Home / Urban / SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA / 2.Misi pertama dari system.

Share

2.Misi pertama dari system.

Author: Al_Fazza
last update Last Updated: 2026-02-13 04:38:52

Fang Zhe terdiam sesaat.

Tatapan warga desa itu hanya singgah sebentar sebelum berlalu, meninggalkannya berdiri sendiri di pinggir jalan aspal yang sunyi. Angin pagi bertiup dingin, menyapu pakaian compang-campingnya yang masih berbau darah kering dan tanah lembap.

Desa Mati. Nama itu terasa tidak asing lagi, dulu jalanan masih tanah, rumah masih terlihat sedikit. Tapi, sistem sepertinya memberikan informasi benar.

Fang Zhe mulai menunduk, menatap kedua tangannya sendiri. Kulitnya penuh luka lama yang telah mengering, namun rasa sakitnya nyaris tak ada. Semua terasa seperti mimpi yang terlalu jelas untuk dilihat.

“Kalau begitu…” gumamnya pelan.

“Aku harus segera pulang.”

Dengan berjalan kaki, Fang Zhe menyusuri jalan dari Desa Mati menuju pinggiran kota Shange. Bangunan-bangunan mulai terlihat lebih rapat, rumah-rumah tua berdiri berdampingan dengan ruko modern yang masih tertutup. Tak ada yang mengenalinya. Jelas tak ada yang peduli.

Beberapa jam kemudian, langkahnya mulai terhenti. Di hadapannya berdiri sebuah rumah kecil yang sangat ia kenal.

Cat temboknya mengelupas. Pagar kayunya terlihat miring. Halaman depannya dipenuhi daun kering. Rumah itu terlalu sunyi, bahkan firasat buruk muncul. Karena harusnya, bibinya selalu merawat halaman rumahnya dengan bersih.

“Bibi…” Suara Fang Zhe tercekat.

Ia mendorong pintu perlahan.

Kreeeek!

Tak ada jawaban. Tak ada suara langkah yang menyambut. Bahkan tak ada aroma masakan hangat yang biasa menyambutnya setiap sore.

Hanya kehampaan.

Perabotan masih ada, tapi terasa dingin. Beberapa pakaian hilang. Lemari terbuka setengah, seakan seseorang pergi dengan tergesa, yang membuat jantung Fang Zhe berdegup kencang.

“Ini tidak mungkin…” bisiknya.

*

Ingin mencari informasi, Fang Zhe keluar rumah dan berjalan ke rumah sebelah. Rumah seorang wanita paruh baya yang dulu sering berbincang dengan Bibi Liu Mei.

Saat pintu terbuka, wanita itu terkejut.

“Ka-kamu…” Matanya langsung membelalak.

“Fang Zhe?” 

“Apa… apa yang terjadi pada bibiku?” tanya Fang Zhe tanpa basa-basi. Suaranya tenang, tapi sorot matanya terlihat gelap.

Wanita itu terdiam lama, lalu menghela napas berat.

“Kau tidak tahu?”

Dada Fang Zhe langsung mengeras.

“Bibi Liu Mei… sudah pulang kampung. Satu tahun yang lalu.” ucap wanita itu pelan.

“Kenapa?” Satu kata, terdengar sangat berat.

Wanita itu menunduk, seolah ragu. Namun akhirnya ia berkata dengan suara lirih, penuh iba.

“Dia… hamil.”

Dunia Fang Zhe seakan berhenti berputar.

“Apa…?” Suara itu nyaris tak terdengar.

“Orang-orang bilang…” wanita itu menelan ludah.

“Itu perbuatan tuan muda keluarga Zhao.”

Tinju Fang Zhe langsung mengepal tanpa sadar.

“Keluarga Zhao sudah tahu?” tanyanya dingin.

Wanita itu mengangguk pelan.

“Tahu. Tapi mereka menolak untuk bertanggung jawab. Mereka bilang… Pelayan rendahan tidak pantas mencemari nama keluarga.”

Setiap kata terasa seperti pisau yang menusuk jantung Fang Zhe.

