Share

3. Erina.

Penulis: Al_Fazza
last update Tanggal publikasi: 2026-02-13 05:01:50

DIIIIIING!

Panel transparan berwarna biru muda muncul di hadapan Fang Zhe, hanya bisa dilihat olehnya. Di bawahnya, dua pilihan menyala terang.

1. Bela Diri Dasar (Basic Combat Mastery).

Meningkatkan refleks, kekuatan pukulan, teknik dasar pertarungan tangan kosong. Cocok untuk konfrontasi langsung.

2. Kemampuan Medis Dasar (Basic Medical Proficiency).

Pengetahuan pertolongan pertama, stabilisasi luka, diagnosis ringan. Cocok untuk situasi penyelamatan non-tempur.

Diikuti dengan munculnya waktu hitung mundur muncul di sudut panel.

00:00:10

Fang Zhe menatap gadis yang bernama Erina, yang kini terpojok di dinding toko tutup. Salah satu pria sudah hampir meraih lengannya.

'Jika aku memilih medis…  Aku mungkin bisa menolong setelah semuanya terlambat. Namun jika aku memilih ilmu bela diri… ' bergumam, sembari merubah sorot matanya lebih tegas.

“Aku memilih… Bela Diri Dasar.”

DIIIIIING!

‘Kemampuan ditransfer…’

Dalam sepersekian detik, sensasi panas mengalir dari dadanya ke arah perut, lalu menyebar ke seluruh tubuh. Otot-ototnya menegang. Tulang-tulangnya seperti diselaraskan ulang. Ingatan asing muncul di benaknya, posisi kuda-kuda, sudut pukulan, titik lemah tubuh manusia.

Hanya dalam dua detik, transfer itu selesai.

Fang Zhe mulai membuka matanya. Dunia terasa lebih lambat yang ia rasakan.

Ia bisa melihat pergerakan bahu pria pertama sebelum tangannya bergerak. Bisa membaca arah langkah bahkan sebelum kaki lawan menyentuh tanah.

“Hei bocah! Mau jadi pahlawan?!” salah satu pria menyeringai saat melihat Fang Zhe berjalan mendekat.

Jantung Fang Zhe tetap berdegup cepat. Ia masih merasa takut, ingin percaya sistem, tapi mana mungkin ada seseorang yang tak pernah berkelahi, bisa langsung mahir?

Namun kali ini, ketakutan itu tidak mengendalikan tubuhnya.

“Aku hanya… tidak suka melihat sampah berkeliaran,” ucapnya pelan.

“Apa?!”

Pria pertama menyerang lebih dulu. Tinju besar mengarah ke wajah Fang Zhe. Refleksnya bergerak hampir tanpa sadar. Miringkan kepala, yang membuat tinju besar itu hanya menghantam udara kosong. Hal itu diikuti dengan gerakan siku menghantam pergelangan lawan.

KRAK!

“AAAAARGH!”

Tulang pergelangan pria itu retak. Fang Zhe melangkah masuk sebelum dua lainnya bereaksi. Satu pukulan lurus ke ulu hati.

BUUK!

"UGGGGH!"

Udara keluar dari paru-paru lawan kedua. Tubuh pria itu tertekuk. Yang membuat pria ketiga mencoba meraih leher Fang Zhe dari belakang.

Namun Fang Zhe memutar tubuhnya, menangkap lengan, lalu membanting dengan teknik lemparan sederhana yang tertanam jelas di memorinya.

BRAK!

Debu seketika beterbangan yang membuat suasana berubah menjadi hening.

Hanya dalam kurang dari lima belas detik.

Tiga pria bertubuh kekar itu tergeletak mengerang di tanah. Orang-orang yang tadi berpura-pura tidak menganggap Fang Zhe, kini menatap dengan mata membelalak.

Fang Zhe sendiri terdiam sesaat.

'Ini… kekuatanku sekarang? Benar benar ajaib...' ungkapnya dalam hati.

Napasnya mungkin sedikit berat, tapi bukan karena kelelahan. Melainkan karena sensasi adrenalin yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

Di belakangnya, suara gemetar terdengar.

“Ka-kamu…”

Ia menoleh. Gadis itu berdiri perlahan. Wajahnya masih terlihat pucat, namun sorot matanya kini penuh keterkejutan.

Cantik. Itu kesan pertama yang muncul. Meski rambutnya berantakan dan napasnya belum stabil, aura elegan masih terpancar jelas darinya.

