Share

Bab 51

Penulis: Fatmah Azzahra
last update Tanggal publikasi: 2026-08-23 09:00:22

[Sudut Pandang Raditya]

Suara bantingan pintu yang memekakkan telinga seketika menelan habis bisikan lirih Sarah. Moncong pistol Glock hitam kelam itu menodong lurus tepat di antara kedua mataku. Urat-urat di leher Aditya menonjol kaku, memerah menahan murka absolut yang siap meledak menghancurkan seisi ruangan.

"Waktumu sudah habis, Dokter keparat!" raung Aditya dengan sangat beringas. Jari telunjuknya mulai memberikan tekanan pada pelatuk. "Sudah kubilang dengan sanga
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
nyai halu
wahhh apakah Adit akan benar-benar menuruti permintaan nya Radit yaa??
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Rebirth : OBSESI MANTAN SUAMI   Bab 70

    [Sudut Pandang Sarah]Sinar matahari pagi menyelinap hangat, membawa harapan baru di safehouse pegunungan ini. Tepat pukul sepuluh, seorang dokter kandungan wanita berkebangsaan Swiss tiba bersama seorang perawat. Raditya benar-benar menepati janjinya untuk mendatangkan bantuan medis rahasia."Bagaimana keadaan janin saya, Dokter?" tanyaku dengan dada berdebar cemas. Layar USG portable menampilkan siluet kecil yang bergerak pelan di dalam rahimku."Ini sungguh sebuah keajaiban, Nyonya Sarah," dokter wanita itu tersenyum hangat menatapku. "Meskipun Anda memiliki riwayat pendarahan dan stres yang sangat ekstrim di minggu-minggu sebelumnya, bayi di dalam kandungan Anda berkembang dengan luar biasa baik.""Jadi, anak saya benar-benar sehat? Sama sekali tidak ada efek fatal dari malnutrisi kemarin?" ujarku memastikan, tak sanggup membendung air mata kebahagiaan yang mulai menggenang."Sangat sehat, dan detak jantungnya sangat kuat," jawab

  • Rebirth : OBSESI MANTAN SUAMI   BAB 69

    [Sudut Pandang Sarah]Tanganku yang bergetar hebat segera menarik selimut, mengubur ponsel satelit itu jauh di balik lipatan kain. Aku memaksakan otot wajahku untuk rileks, meski jantungku tengah berdentum brutal meronta-ronta di dalam sangkar dadaku.Langkah kaki Raditya terdengar begitu tenang. Pria itu meletakkan nampan kayu berisi secangkir teh chamomile yang mengepul hangat di atas nakas. Wajah tampannya yang identik dengan sang diktator itu memancarkan aura kelembutan yang selama ini selalu menjadi oase bagiku. Namun, entah mengapa, peringatan ibuku membuat setiap kelembutan itu kini terasa seperti ilusi optik yang mematikan."Sarah? Ada apa?" Raditya mengernyitkan keningnya. Ia duduk di tepi ranjang, menatapku dengan raut kekhawatiran yang tampak begitu nyata dan tulus. Tangan besarnya terulur, menyentuh keningku dengan punggung jarinya. "Wajahmu mendadak sangat pucat, dan kau gemetar, Sayang. Apakah perutmu terasa sakit lagi? Atau suhu di

  • Rebirth : OBSESI MANTAN SUAMI   Bab 68

    [Sudut Pandang Sarah]Bunyi nada putus dari ponsel satelit itu menggema di telingaku, menyisakan kebingungan dan teror yang mendadak menyusup ke pori-pori kulitku. Aku menatap layar hitam di pangkuanku dengan napas memburu."Sepertinya sinyalnya mengalami gangguan sesaat," ucap Raditya dengan suara lembut yang menenangkan. Ia mengusap bahuku, menatapku dengan raut wajah penuh kekhawatiran. "Kenyataan tentang kebohongan Aditya soal biaya rumah sakit itu pasti sangat memukulmu. Biar aku ambilkan segelas air hangat ke dapur agar kau bisa sedikit lebih rileks, ya?"Aku hanya mengangguk kaku, pikiranku masih berputar liar memproses jeritan histeris ibuku barusan. Raditya tersenyum tipis, lalu beranjak dari tepi ranjang dan melangkah keluar dari kamar, menutup pintu kayu itu dengan pelan.Begitu Raditya menghilang dari pandangan, tanganku yang bergetar hebat langsung menyambar ponsel satelit tersebut. Aku segera menekan tombol panggil ulang ke nomo

