เข้าสู่ระบบFang Zhe terdiam sesaat.
Tatapan warga desa itu hanya singgah sebentar sebelum berlalu, meninggalkannya berdiri sendiri di pinggir jalan aspal yang sunyi. Angin pagi bertiup dingin, menyapu pakaian compang-campingnya yang masih berbau darah kering dan tanah lembap.
Desa Mati. Nama itu terasa tidak asing lagi, dulu jalanan masih tanah, rumah masih terlihat sedikit. Tapi, sistem sepertinya memberikan informasi benar.
Fang Zhe mulai menunduk, menatap kedua tangannya sendiri. Kulitnya penuh luka lama yang telah mengering, namun rasa sakitnya nyaris tak ada. Semua terasa seperti mimpi yang terlalu jelas untuk dilihat.
“Kalau begitu…” gumamnya pelan.
“Aku harus segera pulang.”
Dengan berjalan kaki, Fang Zhe menyusuri jalan dari Desa Mati menuju pinggiran kota Shange. Bangunan-bangunan mulai terlihat lebih rapat, rumah-rumah tua berdiri berdampingan dengan ruko modern yang masih tertutup. Tak ada yang mengenalinya. Jelas tak ada yang peduli.
Beberapa jam kemudian, langkahnya mulai terhenti. Di hadapannya berdiri sebuah rumah kecil yang sangat ia kenal.
Cat temboknya mengelupas. Pagar kayunya terlihat miring. Halaman depannya dipenuhi daun kering. Rumah itu terlalu sunyi, bahkan firasat buruk muncul. Karena harusnya, bibinya selalu merawat halaman rumahnya dengan bersih.
“Bibi…” Suara Fang Zhe tercekat.
Ia mendorong pintu perlahan.
Kreeeek!
Tak ada jawaban. Tak ada suara langkah yang menyambut. Bahkan tak ada aroma masakan hangat yang biasa menyambutnya setiap sore.
Hanya kehampaan.
Perabotan masih ada, tapi terasa dingin. Beberapa pakaian hilang. Lemari terbuka setengah, seakan seseorang pergi dengan tergesa, yang membuat jantung Fang Zhe berdegup kencang.
“Ini tidak mungkin…” bisiknya.
*
Ingin mencari informasi, Fang Zhe keluar rumah dan berjalan ke rumah sebelah. Rumah seorang wanita paruh baya yang dulu sering berbincang dengan Bibi Liu Mei.
Saat pintu terbuka, wanita itu terkejut.
“Ka-kamu…” Matanya langsung membelalak.
“Fang Zhe?”
“Apa… apa yang terjadi pada bibiku?” tanya Fang Zhe tanpa basa-basi. Suaranya tenang, tapi sorot matanya terlihat gelap.
Wanita itu terdiam lama, lalu menghela napas berat.
“Kau tidak tahu?”
Dada Fang Zhe langsung mengeras.
“Bibi Liu Mei… sudah pulang kampung. Satu tahun yang lalu.” ucap wanita itu pelan.
“Kenapa?” Satu kata, terdengar sangat berat.
Wanita itu menunduk, seolah ragu. Namun akhirnya ia berkata dengan suara lirih, penuh iba.
“Dia… hamil.”
Dunia Fang Zhe seakan berhenti berputar.
“Apa…?” Suara itu nyaris tak terdengar.
“Orang-orang bilang…” wanita itu menelan ludah.
“Itu perbuatan tuan muda keluarga Zhao.”
Tinju Fang Zhe langsung mengepal tanpa sadar.
“Keluarga Zhao sudah tahu?” tanyanya dingin.
Wanita itu mengangguk pelan.
“Tahu. Tapi mereka menolak untuk bertanggung jawab. Mereka bilang… Pelayan rendahan tidak pantas mencemari nama keluarga.”
Setiap kata terasa seperti pisau yang menusuk jantung Fang Zhe.
“Karena malu, dan tekanan emosi Bibi Liu Mei menjual beberapa barang, lalu pulang ke desa asalnya. Sendirian.”
Seketika suasana berubah menjadi sunyi. Dan tetangganya itu segera memasuki rumah.
"Zhao Ming Yao sialan... Ternyata benar, ini bukan mimpi.. Bahkan aku seperti dilahirkan kembali setelah kejadian kelam itu?"
