ホーム / Romansa / SEDIKIT LAGI, SAYANG! / 152. PESTA PERNIKAHAN TERTUTUP!

共有

152. PESTA PERNIKAHAN TERTUTUP!

last update 公開日: 2026-02-05 13:17:54

“Sayang, Om Ricky telepon. Dia bilang mau adain acara syukuran nikahan kita di restoran punya Tante Anggi, gimana?” tanya Cindy pagi itu. Di lantai dasar ruko mereka, keduanya tampak sibuk membuka paket-paket besar berisi pakaian wanita dan pria untuk stok butik milik Cindy nanti.

“Um...” gumam Nathan yang tengah mengangkat satu dus besar paket itu ke dalam ruangan.

Beban berat dari kardus tersebut membuat otot-otot perut, dada, dan lengannya menonjol tegas di balik kaus tipis yang ia kenakan
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • SEDIKIT LAGI, SAYANG!   182. MAAF

    “Sayang...” Cindy membujuk suaminya, menyentuh lengan Nathan dengan lembut untuk mencoba melunakkan kerasnya hati pria itu. “Sayang... kamu bisa,” ucap Cindy lagi, suaranya sangat tenang, seolah sedang menyalurkan kedamaian ke dalam jiwa Nathan yang masih terbakar amarah. “Aku bisa kok, dan kamu lebih bisa lagi...” ucap Cindy lirih. Ia menatap mata Nathan dalam-dalam, mencoba mengingatkan suaminya bahwa jika ia yang menjadi korban langsung dari rasa sakit itu saja sanggup memberikan maaf, maka Nathan pun pasti memiliki kekuatan yang sama untuk melepaskan dendamnya. Nathan menatap istrinya dengan pandangan yang perlahan meredup. Ia bisa melihat ketulusan di mata Cindy—sebuah ketulusan yang akhirnya meluluhkan tembok ego dan kemarahannya. Ia menarik napas panjang, membuangnya perlahan, lalu menatap Morgan yang masih menunggu jawaban di depan pintu. “Gue enggak janji bisa lupa, Morgan,” ucap Nathan akhirnya, suaranya tidak lagi sekeras tadi. “Tapi untuk saat ini... pergilah. Jaga

  • SEDIKIT LAGI, SAYANG!   181. TATAP MUKA NATHAN DAN MORGAN. CINDY DAN SARAH PANIK!

    Setelah itu, Morgan segera mengirimkan sejumlah uang yang jauh di luar dugaan Cindy. Ponsel Cindy bergetar, dan matanya membelalak saat melihat notifikasi saldo masuk. “Mas, ini terlalu banyak...” ucap Cindy pelan, menatap nominal yang masuk ke rekeningnya dengan rasa tidak enak hati. “Terlalu sedikit buat menebus dosa aku ke kamu,” balas Morgan singkat. Baginya, angka itu tidak akan pernah sebanding dengan luka yang pernah ia torehkan, namun setidaknya itu bisa menjadi modal bagi mimpi-mimpi Cindy di butik ini. “Um...” Cindy hanya bergumam, tak tahu harus merespons apa lagi di tengah kemurahan hati yang menyesakkan itu. “Aku pamit, Cindy,” ucap Morgan sambil tersenyum tipis. Ia meletakkan kedua tangannya di saku celana, mencoba mengembalikan sisa-sisa wibawanya yang sempat runtuh. “Ah, ya... oke. Hati-hati. Salam untuk Sarah, dia baik banget, cantik, tulus, dan... jangan sakiti

  • SEDIKIT LAGI, SAYANG!   180. “Jangan lupain aku, yang pernah paling secinta itu dan seburuk ini sama kamu,” pengakuan Morgan.

    “Aku udah maafin kamu,” ucap Cindy pelan. Kalimat itu meluncur begitu saja, terasa ringan namun sanggup meruntuhkan tembok pertahanan yang selama ini Morgan bangun. “Aku takut,” ucap Morgan tiba-tiba, suaranya nyaris berbisik. “Takut?” tanya Cindy, keningnya berkerut tipis, mencoba memahami arah pembicaraan pria di depannya. “Ya... takut kalau setelah ini... aku enggak bisa lihat kamu lagi,” ucap Morgan jujur. Ada kilat kesedihan di matanya. Permintaan maaf ini adalah sebuah titik akhir, sebuah perpisahan resmi yang permanen. Morgan menyadari bahwa setelah pintu butik ini ia tutup, ia tidak lagi memiliki alasan atau hak untuk mencari tahu kabar Cindy, apalagi menemuinya secara sengaja. Cindy terdiam, ia bisa merasakan ketulusan sekaligus kerapuhan dari pria yang dulu pernah menguasai seluruh hatinya. Ia melirik ke arah luar, ke arah mobil di mana Sarah dengan setia menunggu, lalu kembali menatap Morgan. “Mas... bukannya itu tujuan kita bertemu?” tanya Cindy lembut. “Supaya

  • SEDIKIT LAGI, SAYANG!   179. DETIK PERTEMUAN CINDY DAN MORGAN

    “Iya, dan aku sendiri pribadi menjual pakaian yang memang aku suka. Karena kalau kita suka apa yang kita punya, biasanya rasa suka itu ketularan ke siapa saja yang lihat,” ucap Cindy sambil tertawa kecil. Ia kemudian bergerak menyiapkan minuman dingin dan meletakkannya di atas meja. “Oke, fix, aku ambil dua potong baju!” seru Sarah yang tampak sangat senang mendapatkan barang kesukaannya. “Minum dulu deh...” ucap Cindy ramah sembari menyiapkan paperbag hitam dengan logo CN berwarna emas—inisial Cindy dan Nathan. “Um, mungkin kamu bingung kenapa aku tiba-tiba ke sini dan bilang kalau kita pernah ketemu,” ucap Sarah sambil memegangi botol kaleng dingin itu, matanya menatap Cindy dengan tulus. “Ya, jujur... aku bingung tapi senang juga karena ada yang datang ke butik aku. Belum resmi jualan, tapi sudah ada peminat,” jawab Cindy jujur. “Oke. Dan... mungkin ini bakal bikin kamu kaget. Karena pertama... kita ketemu di penthouse. Ingat? Waktu buang sampah, pagi-pagi,” ucap Sarah pe

  • SEDIKIT LAGI, SAYANG!   178. CINDY DAN SARAH BERTEMU LANGSUNG?

