共有

145. BERTEMU LAGI

作者: A mum to be
last update 公開日: 2026-04-09 11:15:52

            Sabrina berdiri di depan cermin besar kamar hotelnya, menatap bayangan wanita yang hampir tidak ia kenali sebagai dirinya sendiri. Ia mengenakan setelan power suit berwarna charcoal grey yang dipadukan dengan blus sutra berwarna gading. Rambutnya yang dulu selalu diikat seadanya, kini tertata rapi dalam sanggul modern yang menonjolkan garis rahangnya yang tegas. Tidak ada lagi sisa-sisa gadis polos yang selal

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (1)
goodnovel comment avatar
Goodnovel Awesomegirl
penasaran nih...
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   237. TANYAKAN SAJA PADANYA

    Pesan ketus itu muncul di layar gawai Ganda tepat saat ia baru saja hendak menyuap nasi gorengnya.Kael:[Tanyakan saja padanya, adikmu yang masih sangat muda dan sok bijak itu. Kau 'kan kakaknya!] Ganda langsung meringis, nyaris tersedak. Jawaban itu lebih dari cukup untuk mengonfirmasi dugaannya. Atmosfer ruang makan yang mendadak beku dan semprotan Sabrina tadi bukanlah tanpa alasan. Dua orang keras kepala itu jelas sedang terlibat perang dingin yang cukup hebat. Ganda segera meletakkan sendoknya dan bergegas bangkit, mencoba mengejar Sabrina yang sudah melangkah cepat menuju pintu depan. Ia berniat meminta penjelasan yang lebih manusiawi daripada pesan teks Kael yang tajam. Namun, belum sempat dirinya bersuara, Sabrina sudah memberikan isyarat t

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   236. BENAR-BENAR KETERLALUAN

    Deru mesin mobil mewah itu membelah jalanan malam dengan kecepatan yang tidak wajar. Di dalam kabin, suasana yang beberapa jam lalu terasa hangat oleh sisa aroma gula kapas kini berubah mencekam. Kael mencengkeram kemudi dengan rahang yang mengeras sempurna, tatapannya lurus ke depan, dingin dan tak tersentuh. Sabrina duduk mematung di sampingnya. Ia berkali-kali menoleh, mencoba mencari celah untuk memulai percakapan, namun setiap kali melihat profil wajah Kael yang kaku, kata-katanya tertahan di tenggorokan. Ada rasa bersalah yang mengganjal, namun di saat yang sama, harga dirinya juga terusik. Setiap kali lampu jalan menyinari kabin, mata Kael menangkap sepasang sandal karakter kucing konyol yang masih mereka kenakan. Alih-alih lucu, itu justru menjadi tamparan bagi eg

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   235. KAU TUA SEKALI YA

    Asap tipis mengepul dari panggangan jagung di pinggir jalan, membawa aroma mentega yang gurih dan bumbu pedas manis yang menggugah selera. Di atas kursi plastik biru yang sedikit goyang, Kael kini duduk dengan posisi yang sangat tidak biasa bagi pria sekelasnya. Jas mahalnya tersampir di sandaran kursi, kemeja putihnya yang masih digulung tadi tampak kontras dengan suasana pasar malam yang berdebu. Sabrina tidak bisa berhenti tertawa. Ia memegang jagung bakarnya dengan santai, sementara di sampingnya, Kael menatap tongkol jagung itu seolah sedang menghadapi dokumen audit yang paling rumit. Kael memegang jagung itu dengan ujung jarinya, sangat berhati-hati seolah satu tetes bumbu saja bisa meruntuhkan harga diri yang ia sandang."Pegang yang benar. Jangan kaku begit

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   234. JANGAN LIHAT KE BELAKANG

    Kael tidak langsung menjawab pertanyaan barusan. Ia hanya mengulas senyum tipis sambil menunjuk ke arah gerbang kayu besar yang dihiasi lampu warna-warni kuno di depan mereka. Suasana bising musik dari pengeras suara tua dan aroma jagung bakar seketika menyerbu indra penciuman mereka. Sabrina tersentak. Matanya membelalak menyadari bahwa mereka kini berada di depan pasar malam rakyat. Ingatannya langsung terlempar pada memori belasan tahun lalu, saat ibu dan ayahnya sering membawa dirinya dan Ganda ke tempat seperti ini. Dada Sabrina terasa sesak. Bukan karena ketakutan yang menghantuinya seminggu terakhir, melainkan karena ia tidak menyangka Kael akan mencari tahu detail sekecil itu tentang kebahagiaan sederhananya."Ayo turun," ajak Kael. 

