分享

Bab 62

作者: Jiriana
last update publish date: 2026-06-21 00:01:17

"Kalau begitu, jangan mimpi bisa bercerai dariku dan pergi dari sini," balas Raka dengan datar. "Selain anak, aku tidak menginginkan yang lain. Kebebasanmu harus ditukar dengan sesuatu yang berharga."

Ekspresi wajah Kiran memucat. Matanya seketika terkulai, dan otot di sekitar wajahnya mengendur.

Jika dia setuju dengan permintaan Raka, apa dia bisa hamil dan melahirkan anak untuk pria itu? Mengingat kondisi tubuhnya tidak memu
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節
評論 (4)
goodnovel comment avatar
Dinie Youli
jangan pas raka tau sebenernya kiran langsung maafin..cetek bngt ceritanya kl gitu biarin mpe mampus dan berdarah dia minta maaf..ga suka bngt ma laki bego dan tolol kayak raka..najis bngt kiran ma laki yang segitu bucinnya ma cweknya..masa kiran dapet sampahnya mia..mending laki lain
goodnovel comment avatar
carsun18106
raka masih curhat sama gery artinya apa yg dia lakukan itu impulsif, ngga ada rencana jangka panjang
goodnovel comment avatar
carsun18106
kiran kan menganggap raka tahu klo dia tdk bisa punya anak, ngomong dong
查看全部評論

最新章節

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 72

    "Nanti saja. Kita makan malam dulu." Kiran meletakkan ponselnya di atas nakas, kemudian turun dari ranjang. "Aku siapkan makan malam dulu." Tanpa menunggu respon dari Raka, Kiran keluar dari kamar, kemudian turun ke bawah. Dengan dibantu Bi Rum, Kiran menata meja makan. Hari ini, secara khusus dia masak makanan kesukaan Raka. Dia membuat sendiri masakan itu sore tadi tanpa bantuan siapa pun. Sebenarnya, Bi Rum ingin membantu, tapi dilarang oleh Kiran. Pukul 7 malam, mereka makan malam bersama. Tidak ada drama apa pun selama makan malam berlangsung. Mereka semua makan dengan tenang sampai selesai, tidak terkecuali Stevi. Sejak memasuki ruangan makan, wanita itu hanya diam. Wajah terlihat lesu, dia pun hanya makan sedikit. "Mau bicara apa?" Baru saja memasuki kamar, Raka langsung melontarkan pertanyan pada Kiran. "Aku ..." Kiran menatap Raga dengan wajah ragu. 'Kiran, kamu harus bersikap baik dan patuh pada suamimu, tidak boleh membantahnya. Suamimu itu sebenarnya orang

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 71

    Pukul 5 sore, Kiran turun ke bawah untuk menunggu Raka pulang bekerja. Biasanya, pukul segitu pria itu akan tiba di rumah.  Ketika menuruni tangga, dia melihat ada Stevi dan Vania sedang duduk di sofa ruangan keluarga sambil menatap majalah fashion keluaran terbaru. Dari obrolan mereka, Kiran bisa mendengar kalau keduanya sedang memilih barang branded yang baru saja diluncurkan.  Karena tidak ingin mencari masalah dengan keduanya, Kiran memilih mengabaikan dan berjalan terus menuju ruangan tengah setelah turun dari tangga. Namun, tiba-tiba saja dia dipanggil oleh Stevi.  "Kiran, buatkan aku teh. Jangan terlalu banyak gula, aku sedang diet."  Kiran menoleh pada Stevi. "Minta Bi Rum yang buatkan, aku bukan pembantumu." Kemudian dia melangkah dari sana dengan wajah acuh tak acuh.  "Kak Kiran, kamu jangan tidak tahu diri, kamu itu dibawa kakakku ke sini untuk menjadi pembantu, bukan menjadi Nyonya di rumah ini."  Kiran yang baru saja berjalan 4 langkah, kembali berhenti. "Apa kamu t

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 70

    "Aku permisi. Sampai bertemu lagi lain kali."  Kiran hanya mengangguk sopan sebagai jawaban. Saat menyadari kalau dia melupakan sesuatu, buru-buru dia melangkah dengan kaki pincang menuju pintu keluar.  Saat melihat Raka akan memasuki mobil, Kiran buru-buru berseru, "Raka, tunggu!"  Gerakan tangan Raka yang akan membuka pintu seketika terhenti. Dia memutar tubuhnya ke kiri dan menunggu Kiran menghampirinya.  Sebelum berbicara, Kiran mengatur napasnya yang tersengal-sengal akibat berjalan cepat tadi. "Mana ponselku? Kamu bilang akan mengembalikannya?"  Raka meraih sesuatu di saku celana kanannya, lalu menyodorkan benda pipih berwarna putih pada Kiran dan langsung disambut gembira oleh wanita itu. "Aku sudah menghapus nomor ponsel dokter itu. Jangan berhubungan lagi dengannya."  Karena tidak mau mencari masalah dengan Raka, dengan patuh Kiran mengangguk. Setelah mobil pria itu meninggalkan rumah, Kiran masuk ke dalam. Di ruangan keluarga, dia bertemu dengan Stevi dan Vania yang se

