Share

101. Rencana

Auteur: HaniHadi_LTF
last update Date de publication: 2026-03-02 15:02:13

Reyhan turun.

Langkahnya terhenti saat mata bertemu. Kaget, lega, cemas bercampur.

"Nilna?" Panggilan Reyhan tertahan oleh keterkejutan.

Suara itu terdengar ragu, seolah takut mengganggu. Nilna menoleh perlahan. Langkahnya terhenti. Senyum yang tadi sempat terukir saat melayani tamu menghilang begitu saja.

Reyhan berdiri dekat gerbang kayu. Rambutnya sedikit lebih panjang, wajahnya lebih tirus dari terakhir kali Nilna ingat. Tatapannya menahan sesuatu, bukan heran, melainkan campuran lega dan
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Latest chapter

  • SAHKAN ATAU CERAIKAN AKU, MAS   213. Dia...

    Suaranya hampir tidak terdengar. Namun, cukup membuat Arjun terdiam.Nilna menarik napas dalam.“Dia…” suaranya berat, “…pria yang aku cintai.”Kalimat itu terucap pelan, tapi cukup untuk menghancurkan segalanya.Mata Nilna melebar. Tubuhnya membeku.“Ita...aku mencintainya." Ia mengulang, nyaris tanpa suara.Pikirannya kosong. Hatinya… terasa seperti diremas.Semua momen bersama Reyhan berputar cepat di kepalanya. Tatapan mereka. Kedekatan mereka. Hari-hari indah seolah bulan madu mereka setelah di resort, semua yang tadi terasa benar… sekarang terasa… salah.“Enggak…” Nilna mundur lagi.bLangkahnya goyah. “Aku… enggak bisa…”Arjun mencoba mendekat.“Nilna, dengar Daddy dulu bicara. Reyhan... "“Jangan!”Teriakan itu langsung menghentikan langkah Arjun.“Jangan dekat… aku… aku enggak ngerti ini semua…”Napas Nilna tersengal. Air matanya terus jatuh. Tanpa menunggu lagi, ia berbalik. Langkahnya cepat. Hampir berlari. Keluar dari ruangan itu. Keluar dari semua jawaban yang justru ia ang

  • SAHKAN ATAU CERAIKAN AKU, MAS   213. Rahasia lama

    Nilna terkejut."Kenapa kamar itu terbuka?"Entah kenapa ada sesuatu yang mendoorng Nilna mendekati kamar itu.Pintu yang terbuka sedikit tadi terdorong lebih lebar oleh tangan Nilna. Ia melangkah masuk tanpa sadar, seolah ada sesuatu yang menariknya ke dalam. Ruangan itu langsung menyambutnya dengan keheningan yang berbeda. Bukan kosong. Justru penuh. Terlalu penuh.Matanya langsung terpaku pada satu titik.Sebuah foto besar di dinding.Langkahnya terhenti.“Ibu…?”Suara itu keluar pelan, nyaris seperti napas yang tersangkut.“Ibu… kenapa…? "Ia mendekat perlahan, jemarinya terangkat dan menyentuh kaca bingkai itu. Wanita dalam foto itu tersenyum lembut, wajahnya teduh, perutnya membesar, jelas sedang mengandung. Tidak mungkin salah. Itu ibunya."Kenapa ada foto Ibu di sini?"Napas Nilna mulai tidak teratur. Ada sesuatu yang bergetar di dalam dadanya, sesuatu yang selama ini seperti hilang arah, kini perlahan menemukan jalannya.Ia menoleh, pandangannya mulai menyapu ruangan itu lebi

  • SAHKAN ATAU CERAIKAN AKU, MAS   212. Bersamamu

    Reyhan melangkah lebih dulu, "Masuk," ucapnya pelan.Nilna mendekat. Langkahnya otomatis terhenti. Kamar itu luas. Namun, bukan itu yang membuatnya diam. Dinding di bagian belakang... bukan dinding biasa. Kaca besar membentang dari sisi ke sisi, memperlihatkan pemandangan yang membuat napasnya tertahan.Kolam kecil dengan air jernih terbentang di luar, dihiasi ikan-ikan kecil yang bergerak lincah. Di tengahnya, air mancur memercik pelan, menciptakan suara gemericik yang menenangkan. Di sekelilingnya, taman tertata rapi, hijau, hidup, dan terasa begitu dekat, seolah bisa disentuh dari dalam kamar.Cahaya alami masuk tanpa hambatan, memantulkan bayangan air ke langit-langit kamar."Mas..." suara Nilna nyaris hilang.Ia melangkah mendekati kaca, matanya tidak lepas dari pemandangan itu. Jemarinya bahkan tanpa sadar menyentuh kaca, seolah memastikan ini nyata.Reyhan berdiri di belakangnya.Mengamati.Bukan pemandangan di luar... tapi reaksi Nilna."Itu... dari dulu juga?" tanya Nilna pe