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   233. AKU TIDAK AKAN MENJUALMU

    Langit di luar jendela kantor sudah berubah warna menjadi jingga pekat, tanda sore akan segera berakhir. Di dalam ruangan, suasana terasa lebih sunyi dari biasanya. Kael masih setia duduk di sana, menyilangkan kaki dengan santai sambil terus menatap layar ponselnya. Namun, dia tidak sedang memeriksa laporan keuangan, melainkan sebuah pesan dari Ganda terbaca di layarnya.[Titip Sabi ya, Bro. Awas saja kalau kau berani macam-macam.] Kael tersenyum tipis menanggapi pesan barusan. Ia lantas menarik napas panjang, lalu melirik Sabrina yang masih berkutat dengan barisan angka di monitor. Wajah gadis itu terlihat kaku. Kael tahu betul, kesibukan ini hanyalah pelarian agar Sabrina tidak perlu memikirkan kejadian seminggu lalu. Trauma itu masih ada, bersembunyi di balik tu

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   232. BUKANKAH KITA TEMAN?

    "Ayolah. Ikut saja makan siang dengan kami," bujuk Ganda sembari menggendong Aliz yang tampak begitu manja di pelukannya. Putri kecilnya itu baru saja dijemput Sabrina dari daycare, dan kini mereka telah tiba di kantor. Sabrina menggeleng perlahan sembari menunjuk tumpukan kertas di mejanya. "Aku masih harus memeriksa data lagi, Bang," tolaknya, memberikan alasan seputar beban pekerjaan yang sebenarnya hanya digunakannya untuk tetap sibuk agar pikirannya tidak melayang ke tempat lain.Ganda berdecak, matanya memicing jenaka. "Jangan sampai kau mengadu pada Ayah kalau aku sibuk pacaran ya?" godanya, berusaha mencairkan suasana kaku yang menyelimuti adiknya selama seminggu terakhir. Sabrina hanya melirik sebal sang kakak, meski sudut bibirnya terangkat tipis. Ia lantas mengalihkan pandangan pada keponakannya yang menggemask

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   106. MANA MUNGKIN YA?

    Jantung Sabrina berdegup liar, memukul-mukul rongga dadanya dengan ritme yang menyakitkan. Sosok pria di bawah lampu jalan itu, siluet yang menyalakan rokok dengan kemiringan kepala yang begitu spesifik, terlalu identik dengan han

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   105. SANGAT CANTIK

    "Saya rasa urusan fitting sudah selesai, Tuan," sahut Sabrina. Suaranya datar, sedingin lantai marmer yang ia pijak. "Saya harus melepas gaun ini sebelum jadwal istirahat saya dimulai.""Belum," potong Kael pendek

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   104. AKU HANYA INGIN IKUT

    Gedoran di pintu ruang kerja itu tidak kunjung berhenti. Kael tidak segera bergerak untuk membukanya. Ia justru tetap mematung di depan Sabrina, menatap asistennya itu dengan isyarat tajam agar tetap diam di tempat. Jarak mereka yang hanya terpaut beberapa inci membuat Sabrina bisa mera

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   99. TIDURLAH

    Malam di lantai teratas gedung O’Shea Group hanya menyisakan dengung pelan pendingin ruangan. Kael bersandar di kursi kebesarannya, menyesap kopi hitam yang sudah mendingin. Matanya tidak lagi tertuju pada layar monitor yang menampilkan grafik saham, melainkan pada pemandangan tak biasa di sudut

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status