Home / Horor / Rumah Kos Berhantu / 42. Nama yang Kembali

Share

42. Nama yang Kembali

Author: Queen Rachma
last update publish date: 2026-10-16 22:00:40

“...kamu harus tahu siapa ibumu sebenarnya.”

Suara perempuan itu masih menggema merindingkan bulu kuduk di dalam setiap sudut Rumah Kos 103, memantul di antara dinding-dinding papan tua yang bergetar pelan. Hawa dingin yang kian menggebu merayapi pelipis dan tengkuk, seakan-akan kebenaran yang tertutup rapat kini memaksa keluar memburu kesadaran siapapun di ruangan itu.

 

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Rumah Kos Berhantu   42. Nama yang Kembali

    “...kamu harus tahu siapa ibumu sebenarnya.”Suara perempuan itu masih menggema merindingkan bulu kuduk di dalam setiap sudut Rumah Kos 103, memantul di antara dinding-dinding papan tua yang bergetar pelan. Hawa dingin yang kian menggebu merayapi pelipis dan tengkuk, seakan-akan kebenaran yang tertutup rapat kini memaksa keluar memburu kesadaran siapapun di ruangan itu.Virza berdiri kaku di ruang depan dengan napas tercekat berat di tenggorokannya. Kartu identitas kusam yang ditemukannya di dalam kotak besi masih terikat erat dalam cengkeraman jemarinya yang dingin memutih.Di sebelahnya, Selly menatap ke arah deretan anak tangga kayu dengan raut wajah yang sepenuhnya diselimuti ketakutan mutlak. Mata arwah itu membelalak lebar, memancarkan keriupan teror yang b

  • Rumah Kos Berhantu   41. Pilihan di Rumah Nomor 103

    Gelap.Virza masih menggenggam kartu identitas itu dengan jemarinya yang bergetar kaku di tengah kepungan gulita. Dia tidak melihat seluruh namanya, hanya beberapa huruf tercetak samar yang tertangkap oleh memori visualnya. Namun sesuatu di dalam dirinya yang teramat dalam mengatakan bahwa kartu tersebut sangat penting bagi hidupnya.“Selly,” panggil Virza dengan suara bergetar menahan gejolak teror yang merayapi dadanya.Tidak ada jawaban dari kegelapan yang membisu di sekitarnya.“Kenapa aku enggak boleh melihatnya?” cecar Virza lagi seraya memajukan langkahnya dengan ragu di atas lantai kayu yang dingin.Suara Selly terdengar dari

  • Rumah Kos Berhantu   40. Orang yang Menjaga Rumah

    Virza masih memegang laporan kematian Mira ketika suasana ruang depan berubah. Udara mendadak menjadi dingin, merayap pelan dari celah-celah papan kayu tua. Dingin itu tidak bertiup dari jendela, melainkan seolah menyembur langsung dari balik kedalaman dinding Rumah Kos 103.Ajie berdiri di samping meja kayu dengan wajah yang mendadak pucat pasi. Pendar redup lampu gantung membiaskan keheningan mencekam yang menekan dada mereka berdua. Nama yang tertera pada lembaran kusam di tangan Virza masih terbaca amat jelas di tengah ketegangan yang kian menghebat.Orang yang menandatangani laporan kematian Mira adalah orang yang selama ini mengurus Rumah Kos 103. Virza menatap Ajie lurus-lurus, mencoba menuntut kejelasan dari fakta yang baru saja terkuak di depan mata mereka.“M

  • Rumah Kos Berhantu   39. Saksi yang Dibungkam

    Virza kembali menatap foto tua yang ada di tangannya dengan pandangan melekat tajam. Perempuan misterius tersebut berdiri jauh di belakang Mira dan Selly dalam pendar pudar masa lalu. Wajahnya tidak dicoret seperti sosok lainnya, tetapi sebagian bentuk mukanya tenggelam tertutup bayangan pohon yang pekat.“Siapa dia?” tanya Virza dengan nada bisikan horor yang amat dalam seraya menunjuk sosok di dalam foto. Suaranya bergema halus memecah kesunyian yang kaku.Selly tidak menjawab pertanyaan itu sama sekali. Dia hanya berdiri mematung di balik bayangan remang ruangan, sementara jemarinya memucat seiring angin dingin dari luar yang merayapi tengkuk mereka.Ajie justru mengambil foto itu secara mendadak. Jemarinya yang bergetar hebat merebut lembaran kertas kusam tersebut dari t

