Beranda / Horor / Rumah Kos Berhantu / 25. Pantangan Selepas Petang

Share

25. Pantangan Selepas Petang

Penulis: Queen Rachma
last update Tanggal publikasi: 2023-01-16 00:21:14

“Brug!”

Roy segera menarik Virza, karena terburu-buru, Roy menariknya hingga terjatuh ke lantai. Mereka berdua tersungkur.

Namun Virza langsung bangun kembali dan mencoba membuka pintu. Dia seperti sedang dikendalikan oleh sesuatu. Melihat itu, Roy segera bangkit dan meraih tangan Virza dengan susah payah.

‘Dia seperti terpengaruh dengan suara itu,’ pikir Roy.

“Aku mau buka pintu, ada temanku diluar!” Virza menghardik Roy karena dirinya merasa terganggu dengan Roy yang selalu menghalanginya. M
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Rumah Kos Berhantu   51. Rumah yang Akhirnya Pulang

    “Kalau aku menyimpan kebenaran, siapa yang akan menjadi korban terakhir dari semua rahasia ini?”Pertanyaan Virza menggantung berat di udara, membuat ruang depan Rumah Kos 103 kembali diselimuti keheningan yang mencekam. Suasana horor psikologis yang merayap perlahan-lahan menyerap sisa-sisa keberanian mereka, meninggalkan kehangatan yang mendadak luntur oleh rasa teror yang kian menebal.Pesan di layar ponsel Virza masih menyala terang, memancarkan ancaman dingin yang menusuk hingga ke tulang. Kalau dokumen itu tidak dibakar, ibumu akan kehilangan sesuatu yang lebih penting daripada sekadar sebuah rumah tua.Ajie berdiri kaku di samping Virza dengan mata menyipit tajam, menahan ketegangan yang membakar dadanya. Roy

  • Rumah Kos Berhantu   50. Yang Harus Ditinggalkan

    “Kalau Sera sudah bebas dari rumah, kenapa seseorang masih menganggap dia sebagai korban berikutnya?”Virza membaca ulang kalimat bernada teror psikologis yang tertera di layar ponselnya dengan dada bergemuruh hebat. Tulisan itu berkedip-kedip di bawah pendar lampu jalan yang temaram, memantulkan bayangan kecemasan yang mendalam di retina matanya.Sera secara hukum dan tak kasat mata sudah dipastikan bebas dari belenggu kelam Rumah Kos 103. Namun, ancaman abstrak itu kembali mencuat ke permukaan, menyebut namanya seolah ia masih terikat dalam pusaran maut.Ajie dengan gerakan cepat merebut ponsel dari genggaman Virza yang gemetar, matanya menyipit membaca pesan tersebut. “Jangan pernah membalas pesan teror ini,” seru Ajie dengan suara berat dan penuh

  • Rumah Kos Berhantu   49. Harga Sebuah Kebenaran

    “Kalau aku menceritakan semuanya kepada polisi, apa yang akan terjadi pada keluargaku?”Pertanyaan Virza menggantung berat di udara ruang depan Rumah Kos 103, membelah keheningan dini hari yang dingin. Kalimat itu membeku, meninggalkan gema kecemasan yang merayapi setiap sudut dinding berlumut.Ajie duduk perlahan di atas kursi tua yang berderit nyaring, membenahi posisi tubuhnya yang tampak terkuras lelah. Roy berdiri tegap di dekat pintu kayu yang melengkung, matanya yang tajam menatap ke luar menembus kegelapan malam.Tidak ada lagi suara ketukan atau derap langkah misterius dari lantai atas yang biasanya meneror pendengaran mereka. Namun, atmosfer horor psikologis di dalam ruangan itu tetap terasa menekan, seolah kegelapan masih menolak untuk sepenuhnya pergi

  • Rumah Kos Berhantu   48. Rumah yang Mulai Sunyi

    “Aku tahu siapa yang membunuh ayahmu, Sera.”Suara Ajie terdengar berat, membelah keheningan rumah tua itu bagaikan ketukan kayu gersang yang dingin. Suasana ganjil merayapi sudut-sudut ruangan, membelit dada mereka dengan ketegangan horor psikologis yang menyesakkan.Selly—yang kini perlahan menerima bahwa nama aslinya adalah Sera—berdiri tanpa bergerak di dekat pintu kayu lapuk. Tatapan matanya yang kosong bagai selaput bening tampak membeku, menyerap hawa es yang mendadak terkumpul di sekitar bahunya.Virza menatap Ajie dengan napas tertahan, matanya membelalak menuntut kepastian. “Siapa?” tanya Virza tajam, menyorot langsung ke pupil mata seniornya yang meredup di balik kegelapan.

