Home / Romansa / Resep Cinta Miri / Bab 64. Benturan Amara dan Aisha

Share

Bab 64. Benturan Amara dan Aisha

Author: Mozze Satrio
last update publish date: 2026-07-20 19:05:03

“Begini, Bu. Saya memahami keinginan Anda untuk melihat Miri segera menikah,” ucap Amara Wibowo dalam nada angkuh.

Sepertinya Keluarga Wibowo telah terbiasa bernegosiasi untuk urusan formal dan non-formal. 

“Mama–”

“Diam dulu, Bas. Mama mau ngomong,” sela Amara.

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Resep Cinta Miri   Bab 121. Bicara Dengannya

    “Nih, ngobrol langsung aja sama orangnya,” ucap Kemal santai.“Kemal! Kamu gila, ya?! Aku nggak mau ngomong sama dia!” seru Miri dengan mata melotot.Giginya rapat, menahan diri agar teriakannya tak lepas bebas mengganggu pengunjung lain. Di sisi Kemal, Jihan melemparkan pandangan bak menonton pertandingan tenis.Kemal terus mengulurkan ponselnya ke arah Miri, yang menggelengkan kepalanya kuat-kuat. Nada monoton khas panggilan masuk berhenti berdering. Sayup-sayup, Miri mendengar suara Arman menjawab panggilan itu.“Halo?” ucapnya.Semua orang di meja diam.Kemal menarik ponselnya kembali, menempelkan gawai ke sisi wajahnya.“Halo, Man. Sori ganggu malem-malem. Miri mau ngomong,” ucapnya singkat, lalu kembali menyodorkan ponsel itu ke Miri.Sahabatnya mendecakkan lidah, tak punya kuasa untuk melawan. Dengan berat hati, Miri pun menerima ponsel Kemal.“Halo? Kenapa, Miri? Kamu di mana?” tanya Arman, suaranya terdengar panik.“Hei, Arman. Aku lagi di luar, makan-makan bareng Jihan dan K

  • Resep Cinta Miri   Bab 120. Nasi Goreng Kambing dan Curhat Miri

    “Kalian udah siap? Yuk, berangkat!” ajak Jihan, meminjamkan satu helmnya pada Miri.“Kamu biar dibonceng Jihan aja. Rumah kalian juga searah,” Kemal mengingatkan, menarik resleting jaketnya hingga menutupi leher.Seperti usul Jihan, Miri dan Kemal ikut berkumpul di pintu belakang restoran selepas jam kerja. Lampu jalanan kota menyoroti sepanjang jalan, menemani perjalanan mereka yang mulai lengang. Sampai di lokasi, hampir saja mereka tidak mendapat meja.Kemal memesankan makanan, tiga porsi nasi goreng kambing berukuran besar—yang jika masih sisa, dengan senang hati mereka bawa pulang untuk dimakan lagi besok. Sambil menunggu pesanan, ketiganya menikmati jeruk panas.“Hangatnya … di umur segini, kenapa, ya, kita lebih suka yang sederhana? Waktu masih muda, kayaknya kita masih kuat nyobain minuman manis dengan nama teraneh di menu,” ujar Jihan, setelah menyesap minumannya.“Karena umur segini, lutut dan punggung udah mulai pegal linu. Kena gula dan minyak dikit, besok pagi langsung pe

  • Resep Cinta Miri   Bab 119. Kemenangan Miri

    “Wah, selamat, ya, Sayang! Mama tahu kamu pasti bisa!” seru Bu Sara di telepon.Ia berseru riang, turut merayakan keberhasilan Miri. Di seberang telepon, sang putri pun tak ada dapat berhenti tersenyum. Di sela waktu istirahatnya, Miri menelepon Bu Sara. Ia duduk di teras depan pintu dapur, sambil menikmati sebungkus roti lapis.“Makasih, Ma,” balas Miri riang.“Berarti, menu buatan Kamal nggak lolos?” tanya Bu Sara.Miri bergumam, mengingat wajah santai Kemal yang menerima kegagalannya. Padahal menu kue jeruk buatannya juga menjadi favorit Chef Dom. Kurangnya nuansa liburan dan tema keluarga membuat si kepala koki mempertimbangkan kembali.“Iya, Ma. Tapi dia terlihat santai aja. Kayaknya dia juga nggak akan sempat merasa sedih karena bakal sibuk sepanjang malam Natal,” ungkap Miri.Bu Sara memaklumi.“Berarti … kalau Mama reservasi tempat, bisa nyicipin dessert buatanmu, dong?” tanya Bu Sara antusias.“Iya, Ma. Nanti aku cek di meja resepsionis supaya kalian dapat meja yang istimewa.

