Partager

𑣲⋆ 118

Auteur: Aphrodite
last update Date de publication: 2026-08-05 10:51:21

"Alina, tolong dengarkan penjelasan Mas sebentar," mohon Adrian iba.

Adrian berdiri di depan pintu kamar utama seraya mengetuk permukaan kayu jati tersebut secara perlahan. Alina yang berada di dalam kamar hanya berdiri diam di dekat jendela tanpa ada niat membukakan pintu.

"Mas berangkat ke kantor pengadilan dulu untuk menyelesaikan tuntutan ini, Sayang," pangkas Adrian cemas.

"Pergilah selesaikan semua urusan rahasiamu itu, Mas Adrian," pangkas Alina dingin.

Adrian menghembuskan napas panjang
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Rengkuhan Hangat Adik Ipar   𑣲⋆140

    Pagi yang Penuh Harapan"Apakah semua perlengkapan kantormu sudah siap di dalam tas, Mas?" tanya Alina ramah.Alina berdiri di dekat meja rias kamar utama seraya merapikan dasi kerja suaminya dengan gerakan telaten. Adrian menatap wajah sang istri dengan binar mata penuh cinta dan senyuman hangat di bibirnya."Semua berkas dan laptop sudah tersusun rapi di dalam tas kerja," pangkas Adrian jujur."Baguslah kalau begitu, mari kita turun sarapan bersama Arka," pangkas Alina antusias.Adrian merangkul pinggang Alina seraya melangkah keluar kamar menuju anak tangga utama. Pak Bramanta sudah duduk tegap di kursi utama meja makan membaca lembaran surat kabar pagi.Arka melambaikan tangan kecilnya dari kursi khusus anak saat melihat orang tuanya datang. Bocah balita itu memegang gelas susu hangatnya dengan raut wajah sangat ceria."Selamat pagi Papa dan Mama!" teriak Arka gembira."Pagi juga jagoan kecil Papa," balas Adrian tertawa.Adrian dan Alina mendudukkan diri di kursi makan berdampinga

  • Rengkuhan Hangat Adik Ipar   𑣲⋆139

    "Apakah laporan keuangan yayasan bulan ini sudah diperiksa dengan teliti, Alina?" tanya Adrian serius.Adrian berdiri tegap di samping meja kerja kamar utama seraya merapikan dokumen kantor. Alina yang sedang melipat pakaian Arka menyunggingkan senyuman tipis dengan raut wajah tenang."Semua laporan keuangan yayasan sudah aku periksa secara cermat kemarin sore, Mas," pangkas Alina jujur."Bagus sekali, kamu memang selalu teliti dalam mengurus yayasan sosial," puji Adrian bangga.Alina memasukkan pakaian anak ke dalam lemari kayu jati dengan gerakan cepat. Adrian melangkah mendekati sang istri, lalu merangkul pinggang Alina secara mesra.Pak Bramanta berjalan melintasi koridor lantai dua seraya menancapkan tongkat kayunya ke lantai marmer. Pria tua itu menghentikan langkah di depan pintu kamar utama yang terbuka lebar."Apakah kalian sudah siap turun untuk menikmati makan malam bersama?" tanya Pak Bramanta ramah."Kami sudah siap, Papa, mari kita turun ke ruang makan sekarang," pangkas

  • Rengkuhan Hangat Adik Ipar   𑣲⋆138

    "Apakah semua persiapan kunjungan ke panti asuhan sudah beres, Sayang?" tanya Adrian lembut.Adrian berdiri tegap di dekat pintu utama seraya merapikan jas kerjanya di hadapan sang istri. Alina yang sedang merapikan tas perlengkapan Arka menyunggingkan senyuman manis dengan raut wajah sangat antusias."Semua bingkisan dan pakaian layak pakai sudah dimasukkan ke dalam bagasi mobil, Mas," pangkas Alina gembira."Mari kita berangkat sekarang agar tidak terlalu siang tiba di sana," pangkas Adrian antusias.Adrian merangkul pinggang Alina seraya melangkah bersama menuju mobil sedan hitam yang terparkir. Pak Bramanta melangkah mendekati teras rumah seraya menancapkan tongkat kayunya ke lantai marmer dengan raut wajah hangat.Arka berlari kecil memegang mainan mobilannya, lalu masuk ke dalam kabin mobil dibantu oleh pengawal. Pak Bramanta melambaikan tangan kanannya ke arah anak dan cucunya yang siap berangkat."Hati-hati di jalan dan sampaikan salam hangatku untuk anak-anak panti asuhan," p

