Beranda / Horor / Rumah Kos Berhantu / 25. Pantangan Selepas Petang

Share

25. Pantangan Selepas Petang

Penulis: Queen Rachma
last update Tanggal publikasi: 2023-01-16 00:21:14

“Brug!”

Roy segera menarik Virza, karena terburu-buru, Roy menariknya hingga terjatuh ke lantai. Mereka berdua tersungkur.

Namun Virza langsung bangun kembali dan mencoba membuka pintu. Dia seperti sedang dikendalikan oleh sesuatu. Melihat itu, Roy segera bangkit dan meraih tangan Virza dengan susah payah.

‘Dia seperti terpengaruh dengan suara itu,’ pikir Roy.

“Aku mau buka pintu, ada temanku diluar!” Virza menghardik Roy karena dirinya merasa terganggu dengan Roy yang selalu menghalanginya. M
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Rumah Kos Berhantu   37. Malam Ketika Mira Jatuh

    Suara Mira masih terdengar dari balik dinding.Gema suaranya bergetar ganjil, merambat memalui serat-serat kayu tua yang mulai membusuk, seolah membawa hawa dingin dari masa lalu yang tak pernah benar-benar mati. Ruang penyimpanan yang pengap itu mendadak dihimpit oleh keheningan yang kaku dan sarat teka-teki, di mana setiap embusan napas terasa amat berat untuk ditarik. Bau apak dokumen tua bercampur bau tanah basah merayap masuk, memicu bulu kuduk berdiri tegak.“Namanya bukan Selina Arum,” bisik suara itu lagi, melayang samar dan memantul di sudut-sudut plafon gantung yang temaram.Virza menatap Selly. Matanya membelalak menuntut kejelasan di tengah kegelapan yang kian menebal di antara mereka.Selly

  • Rumah Kos Berhantu   36. Nama yang Tertinggal

    Tangan pucat yang muncul dari celah dinding membuat Virza mundur beberapa langkah. Sensasi membeku seketika merayapi tulang belakangnya, menebarkan teror laten yang menusuk saraf-saraf kesadarannya.Selly masih menggenggam lengannya. Cengkeraman jemari ghaib itu terasa bagai balok es yang siap meremukkan kulitnya.“Jangan mendekat,” bisiknya, suaranya tercekat dan gemetar hebat di tengah keheningan malam yang menindas.Virza menatap tangan itu. Jari-jari pucat tersebut bergerak perlahan, mencengkeram sisi dinding yang retak hingga serpihan kayu dan cat kusam berjatuhan ke lantai.Kemudian terdengar suara.“Virza...”&nb

  • Rumah Kos Berhantu   35. Selly Datang dari Masa Lalu

    Pagi datang tanpa membuat Virza merasa lebih tenang. Udara dingin pasca malam yang mencekam seolah enggan menguap, membekukan setiap jengkal ruang di kamarnya. Sinar matahari pagi yang menerobos celah tirai kusam tidak membawa kehangatan, melainkan menelanjangi debu-debu melayang yang menari dalam kesunyian memekakkan.Dia hampir tidak tidur. Setiap kali memejamkan mata, bayangan lorong tua, engsel pintu berderit, dan potret kusam itu menghantam kesadarannya tanpa ampun.Sepanjang malam, pikirannya hanya tertuju pada satu kalimat. Catatan ringkas yang terukir kusam namun menghantam logikanya bagai petir di tengah malam.Selly Arum — meninggal pada malam yang sama dengan Mira.Virza membawa foto itu ke

  • Rumah Kos Berhantu   34. Gadis yang Tidak Pernah Tercatat

    Virza masih memegang foto lama itu ketika kembali ke kamarnya. Udara di dalam ruangan terasa teramat asing, seolah kerapatan oksigen perlahan menyusut dan digantikan oleh rasa kepengapan yang menindas. Lampu bohlam kuning di langit-langit berkedip-kedip gelisah, melemparkan bayangan-bayangan meliuk di dinding kamar yang kusam.Foto yang memperlihatkan Mira, Selly, beberapa penghuni perempuan Rumah Kos 13, dan seorang laki-laki asing di luar pagar terus berada di dalam pikirannya. Setiap detik terasa melambat, memutar kembali jejak-jejak kenangan semu yang selama ini tersusun begitu rapi.Yang paling mengganggunya bukan wajah laki-laki itu. Melainkan sosok Selly.Sejak pertama kali bertemu di kereta, Virza tidak pernah benar-benar merasa ada yang salah dengan gadis itu. Suasa

