Share

26. Kerasukan

Penulis: Queen Rachma
last update Tanggal publikasi: 2023-01-21 01:26:43

Ajie menghembuskan nafas panjang. Dia merasa lega karena ternyata Roy yang berada di depan pintu. Dia melihat sosok Roy yang rambut serta pakaiannya dalam keadaan basah.

‘Tapi, mengapa diam dan tertunduk saja? Mengapa dia tidak memanggilku?’ pikir Ajie.

‘Ah, sudahlah! Aku berpikir terlalu berlebihan. Normal saja dia dalam keadaan basah begitu setelah berwudhu,’ pikir Ajie sambil menepis pikiran yang sebelumnya.

Kemudian dia segera membuka pintu kamar mengingat waktunya yang sudah tinggal sedik
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Rumah Kos Berhantu   34. Gadis yang Tidak Pernah Tercatat

    Virza masih memegang foto lama itu ketika kembali ke kamarnya. Udara di dalam ruangan terasa teramat asing, seolah kerapatan oksigen perlahan menyusut dan digantikan oleh rasa kepengapan yang menindas. Lampu bohlam kuning di langit-langit berkedip-kedip gelisah, melemparkan bayangan-bayangan meliuk di dinding kamar yang kusam.Foto yang memperlihatkan Mira, Selly, beberapa penghuni perempuan Rumah Kos 13, dan seorang laki-laki asing di luar pagar terus berada di dalam pikirannya. Setiap detik terasa melambat, memutar kembali jejak-jejak kenangan semu yang selama ini tersusun begitu rapi.Yang paling mengganggunya bukan wajah laki-laki itu. Melainkan sosok Selly.Sejak pertama kali bertemu di kereta, Virza tidak pernah benar-benar merasa ada yang salah dengan gadis itu. Suasa

  • Rumah Kos Berhantu   33. Rahasia Terlarang Rumah Kos 103

    Di balik daun pintu kamar nomor empat yang terbuka melambai, hanya ada kegelapan pekat yang seolah menelan semua cahaya dari lorong.Virza menatapnya dengan sensasi dingin yang merayapi punggungnya. “Kamar Selly?” tanya Virza pelan.Andra mengangguk pelan, wajahnya membeku. “Dulu,” jawab Andra lirih.Virza mendekat, tertarik oleh kekuatan tak terlihat yang seolah memanggilnya untuk masuk. Di atas pintu terdapat bekas angka yang telah dicat berulang kali dengan warna gelap, namun polanya masih berbekas. 4.Virza menyentuh permukaannya, meraba ukiran kayu tua di balik bingkai pintu. Dingin. Sangat dingin, bagaikan menyentuh balok es di tengah lautan membeku.

  • Rumah Kos Berhantu   32. Kamar yang Tidak Tercatat

    Virza dan Andra masih berdiri di lantai atas. Udara malam di lorong itu mendadak menjadi begitu pekat, seolah memadat dan menghimpit dada mereka. Keheningan yang sempat tercipta mendadak pecah oleh gema halus yang merayap turun dari celah-celah kayu lapuk.Suara dari bawah kembali terdengar.“Virza...”Kali ini lebih pelan. Lebih dekat, seperti embusan napas dingin yang berbisik tepat di belakang cuping telinga. Gestur itu membuat bulu kuduk Virza berdiri seketika, menghadirkan rasa janggal yang menusuk hingga ke tulang.Virza menatap Andra dengan mata melebar, menuntut kepastian di tengah keraguan yang menghantui pikirannya. “Mas yakin itu bukan Selly?” tanya Virza sambil mencengkeram jemarinya sendiri yang mulai mendingin.Andra menggeleng pelan, wajahnya tampak pucat di bawah temaram lampu lorong yang berkedip rapuh. “Aku enggak,” sahut Andra dengan suara parau, menahan napas sejenak seolah takut suaranya akan memancing sesuatu yang tak kasat mata.“Bukankah Mas pernah melihat Sell

  • Rumah Kos Berhantu   31. Nama-Nama yang Dihapus

    Virza masih berdiri di depan pintu Rumah Kos 103.Foto lama itu masih berada di tangannya. Jarinya gemetar ketika membaca tulisan di bagian belakang foto untuk kesekian kalinya.“Kalau sesuatu terjadi kepadaku, jangan percaya Selly.”Kalimat itu terus berputar di dalam kepalanya.Selly baru saja mengatakan bahwa dirinya gagal menyelamatkan Mira.Namun foto ini justru memberikan peringatan yang berbeda. Virza menatap ke arah lorong rumah kos yang gelap.“Siapa yang menulis ini?” gumamnya. Tidak ada jawaban.Angin dari pintu yang terbuka membuat tirai ruang depan bergerak perlahan.Virza melangkah masuk.Kakinya terasa berat.Rumah itu sebenarnya tidak berbeda dari biasanya. Sofa tua masih berada di tempatnya. Rak sepatu masih dipenuhi sandal penghuni kos. Bahkan suara televisi dari salah satu kamar masih terdengar samar.Namun setelah mengetahui bahwa rumah tersebut pernah bernomor 13, semuanya terasa berbeda.Seolah-olah selama hampir enam bulan dia tinggal di dalam sebuah tempat yang

