Home / Horor / Rumah Kos Berhantu / 26. Kerasukan

Share

26. Kerasukan

Author: Queen Rachma
last update publish date: 2023-01-21 01:26:43

Ajie menghembuskan nafas panjang. Dia merasa lega karena ternyata Roy yang berada di depan pintu. Dia melihat sosok Roy yang rambut serta pakaiannya dalam keadaan basah.

‘Tapi, mengapa diam dan tertunduk saja? Mengapa dia tidak memanggilku?’ pikir Ajie.

‘Ah, sudahlah! Aku berpikir terlalu berlebihan. Normal saja dia dalam keadaan basah begitu setelah berwudhu,’ pikir Ajie sambil menepis pikiran yang sebelumnya.

Kemudian dia segera membuka pintu kamar mengingat waktunya yang sudah tinggal sedik
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Rumah Kos Berhantu   31. Nama-Nama yang Dihapus

    Virza masih berdiri di depan pintu Rumah Kos 103.Foto lama itu masih berada di tangannya. Jarinya gemetar ketika membaca tulisan di bagian belakang foto untuk kesekian kalinya.“Kalau sesuatu terjadi kepadaku, jangan percaya Selly.”Kalimat itu terus berputar di dalam kepalanya.Selly baru saja mengatakan bahwa dirinya gagal menyelamatkan Mira.Namun foto ini justru memberikan peringatan yang berbeda. Virza menatap ke arah lorong rumah kos yang gelap.“Siapa yang menulis ini?” gumamnya. Tidak ada jawaban.Angin dari pintu yang terbuka membuat tirai ruang depan bergerak perlahan.Virza melangkah masuk.Kakinya terasa berat.Rumah itu sebenarnya tidak berbeda dari biasanya. Sofa tua masih berada di tempatnya. Rak sepatu masih dipenuhi sandal penghuni kos. Bahkan suara televisi dari salah satu kamar masih terdengar samar.Namun setelah mengetahui bahwa rumah tersebut pernah bernomor 13, semuanya terasa berbeda.Seolah-olah selama hampir enam bulan dia tinggal di dalam sebuah tempat yang

  • Rumah Kos Berhantu   Bab 30. Nomor yang Pernah Berubah

    “Lalu, kejadian apa yang menggemparkan itu?” tanya Virza semakin penasaran.Ibu penjaga warung makan terdiam. Tangannya yang sedang memegang kain lap berhenti bergerak. Dia menatap Dito, kemudian menatap Jaya. Seolah-olah ketiganya sedang berusaha menentukan siapa yang seharusnya menceritakan bagian terakhir dari kisah tersebut.Virza memperhatikan mereka satu per satu.“Kenapa diam?” tanyanya lagi.Jaya menarik napas panjang. “Karena bagian itu yang paling sering membuat orang takut membicarakannya.”Virza menelan ludah. “Memangnya separah itu?”“Tidak tahu,” jawab Dito. “Aku sendiri enggak pernah melihat langsung. Aku hanya mendengar cerita dari orang yang lebih tua.”“Cerita apa?” tanya Virza penuh rasa ingin tahu.Dito menggeser duduknya mendekati Virza.“Katanya, kejadian itu bermula dari seorang penghuni perempuan.” Dito berkata dengan suara hampir berbisik di dekat Virza.Virza langsung terdiam, aliran darahnya terasa berhenti sejenak.‘Perempuan?’Entah mengapa satu kata itu me

  • Rumah Kos Berhantu   29. Rumor Seram

    Jaya dan yang lainnya tampak meringis saat dimintai penjelasan oleh Virza tentang sikap mereka.“Wah, ada apa ini? Mengapa sikap kalian seperti itu?” tanya Virza lagi menatap satu per satu orang yang ada di sana, termasuk penjual warung makan.Penjaga warung makan pun berpaling dari Virza. Dia seperti tidak ingin ikut campur dalam pembicaraan antara Jaya dan Virza. Sementara yang lain ikut bersikap sama, mereka malah memunggungi Virza dan melanjutkan makan.Virza gelisah karena ada di situasi yang canggung, dia merasa benar-benar asing di tempat yang baru pertama kali dia kunjungi. Namun Virza tidak mau menyerah, dia terus menatap pada Jaya, menuntut penjelasan yang sudah membuatnya penasaran.“Ehm, memangnya sudah berapa lama kamu tinggal di rumah kos itu?” tanya Jaya sambil berpindah tempat duduk ke dekat Virza.“Hampir 6 bulan,” sahut Virza ragu. Jaya menatap kedua mata Virza dengan saksama. Virza tidak tahu apa yang dipikirkan oleh Jaya, namun dia yakin ada sesuatu yang penting in