DIIIIIING!
Suara lonceng sistem kecil ada dipikirannya.
'Hanya mengumpat tidak akan menuntaskan sebuah dendam... Misi baru, mencari pekerjaan yang layak... Tuan Host akan mendapatkan hadiah seratus poin pertama. Dan host bisa menukarkan dengan informasi, kemampuan, bahkan hal yang tidak bisa dimiliki oleh manusia biasa...'
Terdiam sejenak, Fang Zhe menyeringai dingin, dia mengulang pesan dari sistem yang ada ditubuhnya.
"Benar... Mengumpat tidak akan menuntaskan sebuah dendam... Sebelum mencari keberadaan bibi, aku akan menghancurkan keluarga Zhao lebih dulu..."
Sorot mata yang dulunya penuh dengan rasa takut mulai berubah. Menjadi begitu dingin, bahkan tersirat keinginan membunuh yang tinggi.
"Sistem... Jika aku berhasil menuntaskan satu misi ini, apa aku bisa langsung balas dendam?"
'Anda terlalu serakah... Sistem memang membantu, tapi... Anda harus menyelesaikan setiap misi demi misi yang muncul.. Maka menjadi seorang Dewa sekalipun, bukan lagi sebuah mimpi...'
"Jika begitu... Aku akan mencari pekerjaan yang layak..."
Langkah Fang Zhe menyusuri jalanan pinggiran kota Shange terasa berat.
Ia mendatangi satu demi satu tempat toko kelontong, gudang kecil, bengkel tua, bahkan restoran pinggir jalan. Namun hasilnya sama saja.
'Maaf, kami tidak butuh orang.'
'Kau tidak punya identitas lengkap?'
'Datang lagi lain hari.'
Tatapan meremehkan. Nada bicara dingin. Ditolak oleh pemilik toko, dan gudang mulai menghantui pikirannya.
Saat matahari mulai condong ke barat ketika Fang Zhe duduk di bangku halte bus yang sepi. Perutnya kosong sejak pagi, tenggorokannya kering, dan kepalanya sedikit berdenyut.
“Jadi beginikah…” gumamnya lirih.
“Cara kehidupan bekerja?”
Tanpa latar belakang. Tanpa identitas, Fang Zhe bisa merasakan, perbedaan besar saat dirawat oleh bibinya. Dan ketika ia hidup sendiri. Ia kembali menyadari satu hal pahit... Meski telah dilahirkan kembali ,dunia tetap tidak akan memberinya belas kasihan.
*
Saat langit mulai menguning, suara langkah tergesa-gesa terdengar dari gang sempit di seberang jalan.
“Berhenti! Jangan lari!”
Fang Zhe mengangkat kepalanya.
Seorang gadis muda berlari keluar dari gang, napasnya terengah, wajahnya pucat penuh ketakutan. Pakaiannya sederhana, rambutnya tergerai acak. Di belakangnya, tiga pria bertubuh kekar mengejar sambil tertawa kasar.
“Hei! Mau kabur ke mana?”
“Sudah aku bilang, ikut saja dengan baik-baik!”
"Mau teriak minta tolong? Tidak akan ada yang berani membantumu loh?!"
Gadis itu tersandung dan hampir jatuh. Tangannya gemetar saat berusaha bangkit. Orang-orang di sekitar memang melihat. Tapi dengan cepatnya mereka langsung berpaling.
Jelas sekali, mereka terlihat tak ada yang ingin terlibat.
Tapi rasa belas kasihan Fang Zhe muncul, ia berdiri perlahan meski adanya rasa takut pada sorot matanya.
Saat itu juga...
DIIIIIING!
Suara lonceng sistem kembali bergema di pikirannya.
‘Misi Darurat Terdeteksi!’
‘Target: CEO Erina!’