  • Resep Cinta Miri   Bab 118. Pertarungan Miri

    “Terima kasih udah nganterin aku, Arman. Kamu hati-hati pulangnya,” ucap Miri, melonggarkan sabuk pengaman.“Semoga sukses untuk kompetisi menunya, Miri,” balas Arman, menyunggingkan senyum.Miri membuka pintu mobil, melangkah keluar. Ia berdiri di tepi jalan, melambaikan tangan ke arah Arman. Laju mobil perlahan meningkat, meninggalkan Miri berdiri di pintu depan area gedung apartemennya seorang diri.Ketika mobil itu telah jauh, Miri berjalan cepat. Setengah berlari, ia menuju unit apartemennya. Miri mengatur napas saat menaiki tangga, tak ada tanda-tanda langkahnya melambat. Tangannya gemetar saat menekan kode pintu.“Ayo, Miri,” gumamnya pada diri sendiri.Pintunya melagu. Miri me

  • Resep Cinta Miri   Bab 117. Malam Arman & Miri di Dapur

    “Jadi … kamu perlu nomorku buat ini?” tanya Arman, menunjuk hidangan manis di hadapannya.Miri mengangkat bahu.“Jihan udah bantuin aku kemarin dan dia udah muak nyobain hampir selusin piring. Kemal … dia sainganku untuk kompetisi menu baru ini,” ucap Miri beralasan.“Nggak mungkin kamu membuka kartu ke lawan,” sahut Arman, mengangguk-angguk.“Tepat sekali,” balas Miri, tertawa kecil.Arman mengangkat sendok, menimbang bagaimana ia mulai makan. Apakah mengambil potongan torta bersama yogurt atau sirup buah manis. Tampilan hidangan itu terlalu manis, hingga ia tak tega merusaknya.Miri menyandarkan sikunya di meja, mengamati sendok Arman yang hanya berputar di atas paduan hidangan buatannya.“Kamu bisa campur semua. Santai aja makannya,” ucapnya sambil tersenyum.Arman tertawa kecil, malu karena Miri menyadari kecanggungannya. Ia mengambil potongan kecil kue dengan isian apel, mencium aroma almond di permukaannya. Dalam satu gigitan, perpaduan rasa manis, gurih dan sentuhan kayu manis

  • Resep Cinta Miri   Bab 116. Panggilan Miri

    “Halo, Miri,” sapa Arman.Sebuah panggilan baru masuk, menampilkan nomor yang tak ia kenal di layar. Arman menahan napas saat menjawabnya. Tak ada suara di seberang.“Halo?” panggilnya lagi.“Halo, Arman.”Degup jantung Arman berpacu. Suara Miri terdengar lebih lembut di telepon dibandingkan saat bicara langsung. Ada getaran di ujung tuturnya, lalu perlahan kembali sunyi. “Aku dapat nomormu dari Seno. Maaf, ya, kalau lancang menghubungimu tanpa izin,” ujar Miri.“Nggak papa! “Aku udah kasih izin. Tenang aja,” suara Arman kini melengking aneh.Ia berdeham.“Kamu lagi sama Seno? Atau di rumah?”” tanya suara di seberang.“Masih di kantor. Tapi aku udah mau pulang,” balas Arman.“Oh,” gumam Miri. Ada keheningan panjang, lagi. “Kalau kamu nggak ada acara setelah ini, bisa nggak kita ketemu?”Alis Arman mengangkat tinggi.“Sekarang?” tanya Arman, memastikan kembali.“Iya. Aku masih di restoran. Aku butuh bantuanmu,” ungkap Miri dengan nada serius.*Miri: Kalau udah sampai, langsung mas

  • Resep Cinta Miri   Bab 6. Berita Baru Bu Sara

    “Makasih makan siangnya, ya, Kemal. Lain kali masak lagi buat Tante, oke?” ucap Bu Sara ketika mengantar Jihan dan Kemal ke pintu.Selepas menikmati hidangan buatan Kemal, Bu Sara sempat bergabung dengan Miri dan teman-temannya. Mereka saling melempar canda di meja makan, berbagi berita terbaru ten

  • Resep Cinta Miri   Bab 5. Ibu Sara Baru Pulang

    “Selamat siang. Wah, kalian udah makan duluan, ya?” sapa sang wanita anggun yang muncul dari pintu depan.“Selamat siang, Tante,” balas Jihan dan Kemal bersamaan.Sara, seorang wanita paruh baya berparas cantik dengan potongan rambut sebahu. Tutur katanya lembut, berbagi pesona yang serupa dengan M

  • Resep Cinta Miri   Bab 4. Makan Siang Keluarga

    “Kamu tahu nggak kalau arrabbiata artinya ‘marah’?” Kemal membeberkan fakta, sambil mengaduk saus kental di dalam panci.Aroma pedas yang membubung bersama uap tipis menggelitik hidung Miri. Matanya terasa panas. Kemal tak mengizinkan Miri meninggalkannya barang sedetik agar ia merekam setiap langk

  • Resep Cinta Miri   Bab 3. Kedatangan Kemal sang Koki

    “Jadi, restu masih belum di tangan, nih?” tanya Jihan, selepas Miri menceritakan acara makan malam terakhirnya bersama orang tua Baskara.“Dari reaksi Baskara, menurutku belum. Ayahnya oke-oke aja. Tapi si serigala betina …,” bisik Miri, menggelengkan kepala.Terakhir kali Miri melihat kekasihnya s

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status