  • SAHKAN ATAU CERAIKAN AKU, MAS   210. Hidup baru

    Reyhan tidak segera menjawab. Justru menatap Nilna. Itu yang membuat perasaan Nilna semakin penasaran. Jemarinya yang tadi menggenggam kain perlahan melepas, lalu bergeser sedikit, menatap Reyhan, bahkan sekarang meringkuk di dadanya. “Kenapa kamu datang… terus jadi begini?” Nada suaranya tidak tinggi. Tidak juga menuduh. Tapi jelas, ada kebingungan yang tidak bisa ia sembunyikan. Reyhan terdiam. Wajahnya tidak berubah banyak, tapi sorot matanya… bergeser. Ada sesuatu di sana. Sesuatu yang dari tadi sempat ia tahan. Hening kembali turun. Namun, kali ini bukan hening yang hangat. Lebih penuh pertanyaan. Reyhan menarik napas perlahan. Rahangnya sedikit mengeras sebelum akhirnya ia mengalihkan pandangan sejenak, lalu kembali lagi. “Aku…” ucapnya pelan. Berhenti. Seolah kata berikutnya sulit keluar. Nilna tidak menyela. Hanya menunggu. Detik berjalan lebih lambat dari biasanya. “Aku habis ketemu seseorang.” Kalimat itu akhirnya keluar. Dan seketika, sesuatu dalam diri Nilna te

  • SAHKAN ATAU CERAIKAN AKU, MAS   209. Malam ini...

    “Nilna…”Suara Reyhan rendah, nyaris seperti hembusan napas yang tertahan. Tidak keras, tidak juga memaksa. Namun cukup membuat langkah Nilna terhenti.“Iya, Mas?”Nada suaranya ikut melembut tanpa sadar. Ada jeda tipis sebelum ia mendekat, seakan memberi kesempatan bagi dirinya sendiri untuk memastikan apa yang sedang terjadi.Reyhan berdiri tidak jauh darinya. Bahunya tegap, tapi sorot matanya tidak setegas biasanya. Ada sesuatu yang berbeda. Sesuatu yang belum pernah Nilna lihat sejak awal pernikahan mereka.“Ada apa?” ulang Nilna pelan.Tangannya sempat terangkat, ingin menyentuh lengan pria itu. Namun berhenti beberapa senti sebelum kulit bertemu. Jemarinya menggantung, ragu.Reyhan tidak langsung menjawab.Tatapannya bergerak perlahan, menyusuri wajah Nilna seolah sedang membaca sesuatu yang sulit dijelaskan. Dari mata, turun ke pipi, lalu berhenti sejenak di bibir. Lama. Terlalu lama.Nilna menelan ludah.“Kamu... kenapa?” suaranya mengecil.Hening.Sunyi yang biasanya terasa c

  • SAHKAN ATAU CERAIKAN AKU, MAS   208. Ketika.....

    Reyhan tidak menjawab, tapi tatapannya tidak lepas.Nilna terdiam sesaat. Dadanya terasa sesak, tapi bukan karena sakit. Karena penuh. Sesuatu dalam dirinya bergerak. Pelan, tapi pasti. Namun sebelum ia sempat memahami, Reyhan menariknya dalam pelukan. Gerakannya tidak tiba-tiba. Masih sama seperti sebelumnya. Hati-hati. Seolah masih memberi ruang.Kali ini, Nilna tidak membeku. Tangannya perlahan naik. Ragu. Lalu akhirnya bertumpu di dada Reyhan.Jarak mereka hilang. Tubuh mereka saling bersentuhan.Nilna memejamkan mata. Ia tidak merasa harus menjaga jarak. Tidak merasa harus menahan diri. Ia hanya… berada di sana. Dalam pelukan itu.Reyhan menghela napas panjang, seolah beban yang ia tahan selama ini sedikit terlepas. Tangannya menahan punggung Nilna dengan lembut. Tidak erat. Hanya cukup untuk memastikan… ia tidak pergi.Waktu kembali berjalan. Perlahan. Detik demi detik. Dan tanpa mereka sadari, jarak yang dulu terasa harus dijaga…sudah hilang. Bibir mereka salin bertaut. Nafas

  • SAHKAN ATAU CERAIKAN AKU, MAS   119. Setelah ....

    "Woi, siapa?"Renji sudah melangkah cepat sebelum Nilna sempat menarik napas lagi.Langkahnya menghantam lantai keras. Kursi dekat meja makan tersenggol hingga bergeser. Nilna hanya mampu menatap punggung suaminya yang lenyap menuju dapur.Gelap menelan sebagian rumah.Lampu ruang tengah masih meny

  • SAHKAN ATAU CERAIKAN AKU, MAS   118. Menjauhlah

    Renji menatap Nilna seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.“Apa?”“Ibumu merencanakan sesuatu untuk mencelakaiku, Mas.”Renji menggeleng pelan. Tatapannya berubah keras. “Bukan kali ini saja kamu menyalahkan ibuku.”Nilna menegang.Renji melanjutkan dengan suara lebih rendah.“Wa

  • SAHKAN ATAU CERAIKAN AKU, MAS   117. Percaya?

    Nilna melihat sosok lelaki itu tak jauh di kios depan. "Apakah dia orang suruan Ayaka dam Keysha?" Hati Nilna resah. Dia sekarang pasti sudah tahu kalau Renji ada di sini. Dia pasti sudah melaporkannya. Bagaimana ini? batin Nilna gelisah. Bayangan hari di mana Nilna mengalami pelecehan dari suruan

  • SAHKAN ATAU CERAIKAN AKU, MAS   116. Saat cemburu

    Suasana seketika berubah. Nilna perlahan mengangkat kepala. Renji berdiri dekat pintu. Kemeja rapi. Tatapan tajam langsung menuju meja tempat Nilna dan Reyhan duduk.Reyhan nampak kaget. "Kamu di sini?"Renji tidak menjawab. Matanya berpindah dari Reyhan ke Nilna. Lalu ke gelas teh yang baru diminu

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status