“Karena malu, dan tekanan emosi Bibi Liu Mei menjual beberapa barang, lalu pulang ke desa asalnya. Sendirian.”

Seketika suasana berubah menjadi sunyi. Dan tetangganya itu segera memasuki rumah.

"Zhao Ming Yao sialan... Ternyata benar, ini bukan mimpi.. Bahkan aku seperti dilahirkan kembali setelah kejadian kelam itu?"

DIIIIIING!

Suara lonceng sistem kecil ada dipikirannya.

'Hanya mengumpat tidak akan menuntaskan sebuah dendam... Misi baru, mencari pekerjaan yang layak... Tuan Host akan mendapatkan hadiah seratus poin pertama. Dan host bisa menukarkan dengan informasi, kemampuan, bahkan hal yang tidak bisa dimiliki oleh manusia biasa...'

Terdiam sejenak, Fang Zhe menyeringai dingin, dia mengulang pesan dari sistem yang ada ditubuhnya.

"Benar... Mengumpat tidak akan menuntaskan sebuah dendam... Sebelum mencari keberadaan bibi, aku akan menghancurkan keluarga Zhao lebih dulu..."

Sorot mata yang dulunya penuh dengan rasa takut mulai berubah. Menjadi begitu dingin, bahkan tersirat keinginan membunuh yang tinggi.

"Sistem... Jika aku berhasil menuntaskan satu misi ini, apa aku bisa langsung balas dendam?"

'Anda terlalu serakah... Sistem memang membantu, tapi... Anda harus menyelesaikan setiap misi demi misi yang muncul.. Maka menjadi seorang Dewa sekalipun, bukan lagi sebuah mimpi...'

"Jika begitu... Aku akan mencari pekerjaan yang layak..."

Langkah Fang Zhe menyusuri jalanan pinggiran kota Shange terasa berat.

Ia mendatangi satu demi satu tempat toko kelontong, gudang kecil, bengkel tua, bahkan restoran pinggir jalan. Namun hasilnya sama saja.

'Maaf, kami tidak butuh orang.'

'Kau tidak punya identitas lengkap?'

'Datang lagi lain hari.'

Tatapan meremehkan. Nada bicara dingin. Ditolak oleh pemilik toko, dan gudang mulai menghantui pikirannya.

Saat matahari mulai condong ke barat ketika Fang Zhe duduk di bangku halte bus yang sepi. Perutnya kosong sejak pagi, tenggorokannya kering, dan kepalanya sedikit berdenyut.

“Jadi beginikah…” gumamnya lirih.

“Cara kehidupan bekerja?”

Tanpa latar belakang. Tanpa identitas, Fang Zhe bisa merasakan, perbedaan besar saat dirawat oleh bibinya. Dan ketika ia hidup sendiri. Ia kembali menyadari satu hal pahit... Meski telah dilahirkan kembali ,dunia tetap tidak akan memberinya belas kasihan.

*

Saat langit mulai menguning, suara langkah tergesa-gesa terdengar dari gang sempit di seberang jalan.

“Berhenti! Jangan lari!”

Fang Zhe mengangkat kepalanya.

Seorang gadis muda berlari keluar dari gang, napasnya terengah, wajahnya pucat penuh ketakutan. Pakaiannya sederhana, rambutnya tergerai acak. Di belakangnya, tiga pria bertubuh kekar mengejar sambil tertawa kasar.

“Hei! Mau kabur ke mana?”

“Sudah aku bilang, ikut saja dengan baik-baik!”

"Mau teriak minta tolong? Tidak akan ada yang berani membantumu loh?!"

Gadis itu tersandung dan hampir jatuh. Tangannya gemetar saat berusaha bangkit. Orang-orang di sekitar memang melihat. Tapi dengan cepatnya mereka langsung berpaling.

Jelas sekali, mereka terlihat tak ada yang ingin terlibat.

Tapi rasa belas kasihan Fang Zhe muncul, ia berdiri perlahan meski adanya rasa takut pada sorot matanya.

Saat itu juga...

DIIIIIING!

Suara lonceng sistem kembali bergema di pikirannya.

‘Misi Darurat Terdeteksi!’

