu mencapai tiga puluh lima derajat celcius di bawah terik matahari siang.Leo berdiri di ambang gerbang sekolah yang sudah reyot. Mata hitamnya memindai kondisi fasilitas pendidikan desa yang sangat memprihatinkan tersebut.Nida sedang berdiri di depan papan tulis kapur di dalam salah satu tenda. Guru honorer itu mengusap peluh di dahinya menggunakan punggung tangan, namun tetap mempertahankan senyum keibuan pada murid-muridnya.Suara deru mesin diesel mendadak memecah konsentrasi belajar.Sebuah ekskavator berwarna kuning menyala merangsek masuk menghancurkan sisa pagar bambu sekolah.Asap hitam mengepul dari knalpot alat berat tersebut. Lengan besinya terangkat tinggi, bersiap meratakan sisa bangunan kelas yang masih berdiri setengah.Lima pria berbadan tegap berjalan mengawal ekskav

  • Rayuan Desa Wanita   Pesta Susu di Gudang Jerami

    Jam tangan logam di pergelangan kiri Leo menunjuk tepat ke angka sepuluh malam.Pintu kayu gudang jerami utama berderit pelan saat didorong terbuka dari luar.Lampu bohlam kuning gantung menerangi tumpukan jerami kering yang tersusun rapi hingga menyentuh atap seng berkarat.Dua wanita sudah berdiri menunggunya di tengah ruangan berbau rumput dan debu tanah tersebut.Widya masih mengenakan kemeja katun putih dan rok selututnya. Tari berdiri di sebelahnya memakai kaus oblong pudar dan celana pendek kain.Keduanya menundukkan pandangan saat sepatu pantofel Leo menjejak lantai semen gudang yang berdebu."Kalian berdua datang lima menit lebih awal dari jadwal inspeksiku," ucap Leo mengunci tuas pintu dari dalam.Pria itu berjalan mendekati tumpukan jerami tertinggi di sudut kanan ruangan."Kami tidak berani membuat Anda menunggu lama, Dokter Leo," jawab Widya melangkah maju dengan gerakan kaku.Tari meremas ujung kausnya dengan kedua tangan. Gadis tomboi itu tampak sangat canggung berada

  • Rayuan Desa Wanita   Lembar Kebangkrutan

    Lutut Broto terperosok ke dalam kubangan lumpur kotoran sapi sedalam lima sentimeter.Pria tambun itu menatap nanar tubuh Brahma yang tergeletak kaku. Otot rahangnya bergetar tidak terkendali melihat kegagalannya.Senjata pemusnah utamanya takluk oleh satu tusukan jarum perak.Suara sirine mobil patroli terdengar meraung nyaring dari arah jalan aspal utama peternakan.Tiga unit kendaraan baja milik kepolisian distrik barat menerobos masuk melewati gerbang yang terbuka lebar."Waktumu sudah habis, Broto," ucap Leo menatap pria yang telah kehilangan seluruh kekuasaannya itu.Mobil polisi tersebut melaju cepat dan berhenti mengepung area kandang isolasi.Lima petugas berseragam hitam turun membawa senapan laras panjang. Komandan regu berjalan lurus mendekati posisi Broto."Borgol pria ini sekarang juga," perintah sang komandan menunjuk Broto. "Data transaksi steroid ilegalnya sudah diverifikasi oleh tim forensik pa

  • Rayuan Desa Wanita   Menjinakkan Sang Alpha

    Ban bergerigi Jeep hitam menggilas pelataran Peternakan Lembu Putih pada pukul tujuh pagi.Leo turun dari kursi kemudi membawa sebuah map plastik bening di tangan kanannya.Pria itu mengenakan jas putih medisnya, kontras dengan kubangan lumpur dan kotoran basah sapi di bawah kakinya.Sekar melangkah turun dari pintu penumpang. Wanita itu memegang papan akrilik berisi daftar kalkulasi aset dan jadwal distribusi.Puluhan pekerja peternakan menghentikan rutinitas memerah susu pagi mereka. Mereka menatap kedatangan dua tamu tersebut dengan wajah tegang.Leo berjalan lurus mendekati bangunan kayu dua lantai yang menjadi kantor pengawas.Pria itu melemparkan map plastik beningnya ke atas tong drum besi penyimpan air. Bunyi tamparan plastik beradu dengan logam memecah keheningan pagi."Buka salinan dokumen itu, Broto," perintah Leo menatap sang juragan yang baru saja keluar dari pintu kantornya.Broto melangkah menurun