  • Rebirth : OBSESI MANTAN SUAMI   Bab 67

    [Sudut Pandang Sarah]"Operasi ... tidak pernah ada?" suaraku tercekat, mengulangi kalimat Ibu dengan napas yang mendadak terasa begitu sesak. Mataku membelalak ngeri, menatap ponsel satelit di pangkuanku seakan benda hitam itu baru saja berubah menjadi ular berbisa."Iya, Nduk," isak Ibu semakin menjadi, suaranya terdengar begitu merana dan penuh penyesalan yang mendalam. "Malam itu Aditya mengaku semuanya sambil menangis memukul lantai seperti orang gila. Dia menyuap seluruh tim dokter spesialis di rumah sakit itu sejak awal! Sakit jantung Ibu memang ada, Sarah, tapi tidak pernah separah itu sampai-sampai harus dioperasi dengan biaya miliaran rupiah ke Singapura! Dia sengaja memalsukan rekam medis itu, membuat biayanya melambung tinggi tak masuk akal, hanya agar kamu merasa sangat putus asa dan terpaksa menerima lamarannya demi uang!"Udara di sekitarku seolah disedot habis. Kebenaran yang baru saja terungkap ini menghantam kewarasanku bagaikan goda

  • Rebirth : OBSESI MANTAN SUAMI   BAB 66

    [Sudut Pandang Sarah]Mendengar permohonanku yang diiringi isak tangis tertahan, Raditya tidak langsung menjawab. Ia menatapku lekat selama beberapa detik. Ada kehangatan luar biasa yang memancar dari manik mata kelamnya. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, ia merogoh saku sweaternya dan mengeluarkan sebuah ponsel satelit berwarna hitam pekat, berukuran sedikit lebih tebal dari ponsel pada umumnya."Aku sudah berjanji padamu, Sarah. Dan aku adalah pria yang akan selalu menepati janji," ucapnya dengan senyum yang sangat menenangkan. "Sistem enkripsi pada ponsel satelit ini memiliki tingkat keamanan militer. Kembaranku yang gila itu tidak akan pernah bisa melacak frekuensi kita dari benua ini."Tangan Raditya bergerak lincah menekan sederet angka sandi di layar. Ia mengaktifkan mode pengeras suara agar aku bisa mendengarnya dengan jelas, lalu meletakkan benda pipih itu dengan hati-hati tepat di atas pangkuanku.Nada sambung berbunyi dua kali se

  • Rebirth : OBSESI MANTAN SUAMI   Bab 65 Fajar Baru di Swiss

    [Sudut Pandang Sarah]Kelopak mataku perlahan terbuka, menyambut pendar cahaya keemasan yang terasa begitu hangat menyapu wajahku. Bukan lagi cahaya lampu neon putih rumah sakit yang menyilaukan dan terasa mengintimidasi. Melainkan, bias cahaya matahari pagi yang menembus lembut celah tirai kayu.Kuedarkan pandanganku ke sekeliling. Aroma kayu pinus dan seduhan teh chamomile seketika mengurai sisa-sisa ketegangan di sarafku. Aku tengah berbaring di atas ranjang berukuran besar dengan selimut bulu yang teramat tebal dan nyaman. Sebuah perapian menyala tenang di sudut ruangan, mengusir hawa beku khas pegunungan."Kau sudah bangun, Sayang? Bagaimana tidurmu semalaman?"Suara bariton yang lembut itu membuatku menoleh cepat ke arah pintu. Raditya melangkah masuk membawa sebuah nampan kayu. Pria itu sudah tidak lagi memakai topeng silikon atau seragam dokter curiannya. Ia mengenakan sweater rajut berwarna krem yang membuatnya terlihat begitu hangat

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status