SECRET VENGEANCE of Young Maid Childhood Friend series 2

SECRET VENGEANCE of Young Maid Childhood Friend series 2

last updateLast Updated : 2025-04-29
By:  Bing TadeoOngoing
Language: Filipino
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
18Chapters
1.3Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

The once cheerful Neneth became sad when her beloved father was imprisoned for a crime he didn't commit.ang lungkot ay naging galit at puot ng malaman niyang ang matalik niyang kaibigan at kababatang si Dimitro ang dahilan kung bakit nakulong ang kanyang ama.until she grew up and became a full-fledged young woman,she still carried those feelings for Dimitro.her anger and hatred towards her childhood friend could not be erased from her heart.mawawala lamang ang galit at puot niya kay Dimitro kung makapaghihiganti siya dito.gagawin niya ang lahat maibalik lamang ang lahat ng parusa kay dimitro.but the anger and resentment she feels towards for Dimitro gradually disappears and replaced by love as they piece together the events of the past. WARNING:SPG This story contains violent and offensive language and scenes.if you are under the age of eighteen,strict parental guidance is required.

View More

Chapter 1

PROLOGUE

“Karena saya ingin menikah denganmu.”

Kalimat itu meluncur begitu saja, berat, dingin, dan tak bisa ditawar.

Ayla Meindira hanya bisa menatap pria di depannya—mata tajam, rahang tegas, setelan hitam sempurna yang memantulkan cahaya lampu mahal. Tangannya bergetar memegang tas lusuhnya. Ini apa? Mimpi buruk?

“Maaf?” suaranya keluar nyaris tak terdengar.

“Kita akan menikah. Secara hukum. Tapi hanya selama satu tahun.”

Ayla nyaris tertawa. “Ini… semacam lelucon?”

Wajah pria itu tetap datar. Sama sekali tidak ada nada bercanda. “Tidak. Ini kontrak. Kau akan dibayar dua ratus juta rupiah per bulan selama pernikahan berlangsung. Kau akan tinggal bersamaku, dan berperan sebagai istri sahku di depan publik.”

Jantung Ayla berdegup tak karuan. Ia memalingkan wajah, berusaha mencerna kata-kata itu. Kenapa saya? gumamnya lirih.

“Karena kau adalah bagian dari masa lalu yang harus kubenahi,” jawabnya tajam.

Suasana mendadak hening.

---

Beberapa jam sebelumnya, Ayla berjalan cepat menyusuri gang sempit. Langit sore perlahan menggelap. Rambutnya yang diikat seadanya tampak berantakan, sementara seragam café tempatnya bekerja masih menempel di tubuh mungilnya, berbau wangi kopi yang belum hilang.

Hari ini dia tidak hanya lelah. Dia hancur.

“Tunggakan bulan ini belum dibayar, Mbak Ayla.” Suara pemilik kontrakan siang tadi masih terngiang di telinganya. Belum lagi tagihan rumah sakit adiknya yang terus menumpuk, dan telepon ancaman dari penagih utang yang tak henti-henti.

Hidup Ayla benar-benar kacau.

Lalu satu telepon masuk. Dari nomor tak dikenal.

“Nona Ayla Meindira?”

“Iya, ini siapa ya?”

“Kami dari kantor hukum Arvenza Corp. Tuan Nayaka Arvenza ingin bertemu Anda. Hari ini.”

Ayla hampir tertawa mendengarnya. Arvenza Corp? Perusahaan raksasa itu? Kenapa seorang CEO mau bicara denganku—seorang pelayan café yang bahkan tidak tamat kuliah?

Namun karena penasaran, dan karena suara lelaki di telepon itu terdengar terlalu serius, Ayla datang. Ia pikir, mungkin hanya kesalahan data.

Ternyata tidak.

---

Pria di depannya—Tuan Nayaka Arvenza. CEO muda yang namanya lebih terkenal daripada artis. Jam tangan mewah di pergelangan kirinya memantulkan cahaya lampu. Aura dinginnya terasa menampar udara.

“Duduklah.” Suaranya berat dan pendek.

Ayla menelan ludah, duduk dengan gugup. “Maaf... tapi... kenapa saya dipanggil ke sini?” tanyanya pelan.

Nayaka meletakkan map hitam di meja kaca di antara mereka. “Karena saya ingin menikah denganmu.”

Kalimat itu kembali terngiang.

---

“Baca. Pikirkan. Dan tandatangani jika kau ingin menyelamatkan adikmu dari para rentenir.”

Ayla membeku. Dunia seakan berhenti berputar. Tangannya bergetar saat membuka lembar pertama dokumen itu. Kertas berlogo Arvenza Corp tampak tebal, disusun rapi, dan ditandatangani oleh salah satu firma hukum ternama.

“PERJANJIAN NIKAH KONTRAK – AYLA MEINDIRA & NAYAKA ARVENZA.”

