Share

57. BU NENEK

Penulis: A mum to be
last update Tanggal publikasi: 2026-03-08 16:42:37

Minggu pagi itu, Jakarta terasa sedikit lebih bersahabat. Langit biru bersih memayungi perjalanan mobil sedan hitam yang meluncur tenang menuju kawasan Jakarta Barat. Di dalam kabin yang kedap suara, Sabrina duduk berdampingan dengan Nyonya Maureen.

Ya. Pagi ini, Sabrina menanggalkan seragam abu-abu office girl-nya, menggantinya dengan blus tunik sederhana berwarna krem dan celana kain hitam. Di sampingnya, Nyonya Maureen tampil elegan dengan setelan katun berwarna paste
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   137. LEPASKAN DIA

    "Jika kau melangkah keluar dari pintu ini, maka kau kalah!" Nyonya Maureen berkata dengan nada yang meninggi, bergema di antara dinding beton yang lembap."Kau mengakui bahwa kau adalah pengecut yang tidak sanggup menuntaskan dendam darahmu sendiri. Kau menghina ingatan orang tuamu demi putri dari pria yang menghancurkan mereka!" tambahnya kemudian."Aku tidak peduli!" raung Kael, suaranya pecah oleh sesak yang menyumbat tenggorokan. "Persetan dengan kemenangan! Persetan dengan martabat O'Shea jika harganya adalah nyawa wanita ini! Minggir, Grandma!" Untuk pertama kalinya, Kael berani menatap neneknya dengan binar pemberontakan yang murni. Ia tidak lagi peduli pada otoritas yang selama ini ia puja. Baginya, dunia saat ini hanya sebatas napas lemah Sabrina yang menerpa lehernya.

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   136. BERIKAN KUNCINYA

    Ruang kerja Kael diselimuti kegelapan yang pekat, hanya menyisakan siluet perabotan kayu ek yang kaku di bawah siraman cahaya bulan dari jendela besar. Kael duduk mematung di balik meja kebesarannya, namun pikirannya tidak tertuju pada tumpukan dokumen yang menuntut tanda tangannya. Setiap kali detak jam dinding berbunyi, dentumannya seolah menghujam dada Kael, mengingatkannya pada detik-detik yang merayap menyiksa Sabrina di bawah sana. Kael nyaris membanting gelas kristal di tangannya hingga remuk. Ia tahu neneknya sedang mengujinya. Meskipun begitu, tetap saja hatinya gundah. Sementara di sisi lain rumah, Gladis melangkah dengan keanggunan yang dipaksakan menuju kamar Nyonya Maureen. Ia merasa berada di atas angin, yakin bahwa kepatuhan Kael pada perintah sang nenek ad

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   135. SAMPAI KAPAN KAU BERTAHAN?

    "Pulanglah, Nak. Orang-orangku sendiri yang akan mengantarkan adik kesayanganmu kembali. Percayakan padaku." Suara Nyonya Maureen mengalun lembut namun penuh otoritas, membelah deru hujan yang masih menyisakan sisa-sisa badai. Ia berdiri tegak dengan payung hitam yang melindunginya, menatap Ganda dengan binar mata yang berbeda dari tatapan dingin yang ia tunjukkan pada Kael sebelumnya. Ada kehangatan purba di sana, sebuah janji tersirat yang hanya bisa dipahami oleh sesama pelindung."Aku tidak percaya siapa pun," tegas Ganda. Suaranya serak, matanya merah menahan amarah dan kekhawatiran. Tangannya masih mengepal di sisi tubuh, seolah siap menarik Sabrina kembali dari ambang pintu maut itu kapan saja. Nyonya Maureen tersenyum lembut, sebuah senyuman yang jarang sekali ia perlihatkan di depan umum. Ia melangkah mendekati Ganda.

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   134. MENYERAHKAN DIRI

    Kael mengangkat senjata laras panjang di tangannya. Moncong logam dingin itu terarah tepat ke titik di antara kedua mata Sabrina."Satu langkah lagi," geram Kael, suaranya menggelegar menembus suara hujan, "dan aku akan memastikan kau menyusul orang-orangku yang tewas!" Ganda bergerak hendak melindungi adiknya, namun Sabrina justru mengulurkan tangan, menahan lengan kakaknya. Ia justru maju satu langkah, membiarkan dadanya hampir menyentuh garis imajiner peluru Kael."Tarik pelatuknya jika itu memang bisa mengobati lukamu, Tuan Kael," suara Sabrina terdengar sangat tenang, hampir seperti bisikan namun tajam menusuk. "Tapi sebelum kau melakukannya, kau harus tahu bahwa kau sedang membunuh satu-satunya orang yang datang ke sini untuk menghentikan kegilaan ini.""Berhenti bersandiwara!" bentak Kael. Jemarinya menegang pada pel

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   133. LUKA MASA LALU

    Pencahayaan di dalam kabin utama kapal pesiar itu terlalu terang, menyakitkan mata Sabrina yang sembab dan kering. Begitu kesadarannya pulih sepenuhnya, hal pertama yang ia rasakan adalah aroma makanan mewah yang memenuhi ruangan. Foie gras dan jus buah segar yang aromanya justru memicu mual hebat di perutnya. Di ujung meja, Adrian Pratama duduk dengan tenang, memotong daging dengan gerakan elegan seolah-olah dunia di luar sana tidak sedang terbakar."Makanlah, Sabi. Kau butuh tenaga untuk perjalanan jauh kita," ucap Adrian tanpa mendongak. Sabrina tidak bergerak. Ia menatap piring di depannya dengan tatapan benci yang murni. Dengan satu gerakan sentakan kasar, ia mendorong piring porselen itu hingga jatuh ke lantai marmer kabin.Prang! Serpihan piring dan makanan mahal itu berhamburan, namun Adrian hanya menghentikan gerakannya sejenak, lalu meletakkan pisau kembarnya."Aku lebih baik mati kelaparan daripada menelan satu butir nasi pun

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   132. MENYELAMATKAN?

    "Kael!!" Jeritan Gladis melengking di antara desing peluru yang menghantam pilar beton koridor lantai dua. Namun, suaranya yang parau segera tenggelam oleh dentuman granat yang meledak di ujung lorong, menciptakan gelombang panas dan serpihan kaca yang berterbangan seperti hujan kristal yang mematikan. Gladis terhuyung, kruknya terlepas, dan ia nyaris terjerembap tepat saat bingkai jendela di sampingnya hancur berkeping-keping. Tepat sebelum pecahan kaca itu merobek kulitnya, sebuah tangan kekar menyambar bahu Gladis, menariknya dengan sentakan kasar hingga ia terseret ke bawah meja kayu jati yang kokoh di sudut koridor. Gladis terengah, matanya membelalak ketakutan mendapati sosok pria yang baru saja menyelamatkannya.“Kau??”

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status