‘Target: CEO Erina!’

‘Misi: Menyelamatkan dari ancaman fisik’

‘Hadiah: 50 poin sistem + host bisa memilih kemampuan dasar’

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   6.

    Erina masih memperhatikannya beberapa detik lebih lama.Tatapannya tajam. Seolah mencoba membaca sesuatu di balik wajah tenang Fang Zhe. Lalu ia meletakkan cangkir tehnya secara perlahan.“Hari ini ada pertemuan penting.”Nada suaranya kembali profesional.“Pertemuan perdagangan bahan obat dengan klien lama Paviliun Obat. Nilainya sangat besar.”Fang Zhe berdiri tegap.“Saya mengerti, Nona.”Erina bangkit dari kursinya. Tumit sepatunya menyentuh lantai marmer dengan ritme teratur.“Kau ikut bersamaku.”Ia berjalan melewati Fang Zhe, aroma parfum lembutnya tertinggal sepersekian detik di udara.“Tugasmu sederhana. Mengantar. Menjaga. Mengamati.”Ia berhenti sebentar di depan pintu.“Dan satu hal lagi.”Fang Zhe mengangkat pandangan.“Jangan membuat masalah dengan klienku.”Nada suaranya tidak keras. Tapi jelas mengandung peringatan.“Beberapa dari mereka memiliki latar belakang yang sensitif.”Fang Zhe langsung menganggukan kepalanya, sejak menjadi pelayan keluarga Zhao. Fang Zhe meman

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   5. Sistem yang mulai gila!

    KLIIIIK!Suara notifikasi itu seperti petir yang menyambar jantung Fang Zhe.Ia membeku. Lalu perlahan menunduk menatap panel sistem.*Status Host: Fang ZhePekerjaan: Pengawal Pribadi CEOPoin Sistem: 0Kharisma: Tingkat 1 — Aura Ketampanan Tuan Muda Kota Shange.*“Apa?”Wajahnya seketika kaku.“APA?!”Ia bahkan langsung meloncat dari tempat tidur.“System! Kau mencuri poinku?!”DIIIIIING!‘Host secara sukarela melakukan peningkatan Kharisma.’“Secara sukarela kepalamu!” bentaknya.“AKU CUMA SENTUH!”DIIIIIING!‘Konfirmasi sentuhan telah dianggap sebagai persetujuan.’Nadi di pelipisnya berdenyut keras. “Seratus lima puluh poin… Itu hasil kerja kerasku tadi siang!”‘Investasi pada penampilan memiliki dampak jangka panjang.’“Dampak jangka panjang? Aku ini pengawal, bukan kontestan pemilihan wajah tampan kota!”Panel tetap biru. Dingin. Tanpa rasa bersalah. Fang Zhe berjalan mondar-mandir di kamar kecil itu.“Kharisma tingkat satu… Aura ketampanan tuan muda… Untuk apa?! Untuk memik

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   4. Menjadi pengawal Erina hari pertama.

    Hening beberapa detik memenuhi kabin mobil yang bergerak halus itu. Fang Zhe juga tidak langsung menjawab.Di luar jendela, gedung-gedung kota Shange mulai menjulang tinggi. Dunia yang beberapa jam lalu terasa begitu kejam, kini seperti membuka celah kecil untuknya.“Kalau aku menolak?” tanyanya tenang.Erina menatap lurus ke depan.“Paduka Ryan bukan tipe orang yang membiarkan saksi hidup bebas berkeliaran. Kau sudah memukul anak buahnya.”Ia berhenti sejenak, lalu menatapnya secara serius.“Dan kau cukup kuat untuk membuat mereka penasaran.”Artinya jelas. Menolak pun bukan pilihan aman. Fang Zhe menyandarkan punggungnya perlahan.“Apa tugasku?”“Menjagaku. Mengikutiku. Dan patuh pada perintahku.” jawab Erina singkat.Tanpa banyak basa-basi lagi, Fang Zhe mengangguk.“Aku terima.”DIIIIIING!Panel sistem kembali muncul.MISI UTAMA SELESAI!Mendapatkan pekerjaan yang layakEvaluasi: Pengawal Pribadi CEO Paviliun ObatHadiah: 100 poin sistem‘100 poin telah ditambahkan.’‘Total poin s

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   3. Erina.