  • Rayuan Desa Wanita   Runtuhnya Loyalitas Sang Dokter

    Pintu kaca buram itu hancur berkeping-keping menerima hantaman bahu sang penjaga.Pecahan kaca berhamburan ke atas lantai keramik laboratorium. Anjing herder langsung melompat masuk mengendus kegelapan.Leo berdiri tegak menyembunyikan Widya di balik punggung lebar jas kulit hitamnya.Pria itu mengeluarkan sebotol alkohol medis kadar tinggi dari saku dan melemparkannya tepat ke lantai di depan moncong anjing tersebut.Prang!Botol kaca itu pecah menyebarkan uap alkohol pekat yang seketika membutakan indra penciuman sensitif hewan pelacak.Anjing herder itu melolong kesakitan sambil menggosokkan hidungnya ke lantai, kehilangan kemampuan melacak jejak.Broto melangkah masuk menyalakan senter besarnya. Sorot cahayanya menembus tirai plastik yang sudah terkoyak."Kau!" geram Broto mengenali postur Leo dari siang tadi. "Bagaimana kau bisa masuk ke sini?!""Pintu belakangmu tidak pernah dirancang untuk menghentikan ahli anatomi," jawab Leo santai.Sang juragan sapi mengarahkan senternya pad

  • Rayuan Desa Wanita   Terapi di Atas Meja Lab

    Jari tangan Widya bergetar parah saat menyentuh kancing jas putihnya.Wanita itu menarik napas panjang. Akal sehatnya menolak instruksi tersebut, namun rasa kebas yang menjalar di pergelangan tangannya menjadi bukti mutlak kematian sel jaringan ototnya.Kain bernoda lumpur itu jatuh ke atas permukaan meja bedah baja. Kemeja katun tipis yang ia kenakan menyusul terlepas dan menumpuk di sisi pinggiran logam.Wanita itu memeluk dadanya sendiri menyembunyikan pakaian dalamnya. Matanya menatap waspada ke arah pria berjas hitam di depannya."Turunkan tanganmu," instruksi Leo melangkah maju merapatkan posisinya ke sela lutut Widya. "Proses pembuangan racun ini tidak bisa terhalang kain apa pun."Widya menurut dengan napas tersengal. Kedua tangannya perlahan turun meremas erat pinggiran meja logam dingin tersebut.Permukaan baja anti karat itu bergesekan langsung dengan kulit belakang pahanya.Leo meletakkan telapak tangan kanannya tepat di atas pangkal bahu kanan Widya yang membengkak parah.

  • Rayuan Desa Wanita   Negosiasi Kepala Desa

    Matahari pagi baru saja menghangatkan embun di dedaunan teh, namun suhu di teras rumah kayu Maya mendadak terasa mendidih. Leonardo Xaverius duduk dengan tenang di kursi rotannya, meletakkan cangkir kopi hitamnya secara perlahan.Sepasang mata elangnya menatap tajam ke arah dua tamu tak diundang ya

  • Rayuan Desa Wanita   Di Hadapan Kania

    Suara langkah kaki Maya terhenti tepat di depan pintu gudang yang engselnya sudah rusak akibat tendangan Leo tadi."Kania? Dokter Leo? Kalian di dalam?" panggil Maya lagi. Suaranya terdengar cemas.Di atas dipan, Kania membeku. Tubuhnya yang polos dan masih berdenyut nikmat tiba-tiba diserang rasa

  • Rayuan Desa Wanita   Pelajaran Dari Leo

    Bau bensin mulai menguar, menyusup lewat celah dinding kayu gudang yang lapuk. Di luar sana, Bahar, Suroto, dan belasan preman bayaran sudah bersiap menyalakan obor.Mereka pikir kegelapan malam akan menjadi sekutu mereka untuk membakar sang dokter hidup-hidup.Di dalam gudang, mata bulat Kania mem

  • Rayuan Desa Wanita   Kania Yang Ketagihan

    Kekalahan telak di halaman rumah Maya pagi itu menjadi tamparan paling memalukan bagi Bahar seumur hidupnya.Uang seratus juta memang kini ada di tangannya, tapi harga dirinya sebagai penguasa gelap desa telah hancur lebur diinjak-injak oleh pemuda kota itu.Di sebuah gubuk reyot di pinggir perkebu

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status