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 69

    "Dari mana saja?" Gery langsung melontarkan pertanyaan ketika melihat Raka dan Kiran memasuki ruangan makan bersama. "Aku sudah menunggu sejak tadi, kamu tidur lagi?" Pertanyaan itu, dia tujukan pada Raka yang baru saja duduk di sebrangnya bersama Kiran. "Mandi," jawab Raka seadanya, dengan raut wajah datar. Gery mengunyah makanan dalam mulutnya dengan santai. Namun, dia tiba-tiba mengeryit ketika melihat sesuatu yang janggal. "Kenapa rambut kalian basah? Kalian habis mandi bersama?" Kiran yang baru saja meminum air putih, seketika terbatuk ketika mendengar itu. Raka langsung melesatkan tatapan tajam ke arah Gery setelah Kiran berhenti terbatuk. Namun, sahabatnya itu justu mengulum senyumnya dengan wajah santai. Sementara Stevi dan Vania yang sejak tadi hanya diam, langsung melirik ke arah Raka dan Kiran secara bergantian. Tampak sepercik api kemarahan dalam sorot mata Stevi ketika menyadari kalau Kiran sudah berganti pakaian. Dalam benaknya, dia secara tidak sadar menyimpulka

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 68

    "Raka, kenapa kamu terus membawa Alfan dalam pembicaraan kita? Dia tidak ada hubugannya sama sekali denganku." Seolah sedang mendengar lelucon, Raka seketika tersenyum sinis. "Tidak ada hubungan, tapi kamu selalu tersenyum manis padanya. Bahkan, tidak sabar untuk segera bertemu dengannya sampai pergi ke rumah sakit pagi-pagi sekali." 'Kapan dirinya tersenyum manis pada Alfan?" "Raka, aku berangkat pagi-pagi ke rumah sakit waktu itu bukan karena ingin bertemu dengannya, tapi karena ...." Karena dia tidak tahu harus bersikap seperti apa pada Raka setelah insiden ciuman malem itu. "Karena apa?" tanya Raka akhirnya saat melihat Kiran hanya diam dan tidak melanjutkan ucapannya lagi. "Karena jadwal dokter dimajukan." Hanya itu satu-satunya alasan yang dia berikan pada Raka agar tidak ditanya lagi. "Lalu, kenapa kamu tidak mengatakan padanya kalau kamu sudah menikah

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 67

    "Tidak mau," tolak Stevi. "Izinkan aku tinggal selama beberapa hari lagi di sini, baru aku lepaskan." Karena Stevi tidak mau melepaskan, Raka memegang kedua lengan Stevi, kemudian mendorongnya dengan kuat hingga dia nyaris terjatuh di dekat pintu. Beruntung wanita itu langsung berpegangan pada tembok. "Ini peringatan terakhirku. Jangan pernah memelukku lagi seperti tadi." Usai mengatakan itu, Raka keluar dari kamar, berjalan dengan langkah cepat—menyusul Kiran yang sedang berjalan dengan langkah pincang. "Mau ke mana?" Kiran yang tiba-tiba ditarik dari belakang tampak membelalak dengan mulut sedikit terbuka. Tubuhnya sedikit terhuyung saat akan membentur dada bidang Raka. Baju keduanya sampai basah karena terkena siraman air yang berasal dari dalam gelas yang sedang Kiran pegang akibat wanita itu bergerak terlalu cepat. "Raka lepaskan," pinta Kiran dengan wajah panik. "Kenapa langsung pergi?" Bukannya melepaskan Kiran, Raka justru semakin menarik pinggang Kiran ke arahny

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 47

    Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 45 menit, Kiran akhirnya sampai di gedung perkantoran Raka. Dia segera menghampiri meja ke resepsionis dan menanyakan mengenai Raka setelah menyebutkan namanya. "Apa Nona Kiran sudah membuat janji dengan Pak Raka?" "Belum."

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 46

    "Kau bilang membenci Kiran, tapi kenapa saat dia masuk penjara kau justru memba—" Ucapan Gery tiba-tiba terpotong ketika mendengar ponsel Raka berbunyi. Raka menatap sejenak layar ponselnya sebelum mengangkat panggilan dari orang suruhannya. "Ada apa?" "Nona Kiran sudah melakukan pemeriksaan, ta

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 45

    Setelah tiba di depan lift, Kiran memutar tubuhnya menghadap Alfan, lalu berkata, "Dokter Alfan, mengenai—" "Sudah kubilang, jangan memanggilku seperti itu. Kamu bukan pasienku, panggil saja langsung namaku." Setelah meragu beberapa detik, Kiran akhirnya tersenyum ka

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 44

    "Bagaimana luka Raka? Apa sudah sembuh?" Iris mata Kiran melebar. Dia baru teringat kalau dua hari yang lalu Hannah menyuruhnya untuk memeriksa sekaligus mengobati luka di punggung Raka. Namun, dari waktu itu Raka justru mengusirnya, jadi dia belum sempat melihat kondisi luka Raka separah apa. Ha

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status