    DIIIIIING!Panel transparan berwarna biru muda muncul di hadapan Fang Zhe, hanya bisa dilihat olehnya. Di bawahnya, dua pilihan menyala terang.1. Bela Diri Dasar (Basic Combat Mastery).Meningkatkan refleks, kekuatan pukulan, teknik dasar pertarungan tangan kosong. Cocok untuk konfrontasi langsung.2. Kemampuan Medis Dasar (Basic Medical Proficiency).Pengetahuan pertolongan pertama, stabilisasi luka, diagnosis ringan. Cocok untuk situasi penyelamatan non-tempur.Diikuti dengan munculnya waktu hitung mundur muncul di sudut panel.00:00:10Fang Zhe menatap gadis yang bernama Erina, yang kini terpojok di dinding toko tutup. Salah satu pria sudah hampir meraih lengannya.'Jika aku memilih medis… Aku mungkin bisa menolong setelah semuanya terlambat. Namun jika aku memilih ilmu bela diri… ' bergumam, sembari merubah sorot matanya lebih tegas.“Aku memilih… Bela Diri Dasar.”DIIIIIING!‘Kemampuan ditransfer…’Dalam sepersekian detik, sensasi panas mengalir dari dadanya ke arah perut, lalu

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   2.Misi pertama dari system.

    Fang Zhe terdiam sesaat.Tatapan warga desa itu hanya singgah sebentar sebelum berlalu, meninggalkannya berdiri sendiri di pinggir jalan aspal yang sunyi. Angin pagi bertiup dingin, menyapu pakaian compang-campingnya yang masih berbau darah kering dan tanah lembap.Desa Mati. Nama itu terasa tidak asing lagi, dulu jalanan masih tanah, rumah masih terlihat sedikit. Tapi, sistem sepertinya memberikan informasi benar.Fang Zhe mulai menunduk, menatap kedua tangannya sendiri. Kulitnya penuh luka lama yang telah mengering, namun rasa sakitnya nyaris tak ada. Semua terasa seperti mimpi yang terlalu jelas untuk dilihat.“Kalau begitu…” gumamnya pelan.“Aku harus segera pulang.”Dengan berjalan kaki, Fang Zhe menyusuri jalan dari Desa Mati menuju pinggiran kota Shange. Bangunan-bangunan mulai terlihat lebih rapat, rumah-rumah tua berdiri berdampingan dengan ruko modern yang masih tertutup. Tak ada yang mengenalinya. Jelas tak ada yang peduli.Beberapa jam kemudian, langkahnya mulai terhenti.

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   1. Lahirnya dendam Fang Zhe.

    “Ayolah, bibi cantik. Jangan berpura-pura suci. Bukankah kau juga ingin hidup lebih baik?”Suara laki-laki muda terdengar sombong dan sedikit mabuk. Yang langsung membuat jantung Fang Zhe bergetar cepat.Ia mengenali suara itu. Zhao Ming Yao, tuan muda ketiga keluarga Zhao, pemuda itu terkenal arogan, brutal, dan tak tersentuh hukum keluarga. Ketika Fang Zhe mendorong pintu ruang penyimpanan anggur sedikit terbuka, ia melihat bibinya terdorong ke dinding. Wajah wanita itu terlihat pucat, tangannya gemetar menahan tubuh Zhao Ming Yao yang mendekat dengan senyum menjijikkan.Pemandangan itu mengoyak hati Fang Zhe. Di luar sana, hujan turun deras di kompleks keluarga Zhao, membasahi halaman marmer yang luas bak istana bangsawan kuno. Namun bagi Fang Zhe, badai sesungguhnya ada di ruangan ini. Sejak kecil, ia hidup di bawah atap keluarga Zhao bukan sebagai anggota keluarga, melainkan hanya pemuda kurus dengan pakaian pelayan sederhana. Dia tidak tahu asal usulnya, bahkan siapa orang tuan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status