  • Rumah Kos Berhantu   30. Nomor yang Pernah Berubah

    “Lalu, kejadian apa yang menggemparkan itu?” tanya Virza semakin penasaran.Ibu penjaga warung makan terdiam. Tangannya yang sedang memegang kain lap berhenti bergerak. Dia menatap Dito, kemudian menatap Jaya. Seolah-olah ketiganya sedang berusaha menentukan siapa yang seharusnya menceritakan bagian terakhir dari kisah tersebut.Virza memperhatikan mereka satu per satu.“Kenapa diam?” tanyanya lagi.Jaya menarik napas panjang. “Karena bagian itu yang paling sering membuat orang takut membicarakannya.”Virza menelan ludah. “Memangnya separah itu?”“Tidak tahu,” jawab Dito. “Aku sendiri enggak pernah melihat langsung. Aku hanya mendengar cerita dari orang yang lebih tua.”“Cerita apa?” tanya Virza penuh rasa ingin tahu.Dito menggeser duduknya mendekati Virza.“Katanya, kejadian itu bermula dari seorang penghuni perempuan.” Dito berkata dengan suara hampir berbisik di dekat Virza.Virza langsung terdiam, aliran darahnya terasa berhenti sejenak.‘Perempuan?’Entah mengapa satu kata itu me

  • Rumah Kos Berhantu   29. Rumor Seram

    Jaya dan yang lainnya tampak meringis saat dimintai penjelasan oleh Virza tentang sikap mereka.“Wah, ada apa ini? Mengapa sikap kalian seperti itu?” tanya Virza lagi menatap satu per satu orang yang ada di sana, termasuk penjual warung makan.Penjaga warung makan pun berpaling dari Virza. Dia seperti tidak ingin ikut campur dalam pembicaraan antara Jaya dan Virza. Sementara yang lain ikut bersikap sama, mereka malah memunggungi Virza dan melanjutkan makan.Virza gelisah karena ada di situasi yang canggung, dia merasa benar-benar asing di tempat yang baru pertama kali dia kunjungi. Namun Virza tidak mau menyerah, dia terus menatap pada Jaya, menuntut penjelasan yang sudah membuatnya penasaran.“Ehm, memangnya sudah berapa lama kamu tinggal di rumah kos itu?” tanya Jaya sambil berpindah tempat duduk ke dekat Virza.“Hampir 6 bulan,” sahut Virza ragu. Jaya menatap kedua mata Virza dengan saksama. Virza tidak tahu apa yang dipikirkan oleh Jaya, namun dia yakin ada sesuatu yang penting in

  • Rumah Kos Berhantu   8. Teman Yang Mana?

    Andra mendengus perlahan, sebenarnya perasaannya sangat kesal, tapi dia tetap ingin bersikap ramah pada Virza dipertemuan pertamanya ini. 'Waduh, masih muda sih tapi pelupa. Padahal belum lama loh. harus diingatkan lagi sepertinya,' Pikir Andra. "Begini Virza, sewaktu kamu mau beli makan, kamu l

  • Rumah Kos Berhantu   7. Virza Punya Teman dan … 'Teman'?

    Pemuda itu menoleh pada Virza dan dia tersenyum lagi. Virza langsung membalas senyumnya. "Kamu anak baru ya? Nama kamu siapa?" Pemuda itu menghentikan langkahnya sejenak, lalu dia mengulurkan tangannya pada Virza. "Namaku Andra," dia memperkenalkan dirinya saat jabatan tangannya disambut oleh Vir

  • Rumah Kos Berhantu   6. Malam Pertama Jadi Anak Kos

    Baru saja Virza mengunci pintu rumahnya, dari balkon atas ada yang memanggilnya. "Virza, mau ke mana, Za?" Suara itu akrab di telinga Virza. Virza menoleh ke kanan dan ke kiri namun tidak melihat siapa-siapa. Virza langsung mendongakkan kepalanya mencari siapa yang memanggilnya. Ternyata Ajie yan

  • Rumah Kos Berhantu   5. Rumah Kos Murah

    Ketika sampai di depan Rumah Kos itu. ~ Rumah Kos 103 ~ Begitulah yang tertulis di papan itu. Lalu Virza melihat ke sekeliling rumah itu, ternyata tidak ada orang yang bisa dijadikannya untuk tempat bertanya. Virza memutuskan untuk duduk di teras rumah itu. "Hai, kamu cari siapa?" Tanya sese

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status