DIIIIIING!

‘Misi Darurat Selesai!’

‘Hadiah: 50 poin sistem diterima.’

‘Total poin saat ini: 50’

Mendengarnya Fang Zhe menyeringai tipis.

'System yang ada ditubuhku sepertinya bisa dipercaya...' kembali berkata didalam hati, tiba tiba salah satu pria di tanah memaki pelan, “Kau… kau tahu siapa kami? Kami orangnya Paduka Ryan!”

Nama itu memang asing bagi Fang Zhe.

Paduka Ryan?

Bukan Zhao. Bukan dari keluarga Zhao. Namun melihat raut wajah Erina yang berubah tegang, ia tahu satu hal, nama itu bukan nama orang sembarangan.

“Pergi dari sini!” bisik Erina cepat, jarinya mencengkeram pergelangan tangan Fang Zhe.

Tanpa banyak bicara, Fang Zhe mengangguk. Mereka berlari menyusuri trotoar, menjauh dari kerumunan dan meninggalkan tiga pria yang masih mengerang di tanah.

Beberapa puluh meter kemudian, sebuah mobil hitam mewah berhenti mendadak di tepi jalan. Kaca belakangnya turun perlahan.

Seorang gadis berkacamata turun di kursi depan tampak terlihat panik.

“Nona Erina! Anda tidak apa-apa?!”

Erina langsung membuka pintu belakang dan menarik Fang Zhe masuk bersamanya.

"Sekarang, bawa kami pergi menjauh dari jalanan ini..."

"Baik nona..."

Pintu tertutup, dan mobil pun melaju. Barulah suasana sedikit tenang.

Fang Zhe duduk tegak, masih waspada. Ia melirik ke samping. Di dalam mobil, Erina terlihat berbeda. Meski pakaiannya sederhana, caranya duduk, caranya mengatur napas, menurutnya soosok Erina ini jelas bukan gadis biasa.

Seperti seseorang yang terbiasa memerintah. Atau memiliki kedudukan tinggi. Pikirannya mulai melayang, masalah dia tahu. Masalah yang telah ia ikut campuri, mungkin akan berpengaruh di waktu kedepan. Memikirnya, suasana didalam mobil berubah menjadi hening.

Beberapa detik hening berlalu sebelum Erina menoleh padanya.

“Kau… siapa namamu?”

“Fang Zhe.”

“Punya pekerjaan?”

Pertanyaan itu membuat Fang Zhe terdiam. Beberapa jam lalu ia teringat, ditolak di mana-mana. Sekarang, seorang wanita dengan aura elit bertanya seperti ini. Tentu ia tidak akan menyia-nyiakannya begitu saja!

“Belum,” jawabnya jujur.

Tatapan Erina menajam. Ia teringat bagaimana Fang Zhe bergerak barusan cukup cepat, bersih, efisien. Tidak ada gerakan sia-sia. Itu bukan keberuntungan. Itu teknik bela diri yang mungkin dipelajari pemuda disisinya.

“Kau tahu siapa aku?” tanya Erina lagi.

Fang Zhe menggelengkan kepalanya sejenak..

Gadis berkacamata di depan berdeham pelan. “Ehemmm... Nona Erina adalah CEO Paviliun Obat.”

Fang Zhe sedikit terkejut, tapi ekspresinya tetap tenang.

"CEO? Pavliun obat?"

Erina menatap lurus ke matanya. 

“Kau baru saja menyelamatkanku dari orang-orang Paduka Ryan. Itu artinya, mulai hari ini, kau sudah berdiri di pihak yang berseberangan dengan mereka.”

Nada suaranya tidak mengancam. Hanya menyampaikan fakta yang harus diketahui oleh Fang Zhe.

“Kalau begitu?” tanya Fang Zhe.

Erina tersenyum tipis.

“Jadilah pengawal pribadiku.”

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   196. Li Shian yang cantik, dan Li Yin yang kepo.