  • Rumah Kos Berhantu   47. Orang yang Menyimpan Nama

    “Di rumah keluargaku.” Kalimat Selly meluncur lirih, membelah keheningan dini hari yang mencekam dan membuat Virza terdiam seketika.Selama ini dia selalu mengira seluruh misteri bernanah yang menaungi hidup mereka berpusat sepenuhnya pada Rumah Kos 13, tempat yang belakangan bersolek dengan cat murah dan mengubah identitasnya menjadi Rumah Kos 103.Namun, ternyata ada ceruk lain yang jauh lebih kelam dan belum tersentuh.‘Apakah segalanya memang berakar dari masa lalu keluarga Selly yang sengaja dikubur dalam-dalam?’ batin Virza dengan dada bergemuruh cemas.Rumah keluarga Selly—sebuah tempat yang terasing dari ingatan, di mana benih dari

  • Rumah Kos Berhantu   46. Delta dan Roy

    “Virza, kalau kamu ingin tahu siapa yang membunuh Mira, jangan cari orang yang masih hidup—cari orang yang membuat Roy menghilang.”Suara Delta perlahan menghilang sepenuhnya setelah kalimat mematikan itu diucapkan, menyisakan kesenyapan yang teramat hampa dan membekukan. Virza berdiri mematung di tengah lorong yang remang, merasakan hembusan angin dingin yang menusuk kulitnya.“Delta!” teriak Virza memanggil ke dalam kegelapan lorong yang tak berdasar.Tidak ada jawaban yang terbalas, hanya suara derit papan kayu tua yang bergesekan pelan diterpa angin malam. Selly memejamkan matanya rapat-rapat seraya menundukkan kepala.“Aku tahu suara itu,” cicit Selly dengan nada pender

  • Rumah Kos Berhantu   4. Hari yang Panjang

    Baru saja Virza menyuap beberapa sendok ke mulutnya, punggungnya ditepuk oleh seseorang. Dia menoleh ke belakang, ternyata itu adalah Selly. "Loh, kamu makan di sini," tanya Selly sambil tersenyum ke arah Virza. Sebenarnya Virza masih merasa heran dengan Selly sebagai teman dalam perjalanannya ka

  • Rumah Kos Berhantu   3. Sosok 'Teman' di Perjalanan

    Virza membalas pesan dari kawan-kawannya di telepon seluler miliknya sambil menghampiri ayahnya yang sedang menonton TV. Virza duduk di samping ayahnya. Dia menoleh ke arah wajah ayahnya. Virza sudah biasa melihat wajah ayahnya yang dingin, namun sikap diam Dedy kali ini terasa berbeda buat Virza.

  • Rumah Kos Berhantu   2. Kabar Gembira

    Saat masuk kamar Virza masih kepikiran dengan seseorang yang masuk ke rumah Rena. Virza duduk diam dan termangu. "Mas Virza, sudah keterima di Perguruan Tinggi Kok tidak bilang-bilang," Farel mengejutkan Virza dari lamunannya. Virza langsung teringat bahwa dia sedang menunggu pengumuman dari P

  • Rumah Kos Berhantu   1. Tetangga Rumah

    Tetangga Rumah“Tok, tok,tok,” Suara pintu rumah diketuk berkali-kali."Bu Vina… Bu Vina …" Panggil seorang wanita setengah baya. “Tok, tok,tok,” Suara pintu rumah diketuk lagi oleh wanita paruh baya itu.Dia terus mengetuk pintu rumah meskipun pintu rumah itu sebenarnya sudah dalam keadaan terbuk

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status