  • Rumah Kos Berhantu   33. Rahasia Terlarang Rumah Kos 103

    Di balik daun pintu kamar nomor empat yang terbuka melambai, hanya ada kegelapan pekat yang seolah menelan semua cahaya dari lorong.Virza menatapnya dengan sensasi dingin yang merayapi punggungnya. “Kamar Selly?” tanya Virza pelan.Andra mengangguk pelan, wajahnya membeku. “Dulu,” jawab Andra lirih.Virza mendekat, tertarik oleh kekuatan tak terlihat yang seolah memanggilnya untuk masuk. Di atas pintu terdapat bekas angka yang telah dicat berulang kali dengan warna gelap, namun polanya masih berbekas. 4.Virza menyentuh permukaannya, meraba ukiran kayu tua di balik bingkai pintu. Dingin. Sangat dingin, bagaikan menyentuh balok es di tengah lautan membeku.

  • Rumah Kos Berhantu   32. Kamar yang Tidak Tercatat

    Virza dan Andra masih berdiri di lantai atas. Udara malam di lorong itu mendadak menjadi begitu pekat, seolah memadat dan menghimpit dada mereka. Keheningan yang sempat tercipta mendadak pecah oleh gema halus yang merayap turun dari celah-celah kayu lapuk.Suara dari bawah kembali terdengar.“Virza...”Kali ini lebih pelan. Lebih dekat, seperti embusan napas dingin yang berbisik tepat di belakang cuping telinga. Gestur itu membuat bulu kuduk Virza berdiri seketika, menghadirkan rasa janggal yang menusuk hingga ke tulang.Virza menatap Andra dengan mata melebar, menuntut kepastian di tengah keraguan yang menghantui pikirannya. “Mas yakin itu bukan Selly?” tanya Virza sambil mencengkeram jemarinya sendiri yang mulai mendingin.Andra menggeleng pelan, wajahnya tampak pucat di bawah temaram lampu lorong yang berkedip rapuh. “Aku enggak,” sahut Andra dengan suara parau, menahan napas sejenak seolah takut suaranya akan memancing sesuatu yang tak kasat mata.“Bukankah Mas pernah melihat Sell

  • Rumah Kos Berhantu   4. Hari yang Panjang

    Baru saja Virza menyuap beberapa sendok ke mulutnya, punggungnya ditepuk oleh seseorang. Dia menoleh ke belakang, ternyata itu adalah Selly. "Loh, kamu makan di sini," tanya Selly sambil tersenyum ke arah Virza. Sebenarnya Virza masih merasa heran dengan Selly sebagai teman dalam perjalanannya ka

  • Rumah Kos Berhantu   3. Sosok 'Teman' di Perjalanan

    Virza membalas pesan dari kawan-kawannya di telepon seluler miliknya sambil menghampiri ayahnya yang sedang menonton TV. Virza duduk di samping ayahnya. Dia menoleh ke arah wajah ayahnya. Virza sudah biasa melihat wajah ayahnya yang dingin, namun sikap diam Dedy kali ini terasa berbeda buat Virza.

  • Rumah Kos Berhantu   2. Kabar Gembira

    Saat masuk kamar Virza masih kepikiran dengan seseorang yang masuk ke rumah Rena. Virza duduk diam dan termangu. "Mas Virza, sudah keterima di Perguruan Tinggi Kok tidak bilang-bilang," Farel mengejutkan Virza dari lamunannya. Virza langsung teringat bahwa dia sedang menunggu pengumuman dari P

  • Rumah Kos Berhantu   1. Tetangga Rumah

    Tetangga Rumah“Tok, tok,tok,” Suara pintu rumah diketuk berkali-kali."Bu Vina… Bu Vina …" Panggil seorang wanita setengah baya. “Tok, tok,tok,” Suara pintu rumah diketuk lagi oleh wanita paruh baya itu.Dia terus mengetuk pintu rumah meskipun pintu rumah itu sebenarnya sudah dalam keadaan terbuk

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status