    Sreeet... Suara desas-desus yang semula memenuhi ruangan Toko Sumber Daya Naga Langit mendadak hening. Kata-kata yang keluar dari bibir Fang Zhe, meskipun lirih, itu cukup bisa didengar oleh beberapa pelanggan lain. Seketika itu juga, beberapa pasang mata dari para pelanggan kaya yang sedang memilih barang di sudut-sudut toko langsung tertuju padanya. Alis mereka mengernyit serentak, memancarkan kombinasi antara rasa tidak percaya, kebingungan, dan rasa ingin tahu yang membuncah. "Pengumpul Roh? Apakah telingaku tidak salah dengar?" bisik seorang pria paruh baya berjubah brokat merah yang dikenal sebagai saudagar kaya dari luar penjara. "Ranah Pengumpul Roh di dalam Penjara Naga Hitam ini bisa dihitung dengan jari sebelah tangan! Siapa pria berjubah hitam itu? Apakah dia salah satu penguasa blok? Katanya semuanya terbunuh ketika melawan penguasa blok baru itu?" sahut kultivator lain di sebelahnya, menatap punggung Fang Zhe dengan pandangan menyelidik. "Heh, apa dia Fang Z

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   195. Toko sumber daya Naga Langit.

    "Pasar gelap yang disokong oleh Kekaisaran... menarik," gumam Fang Zhe, matanya menyipit saat otaknya yang cerdas langsung menyusun ulang strategi. Rasa dongkolnya pada sistem matre itu sedikit terobati. Jika 12.000 poin hanya bisa menaikkannya satu bintang karena besarnya kapasitas dantiannya, maka ia harus mencari alternatif manual. Uang jutaan dolar di dalam puluhan kartu ATM yang dibawa Lei Ba kini bukan lagi sekadar angka mati, melainkan tiket emasnya di pasar gelap untuk membeli sumber daya spiritual berkualitas tinggi. "Lei Ba, Faiye, bawa uang itu. Kita pergi ke pasar gelap sekarang juga," perintah Fang Zhe sembari menyambar jubah hitam yang dibawa Faiye dan menyampirkannya ke bahu. Namun, tepat saat kakinya baru melangkah satu senti di ambang pintu ruangan Blok 10, bulu kuduk Fang Zhe mendadak meremang. Naluri bertarungnya yang tajam menangkap sekelebat riak energi tak kasat mata yang mengintai dari celah ventilasi udara di sudut atas lorong. Riak itu sangat halus, namu

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   194. Ada pasar gelap?

    "Baik tuan muda..." ungkap mereka berdua segera keluar dari ruangan.. Diiiing! Sebuah kilatan cahaya biru transparan kembali memenuhi pandangan mata Fang Zhe. Seiring dengan kepergian Faiye dan Lei Ba yang bergegas melaksanakan perintah rahasianya, keheningan total kembali menguasai ruangan Blok 10. "Sistem, buka statusku," gumam Fang Zhe dingin. [Pemberitahuan Sistem: Menampilkan panel status Tuan Rumah.] > Sisa Poin Saat Ini: 12.000 Poin > Ranah Kultivasi: Pengumpul Roh bintang satu. * Mengingat niat membunuh Han Ling yang begitu pekat dan fakta bahwa pria itu mengincar kepalanya demi membalas dendam karena menghancurkan keluarganya, Fang Zhe tahu kultivasi pemuda itu tak terdeteksi. Dan ia harus menyiapkan diri agar, ia bisa menuntaskan dua misi sekaligus! "Sistem, dengan sisa 12.000 poin terakhirku ini, lakukan terobosan ranah sekarang! Naikkan kultivasiku ke tingkat berikutnya!" perintah Fang Zhe tanpa ragu sedikit pun. Diiiing! >[Pemberitahuan Sistem: Mempros

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   193.

    Tanya Fang Zhe asli, suaranya terdengar santai namun penuh dengan nada kepuasan yang tertahan. Mendengar pertanyaan itu, baik Lei Ba maupun Faiye masih tidak bisa berkata-kata. Lidah mereka kelu, seolah-olah seluruh pasokan kata di dalam otak mereka telah menguap habis. Namun Lei Ba hanya bisa mengangguk-angguk kaku seperti ayam kayu, sementara Faiye masih memegangi botol ramuan medisnya dengan pandangan kosong yang syok. Bagi mereka, apa yang ada di depan mata bukan lagi sekadar "hebat", melainkan seeperti Dewa. Namun, tepat saat Fang Zhe membuka mulutnya untuk menjelaskan rahasia di balik teknik barunya itu... Tak... Tak... Tak... Gema ketukan langkah kaki yang berat dan teratur mendadak terdengar dari lorong luar, bergerak mendekat ke arah ruangan pribadi Blok 10. Suara sol sepatu bot militer yang keras itu langsung memicu alarm kewaspadaan di kepala Fang Zhe. Mengingat ritme langkahnya yang angkuh dan penuh wibawa, itu jelas bukan langkah kaki narapidana biasa dari Blok

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   192. Teknik Bayangan Tubuh?!

