Share

108.

Author: Al_Fazza
last update Petsa ng paglalathala: 2026-04-29 07:38:00

Tanpa menunggu jawaban lebih lanjut, Fang Zhe memutar tubuhnya. Langkah kakinya mantap, meninggalkan aura dingin yang masih membekas di ruangan VIP tersebut.

Irma pun mengikuti dari belakang, mencoba mengatur napasnya yang masih terasa sesak akibat tekanan atmosfer yang luar biasa.

Di sepanjang koridor kasino, para penjaga dan pengunjung memberikan jalan seolah-olah seorang kaisar sedang melintas. Tidak ada yang berani menatap langsung ke arah topeng perak Fang Zhe. Begitu mereka sampai di
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   232. Utusan pangeran kedua datang membawa undangan.

    Tubuh Fang Zhe berkelebat bagai bayangan semu, melebur bersama angin malam dan lenyap dari pandangan para petinggi Paviliun Keberuntungan Langit yang masih bersujud gemetar.Hanya dalam fraksi detik, Fang Zhe sudah berada di luar gedung, berdiri tegak di atas salah satu atap bangunan tinggi yang menghadap langsung ke arah jendela luar ruangan VIP tadi. Sepasang mata emasnya berkilat tajam, langsung mengunci sesosok siluet berpakaian hitam pekat yang tengah melesat cepat di antara atap-atap gedung Kota Khong."Gerakan yang lumayan. Tapi di hadapanku, kau tidak lebih dari seekor kura-kura," gumam Fang Zhe dengan seringai tipis."Langkah seribu petir!"Sreeeet!Fang Zhe menghentakkan kakinya. Aliran Qi murni yang dilapisi sisa elemen es tipis meledak di bawah pijakannya, mendorong tubuhnya melesat maju dengan kecepatan yang memicu dentuman udara kecil.Pria berpakaian hitam itu menyadari bahwa keberadaannya telah terbongkar. Merasakan gelombang tekanan angin yang mendekat dengan kecepata

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   231. Mengakuisisi Paviliun Keberuntungan Langit.

    Fang Zhe melirik Tuan Besar dengan seringai dingin. "...dia hanyalah seonggok sampah yang sedang menghitung mundur sisa napasnya."Mendengar ucapan Fang Zhe yang begitu dingin dan melihat kilatan es yang kembali bergolak di ujung jari pemuda itu, mental Tuan Besar benar-benar hancur lebur. Ketakutan akan kematian instan tanpa reinkarnasi membuatnya melupakan seluruh sisa harga diri yang ia miliki.Dalam benaknya saat ini, menyerahkan Paviliun Keberuntungan Langit adalah satu-satunya tiket untuk tetap bernapas. Persetan dengan takhta dunia bawah! Persetan dengan Han Ling yang sudah jadi mayat! Jangankan membalas dendam, seumur hidupnya Tuan Besar bersumpah tidak akan pernah mau lagi menyentuh atau berurusan dengan monster berwujud pemuda bernama Fang Zhe ini."C-Cepat...! Tunggu apa lagi, bodoh?!" raung Tuan Besar kepada belasan direksi dan pengurus inti yang masih mematung syok. Suaranya melengking histeris penuh keputusasaan."Turuti semua perkataannya! Siapkan dokumen pemindahtanga

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   230. Kekalahan tuan besar.

    Wuuuuuush!Aura sedingin es mendadak berembus kencang dari tubuh Fang Zhe, menyapu sisa-sisa kehangatan yang ada di dalam ruangan VIP tersebut. Mendengar pengakuan yang begitu santai namun mengerikan itu, jantung Tuan Besar serasa dihantam oleh gada raksasa. Otaknya berdenyut menyakitkan, dipaksa mencerna sebuah informasi yang benar-benar di luar nalar logikanya."M-Membunuhnya...?! Kau membunuh Han Ling?!" raung Tuan Besar dengan suara yang melengking frustrasi, dipenuhi oleh penolakan yang teramat sangat. "Bohong! Kau pasti menggertakku! Itu tidak mungkin terjadi!"Tuan Besar menggelengkan kepalanya dengan liar, napasnya kian memburu di balik topeng mewahnya. Ia benar-benar tidak bisa memercayai satu patah kata pun yang keluar dari mulut pemuda di hadapannya."Han Ling bukan sekadar kultivator biasa! Dia adalah sang jenius tak tandingi yang sudah menginjak ranah Pengumpul Roh puncak! Di usianya yang masih muda, dia adalah monster yang ditakuti di seluruh wilayah negara ini! Bagaim

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   229. Balas dendam terakhir untuk Paviliun Keberuntungan Langit.

