Home / Romansa / Resep Cinta Miri / Bab 153. Dilema Arman

Share

Bab 153. Dilema Arman

Author: Mozze Satrio
last update publish date: 2026-09-21 12:19:26

“Good night, Arman. Have a great weekend!” ucap Greg, melambaikan tangan dari kejauhan.

“Night, Greg! Say hi to Laila for me!” balasnya.

Setelah pria berambut pirang itu tak lagi terlihat di ujung jalan, Arman berbalik. Ia menyusuri trotoar jalan yang masih ramai oleh manusia, menghabiskan sisa waktu akhir pekannya.

Sementara Arman sudah kenyang. Ia tak punya lagi tujuan selain berbaring di sofa dan menikmati rasa kantuk. Berbeda dengannya, malam ini Greg mungkin harus tetap terjaga demi Laila.
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Resep Cinta Miri   Bab 154. Miri Tiba di Italia

    “Kemirayu Salwa! Miss Kemirayu!”Miri tercengang mendengar namanya diteriakkan lantang di pintu kedatangan Bandara Leonardo da Vinci. Ia baru saja tiba, masih berkutat dengan jaket yang buru-buru Miri pakai. Sisa dari musim dingin masih terasa di kulit, membuat tubuh menggigil.Sambil mencari-cari asal suara, koper Miri meluncur bersamanya menyusuri koridor bandara. Seorang perempuan tinggi berambut pirang dan ikal melambaikan tangan ke arahnya. Ia membawa poster besar dengan nama lengkap Miri, ditulis tangan dalam tinta hitam.“Miss Kemirayu! Over here!” seru wanita itu dengan senyum lebar.Miri menengok ke kiri dan kanan, mengira akan ada seseorang di luar sana yang memiliki nama unik seperti dirinya. Ia menunggu dan tak ada seorang pun yang menyahut. Memberanikan diri, Miri menghampirinya.“Hello. I’m Kemirayu,” sapanya, mengulurkan tangan.“Hello, Miss Kemirayu! Nice to meet you! I’m Bianca. Chef Nervi sent me here to escort you. I’m also gonna be your interpreter during classes,”

  • Resep Cinta Miri   Bab 153. Dilema Arman

    “Good night, Arman. Have a great weekend!” ucap Greg, melambaikan tangan dari kejauhan.“Night, Greg! Say hi to Laila for me!” balasnya.Setelah pria berambut pirang itu tak lagi terlihat di ujung jalan, Arman berbalik. Ia menyusuri trotoar jalan yang masih ramai oleh manusia, menghabiskan sisa waktu akhir pekannya.Sementara Arman sudah kenyang. Ia tak punya lagi tujuan selain berbaring di sofa dan menikmati rasa kantuk. Berbeda dengannya, malam ini Greg mungkin harus tetap terjaga demi Laila.“Dia pria yang baik. Kadang aku merasa bersalah karena menjebaknya dalam pernikahan ini. Pasti dia tak pernah berharap punya istri yang sakit-sakitan,” ungkap Laila, saat Arman menjenguknya siang itu.“Jangan ngomong gitu. Bukannya hubungan suami istri layaknya seperti itu? ‘Susah senang ditanggung bersama’,” balas Arman.Laila, dalam tubuh lemah dan kulit pucatnya, mendengus panjang. Matanya kosong menatap keluar jendela, seakan kehadiran Arman di sisinya hanyalah bayangan semu.“Kamu bisa ngo

  • Resep Cinta Miri   Bab 152. Arman dan Greg

    “Arman, have you ever fallen in love ? (Arman, apa kamu pernah jatuh cinta?)” tanya Greg, di tengah makan malam mereka.Arman terbatuk-batuk. Potongan daging yang telah ia telan hampir saja melompat keluar dari kerongkongan lagi. Para pengunjung yang duduk di meja sekitar sampai menoleh.“What’s with the sudden question?! I almost choked! (Kenapa tanya seperti itu? Aku hampir tersedak!)” protesnya.Rekan kerja Arman melemparkan senyum canggung. Arman menenggak gelas berisi air dingin hingga habis setengahnya.“Sorry. The thought suddenly came to mind. Everytime Laila spoke about you, it sounded like you’re too free-spirited to be tied down (Maaf. Tiba-tiba saja aku kepikiran hal itu. Setiap kali Laila bicara tentangmu, terdengarnya seperti kamu terlalu bebas untuk dikekang dalam sebuah hubungan),” ujar Greg.