  • Rumah Kos Berhantu   28. Berdamai

    # Esok hari.“Za, Za, bangun.” Seseorang membangunkan Virza yang tertidur di teras depan rumah kos.Virza terbangun dari tidurnya sambil menggeliat. Dia menyipitkan matanya menatap orang yang baru saja membangunkannya dari tidur. Cahaya matahari membuatnya tidak mampu membuka lebar kelopak matanya.“Mas Delta?” Virza bergumam sambil menggosok-gosok matanya.Delta duduk di samping Virza yang menatapnya heran.“Kenapa menatapku seperti itu?” tanya Delta bingung. Virza menggelengkan kepala.Tiba-tiba Roy sudah berada di hadapan Virza dan Delta sambil tersenyum. “Kita ke kampus yuk, ada yang mau aku bicarakan dengan kalian,” ujar Roy.“Aku tidak ada kelas hari ini. Bagaimana kalau kita bicara disini saja?” Delta memberikan penawaran.“Tidak bisa. Aku tidak ingin membicarakannya disini. Bagaimana denganmu, Virza? Apakah kamu bisa ikut denganku ke kampus?” sahut Roy. Virza langsung mengerti tujuan Roy, dia mengangguk setuju. Akhirnya Delta pun mengikuti mereka setelah Virza selesai mandi

  • Rumah Kos Berhantu   27. Sosok di Kamar Delta

    Roy dan Ajie tidak berbuat apa-apa, karena mereka sudah kelelahan menghadapi tingkah Virza yang sebelumnya. “Mas, aku…” Ajie tidak meneruskan kalimatnya karena Roy melarang. ‘Aku takut,’ batin Ajie. Sepanjang malam itu Ajie dan Roy terus berdoa. Akhirnya, mereka melalui malam panjang itu hingga pagi menjelang. Tanpa disadari, Ajie dan Roy tertidur karena kelelahan. Virza terbangun dan seperti tidak terjadi apa-apa. Dia merasa bingung karena kedua temannya duduk sambil tertidur mendampinginya. Virza merasa sakit di sekujur tubuh sehingga dia harus berusaha keras untuk bangkit dari tempat tidur itu. Dengan perlahan dia membantu kedua temannya berbaring berdampingan. “Mereka akan merasakan sakit juga di sekujur tubuhnya kalau tertidur dengan cara begini,” kata Virza sambil merebahkan mereka. Diam-diam Virza keluar dari kamar Roy. Tiba-tiba bulu kuduk di sekujur tubuhnya merinding saat keluar kamar dan menatap lorong itu. Padahal, letak tangga berada di ujung lorong itu. Ada ras

  • Rumah Kos Berhantu   26. Kerasukan

    Ajie menghembuskan nafas panjang. Dia merasa lega karena ternyata Roy yang berada di depan pintu. Dia melihat sosok Roy yang rambut serta pakaiannya dalam keadaan basah.‘Tapi, mengapa diam dan tertunduk saja? Mengapa dia tidak memanggilku?’ pikir Ajie. ‘Ah, sudahlah! Aku berpikir terlalu berlebihan. Normal saja dia dalam keadaan basah begitu setelah berwudhu,’ pikir Ajie sambil menepis pikiran yang sebelumnya.Kemudian dia segera membuka pintu kamar mengingat waktunya yang sudah tinggal sedikit lagi. Ketika pintu dibuka, Roy segera masuk ke dalam kamar dan berdiri menatap Virza yang masih terbaring dan memejamkan mata.“Mas, waktunya tinggal sedikit lagi. Cepatlah! Sebelum masuk Isya,” Ajie mengingatkan Roy sambil memberikan sarung setelah membantunya menggelar sajadah di lantai. Tapi Roy hanya terdiam dan menerima sarung itu. Ajie terus melawan perasaan-perasaan yang menurutnya ada yang aneh dengan sikap Roy. Dia menepis dugaan pada Roy.Ajie menyingkir dari hadapan Roy dan memili

  • Rumah Kos Berhantu   4. Hari yang Panjang

    Baru saja Virza menyuap beberapa sendok ke mulutnya, punggungnya ditepuk oleh seseorang. Dia menoleh ke belakang, ternyata itu adalah Selly. "Loh, kamu makan di sini," tanya Selly sambil tersenyum ke arah Virza. Sebenarnya Virza masih merasa heran dengan Selly sebagai teman dalam perjalanannya ka

  • Rumah Kos Berhantu   3. Sosok 'Teman' di Perjalanan

    Virza membalas pesan dari kawan-kawannya di telepon seluler miliknya sambil menghampiri ayahnya yang sedang menonton TV. Virza duduk di samping ayahnya. Dia menoleh ke arah wajah ayahnya. Virza sudah biasa melihat wajah ayahnya yang dingin, namun sikap diam Dedy kali ini terasa berbeda buat Virza.

  • Rumah Kos Berhantu   2. Kabar Gembira

    Saat masuk kamar Virza masih kepikiran dengan seseorang yang masuk ke rumah Rena. Virza duduk diam dan termangu. "Mas Virza, sudah keterima di Perguruan Tinggi Kok tidak bilang-bilang," Farel mengejutkan Virza dari lamunannya. Virza langsung teringat bahwa dia sedang menunggu pengumuman dari P

  • Rumah Kos Berhantu   1. Tetangga Rumah

    Tetangga Rumah“Tok, tok,tok,” Suara pintu rumah diketuk berkali-kali."Bu Vina… Bu Vina …" Panggil seorang wanita setengah baya. “Tok, tok,tok,” Suara pintu rumah diketuk lagi oleh wanita paruh baya itu.Dia terus mengetuk pintu rumah meskipun pintu rumah itu sebenarnya sudah dalam keadaan terbuk

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status