Mata Ayla membelalak. “Saya… nggak ngerti. Ini bukan lelucon, ‘kan?” tanyanya sekali lagi, nyaris berbisik.

“Tidak ada waktu untuk bercanda dalam hidup saya,” Nayaka bersandar santai di sofa mahal itu. “Saya tidak butuh cinta. Saya hanya butuh peran istri di atas kertas. Kau akan dibayar, kau akan diberi tempat tinggal, dan kau tidak boleh ikut campur urusan pribadi saya.”

Ayla menatapnya tak percaya. “Jadi saya cuma... alat?”

Nayaka tersenyum kecil, sinis. “Jika kau butuh istilah itu untuk memahami, silakan.”

Ayla berdiri, ingin marah, ingin kabur. Tapi ucapan Nayaka berikutnya menghentikan langkahnya.

“Utang keluargamu pada Pak Herman mencapai seratus delapan puluh juta. Dalam dua hari, rumah kontrakanmu akan disita. Dan adikmu yang masih sekolah? Dia akan diusir dari SMA-nya karena tunggakan.”

Deg.

Ayla menoleh cepat. “A-anda menyelidiki saya?”

“Tidak perlu waktu lama untuk mengetahui seseorang yang sedang putus asa. Kau mudah ditebak, Nona Ayla.”

Wajah Ayla memucat. Ia menggenggam surat itu erat-erat. “Kau tahu semua ini... dan kau tetap menawarkanku pernikahan seperti ini?”

“Kau butuh uang. Aku butuh nama istri. Kita saling menguntungkan.”

Ayla mendesah panjang. Akalnya menolak. Hatinya berontak. Tapi saat wajah adiknya—Nayla—melintas dalam bayangan, ia tahu dia tak bisa egois. Adiknya hanya punya dia.

Perlahan, Ayla duduk kembali. “Sebutkan syarat-syaratnya.”

“Kontrak ini berlaku selama satu tahun. Tidak ada hubungan fisik. Tidak ada cinta. Tidak boleh membawa pria lain ke rumah. Tidak boleh melanggar privasi saya. Dan… setelah kontrak selesai, kita akan cerai secara diam-diam.”

“Setelah itu?”

“Kau bebas. Dan kau akan mendapatkan satu miliar penuh saat keluar dari pernikahan ini.”

Diam. Sunyi.

Ayla mengamati tangannya. Satu tahun. Satu miliar. Rumah. Pendidikan Nayla. Semua bisa diselamatkan. Tapi dengan harga… menjual dirinya sebagai istri kontrak.

Ia menarik napas panjang. “Dan... satu hal lagi.”

Nayaka menaikkan alisnya. “Apa?”

“Saya ingin adik saya tetap tinggal bersama saya, walau saya ikut ke rumah Anda.”

Untuk pertama kalinya, Nayaka terdiam cukup lama. Lalu ia mengangguk. “Baik. Tapi dia tidak boleh ikut campur urusan rumah tangga ini.”

Ayla mengangguk pelan. Dengan jantung berdegup keras dan tangan yang masih gemetar, Ayla mengambil pulpen yang diletakkan pria itu di atas meja.

Dan…

Tanda tangan itu pun tercoret di kertas.

Tuan Nayaka berdiri. Tanpa senyum, tanpa selamat. Ia hanya mengambil dokumen itu, melipatnya, lalu melangkah pergi ke arah pintu.

Tepat sebelum ia keluar ruangan, ia berbalik, menatap Ayla sekilas. Tatapan yang dingin, tapi entah kenapa membuat bulu kuduk meremang.

“Selamat datang di hidup saya, Nyonya Arvenza. Mulai hari ini, kau milik saya—secara hukum.”

Klik.

Pintu tertutup.

Dan di ruangan yang tiba-tiba terasa kosong itu, Ayla duduk sendiri, menatap tangannya yang baru saja membuat keputusan paling gila dalam hidupnya.

BERSAMBUNG

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Maligayang pagdating sa aming mundo ng katha - Goodnovel. Kung gusto mo ang nobelang ito o ikaw ay isang idealista,nais tuklasin ang isang perpektong mundo, at gusto mo ring maging isang  manunulat ng nobela online upang kumita, maaari kang sumali sa aming pamilya upang magbasa o lumikha ng iba't ibang uri ng mga libro, tulad ng romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel at iba pa. Kung ikaw ay isang mambabasa, ang mga magandang nobela ay maaaring mapili dito. Kung ikaw ay isang may-akda, maaari kang makakuha ng higit na inspirasyon mula sa iba para makalikha ng mas makikinang na mga gawa, at higit pa, ang iyong mga gawa sa aming platform ay mas maraming pansin at makakakuha ng higit na paghanga mula sa mga mambabasa.


No Comments
18 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status