Share

196. MASIH HIDUP

Penulis: A mum to be
last update Tanggal publikasi: 2026-04-26 12:33:20

Kabut di perbukitan Bogor seolah semakin tebal, membawa hawa dingin yang menusuk. Namun, bukan suhu udara yang membuat Sabrina dan Kael membeku di tempat, melainkan deru mesin sedan perak yang baru saja berhenti di depan rumah kayu tua itu. Keduanya menyipitkan mata, mencoba menembus bias lampu mobil yang menyilaukan.

Dua orang pria keluar dari sana. Langkah mereka tenang, namun membawa aura yang berbeda. Sabrina menegang, merapatkan jaket Kael yang tersampir di bahunya.
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   372. AKU BUKAN ANAK KECIL LAGI

    "Bukankah itu tanda gejala preeklampsia?" Tanpa menunggu persetujuan atau banyak kata lagi, Ganda langsung bangkit dari posisinya. Langkah kakinya bergerak lebar dan tergesa-gesa menghampiri sang adik, lalu dengan sigap memapah tubuh Sabrina yang tampak lemas menuju ke arah pintu keluar. Kepanikan yang sejak tadi dia tahan akibat berita kematian Adrian kini seolah menemukan pelampiasan dalam bentuk kekhawatiran yang meledak-ledak atas kondisi fisik Sabrina."Bang, jangan berlebihan!" ujar Sabrina seraya memegangi kepalanya yang terasa semakin berdenyut nyeri akibat pergerakan Ganda yang terlalu mendadak. "Aku hanya pusing biasa karena kurang tidur semenjak Kael pergi."Gladis yang berjalan cepat di sisi kiri Sabrina ikut menyela, mencoba menenangkan atmosfer yang mendadak tegang.

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   371. KALIAN KENAPA?

    "Oh, ya Tuhanku!" Nyonya Maureen yang baru saja keluar dari kamarnya pagi itu langsung terisak, menangkup wajahnya yang mendadak pucat pasi. Tubuh sepuhnya tampak bergetar begitu hebat menahan syok, hingga Gladis dengan sigap langsung merangkul pundak wanita tua itu dan menuntunnya secara perlahan menuju sofa beludru di ruang tengah. Sementara itu, Ganda masih berdiri mematung dan diam seribu bahasa di dekat jendela besar yang menghadap langsung ke sudut kota. Kedua tangannya mengepal begitu erat di dalam saku celana, sementara matanya masih berkaca-kaca menatap kosong ke luar gedung. Kabar buruk yang disampaikan oleh Victor melalui panggilan telepon darurat setengah jam yang lalu benar-benar meruntuhkan seluruh pertahana

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   370. DIA BISA HIDUP TANPAKU

    Adrian menyentak tangan Kael dengan kasar hingga terlepas. Pria paruh baya itu berjalan lebar dengan langkah kokoh menuju mobil taktis yang mesinnya sudah menderu keras di depan pintu hanggar. Kael mengepalkan tangan kuat-kuat. Menyadari keras kepala mertuanya tidak akan bisa dipatahkan, dia tidak punya pilihan lain."Sialan!" umpat Kael, lalu berlari menyusul dan melompat masuk ke dalam mobil yang sama. Malam itu, serangan membabi buta tidak lagi bisa dihindari di sektor utara Berlin. Suasana gudang yang menjadi markas sayap burung perak langsung pecah oleh rentetan tembakan. Kael akhirnya mendampingi Adrian di garis paling depan. Keduanya be

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   369. TERLALU BERISIKO

    Udara dingin Berlin yang menusuk tulang langsung menyambut kedatangan Kael begitu dia menapakkan kakinya turun dari tangga jet pribadi. Di dalam sebuah hanggar tua yang terisolasi jauh di pinggiran kota, atmosfer terasa begitu mencekam. Cahaya lampu yang temaram berkedip sesekali, hanya mampu menerangi beberapa sudut ruangan yang luas, memantulkan bayangan hitam dari deretan mobil taktis antipeluru yang sudah bersiaga sejak beberapa jam lalu. Di sudut hanggar yang paling gelap, sesosok pria paruh baya dengan setelan mantel wol tebal berwarna gelap berdiri tegak. Adrian sudah menunggunya di sana dengan ekspresi wajah yang luar biasa dingin. Gurat kelelahan yang sempat terlihat saat mereka melakukan panggilan video di Singapura kini telah menguap sepen

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   368. AKAN JADI YANG TERAKHIR

    Suasana di dalam ruang tengah penthouse mendadak berubah hening. Gelak tawa yang beberapa menit lalu meramaikan ruangan kini hilang total. Semua orang terdiam di posisinya masing-masing, tidak ada yang berani bergerak atau bersuara. Hanya suara berat Kael yang terdengar menyahuti orang di seberang telepon dengan nada yang sangat dingin dan tegas. Setiap kalimat yang keluar dari mulutnya terdengar begitu serius. Di seberang sana, Adrian sudah menunggunya di Berlin untuk menghadapi masalah besar yang kembali melanda klan mereka. Setelah memutus panggilan telepon, Kael terdiam sejenak di dekat pintu balkon dengan rahang mengeras. Tak lama kemudian, dia melangkah menghampiri sang nenek yang duduk di sofa."Grandma..." panggil Kael lirih. Nyonya Maureen mendongak, menatap cucunya dengan mata yang mulai berkaca-kaca. Wanita tua itu tersenyum getir seolah sudah memahami situasi tanpa perlu penjelasan."Aku tidak tahu, Sayang. Kalau takdir bisa

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   367. KAPAN BERAKHIRNYA?

    "Ck. Yang benar saja. Kalau kau mati, adikku otomatis jadi janda dong. Begitu anak kalian lahir, dia akan balas dendam lagi. Kapan berakhirnya ini?" Begitulah. Ganda mengomel dengan wajah yang tampak sangat frustrasi, jemarinya berulang kali menyisir rambutnya dengan kasar. Kael tidak langsung menjawab. Pria itu menatap lurus ke depan, memperhatikan siluet kota Singapura yang mulai benderang di bawah terik siang."Aku dan ayahmu sedang berusaha memutus mata rantainya," jawab Kael kemudian dengan wajah yang teramat serius, suaranya terdengar berat dan dalam."Sampai kapan?" tanya Ganda lagi, menuntut kepastian yang selama ini tidak ada habisnya. "Aku harus turun tangan.""Jangan gegabah!" sergah Kael cepat. Sorot matanya menajam, mengunci pandangan Ganda dengan aura intimidasi yang kuat. "Jangan menambah masalah baru, Ganda." Obrolan berat di ruang tengah itu akhirnya menguap begitu saja, tidak mencapai akhir yang memuaskan bagi kedua belah pihak.

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   349. HARAPAN KELUARGA

    Suasana hangat di ruang makan mewah itu mendadak lenyap, berganti dengan keheningan yang canggung. Kael langsung meletakkan sendoknya

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   348. APA DIA TIDAK CURIGA?

    “Apa dia tidak curiga?” Suara Ganda di seberang telepon sana begitu serius. Sementara itu, Kael tersenyum karena dari kejauhan melihat Sabrina sibuk menunjukkan berbagai jenis kerajinan tan

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   347. KITA PULANG SAJA

    "Ada apa, Ganda? Katakan langsung.”"Ini bukan lagi masalah persaingan bisnis korporat yang biasa kita hadapi, Kael. Ini jauh lebih buruk."Dahi Kael semakin berkerut rapat. "Maksudmu?""Kelompok gangster lama dan jaringan mat

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   346. ISTRI YANG TELEDOR

    “Mimpi itu terasa sangat nyata, Kael. Aku takut hilangnya cincin itu adalah awal dari sesuatu yang buruk. Aku istri yang teledor, baru dua minggu dan aku sudah menghilangkan barang sepenting itu.” 

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status