Accueil / Horor / Rumah Kos Berhantu / 22. Ada yang Mengikuti Virza

Partager

22. Ada yang Mengikuti Virza

Auteur: Queen Rachma
last update Date de publication: 2022-10-26 17:59:21
Roy sudah berdiri di belakang mereka. Kedua matanya memancarkan kecemasan.

“Kemari, nak," panggil Dedy sambil menepuk-nepuk lantai di sampingnya.

Vina dan Farel langsung bergeser duduknya, untuk memberikan ruang kepada Roy agar bisa duduk dekat Dedy. Roy mengangguk hormat kepada Dedy dan Vina.

“Ada apa nak Roy?" tanya Dedy, setelah Roy duduk disampingnya.

“Begini, Pak. Ada yang ingin saya sampaikan kepada Bapak, tentang Virza," kata Roy membuka pembicaraannya.

“Ada apa dengan Virza? jangan
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Rumah Kos Berhantu   50. Yang Harus Ditinggalkan

    “Kalau Sera sudah bebas dari rumah, kenapa seseorang masih menganggap dia sebagai korban berikutnya?”Virza membaca ulang kalimat bernada teror psikologis yang tertera di layar ponselnya dengan dada bergemuruh hebat. Tulisan itu berkedip-kedip di bawah pendar lampu jalan yang temaram, memantulkan bayangan kecemasan yang mendalam di retina matanya.Sera secara hukum dan tak kasat mata sudah dipastikan bebas dari belenggu kelam Rumah Kos 103. Namun, ancaman abstrak itu kembali mencuat ke permukaan, menyebut namanya seolah ia masih terikat dalam pusaran maut.Ajie dengan gerakan cepat merebut ponsel dari genggaman Virza yang gemetar, matanya menyipit membaca pesan tersebut. “Jangan pernah membalas pesan teror ini,” seru Ajie dengan suara berat dan penuh

  • Rumah Kos Berhantu   49. Harga Sebuah Kebenaran

    “Kalau aku menceritakan semuanya kepada polisi, apa yang akan terjadi pada keluargaku?”Pertanyaan Virza menggantung berat di udara ruang depan Rumah Kos 103, membelah keheningan dini hari yang dingin. Kalimat itu membeku, meninggalkan gema kecemasan yang merayapi setiap sudut dinding berlumut.Ajie duduk perlahan di atas kursi tua yang berderit nyaring, membenahi posisi tubuhnya yang tampak terkuras lelah. Roy berdiri tegap di dekat pintu kayu yang melengkung, matanya yang tajam menatap ke luar menembus kegelapan malam.Tidak ada lagi suara ketukan atau derap langkah misterius dari lantai atas yang biasanya meneror pendengaran mereka. Namun, atmosfer horor psikologis di dalam ruangan itu tetap terasa menekan, seolah kegelapan masih menolak untuk sepenuhnya pergi

  • Rumah Kos Berhantu   48. Rumah yang Mulai Sunyi

    “Aku tahu siapa yang membunuh ayahmu, Sera.”Suara Ajie terdengar berat, membelah keheningan rumah tua itu bagaikan ketukan kayu gersang yang dingin. Suasana ganjil merayapi sudut-sudut ruangan, membelit dada mereka dengan ketegangan horor psikologis yang menyesakkan.Selly—yang kini perlahan menerima bahwa nama aslinya adalah Sera—berdiri tanpa bergerak di dekat pintu kayu lapuk. Tatapan matanya yang kosong bagai selaput bening tampak membeku, menyerap hawa es yang mendadak terkumpul di sekitar bahunya.Virza menatap Ajie dengan napas tertahan, matanya membelalak menuntut kepastian. “Siapa?” tanya Virza tajam, menyorot langsung ke pupil mata seniornya yang meredup di balik kegelapan.