‘Misi: Menyelamatkan dari ancaman fisik’
‘Hadiah: 50 poin sistem + host bisa memilih kemampuan dasar’
Melihat pandangan Su Yin yang masih terpana dan terus terombang-ambing antara rasa haru serta ketidakpercayaan, Fang Zhe menyunggingkan senyum tipis. Ia tahu betul jika pembicaraan ini diteruskan, gadis secerdas Su Yin bakal makin banyak bertanya dan bisa-bisa bualan fiksi tentang "Guru Purba"-nya makin kewalahan dipertahankan."Sudah, tak perlu dipikirkan terlalu dalam," potong Fang Zhe lembut sambil menepuk pelan bahu mulus Su Yin. "Simpan dulu Pedang Bulan Frost-Yin itu ke dalam Cincin Spasial milikmu. Aura pusaka tingkat Surgawi ini terlalu tajam—kalau dibiarkan bergetar di udara bebas terus-menerus, bisa pancing perhatian para sesepuh tua yang kebetulan lewat."Su Yin tersentak pelan dari lamunannya. Ia menyadari kebenaran ucapan Fang Zhe. Dengan niat spiritual singkat, kilatan cahaya ungu di tangannya meredup halus saat Pedang Bulan Frost-Yin meluncur masuk dengan aman ke dalam cincin ruang berukiran es di jarinya. Hawa dingin berkadar ekstrem di puncak bangunan itu pun berangs
Fajar perlahan menyingsing, memancarkan sinar keemasan yang lembut menerobos celah-celah tirai Toko Alkemis Dewa.Di dalam kamar utama yang luas dan beraroma harum floral, Fang Zhe perlahan membuka matanya. Di sekelilingnya, kelima istrinya, Mei Lu, Irma, Erina, Liana, dan Liora masih terlelap pulas dengan napas teratur. Wajah-wajah cantik mereka memancarkan rona kelelahan yang bahagia setelah melewati malam panjang penuh kehangatan bersama sang suami.'Jangan ganggu mereka... hMmm... Hidup bersama lima wanita secantik, dan selembut mereka, benar benar berkah langit yang sangat indah!' wajahnya terlihat begitu memerah, namun penuh dengan rasa bersyukur.Dengan gerakan yang sangat perlahan dan hati-hati agar tidak membangunkan mereka, Fang Zhe mengecup kening kelima istrinya satu per satu. Ia menyelimuti tubuh mulus mereka dengan kain sutra spiritual yang hangat, lalu beranjak turun dari tempat tidur.Setelah mengenakan jubah santai berwarna hitam-emas, Fang Zhe melangkah keluar dari k
Beberapa jam perjalanan kembali ke provinsi Nan She, dengan pesawat jet yang disediakan oleh Kekaisaran. Fang Zhe akhirnya telah kembali tepat di halaman belakang Toko Alkemis Dewa yang megah di Provinsi Nan She.Aura kekaisaran yang hancur dan bau darah di ibu kota seketika berganti dengan aroma harum tanaman herbal langka serta pendar energi spiritual yang menenangkan."Ehh sistem sialan ini tidurkah? Kenapa tidak ada hadiah seratus ribu point itu untukku? Dimana kau sistem sialan!"Disaat Fang Zhe merutuki sistem, dan hendak melangkah masuk ke dalam ruang keluarga lantai atas tokonya, lima sosok wanita dengan kecantikan tiada tara menyambutnya. Mei Lu, Irma, Erina, Liana, dan Liora yang sejak tadi menunggu dengan cemas, langsung bernapas lega saat melihat sang suami kembali tanpa luka sedikit pun."Suamiku..." Mei Lu melangkah maju terlebih dahulu, menyambut Fang Zhe dengan senyuman hangat, sementara Irma dan Erina bergegas menyeduh teh herbal. Liana dan Liora menyalakan layar proy
Mendengar perkataan dingin dari Fang Zhe, suasana di sekitar kawah istana yang hancur itu perlahan mulai mencair dari keheningan yang mencekat. Putra Mahkota segera memberi isyarat kepada beberapa pengawal istana untuk menyeret Pangeran Kedua, yang kini tak lebih dari seorang pria tua lumpuh tanpa energi spiritual, ke dalam kurungan beruji zat besi hitam.Saat Fang Zhe membalikkan badannya dan bersiap untuk melangkah pergi dari area kawah, suara Kaisar Bintang Langit harus menghentikan langkahnya."Tuan Muda Fang, mohon tunggu sebentar!"Kaisar Bintang Langit berteriak, melangkah cepat menghampiri Fang Zhe bersama Putra Mahkota. Sang Kaisar mengangkat kedua tangannya dalam gestur memohon yang sangat formal, menghentikan langkah pemuda berjubah tersebut.Fang Zhe menghentikan langkahnya tanpa menoleh sepenuhnya, hanya melirik dari sudut matanya yang berkilau keemasan. "Ada hal lain, Yang Mulia? Masalah keluarga kerajaan dan penjahat itu sudah selesai bagiku. Aku tidak punya urusan lag
