Share

SINNER
SINNER
Penulis: ac

Prologue

1959

Tuan Adolph, Ramsey Adolph sedikit terburu-buru setelah turun dan sedikit membanting pintu mobilnya. Ramsey tersontak mendapati cucu-cucunya yang berlarian ke arah pekarangan depan rumah; Micaela , Hannah, dan Joe. Ia mengambil kembali sebuah amplop surat yang sempat terjatuh.

Ia berteriak, "Nane..dimana kau?", memanggil istrinya beberapa kali. Nihil, tak ada jawaban.

Tidak seperti biasanya, Ramsey yang selalu kesal saat hal seperti itu terjadi malah memasuki ruangan minum teh dengan senyuman. Pria tua itu terlalu fokus menatap suratnya, hingga tak memperhatikan dua wanita sedang berada di ruangan yang sama.

"Ada surat untukku?", tanya wanita itu.

Ramsey melihat dua wanita yang sedang duduk di kursi dekat perapian yang padam, ia tersenyum kikuk. "Loh, loh salah masuk rupanya. Ini suratku, jangan khawatir. Maaf mengganggu waktu kalian" 

Pria itu segera keluar dan menutup pintu ruangan itu. Sedikit mendengar Aleen mengatakan, "Ibu ada di dapur".

Ramsey Adolph tidak menemui Nane, ia pergi ke ruang penyimpanan anggur. Menduduki sebuah kursi kayu tua di pojok dengan lampu remang-remang yang ia nyalakan. Pria itu tertawa senang membaca surat itu.

"Kau baik-baik saja?", suara itu membuat Ramsey tekejut.

Ramsey menaikan alis, "Sedang apa kamu di sini?" 

"Mengambil anggur, tentu saja. Untuk acara nanti malam. Kakek terlihat bahagia, aku terkejut"

Ramsey mengangguk, "Ya. Tentu. Cepat ke atas, mereka pasti menunggu. Mau ku bantu?"

"Tidak usah, James menunggu dekat pintu, dia akan membantu"

Gadis itu memutar, berjalan dan menaiki anak tangga dengan dua tumpuk box kayu. Raut muka Ramsey berubah, ia menggumam , "Bahaya".

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status