  • Rengkuhan Hangat Adik Ipar   𑣲⋆ 137

    "Pagi hari di halaman rumah ini terasa sangat sejuk, Sayang," sapa Adrian mesra.Adrian melangkah keluar dari kamar utama seraya merapikan kancing kemeja kantornya di hadapan Alina. Alina yang sedang melipat selimut di tepi kasur menyunggingkan senyuman manis dengan raut wajah sangat bahagia."Pagi juga, Mas, mari kita sarapan bersama di lantai bawah," pangkas Alina lembut."Mari kita turun sekarang, Arka pasti sudah menunggu kita di meja makan," pangkas Adrian antusias.Adrian merangkul pinggang Alina seraya melangkah bersama menyusuri anak tangga menuju lantai dasar. Pak Bramanta sudah duduk tegap di kursi utama meja makan seraya membaca lembaran surat kabar pagi.Arka melambaikan tangan kecilnya dari kursi anak ketika melihat kedua orang tuanya turun. Bocah balita itu memegang gelas susu hangatnya dengan binar mata ceria."Selamat pagi Papa dan Mama!" teriak Arka gembira."Pagi juga jagoan kecil Papa," balas Adrian tertawa.Adrian dan Alina mendudukkan diri di kursi makan berdampin

  • Rengkuhan Hangat Adik Ipar   𑣲⋆ 136

    "Mari kita nikmati makan malam keluarga ini bersama-sama," panggil Pak Bramanta hangat.Pak Bramanta mendudukkan diri di kursi utama meja makan kayu jati seraya meletakkan tongkat kayunya dengan perlahan. Bi Sumi melangkah mendekati meja makan seraya menyajikan aneka hidangan malam hangat ke atas piring saji."Terima kasih banyak atas hidangan malamnya, Bi Sumi," pangkas Alina lembut."Sama-sama, Mbak Alina, silakan dinikmati makanan lezatnya," pangkas Bi Sumi ramah.Bi Sumi melangkah kembali menuju dapur belakang seraya menyunggingkan senyuman gembira. Adrian mendudukkan diri di samping Alina, lalu melingkarkan lengan tangannya ke pinggang sang istri dengan penuh kasih sayang.Arka duduk di kursi anak khusus seraya memegang sendok kecilnya dengan penuh antusias. Bocah bal itu menatap hidangan sup ayam hangat di depannya dengan binar mata ceria."Arka mau makan sup ayam buatan Bi Sumi yang banyak, Mama!" teriak Arka gembira."Iya sayang, ayo Mama ambilkan supnya sekarang," pangkas Ali

  • Rengkuhan Hangat Adik Ipar   𑣲⋆135

    "Bagaimana persiapan kepulangan kita ke Jakarta hari ini, Pak Anton?" tanya Adrian cepat.Adrian berdiri tegap di teras utama vila resor seraya menutup koper pakaian terakhirnya. Pak Anton melangkah mendekat dengan raut wajah siaga, lalu membungkukkan badan hormat di hadapan Adrian."Semua armada kendaraan dan tiket pesawat privat sudah siap, Pak Adrian," lapor Pak Anton lugas."Terima kasih banyak, Pak Anton," pangkas Adrian lega.Alina melangkah keluar dari kamar tidur utama seraya menggandeng tangan Arka yang membawa mainan kesayangannya. Wanita cantik itu menyunggingkan senyuman manis seraya menatap Adrian dengan raut wajah sangat gembira.Arka berlari kecil menghampiri ayahnya seraya memeluk kaki Adrian erat-erat. Adrian langsung mengangkat tubuh mungil putranya, lalu mengecup pipi Arka dengan penuh rasa gemas."Papa, kita mau pulang ke rumah kakek hari ini?" tanya Arka riang."Iya sayang, kita pulang menemui Kakek Bramanta di Jakarta sekarang," pangkas Adrian tertawa.Pak Anton

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status