    Laras tersembunyi di ujung tombak Jenderal Guan memuntahkan peluru yang menderu dahsyat, merobek udara dengan kecepatan yang mustahil dihindari oleh manusia biasa.Di saat yang bersamaan, Tuan Besar yang sudah kehilangan seluruh akal sehatnya tidak mau ketinggalan. Dengan raungan gila, jemarinya menarik pelatuk revolver emas murni miliknya berturut-turut.BANG! BANG!Tiga peluru emas langsung melesat lurus, membelah sisa-sisa meja beludru hijau, menerjang tepat ke arah dahi dan jantung Fang Zhe.Jarak mereka terlalu dekat, dan kecepatan peluru-peluru itu jelas sangat cepat. Siapa pun yang berada di posisi itu seharusnya sudah hancur menjadi serpihan daging dalam hitungan milidetik.Namun, di tengah badai mesiu dan letusan senjata yang memekakkan telinga... Fang Zhe tetap duduk dengan tenang.Ia bahkan tidak mengedipkan matanya di balik topeng perak tersebut. Tubuhnya tetap bersandar santai di kursi kemudi yang megah, salah satu tangannya masih menopang dagu dengan malas, seolah-olah s

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   228. Niat licik Tuan besar dan Jendral Guan.

    Fang Zhe menghentikan gerakan tangannya yang sedang menyentuh chip. Di balik topeng perak minimalisnya, sepasang matanya berkilat jenaka sekaligus dingin. Ia tidak melepaskan cengkeraman tangan kokoh Jenderal Guan di atas lengannya, melainkan membiarkannya begitu saja."Mempertaruhkan nyawa ketika uang kalian sudah habis?" Fang Zhe terkekeh rendah, sebuah suara yang terdengar teramat santai namun sarat akan penghinaan."Menarik. Ini tentu akan menghemat banyak waktuku untuk membersihkan tempat ini. Baik, aku terima taruhan sampah kalian."Mendengar persetujuan Fang Zhe, Jenderal Guan perlahan menarik kembali tangannya. Napas sang jenderal berembus berat, memancarkan aura Qi militer yang sangat solid dan menekan. Di ujung meja, Tuan Besar tidak bersuara, namun silinder revolver emasnya kembali diputar dengan bunyi klik yang berirama, menandakan bahwa ia pun menyetujui kegilaan ini sebagai langkah terakhir untuk membalikkan keadaan."Dealer... bagikan kartu terakhir," perintah Tuan Besa

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   227. Chip telah habis...

    Seketika hawa membunuh dari Tuan Besar dan Jenderal Guan meledak secara bersamaan. Tumpukan ratusan triliun chip kini menumpuk seperti gunung di tengah meja beludru hijau yang bersimbah darah Ariel. Kepungan tiga arah yang absolut. Triple As milik Luna, Triple Sembilan milik Jenderal Guan, dan potensi Royal Flush milik Tuan Besar.Di hadapan kepungan maut yang secara matematis telah mengunci kemenangannya di bawah satu persen, Fang Zhe perlahan melepaskan chip yang sejak tadi ia putar di jemarinya. Chip itu jatuh ke meja dengan bunyi ting yang pelan, namun sanggup menghentikan gaung tawa Tuan Besar."Kalian selalu membuat kalkulasi berdasarkan apa yang kalian lihat," ucap Fang Zhe, suaranya mengalun tenang, memecah ketegangan ekstrem di ruangan itu. "Tapi kalian lupa, di hadapanku, takdir bukanlah tentang probabilitas... melainkan kepatuhan."Fang Zhe tidak menyentuh sisa chipnya, karena ia memang sudah All-In sejak awal. Dengan gerakan yang sangat lambat, ia mengulurkan tangan kana

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   31. BARU Permulaan!

    Fang Zhe tidak langsung meletakkan chip-nya. Ia membiarkan suasana hening sejenak, membiarkan tatapan remeh dari para penjudi kelas kakap di sekeliling meja menusuk punggungnya. Mata Dewanya juga masih aktif, menangkap getaran frekuensi magnetik yang dimainkan sang bandar di bawah meja. "Baik aku

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   20.

    Tersadar jika ia terus diam masalah akan semakin rumit. Fang Zhe akhirnya mulai berbicara.“Cukup.”Satu kata. Tidak keras. Namun cukup dalam. Seolah ada tekanan tak terlihat yang langsung menekan suasana di sekitar mereka.Seketika Erina dan Irma sama-sama terdiam.Dan kini, Fang Zhe melangkah maj

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   14.kecurigaan Erina.

    erIrma masih menatap Fang Zhe tanpa berkedip. Tatapannya tajam, seolah ingin menembus sampai ke dalam pikirannya. “Fang Zhe…” katanya pelan. “Ilmu medis seperti itu… kau benar-benar hanya ‘pernah belajar beberapa kali’?” Ia menyilangkan tangan di dada. “Dan kau belajar dari mana?” Ruanga

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   11. Misi penyelamatan Dokter Irma.

    Suara benturan keras terdengar hampir bersamaan terdengar. Karena Tangan Fang Zhe bergerak cepat seperti bayangan.Telapak tangannya menghantam tengkuk pria pertama dengan presisi sempurna.Hal itu membuat, sepasang mata pria itu langsung memutih. Tubuhnya lemas seketika sebelum ambruk ke tanah.TH

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status