SRIIIING!Hanya berjarak kurang dari satu sentimeter dari leher Pangeran Kedua, pedang es di tangan Fang Zhe mendadak berhenti total. Ujung bilah es yang teramat dingin itu bahkan sudah sempat membekukan beberapa tetes darah di kulit leher sang pangeran, membuatnya membeku kaku dengan napas tercekat dan bola mata membesar karena ketakutan setengah mati."Tolong tahan pedangmu, Tuan Muda Fang!"Suara teriak gemetar penuh desakan itu bergema di seluruh penjuru kompleks istana yang telah hancur.WUUUUUUSH! WUUUUUUSH!Seketika itu juga, belasan petinggi, termasuk Putra mahkota, dan Kaisar Bintang Langit melompat dengan raut wajah yang cukup panik. Wajah sang Kaisar pucat pasi, matanya menyiratkan kombinasi antara rasa guncang, amarah yang membara, dan rasa hormat yang teramat dalam kepada pemuda di depannya. Di sampingnya, Putra Mahkota berdiri dengan napas terengah-engah, menggenggam erat hulu pedangnya, diikuti oleh para tetua agung istana.Pangeran Kedua yang tadinya sudah pasrah mena
Mata Pangeran Kedua terbelalak lebar, bola matanya hampir melompat keluar dari kelopak yang bersimbah darah. Keningnya menegang hebat, menyaksikan wujud jiwa Fang Zhe yang melayang megah di belakang tubuh pemuda itu. Aura keemasan murni dari wujud jiwa tersebut memancar begitu menindas, membuat ratapan puluhan ribu arwah Penjara Naga Hitam seketika menciut—seolah-olah seekor cacing tanah sedang menatap seekor naga penguasa langit."Ti-tidak mungkin... Bagimana bisa?!" jerit Pangeran Kedua dengan suara parau yang bergetar hebat. Wajahnya yang semula penuh kegilaan kini berganti menjadi kepanikan murni. "Bentuk Jiwa Sejati?! Bagaimana bisa seorang bocah di Ranah Penyatuan Qi dan Jiwa memiliki wujud jiwa setebal dan seagung ini?!"Rasa takut yang mencekat tenggorokan itu mendadak memicu naluri bertahan hidupnya. Dengan kesadaran yang terdesak ke batas jurang, Pangeran Kedua menoleh secara histeris ke arah Tuan Hong dan para jenderal yang masih membatu dengan mulut melongo."APA YANG KAL
Hening beberapa detik memenuhi kabin mobil yang bergerak halus itu. Fang Zhe juga tidak langsung menjawab.Di luar jendela, gedung-gedung kota Shange mulai menjulang tinggi. Dunia yang beberapa jam lalu terasa begitu kejam, kini seperti membuka celah kecil untuknya.“Kalau aku menolak?” tanyanya te
KLIIIIK!Suara notifikasi itu seperti petir yang menyambar jantung Fang Zhe.Ia membeku. Lalu perlahan menunduk menatap panel sistem.*Status Host: Fang ZhePekerjaan: Pengawal Pribadi CEOPoin Sistem: 0Kharisma: Tingkat 1 — Aura Ketampanan Tuan Muda Kota Shange.*“Apa?”Wajahnya seketika kaku.
DIIIIIING!Panel transparan berwarna biru muda muncul di hadapan Fang Zhe, hanya bisa dilihat olehnya. Di bawahnya, dua pilihan menyala terang.1. Bela Diri Dasar (Basic Combat Mastery).Meningkatkan refleks, kekuatan pukulan, teknik dasar pertarungan tangan kosong. Cocok untuk konfrontasi langsung
“Ayolah, bibi cantik. Jangan berpura-pura suci. Bukankah kau juga ingin hidup lebih baik?”Suara laki-laki muda terdengar sombong dan sedikit mabuk. Yang langsung membuat jantung Fang Zhe bergetar cepat.Ia mengenali suara itu. Zhao Ming Yao, tuan muda ketiga keluarga Zhao, pemuda itu terkenal arog







