Home / Mafia / SIMPANAN MAFIA GANAS / Bab 7. Aku Tidak Akan Biarkan Mafia Itu Mengambil Milikku!

Share

Bab 7. Aku Tidak Akan Biarkan Mafia Itu Mengambil Milikku!

Author: Ananda FJ
last update Last Updated: 2025-09-08 23:06:00

Sejak kedatangan Ben Adiwa, Satria tidak muncul lagi di dalam ruangan dimana Aruna dirawat.

Hanya beberapa perawat yang memeriksanya, Zidan juga tidak pernah muncul. Pada malam hari, Aruna disuntikkan obat bius dan tubuhnya dipindahkan ke rumah sakit.

Aruna terjaga ketika siang hari dan dia mendengar orang sedang berbicara di sampingnya.

“Kondisinya sudah membaik sekarang, kakek tidak perlu cemas!”

Aruna membuka kelopak matanya dan melihat Bayu di sana.

“Bayu? Kamu, bagaimana bisa ada di sini?”

“Aruna, kamu mengirimkan pesan padaku untuk datang pagi ini, bagaimana kondisimu?”

Aruna tidak mengerti apa yang dikatakan Bayu, dia segera melihat ponselnya dan tidak ada pesan yang dikirimkan. Orang yang mengirim pesan pada Bayu sudah menghapusnya. Dan pada saat dia mengedarkan pandangan matanya ke seluruh ruangan barulah Aruna mengerti bahwa tubuhnya sudah dipindahkan ke rumah sakit.

“Saat kamu datang ke sini, apakah kamu melihat orang lain?”

“Tidak, hanya seorang perawat yang mengganti infus.”

Aruna menghela napas panjang.

“Kalau aku boleh tahu, bisakah kamu menunjukkan pesan di ponselmu? Aku harus membacanya karena aku lupa apa yang aku katakan sebelumnya.”

Bayu mengeluarkan ponselnya lalu menunjukkan pesan itu pada Aruna.

“Aku di rumah sakit pusat kota sekarang, aku mengalami kecelakaan dan harus dirawat, kondisiku sudah membaik, jika ingin melihatku datanglah ke sini. Seperti yang kamu tawarkan padaku sebelumnya, aku setuju dengan perjanjian kita.”

Aruna tidak bisa berkata apa-apa, pesan itu menyatakan bahwa dia sudah bersedia dan setuju dengan tawaran Bayu sebelumnya, Karena dia juga sudah dipindahkan dari kediaman Satria artinya Satria tidak menerimanya lagi di rumahnya.

Aruna tanpa sadar melamun. Bayu segera menggenggam tangannya.

“Kenapa? Apa kepalamu terasa pusing? Masalah kakek kamu tidak perlu cemas, kakek sudah setuju mempublikasikan pernikahan kita.”

Aruna tidak menanggapinya, dia memang baru bertemu dengan Satria belum lama ini tapi hatinya terasa bimbang dan seperti kehilangan sesuatu.

“Aku ingin menggelar pesta megah, aku juga akan mengundang semua orang! Apa kamu ingin menggelar pesta di gedung utama kota Rajawali?”

Aruna tidak menyahut, dia malas membahas masalah ini sekarang dan belum ingin memberi jawabannya sekarang.

“Aruna? Kamu tidak berniat ingkar lalu kabur lagi, bukan?” Tanya Bayu dengan hati-hati.

“Ah, aku dengar Lia sekarang tinggal di kediaman Adiwangsa? Dia menikah dengan Andra?”

Bayu menganggukkan kepalanya

“ya, kenapa? Apa kamu cemas dia akan melukaimu lagi? Aku tidak akan membiarkan itu terjadi!”

Aruna menghela napas dalam-dalam.

“Dia menyukaimu sementara aku terpaksa setuju dengan perjanjian ini karena kamu terlalu licik! Bagaimana kamu menikahinya saja? Mintalah Andra bercerai darinya!” Aruna berkata begitu santai.

Bayu merasa dirinya sudah diinjak-injak. “Aruna! Apa maksudmu?! Kamu sengaja berkata kasar seperti ini untuk membuatku marah? Kenapa? Apa karena mafia itu lebih menggairahkan daripada aku? Aruna!”

Aruna tidak menjawab, dia tidak ingin mencampuradukkan masalah Satria dengan Bayu. Hari ini dia membahas Lia Keluarga Mahardika karena sudah muak dengan drama keluarga di kediaman Adiwangsa. Aruna tidak suka bersaing dengan wanita lain hanya karena masalah pria.