  • Rumah Kos Berhantu   47. Orang yang Menyimpan Nama

    “Di rumah keluargaku.” Kalimat Selly meluncur lirih, membelah keheningan dini hari yang mencekam dan membuat Virza terdiam seketika.Selama ini dia selalu mengira seluruh misteri bernanah yang menaungi hidup mereka berpusat sepenuhnya pada Rumah Kos 13, tempat yang belakangan bersolek dengan cat murah dan mengubah identitasnya menjadi Rumah Kos 103.Namun, ternyata ada ceruk lain yang jauh lebih kelam dan belum tersentuh.‘Apakah segalanya memang berakar dari masa lalu keluarga Selly yang sengaja dikubur dalam-dalam?’ batin Virza dengan dada bergemuruh cemas.Rumah keluarga Selly—sebuah tempat yang terasing dari ingatan, di mana benih dari

  • Rumah Kos Berhantu   46. Delta dan Roy

    “Virza, kalau kamu ingin tahu siapa yang membunuh Mira, jangan cari orang yang masih hidup—cari orang yang membuat Roy menghilang.”Suara Delta perlahan menghilang sepenuhnya setelah kalimat mematikan itu diucapkan, menyisakan kesenyapan yang teramat hampa dan membekukan. Virza berdiri mematung di tengah lorong yang remang, merasakan hembusan angin dingin yang menusuk kulitnya.“Delta!” teriak Virza memanggil ke dalam kegelapan lorong yang tak berdasar.Tidak ada jawaban yang terbalas, hanya suara derit papan kayu tua yang bergesekan pelan diterpa angin malam. Selly memejamkan matanya rapat-rapat seraya menundukkan kepala.“Aku tahu suara itu,” cicit Selly dengan nada pender

  • Rumah Kos Berhantu   45. Nama yang Hilang

    “Kalau dokumen itu berisi bukti kematian Mira, mengapa Mira sendiri memperingatkan Virza agar enggak mempercayainya?”Pertanyaan itu terus berputar di kepala Virza bagaikan gaung lonceng kematian yang tak kunjung reda. Dia berdiri kaku di depan tangga Rumah Kos 103, menatap anak tangga terakhir yang dipercaya menjadi lokasi mengerikan tempat Mira jatuh dan meregang nyawa bertahun-tahun lalu.Selly berdiri di sampingnya dengan wajah yang memucat kaku, memancarkan pendar gaib yang menyebarkan hawa membekukan. “Aku juga enggak mengerti,” kata Selly dengan nada suara melayang pelan, menyuarakan kebingungan yang sama.“Berarti kita harus menemukan dokumen itu,” tegas Virza seraya mengepalkan tangannya di udara untuk menguatkan tekadnya.

  • Rumah Kos Berhantu   3. Sosok 'Teman' di Perjalanan

    Virza membalas pesan dari kawan-kawannya di telepon seluler miliknya sambil menghampiri ayahnya yang sedang menonton TV. Virza duduk di samping ayahnya. Dia menoleh ke arah wajah ayahnya. Virza sudah biasa melihat wajah ayahnya yang dingin, namun sikap diam Dedy kali ini terasa berbeda buat Virza.

  • Rumah Kos Berhantu   2. Kabar Gembira

    Saat masuk kamar Virza masih kepikiran dengan seseorang yang masuk ke rumah Rena. Virza duduk diam dan termangu. "Mas Virza, sudah keterima di Perguruan Tinggi Kok tidak bilang-bilang," Farel mengejutkan Virza dari lamunannya. Virza langsung teringat bahwa dia sedang menunggu pengumuman dari P

  • Rumah Kos Berhantu   1. Tetangga Rumah

    Tetangga Rumah“Tok, tok,tok,” Suara pintu rumah diketuk berkali-kali."Bu Vina… Bu Vina …" Panggil seorang wanita setengah baya. “Tok, tok,tok,” Suara pintu rumah diketuk lagi oleh wanita paruh baya itu.Dia terus mengetuk pintu rumah meskipun pintu rumah itu sebenarnya sudah dalam keadaan terbuk

  • Rumah Kos Berhantu   8. Teman Yang Mana?

    Andra mendengus perlahan, sebenarnya perasaannya sangat kesal, tapi dia tetap ingin bersikap ramah pada Virza dipertemuan pertamanya ini. 'Waduh, masih muda sih tapi pelupa. Padahal belum lama loh. harus diingatkan lagi sepertinya,' Pikir Andra. "Begini Virza, sewaktu kamu mau beli makan, kamu l

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status