  • Rumah Kos Berhantu   38. Malam yang Sengaja Dihapus

    “Kalau Selly sebenarnya kakak Mira, mengapa Mira menulis bahwa dia enggak pernah punya kakak?”Pertanyaan Virza membuat ruangan penyimpanan kembali sunyi. Keheningan yang tercipta terasa begitu lebat dan merayap, menghimpit dada dengan kelembapan ganjil yang mendinginkan udara secara mendadak. Di balik celah dinding berkayu tua, bau kertas lapuk bercampur aroma tanah basah kian menyeruak, menciptakan teror psikologis yang tak kasat mata namun mengikis keberanian.Selly berdiri tanpa bergerak. Wajahnya yang membeku tampak kian memucat di bawah pendar redup bohlam gantung, menyatu dengan bayang-bayang kelam yang merayap dari sudut ruangan.“Aku enggak tahu,” katanya pelan sambil meremas jemarinya yang dingin hingga buku-buku jarinya memutih, suaranya ha

  • Rumah Kos Berhantu   37. Malam Ketika Mira Jatuh

    Suara Mira masih terdengar dari balik dinding.Gema suaranya bergetar ganjil, merambat memalui serat-serat kayu tua yang mulai membusuk, seolah membawa hawa dingin dari masa lalu yang tak pernah benar-benar mati. Ruang penyimpanan yang pengap itu mendadak dihimpit oleh keheningan yang kaku dan sarat teka-teki, di mana setiap embusan napas terasa amat berat untuk ditarik. Bau apak dokumen tua bercampur bau tanah basah merayap masuk, memicu bulu kuduk berdiri tegak.“Namanya bukan Selina Arum,” bisik suara itu lagi, melayang samar dan memantul di sudut-sudut plafon gantung yang temaram.Virza menatap Selly. Matanya membelalak menuntut kejelasan di tengah kegelapan yang kian menebal di antara mereka.Selly

  • Rumah Kos Berhantu   4. Hari yang Panjang

    Baru saja Virza menyuap beberapa sendok ke mulutnya, punggungnya ditepuk oleh seseorang. Dia menoleh ke belakang, ternyata itu adalah Selly. "Loh, kamu makan di sini," tanya Selly sambil tersenyum ke arah Virza. Sebenarnya Virza masih merasa heran dengan Selly sebagai teman dalam perjalanannya ka

  • Rumah Kos Berhantu   3. Sosok 'Teman' di Perjalanan

    Virza membalas pesan dari kawan-kawannya di telepon seluler miliknya sambil menghampiri ayahnya yang sedang menonton TV. Virza duduk di samping ayahnya. Dia menoleh ke arah wajah ayahnya. Virza sudah biasa melihat wajah ayahnya yang dingin, namun sikap diam Dedy kali ini terasa berbeda buat Virza.

  • Rumah Kos Berhantu   2. Kabar Gembira

    Saat masuk kamar Virza masih kepikiran dengan seseorang yang masuk ke rumah Rena. Virza duduk diam dan termangu. "Mas Virza, sudah keterima di Perguruan Tinggi Kok tidak bilang-bilang," Farel mengejutkan Virza dari lamunannya. Virza langsung teringat bahwa dia sedang menunggu pengumuman dari P

  • Rumah Kos Berhantu   1. Tetangga Rumah

    Tetangga Rumah“Tok, tok,tok,” Suara pintu rumah diketuk berkali-kali."Bu Vina… Bu Vina …" Panggil seorang wanita setengah baya. “Tok, tok,tok,” Suara pintu rumah diketuk lagi oleh wanita paruh baya itu.Dia terus mengetuk pintu rumah meskipun pintu rumah itu sebenarnya sudah dalam keadaan terbuk

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status