“Bayu, kamu tahu betul aku tidak mencintaimu, pernikahan yang kamu sebut-sebut adalah pernikahan kamu sendiri, aku tidak setuju dan aku tidak tahu apa-apa! Setelah perjanjian kedua selesai, kamu harus menceraikanku! Aku tidak butuh status Nyonya CEO!”

Bayu mengepal tangan, dia sangat marah dan kesal. Sejak Aruna membuka mata dan mengobrol dengannya, semua kata-kata Aruna menyakitkan hatinya. Aruna tidak menunjukkan sikap lembut sedikit pun.

Bayu berdiri lalu menghampirinya.

“Kamu ingin aku melepaskanmu? Aruna, apa kamu pikir aku pria bodoh dan sembarang mengganti wanita? Masalah pernikahan kita dipublikasikan hanya tinggal menunggu waktu saja!”

Bayu membungkuk, wajahnya mendekat, dan sorot matanya yang tajam menunjukkan frustrasi yang mendalam.

“Aku sudah menunggu terlalu lama untukmu aruna!. Aku tidak akan membiarkan pria lain, termasuk Mafia itu, mengambil apa yang menjadi milikku.

Aruna hanya memalingkan wajah, merasa muak dengan perkataan tersebut.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • SIMPANAN MAFIA GANAS   Bab 15. Tuntutan Sang Kakek

    “Kita akan periksa ke dokter kandungan. Kamu belum datang bulan, mungkin saja kamu hamil. Jika benar, aku akan lebih berhati-hati lagi melakukannya,” ucap Bayu dengan lembut pada Aruna. Aruna mengangguk setuju. Ia segera mandi, dan setelah selesai, Bayu langsung membawanya ke dokter untuk pemeriksaan. Di rumah sakit, Bayu setia menemaninya masuk ke ruang periksa. Meski Aruna sudah terlambat datang bulan beberapa minggu, dokter menyatakan belum ada tanda-tanda kehamilan yang pasti walaupun sudah dilakukan tes. “Aku akan melakukannya lebih keras! Aruna, hari ini aku tidak akan ke kantor. Kita akan menghabiskan waktu di villa,” ujar Bayu penuh ambisi. Aruna meremas ujung roknya. Tubuhnya terasa sangat lelah, bahkan ia hampir tidak sanggup berjalan. “Malam saja, ya? Aku lelah, aku sungguh lelah, oke?” bujuknya. “Aruna, lusa kamu sudah harus pergi ke kediaman pria itu!” keluh Bayu. “Bayu, aku sungguh lelah. Aku janji nanti malam kamu bisa melakukannya beberapa kali. Aku akan membiarka

  • SIMPANAN MAFIA GANAS   Bab 14. Dipagut Gairah

    “Aruna, kamu tidak apa-apa?” Tanya Bayu.Aruna menggelengkan kepalanya.“Bagaimana kondisimu belakangan ini?” Tanyanya.“Aku baik-baik saja, hanya kakek yang selalu mendesakku untuk cepat-cepat membuatmu hamil, dia tidak sabar ingin cucu darimu,” jawabnya.Aruna mengingat masalah itu, tujuan Bayu mengikat kontrak memang untuk pendapatkan keturunan. Aruna sangat lelah, tapi kerja sama yang sudah disepakati tidak mungkin dia lupakan begitu saja.Aruna melepaskan seluruh bajunya lalu rebah di meja. Dia membuka kedua pahanya sambil berkata pada Bayu.Bayu sangat merindukannya. Dia melihat tubuh Aruna yang sangat dia inginkan; sudah tidak sabar ingin menjamahnya. Bayu mendekatinya, dia juga melepaskan piyamanya. Pertama-tama dia menyentuh sisi intim Aruna sambil mengelusnya dengan lembut.“Aruna, aku sangat merindukanmu….Hmh,”“Bayu, kamu tahu sebenarnya aku muak dengan semua ini? Keluargamu menganggapku seperti sebuah mesin yang tidak punya hati. Lakukan sekarang, jangan menundanya,” bisi

  • SIMPANAN MAFIA GANAS   Bab 13. Pagi yang Melelahkan

    Keesokan paginya Aruna merasa tulang belulangnya hancur. Baru beberapa hari tinggal dengan Satria, Aruna hanya diberi waktu untuk melayaninya.Pelayan masuk ke dalam kamar untuk mengantarkan sarapan. Melihat kamar Satria berantakan lagi, mereka tidak terkejut. Semua orang di kediaman itu tahu Aruna sangat dicintai oleh Satria, dan hampir setiap kali mereka mendengar suara desahan serta pekikan di balik pintu kamar tersebut.“Nona Runa, ini sarapan Anda,”Aruna bangun sambil menutup tubuhnya yang telanjang dengan selimut, lalu mengangguk dengan lemah.“Ya terimakasih, taruh saja di meja,”Pelayan menaruh nampan di meja. Aruna melihat segelas susu hangat, dia mengambil gelas itu dan meminumnya. Seketika energinya kembali terisi dan tubuhnya tidak terlalu lemah lagi.Aruna teringat dengan momennya dengan pria itu dan dia merasa tidak nyaman. Wajahnya masam dan berkeringat. Tadinya dia ingin menyuap makanan, tapi dia berhenti dan meletakkan kembali sendoknya.Pelayan pikir ada yang sala