    Mendengar perkataan Sarah, Morgan tersenyum tulus. Ada binar kebanggaan di matanya terhadap wanita pilihannya ini. Meskipun dalam lubuk hatinya ia mengakui bahwa awalnya ia sempat membohongi diri sendiri—berusaha memaksimalkan perasaannya pada Sarah hanya demi melupakan Cindy—namun seiring berjalannya waktu, cinta itu tumbuh menjadi sesuatu yang murni. Sarah bukan lagi sekadar pelarian; wanita itu telah menjadi pelabuhannya yang paling nyata. Morgan mempererat pelukannya, seolah ingin meyakinkan diri bahwa ia tidak akan kehilangan pegangan kali ini. “Gue enggak pernah nyangka bakal ketemu orang sekuat lo, Sarah,” bisik Morgan. “Ayo, kita hadapi ini sama-sama. Tapi janji, kalau situasi memanas, lo jangan jauh-jauh dari gue.” Berpindah ke sisi kehidupan Nathan dan Cindy yang tak kalah pelik, namun kini diwarnai dengan kehadiran Morgan dan Sarah yang menjadi pilar pendukung mereka. “Aku temani kamu sampai tuntas, Mas. Sudah enggak murung lagi, kan?” tanya Sarah sembari tersenyum

  • SEDIKIT LAGI, SAYANG!   177. MORGAN DITEMANI SARAH UNTUK MENEMUI CINDY

    “Kenapa kamu merasa enggak pantas ketemu dia?” tanya Sarah dengan sangat lembut pada Morgan yang tengah berapi-api, berusaha menjadi peredam bagi emosi kekasihnya yang sedang meledak-ledak itu.“Gue merasa omongan Papa banyak benernya, Sayang. Dia bilang gue perusak masa depan adik gue dan Cindy. Gue jahat...” ucap Morgan lirih, lalu membenamkan wajahnya pada ceruk leher Sarah, mencari perlindungan dari rasa bersalah yang menghimpit dadanya.“Sayang... Enggak ada yang sempurna di dunia ini. Aku, kamu, dan semuanya. Kita pendosa, tapi tidak ada halangan buat kita untuk berubah jadi lebih baik. Aku sendiri contoh nyata itu, kamu tahu... Aku pelacur, tapi kamu masih mau terima aku. Dan artinya apa? Aku punya kesempatan besar buat berubah, kan...” ucap Sarah sembari tersenyum getir, memeluk Morgan semakin erat.Kalimat itu bagaikan tamparan sekaligus pelukan hangat bagi Morgan. Sarah mengorbankan harga dirinya, membuka kembali luka lamanya sendiri hanya untuk memastikan Morgan tidak tengg

  • SEDIKIT LAGI, SAYANG!   85. APARTEMEN

    “Janda? Um… kayaknya menarik juga tuh janda,” ucap Morgan sembari duduk santai bersandar pada sofa. Ia meraih sebatang rokok dari meja, menyalakannya, lalu menghisapnya dalam-dalam sebelum mengembuskan asapnya ke udara dengan gestur yang sangat tenang.“Biasalah… jandanya itu… kebetulan mantan istr

    last update最終更新日 : 2026-03-25
  • SEDIKIT LAGI, SAYANG!   77. KELUARIN SAYANG!

    “Surat-suratnya udah kamu siapin, Sayang?” tanya Nathan sore itu. Ia berdiri di ambang pintu kamar mandi dengan handuk yang hanya melingkar rendah di pinggulnya, memamerkan garis perutnya yang atletis. Rambutnya masih lembap, menyisakan tetesan air yang jatuh perlahan melewati dadanya yang bidang.

    last update最終更新日 : 2026-03-24
  • SEDIKIT LAGI, SAYANG!   74. BAYU KE APARTEMEN NATHAN DAN CINDY, ADA APA?

    “Bayu ke mana?” tanya Shella kepada salah satu staf yang baru saja melintas di depannya, suaranya terdengar menahan gelisah. “Pak Bayu tadi pergi, Mbak,” jawab staf itu singkat, sambil tetap melangkah. “Pergi? Ke mana?” tanya Shella lagi, kali ini lebih cepat, alisnya mengerut. “Kalau tadi sa

    last update最終更新日 : 2026-03-24
  • SEDIKIT LAGI, SAYANG!   78. TERUS MAS! LEBIH DALAM...

    “Masukin, Mas… masukin…,” rintih Cindy, memohon dengan suara yang nyaris habis. Ia mendamba agar Nathan segera mengisi kekosongan di dalam dirinya yang kini tampak basah dan mengilap tertimpa cahaya lampu. Napasnya terengah memburu, sesekali ia menggigit bibir bawahnya sendiri untuk menahan gejolak

    last update最終更新日 : 2026-03-24
続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status