    CRACK! Gelas kristal di tangan Han Ling hancur berkeping-keping, menyemburkan sisa cairan merah ke lantai marmer yang mengilap. Kepala sipir penjara langsung menjatuhkan lututnya ke lantai, tubuhnya gemetar hebat di bawah tekanan niat membunuh yang mendadak memenuhi seluruh ruangan mewah tersebut. "Ma-maafkan kelancangan saya, Tuan Muda Han! Saya akan segera melaksanakan perintah Anda!" seru kepala sipir dengan suara bergetar, tidak berani mendongak sedikit pun. Han Ling mendengus dingin, mengibaskan sisa pecahan kristal dari tangannya yang bahkan tidak tergores sedikit pun. Matanya menatap lurus ke jendela besar yang mengarah ke kegelapan kompleks penjara, memikirkan sosok Fang Zhe yang saat ini pasti sedang menggelepar sekarat di Blok 10. "Pergilah. Jika bisa pastikan dia tidak mati terlalu cepat sebelum duel kita besok," desis Han Ling penuh dendam. * Sementara itu, kembali ke dalam ruangan pribadi di Blok 10... Wusshhhhh! Sensasi sedingin es dari Pil Penawar Seribu

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   191.

    Diiiing! Sebuah jendela antarmuka transparan berwarna biru muda mendadak muncul di depan pandangan Fang Zhe yang mulai buram. Suara mekanis sistem yang dingin namun familier menggema langsung di dalam kesadarannya. [Pemberitahuan Sistem: Menjawab pertanyaan Tuan Rumah. Resep pill seribu racun... Daun Qilian, Gingseng berumur 700 tahun, Air Suci Lotus, dan kelopak teratai Qi.] "Jika begitu, apa semua bahan ini ada di toko sistem?" [Ada?! Total konsumsi 3.000 poin untuk semua bahan... Proses pembelian dimulai?!] "Heh tumben kau berubah menjadi baik hati? Pasti kau tak tega kan melihat aku mati karena keserakahan mu seperti biasanya?" "..." Namun sistem tak menjawab. Hingga tiba tiba... Wuuuuush! Empat bahan muncul di hadapan Fang Zhe tanpa prrsetujuan. Namun deretan notifikasi sistem muncul memenuhi pandangan matanya. Diiiing! [Pembelian berhasil?! Poin tersisa 17.000! Semua poin sekarang adalah hasil dari penyelesaian misi penundukan penguasa 4 blok terakhir...] [

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   16. kecemburuan Erina, Dokter Irma Suka!

    Pagi di Paviliun Obat biasanya dimulai dengan aroma tenang dari rebusan herbal dan gesekan pelan lesung kayu. Namun, bagi Fang Zhe, pagi ini terasa seperti berjalan di atas seutas tali yang sangat tipis. Kalimat terakhir Erina tentang hukuman "tidur di halaman" masih terngiang di telinganya, member

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   15.

    Seluruh ruangan menjadi sunyi. Karena Tatapan dingin Erina tertuju tepat pada Fang Zhe.“Semalam ini, kau seharusnya beristirahat…” katanya perlahan.“Lalu kenapa kau malah keluar hingga pagi hari?”Nada suaranya tidak keras.Namun justru itulah yang membuat suasana terasa semakin menekan.Dua pega

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   14.kecurigaan Erina.

    erIrma masih menatap Fang Zhe tanpa berkedip. Tatapannya tajam, seolah ingin menembus sampai ke dalam pikirannya. “Fang Zhe…” katanya pelan. “Ilmu medis seperti itu… kau benar-benar hanya ‘pernah belajar beberapa kali’?” Ia menyilangkan tangan di dada. “Dan kau belajar dari mana?” Ruanga

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   11. Misi penyelamatan Dokter Irma.

    Suara benturan keras terdengar hampir bersamaan terdengar. Karena Tangan Fang Zhe bergerak cepat seperti bayangan.Telapak tangannya menghantam tengkuk pria pertama dengan presisi sempurna.Hal itu membuat, sepasang mata pria itu langsung memutih. Tubuhnya lemas seketika sebelum ambruk ke tanah.TH

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status