  • Resep Cinta Miri   Bab 151. Miri Berangkat Ke Italia

    “Jihan, lepasin. Aku mau berangkat, nih,” keluh Miri.Tubuh Miri kaku dalam pelukan erat Jihan, seakan menjadi jangkar kapal yang menahan lajunya pergi. Sepanjang pertemanan mereka, Miri belum pernah melihat Jihan bermanja padanya selekat ini.“Bentar lagi, Miri. Aku bakal nggak ketemu kamu untuk waktu yang lama. Jadi, aku perlu menyimpan stok pelukan buat 3 bulan ke depan,” rengek Jihan.“Ya, ampun. Kayak anak kecil aja sih,” ejek Miri, tapi ia tak menghindar.Miri melingkarkan tangannya di tubuh Jihan, menariknya dalam pelukan erat. Jihan terkikik geli sebelum akhirnya melonggarkan lengannya. Ia buru-buru menghapus titik air yang mulai merembes di sudut mata.Di tengah hiruk pikuk bandara sore itu, keberangkatan Miri ke Italia diiringi oleh pelukan dan doa dari keluarga dan sahabat-sahabatnya. Untuk pertama kalinya, Miri dapat memahami beratnya rasa kehilangan.Meski perpisahan mereka hanya sementara waktu, tangisan yang pecah membuat Miri bertanya-tanya apakah ia membuat keputusan

  • Resep Cinta Miri   Bab 150. Malam Sebelum Keberangkatan Miri

    TOK, TOK, TOK.Miri mendengar ketukan di pintu kamarnya saat sedang mengisi koper. Ia bangkit dari lantai, membuka pintu. Wajah Bu Sara muncul, melemparkan senyum pada sang putri.“Masih belum tidur, Nak?” tanya Bu Sara.Di tangannya membawa setumpuk pakaian bersih dan wangi yang baru saja selesai disetrika.“Belum, Ma. Mau ngatur isi koper dulu supaya barang lainnya lebih muat,” ucap Miri.Ia menggeser diri, memberi ruang bagi ibunya untuk masuk ke dalam kamar. Bu Sara meletakkan tumpukan pakaian di tepi tempat tidur. Pandangannya beralih pada koper besar yang terbuka di tengah lantai.Sepasang sepatu dan tas kecil masih terbengkalai di sisi koper, sementara pakaian telah dilipat dan dikencangkan dengan tali pengaman di dalamnya.“Masih kurang apa

  • Resep Cinta Miri   Bab 149. Interogasi Kemal

    “Apa ada sesuatu di antara kamu dan Arman, Miri?” tanya Kemal, di penghujung jam kerja mereka.Keduanya berdiri di teras belakang dapur. Di bawah langit malam dan angin yang bertiup, Miri terpaku saat sahabatnya melemparkan pertanyaan itu. Pertanyaan yang selama ini Miri hindari, karena ia takut dengan jawabannya sendiri.Miri memasukkan tangannya ke dalam saku jaket, lalu mendesah pelan.“Nggak ada yang spesial, Kemal. Belum, lebih tepatnya,” ucap Miri.Sebuah keberanian kecil nan tulus dari dalam hatinya, untuk mengakui bahwa Arman bukan lagi pria biasa baginya. Di hadapan Miri, Kemal mengangguk-angguk.“Berarti bisa dibilang perasaan kalian saling berbalas? Hanya saja tidak ada status?” lanjutnya.“Bisa dibilang begitu. Aku ingin berhati-hati dengan perasaanku sendiri, Mal. Bukan karena Arman nggak cukup buatku. Justru karena dia baik, aku mau berhati-hati,” ujar Miri sambil tersenyum simpul.Kemal dapat memaklumi sudut pandang itu. Ia mengulum bibir, tampak memikirkan hal yang seri

  • Resep Cinta Miri   Bab 6. Berita Baru Bu Sara

    “Makasih makan siangnya, ya, Kemal. Lain kali masak lagi buat Tante, oke?” ucap Bu Sara ketika mengantar Jihan dan Kemal ke pintu.Selepas menikmati hidangan buatan Kemal, Bu Sara sempat bergabung dengan Miri dan teman-temannya. Mereka saling melempar canda di meja makan, berbagi berita terbaru ten

  • Resep Cinta Miri   Bab 5. Ibu Sara Baru Pulang

    “Selamat siang. Wah, kalian udah makan duluan, ya?” sapa sang wanita anggun yang muncul dari pintu depan.“Selamat siang, Tante,” balas Jihan dan Kemal bersamaan.Sara, seorang wanita paruh baya berparas cantik dengan potongan rambut sebahu. Tutur katanya lembut, berbagi pesona yang serupa dengan M

  • Resep Cinta Miri   Bab 2. Kita Usahakan Restu Itu

    “Terus? Kamu ambil amplopnya?”Pertanyaan dari Jihan, sahabatnya, membuat Miri meradang. Bisa-bisanya ia berpikir Miri akan menerima uang suap untuk meninggalkan Baskara?“Ya nggak, lah! Gila kali!” teriak Miri.“Ssst–”Jihan meletakkan jari di depan bibir, lalu menoleh ke kiri dan ke kanan dengan

  • Resep Cinta Miri   Bab 1. Kedatangan Serigala Betina

    “Selamat malam. Selamat datang di Nero&Bianco. Ini tiramisu pesanan Anda,” ucap Miri pada wanita paruh baya di hadapannya.“Hm,” gumam Amara Wibowo, calon ibu mertua Miri, rendah.Wanita tua itu mengambil sendok dan mulai mengambil lapisan utuh tiramisu. Ia melahapnya dalam satu suap. Setelah mulut

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status