LOGINTidak kuat menjadi budak sex sang mantan suami, Sarah memilih mengakhiri hidupnya. Namun, apa jadinya jika ia harus terlahir kembali di hari ia mengetahui kehamilannya? Akankah Sarah terjatuh di lubang yang sama atau justru berhasil membalikkan keadaan? Jika pada kenyataannya kembaran pria itu juga menaruh obsesi yang sama besar dan gilanya. SPIN OFF DARI NOVEL : OBSESI MANTAN SUAMI, NAMUN VERSI REBIRTH!
View More[Sudut Pandang Sarah]Sinar matahari pagi menyelinap hangat, membawa harapan baru di safehouse pegunungan ini. Tepat pukul sepuluh, seorang dokter kandungan wanita berkebangsaan Swiss tiba bersama seorang perawat. Raditya benar-benar menepati janjinya untuk mendatangkan bantuan medis rahasia."Bagaimana keadaan janin saya, Dokter?" tanyaku dengan dada berdebar cemas. Layar USG portable menampilkan siluet kecil yang bergerak pelan di dalam rahimku."Ini sungguh sebuah keajaiban, Nyonya Sarah," dokter wanita itu tersenyum hangat menatapku. "Meskipun Anda memiliki riwayat pendarahan dan stres yang sangat ekstrim di minggu-minggu sebelumnya, bayi di dalam kandungan Anda berkembang dengan luar biasa baik.""Jadi, anak saya benar-benar sehat? Sama sekali tidak ada efek fatal dari malnutrisi kemarin?" ujarku memastikan, tak sanggup membendung air mata kebahagiaan yang mulai menggenang."Sangat sehat, dan detak jantungnya sangat kuat," jawab
[Sudut Pandang Sarah]Tanganku yang bergetar hebat segera menarik selimut, mengubur ponsel satelit itu jauh di balik lipatan kain. Aku memaksakan otot wajahku untuk rileks, meski jantungku tengah berdentum brutal meronta-ronta di dalam sangkar dadaku.Langkah kaki Raditya terdengar begitu tenang. Pria itu meletakkan nampan kayu berisi secangkir teh chamomile yang mengepul hangat di atas nakas. Wajah tampannya yang identik dengan sang diktator itu memancarkan aura kelembutan yang selama ini selalu menjadi oase bagiku. Namun, entah mengapa, peringatan ibuku membuat setiap kelembutan itu kini terasa seperti ilusi optik yang mematikan."Sarah? Ada apa?" Raditya mengernyitkan keningnya. Ia duduk di tepi ranjang, menatapku dengan raut kekhawatiran yang tampak begitu nyata dan tulus. Tangan besarnya terulur, menyentuh keningku dengan punggung jarinya. "Wajahmu mendadak sangat pucat, dan kau gemetar, Sayang. Apakah perutmu terasa sakit lagi? Atau suhu di
[Sudut Pandang Sarah]Bunyi nada putus dari ponsel satelit itu menggema di telingaku, menyisakan kebingungan dan teror yang mendadak menyusup ke pori-pori kulitku. Aku menatap layar hitam di pangkuanku dengan napas memburu."Sepertinya sinyalnya mengalami gangguan sesaat," ucap Raditya dengan suara lembut yang menenangkan. Ia mengusap bahuku, menatapku dengan raut wajah penuh kekhawatiran. "Kenyataan tentang kebohongan Aditya soal biaya rumah sakit itu pasti sangat memukulmu. Biar aku ambilkan segelas air hangat ke dapur agar kau bisa sedikit lebih rileks, ya?"Aku hanya mengangguk kaku, pikiranku masih berputar liar memproses jeritan histeris ibuku barusan. Raditya tersenyum tipis, lalu beranjak dari tepi ranjang dan melangkah keluar dari kamar, menutup pintu kayu itu dengan pelan.Begitu Raditya menghilang dari pandangan, tanganku yang bergetar hebat langsung menyambar ponsel satelit tersebut. Aku segera menekan tombol panggil ulang ke nomo
[Sudut Pandang Sarah]"Operasi ... tidak pernah ada?" suaraku tercekat, mengulangi kalimat Ibu dengan napas yang mendadak terasa begitu sesak. Mataku membelalak ngeri, menatap ponsel satelit di pangkuanku seakan benda hitam itu baru saja berubah menjadi ular berbisa."Iya, Nduk," isak Ibu semakin menjadi, suaranya terdengar begitu merana dan penuh penyesalan yang mendalam. "Malam itu Aditya mengaku semuanya sambil menangis memukul lantai seperti orang gila. Dia menyuap seluruh tim dokter spesialis di rumah sakit itu sejak awal! Sakit jantung Ibu memang ada, Sarah, tapi tidak pernah separah itu sampai-sampai harus dioperasi dengan biaya miliaran rupiah ke Singapura! Dia sengaja memalsukan rekam medis itu, membuat biayanya melambung tinggi tak masuk akal, hanya agar kamu merasa sangat putus asa dan terpaksa menerima lamarannya demi uang!"Udara di sekitarku seolah disedot habis. Kebenaran yang baru saja terungkap ini menghantam kewarasanku bagaikan goda












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore