Share

57. BU NENEK

Author: A mum to be
last update Petsa ng paglalathala: 2026-03-08 16:42:37

Minggu pagi itu, Jakarta terasa sedikit lebih bersahabat. Langit biru bersih memayungi perjalanan mobil sedan hitam yang meluncur tenang menuju kawasan Jakarta Barat. Di dalam kabin yang kedap suara, Sabrina duduk berdampingan dengan Nyonya Maureen.

Ya. Pagi ini, Sabrina menanggalkan seragam abu-abu office girl-nya, menggantinya dengan blus tunik sederhana berwarna krem dan celana kain hitam. Di sampingnya, Nyonya Maureen tampil elegan dengan setelan katun berwarna paste
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   384. TERIMA KASIH SUDAH BERTAHAN (TAMAT)

    Jeritan kecil Sabrina teredam begitu saja ketika Kael menarik tubuhnya mendekat, mengikis habis jarak yang tersisa di antara mereka. Alih-alih menjawab protes istrinya, Kael justru menyeringai tipis, lalu menundukkan kepala. Detik berikutnya, dia melancarkan jurus maut yang paling tidak bisa ditolak oleh Sabrina; melakukan tarian lidah yang lembut namun menuntut di ceruk leher wanita itu. "Kael... geli... stop, ah!" Sabrina menggeliat, mencoba menjauhkan lehernya yang sensitif. Namun, cengkeraman tangan Kael di pinggangnya justru semakin erat, mengunci posisinya dengan sempurna di dalam kepungan busa hangat. "Ini hukuman karena kau berani kabur ke sini, Sayang," bisik Kael parau, suaranya terdengar sangat seksi tepat di lubang telinga Sabrina. Sentuhan lidahnya berpindah dari ceruk leher naik ke daun telinga, memberikan kecupan-kecupan basah yang membuat bulu kuduk Sabrina meremang seketika. "Aku tidak kabur, aku hanya... ahh... Kael, dengar dulu..ssh" Kalimat Sabrina kembali te

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   383. MEMBUJUK ISTRI

    "Grandma! Ke mana Sabrina dan Noah?" Nyonya Maureen menghela napas pelan lalu geleng-geleng kepala melihat wajah cucunya yang tampak kusut masai usai pulang dari kantor klan."Apa dia merajuk lagi? Apa dia kabur?" tanya Kael beruntun dengan nada cemas yang tidak bisa disembunyikan."Menurutmu?" Nyonya Maureen malah balik bertanya dengan tenang, sengaja membuat Kael semakin kelabakan. Kael memijat pelipisnya yang mendadak berdenyut pening, sementara Teguh yang berdiri di belakang bosnya hanya menahan senyum sekuat tenaga. Sudah enam bulan berlalu sejak mereka kembali dari Singapura, dan dinamika rumah tangga ini selalu berhasil membuat asisten pribadi itu terhibur di sisa harinya."Kenapa dia seringkali begitu?" keluh Kael lirih, t

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   382. PERSIAPAN SEBELUM PULANG

    Hari ini adalah hari terakhir mereka di Singapura sebelum terbang kembali ke Jakarta sore nanti. Namun, sebelum menuju bandara, ada satu tempat yang harus mereka kunjungi. Kael berjalan paling depan sembari menggendong Noah dengan sangat protektif di dalam dekapannya, memastikan bayinya terlindung dari embusan angin. Di sampingnya, Sabrina melangkah perlahan didampingi oleh Nyonya Maureen, Ganda, Gladis, dan juga Aliz yang sengaja meluangkan waktu untuk ikut mengantar kepergian mereka. Langkah Sabrina terhenti tepat di depan gundukan tanah dengan batu nisan bertuliskan nama Adrian. Keheningan seketika menyergap. Aliz bergerak maju selangkah, dengan telaten membantu membawakan keranjang berisi bunga segar dan menyerahkannya kepada Sabrina."Ini bunganya, Mama Sabi,"

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   381. IBU YANG HEBAT

    Tawaran barusan kedua mata Sabrina membola sempurna. Ada kerinduan yang membuncah, sekaligus ketakutan yang mendalam."Tapi... dia sangat kecil, Sus. Bagaimana kalau gerakanku justru menyakitinya?" cicit Sabrina cemas."Hei, dengarkan aku," bisik Kael lembut, menatap lurus ke dalam netra Sabrina. "Tidak ada tempat yang lebih aman untuk Noah selain di dalam pelukan ibunya sendiri. Kau tidak perlu takut, Sayang." Sabrina menarik napas panjang lalu mengangguk. Kael dengan sabar membantu membuka kancing atas pakaian rumah sakit istrinya. Dengan kehati-hatian tingkat tinggi, perawat mengangkat tubuh mungil itu dari inkubator, menjaga agar semua selang medis tetap aman, lalu meletakkannya perlahan di atas dada telanjang Sabrina.

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   380. DIA JAGOAN KITA

    "Ini adalah efek bendungan ASI, Bu. Payudara Anda bengkak dan mengeras karena produksi ASI sudah mulai berjalan, tetapi belum ada pengosongan selama Anda tidak sadarkan diri." Penjelasan dari dokter jaga yang datang beberapa menit kemudian membuat Kael sedikit bernapas lega, meski rasa cemas belum sepenuhnya hilang. Dokter paruh baya itu memeriksa kondisi Sabrina dengan cekatan sebelum meresepkan kompres hangat dan obat pereda nyeri yang aman untuk ibu menyusui."Terlebih Anda baru saja sadar dari koma pasca-operasi tiga minggu lalu, perubahan hormon dalam tubuh Anda sedang bekerja sangat aktif," tambah dokter itu sembari menoleh ke arah perawat di sampingnya. "Perawat akan membantu Anda meredakan bengkaknya malam ini dengan teknik pemijatan lembut dan stimulasi laktasi."

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   379. KAU TAHU BETAPA TAKUTNYA AKU?

    Kael berkedip cepat. Dia ingin memastikan apakah telinganya sedang berhalusinasi akibat kurang tidur atau wanita di atas ranjang itu memang baru saja mengucapkan kata-kata yang paling ingin didengarnya di dunia ini. Kael langsung mendekat ke sisi ranjang. Napasnya tertahan di tenggorokan saat dia berusaha menyelami netra wanita yang sangat dicintainya itu. Tidak ada lagi binar canggung atau tatapan asing yang beberapa jam lalu sempat membuatnya ingin gila. Yang ada di sana kini hanyalah binar usil, kehangatan, dan sedikit rasa bersalah yang terpancar nyata.“Kau…”"Ya. Tentu saja aku masih mengingatmu. Bagaimana bisa aku..." Ucapan Sabrina terputus begitu saja. Kael tanpa ab

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   216. HANYA KAU

    Keheningan di ruang tamu apartemen itu terasa begitu padat, seolah udara pun enggan bergerak di antara Sabrina dan Kael. Sabrina masih berdiri mematung di dekat meja makan, sementara Kael mulai melangkah. Setiap derap langkah pria itu terdengar pelan namun pasti, mengikis ja

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   207. ADA YANG JANGGAL

    Kael menutup pintu unit apartemennya dengan punggung bersandar pada kayu jati yang dingin. Ia mengembuskan napas panjang, lalu tiba-tiba sebuah senyum tipis muncul di wajahnya yang masih sedikit kotor karena noda jelaga.&n

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   206. TAKUT TERPESONA?

    "Cepat pakai bajumu!" Sabrina berseru dengan suara yang bergetar gugup. Pandangannya sudah berpaling ke samping dengan satu telapak tangan yang menutupi sebagian wajahnya. Jantungnya berdegup kencang, memberikan sensasi han

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   205. MENAHAN DIRI

    Pintu apartemen terbuka lebar. Rama melangkah masuk dengan penampilan yang sangat rapi. Ia memakai kemeja biru muda yang disetrika licin dan jam tangan mewah yang melingkar di pergelangan tangannya. Langkahnya langsung terhenti saat melihat ke arah meja makan. Di sana berdir

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status