  • SIMPANAN MAFIA GANAS   Bab 12. Aku Ingin Melakukannya Siang dan Malam

    Saat berjalan di koridor, Satria sedang berbicara dengan tamunya seketika melihat bayangan Aruna. Pikir Satria, Aruna kabur lagi, Satria berdiri lalu mengikutinya. Sementara itu, Elara juga mengikuti Aruna, langkahnya langsung terhenti lantaran melihat Satria menyusul Aruna di kediaman Dion. Dari kejauhan Elara melihat Satria memeluk Aruna dari belakang, dan menciuminya dengan rakus. Pemandangan di gelap kolidor itu membuat Elara menangis. Elara memalingkan wajah lalu pergi. Aruna di setubuhi lagi di koridor. Gaunnya diangkat, CD-nya dirobek lalu didorong sambil dipeluk dari belakang. Aruna meremas tiang koridor sambil menungging. Buah dadanya diremas dari belakang. “Aah, aahh, Satria, lepaskan aku, ssh, aah, kamu sudah gila, oukh!” “Aruna sayang, ssh, aku selalu menginginkan tubuh ini, ouh, oh, oh, lubangmu lembut dan nikmat, sayang! Aku ingin terus siang dan malam, aahh, aah, ah.” “Satria, mmhh, oooukh, sshh, aaakh!” Cairan Aruna makin banyak dan membuat Satria makin ge

  • SIMPANAN MAFIA GANAS   Bab 11. Aroma Kepuasan di Seprai

    Di pintu Raka melihat pelayan sedang menemani bayi di kereta. Raka tidak sengaja melihat wajah anak itu. “Bayu kecil?” Gumamnya lalu buru-buru menutup mulutnya kembali. “Ti-tidak mungkin bukan? Apa Aruna sudah menipu semua orang? Bayi itu sangat mirip dengan Bayu Adiwangsa!” Raka masuk ke mobilnya, dan berusaha melupakan wajah bayi itu. Tidak lama setelah Raka pergi, Satria keluar dan melihat Dion. Elara juga berdiri disana sambil melipat tangannya. “Kenapa tidak menikah dengan wanita lain saja? Aruna tidak akan memiliki keturunan jika kalian menikah!” Tanyannya. Satria sangat marah mendegarnya. “Elara! Sejak kapan kamu berani ikut campur urusan pribadiku?! Siapapun wanita yang aku pilih itu sama sekali bukan urusanmu!” Tegasnya. *** Disisi lain, Raka langsung menuju kediaman Bayu dan langsung mengajaknya berunding. “Apa Kamu sudah bertemu dengan Aruna? Apa katanya?” Tanya Bayu dengan wajah tidak sabar. Raka menghela nafas lalu menjelaskannya. “Maaf, aku tidak bisa

  • SIMPANAN MAFIA GANAS   Bab 10. Aaaakhhh! Ampun, Satria!

    Tubuh Aruna sudah di bawa ke kediaman Satria, Aruna sadar dia merasa dingin karena tubuhnya tidak mengenakan sehelai benang pun, di bawahnya dia merasakan tekanan cepat dari seseorang yang dia kenal. “Okh, ouh, ouh Satria, ouh!” “Aruna, aku sudah bilang kamu adalah milikku!” Aruna sudah tidak tahan lalu mengangkat bokongnya ke atas. “Aaaahhh, aaahhh, aaahhh!” Cairannya langsung keluar membasahi seprei. Satria menatap penuh kepuasan lalu melumat bibirnya. “Aruna, kamu harus setuju untuk bersamaku!”Bisik Satria di telinga Aruna. Aruna menggelengkan kepalanya. “Aku tidak bisa, mengertilah dengan keputusanku,” Aruna menatap dengan wajah memohon. Satria melumat kembali bibirnya dan buah dadanya, Aruna sudah terbiasa di perlakukan dengan liar oleh mafia itu jadi dia juga tidak melawan. “Ah, ah, ah, aku tidak mungkin membiarkanmu pergi Aruna, ah, akh!” Desahnya sambil terus mengayun bokongnya. Aruna menatap bayangan ya di cermin, Satria terus mendorong dengan sangat cepat. “Oooouh

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status